26 Desember 2010

2nd winter



another winter day has come and go away,,
but i wanna go home, let me go home..

Michael Buble - Home

Malingsiyah

ini bukan demam piala AFF, bukan karena Indonesia kalah 3-0 melawan Malaysia di babak final, ini bener bener kasus kemalingan. kejadiannya di rumah (orangtua) saya di bandung kira2 hari sabtu (25/12/10). untuk kesekian kali nya Allah mengizinkan orang "asing" masuk ke rumah kami. Alhamdulillah, pada saat kejadian tidak ada orang di rumah, karna memang rumah dalam keadaan kosong ditinggal mamah ke jakarta dan bibi pulang ke banjar. atau sebenernya karna rumah kosong itu malingnya jadi masuk ya?
eh kok saya suudzon sebut orang asing itu maling ya? padahal kan belum tentu dia ambil sesuatu (karna saya juga baru dikasih tahu lewat skype kemaren sore). cara masuk si "orang asing" itu sama seperti kejadian 4 tahun silam. masuk dari pintu depan dan menghancurkan kunci pintu dengan linggis. kalau di 4 tahun lalu, Alhamdulillah banyak barang keambil termasuk perhiasan, hanya tersisa kalung yang menggantung d leher saya. kalau sekarang gak tau juga, karna setahu saya barang2 besar seperti TV, komputer, dan barang elektronik lain sih masih pada ada. memang posisi rumah saya itu dekat dengan perkampungan, yang kalau kata polisi setempat mah disebut "sarangnya maling". ya bagaimanapun ini adalah peringatan dari ALlah SWT, mungkin saya atau keluarga saya yang lain khilaf terhadap sesuatu. Ujian adalah penghapus dosa, Insya Allah, Amiin.

14 Desember 2010

bermain dengan barang bekas

bulan maret 2010 lalu, ketika saya pulang ke indonesia saya bawain buku prakarya untuk ponakan saya ninis (5tahun) dan rasyad (6 tahun). buku tersebut berisi tentang membuat mainan dari bahan2 bekas seperti botol, spons, sikat, gelas kertas/plastik, piring plastik. sedotan, dll. setelah beberapa bulan saya kembali ke indonesia dan mengunjungi ponakan saya lagi, ternyata mereka telah mengumpulkan berbagai macam barang bekas, tapi mereka belum sempat untuk membuat satu karya pun (ini karna ibu mereka lagi mabok hamil lagi). karna kurang kerjaan juga, saya jadinya bantuin ninis buat salah satu prakarya tersebut. inilah salah satu hasilnya.


simpel tapi menarik juga..

23 November 2010

bunda mah enak banget!

suatu hari, saya, uki (kakak kedua), ninis (ponakan 5 tahun), dan mamah, sedang pergi menuju toko tas. di toko tas tersebut saya memilih dua tas untuk ibu mertua dan kaka ipar, sedang kakak saya memilih dua tas untuk dirinya dan kakak kami yang pertama. saat akan membayar keempat tas tersebut...

ninis: bun, itu untuk sapa aja tasnya?
uki : untuk bunda..
ninis : kok banyak amat
uki : iya ini untuk hari senin, ini untuk hari selasa, ini untuk hari rabu, ini untuk hari kamis,,(sambil menunjuk keempat tas tersebut satu2)
ninis : ihhhh,,,enak banget banyak,,,ih bunda mah enakk!!!!tas nya banyak....

(saya hanya bisa ketawa walaupun kalo baca tulisan diatas gakan keliatan dimana letak lucunya,,hahahahahaha)

suatu hari ketika sedang duduk di samping ninis yang sedang mengerjakan pr di dampingi ibunya. pr nya ninis lumayan banyak, karena sekolah libur 5 hari, kira2 ada 4 halaman banyaknya, sampai pada halaman kedua...

bunda uki : ayo nis terusin lagi, kan sedikit lagi...
ninis : aaaahhhhhhhh,,,,tapi susah.....
bunda : yaudah besok lagi ajah...
ninis : iiihhhhh,,,bunda mah enak ga pernah belajar

(dan saya hanya bisa ketawa cekakakkan,,,)

suatu sore ketika ninis sedang nangis mencari ibunya yang sedang di suruh ibu saya ambil daun salam ke tetangga. biasalah, ninis ini hobinya memang nangis, jadi sudah ga aneh dengernya.

ninis : bundaaaaaaaaaaaa..........
saya : gak ada bundanya de...
ninis : kemana?
saya : keluar lagi ambil daun, tadi disuruh enin minta ke tetangga, enin lagi masak...
ninis : pokonya mau sama bundaaaaaa..(teriak)!!!!!!!! bunda mah enak, kerjaannya ngambil daun terus.......

(saya hanya bisa tertawa kembali, mau kesel gara2 dia teriak pun jadi gak jadi deh)

lampung oh lampung

sekarang saya ada di lampung. rencananya akan ada di lampung dari tanggal 20 november sampai 2 desember nanti. dari palembang saya naik kereta malem menuju lampung, menempuh kira2 11 jam. perjalanan di kereta cukup melelahkan, selain banyak berenti nya yang membuat kereta sampai lebih lama, juga karena AC yang di set 8 derajat sepertinya, bikin saya gak bisa tidur di dalam kereta karena menggigil. sampai di lampung, saya cukup senang karena udara tidak se hot palembang, di lampung lebih adem ayem.
saya mengunjungi kaka saya yang pertama. ini adalah kali ke 4 saya kesini. sudah 10 tahun sejak dia menikah dia menetap disana. dia seorang pengusaha, punya percetakan. dan kebetulan saat ini orderan undangan sedang menumpuk. alhasil waktu jalan2 dan menikmati alam lampung sedikit tertunda. saya memilih membantu melipat beribu2 undangan itu agar kerjaannya cepat selesai. rencananya saya disini akan berkunjung ke ruma bu fitri, teman saat bertemu di jepang kemaren, juga mengunjungi keramba ikan milik teteh ku itu.

hot plembang

tanggal 18-20 November kemaren saya, mamah, dan kakak ketiga beserta keluarganya berangkat ke palembang. ini karena sepupunya kakak ipar saya yang orang palembang menikah disana. dan karena sepupunya itu sekolah di bandung dan saya cukup kenal dengannya, maka saya pun mau2 aja diajak ke sana. saya belum pernah berkunjung ke palembang.
pertama kali saya naik pesawat domestik (hehehe norak). saya sampe palembang di sambut dengan cuaca yang cukup cerah. bandara di palembang lebih bagus (menurut saya) dibanding bandara soekarno-hatta.
palembang sudah pasti sangat dikenal dengan pempek, tebak sajah, 3 hari 2 malem saya di palembang, tiap jam makan ada pempek nya. dari yang model, kapal selam, dsb. saya cukup sering makan pempek yang dikirim dari kakak ipar saya itu, tapi kali ini, ampun deh,,,perut rasanya udah mekar gara2 pempek.
selain pempek, ciri khas dari palembang adalah jembatan ampera. lumayan lah sempet mejeng dari kejauhan dengan berlatar belakang jembatan tersebut. aduh saya pengen cerita lebih detail tentang perjalanan saya kemaren, cuma kok rasanya malas yah,,hehehehhehe

tapi kesan yang tak bisa terlupakan dari plembang adalah udaranya yang super duper puanas (comaper to bandung, hehehehe)


17 November 2010

makna berkurban

Apa makna kurban untuk saya?

Mungkin baru sekarang saya mulai memaknai hari raya kurban. Mengingat waktu kecil dulu, tiap sore saya mampir ke tempat penitipan hewan kurban, dan hampir tiap sore juga ketika pulang ke rumah saya selalu ditanya “ga nginep di kandang sekalian?”, dan setelah salat ied pun hal yang saya lakukan adalah berlari ke masjid untuk melihat pemotongan hewan kurban. Setelah sedikit gede, sempet pula jadi panitia. Tahun lalu pertama kali saya shalat ied jauh dari orang tua, bahkan bukan makna hari raya nya yang bikin saya nangis, tapi lebih karena saya kangen sama keluarga disini. Tapi kemarin malem, hari ini, dan insya Allah sampai tahun2 depan, saya mulai sadar bahwa inti dari hari raya ini adalah bentuk kecintaan kita pada Allah SWT. Teringat kisah Nabi Ibrahin As yang mendapatkan mimpi dari Allah untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail As. Demi menuruti perintah Allah SWT, beliau rela untuk menyembelih anaknya sendiri. Ismail pun ikhlas untuk perintah Allah itu. Saya sempet ngebayangin, gimana klo tiba2 ibu saya dateng bawa golok dan ia bilang kalo ia dapat mimpi untuk membunuh saya? Astagfirullah, bisa saja mimpi itu datang dari setan. Jika mimpi itu datang dari setan saya pun pasti menolaknya, tapi jika mimpi itu benar dari Allah apakah saya akan sanggup menjadi Ismail yang begitu ikhlas? Subhanallah. Di jaman sekarang, materi yang kita kumpulkan itu tidaklah seberapa dengan kenikmatan yang telah Allah kasih, berniat menyisihkan rezeki yang kita dapat untuk berkurban adalah suatu keindahan yang hanya Allah mampu membalasnya. Dengan niat tulus, dan benar2 karena Allah SWT kita berkurban, insya Allah, kita pun bisa menjadi Ismail Ismail di akhir jaman ini.

Selamat Hari Raya Idul Adha

10 Dzulhijah 1431 H

29 Oktober 2010

blue road for bike


bike to campus, ya itu yang saya lakukan kemaren. alih2 ingin olahraga agar berat badan dapet diskon, akhirnya saya pake sepeda ke kampus. ternyata ga kaya pertama kali dulu, sampe kampus sangat sangat ngos2an, berenti beberapa kali. lain dulu lain sekarang,,hihihiwww,,,pencapaian lah ke kampus cum 45 menit (awalnya sejam setengah). gara2 treatment fuchu-koganei-fuchu slama 8 bulanan kemarin, sekarang jantung lebih kuat (amiinn, insya Allah). yang menarik adalah, pengguna sepeda punya jalur sekarang, itu tuh yang di cat biru. bisa diliat sendiri lah yah gambarnya. tapi ini hanya sepotong jalur yang masih bagus (karna jarang dilewati), sisa jalur yang lain sudah tidak berwarna lagi, catnya udah pudar sebelum dipake sama sepeda. jalur sepeda yang letaknya d trotoar hanya sedikit, lebih banyak jalur sepeda yang berbagi dengan mobil dan motor. pada awalnya saya cukup heran sama pemerintah kota yang membuat jalur ini, karna jelas2 tingkat kebutuhannya rendah, memakan banyak biaya, disisi lain masih banyak jalan bolong yang mesti diperbaiki di bandung. tapi setelah saya mencoba menggunakan sepeda di jalur ini, saya pikir gada jeleknya juga pemerintah bikin jalur ini. biar sesama pengguna jalan saling menghormati, biar pengguna sepeda tau diri, tau tempat kalo dia ada di jalan besar. sayangnya hanya jalan2 protokol saja yang baru ada jalur ini, dan itu pun masih terputus2 dan kadang ada mobil/motor yang parkir disana.

27 Oktober 2010

hari2 di bandung

Ada di Indonesia di saat temen2 sedang sibuk dengan kuliahnya, dengan kerjaannya, saya menghabiskan banyak waktu saya di rumah dan sekitarnya saja. Dengan bermodalkan sepeda nya aa saya jadi bisa ngalelewe (ngeledekkin) orang yang kena macet di jalan deket rumah saya. Astagfirullah nakal pisan. Engga engga, dengan naik sepeda saya bisa ke toko terdekat dengan mudah, bisa ke tukang jait naik sepeda, bisa ke rumah mertua naik sepeda, bisa nyari tukang baso naik sepeda, bisa beli cingcaw ke sd deket rumah saya. Dengan naik sepeda juga saya bisa maskeran debu garatisan. Ya untuk yang jaraknya kurang dari 5 km saya bisa naik sepeda. Bukan gamau ke kampus naek sepeda, karna musim hujan jadi saya lebih milih naek angkot ke kampus.

Selain keliling2 naek sepeda, saya juga kadang ngikut mamah ke mana beliau pergi. Jalan jalan pagi. Ya itu hobinya. Ga jauh2 amat jalannya sih, tapi menyenangkan. Soalnya pulang jalan bisa beli bubur pinggir jalan, mampir ke tukang sayur, walaupun udah belanja di tukang sayur sebelumnya tapi kalo papasan ama tukang sayur berikutnya pasti mampir dulu. Belum lagi kalo ketemu orang2 yang kenal ama si mamah, maklum lah orang terkenal di RW jadi banyak kenalannya, hahahahhaha..dari tukang becak, tukang satpam, orang masjid, tukang jait, tukang dagang, taulah sama bu ratmoko mah. Tapi bukan maksud saya riya dengan nyebut ibu saya terkenal, hanya saja saya seneng sekali ketika berinteraksi dengan banyak orang yang bisa dibilang (maaf) tingkat ekonominya tidak lebih baik dari saya.

Sekedar bertanya pada tukang surabi saat beli surabi oncom, “mak, naha ngalih ma’? da kapungkur mah di palih ditu sanens?” (nek, kenapa pindah nek? Bukannya dulu di sebelah sana).

Sekedar bertanya pada anak tukang jait, Ulpi nama nya (yang tertera pada baju sekolahnya, nama sebenarnya adalah Ulfi) “udah bisa ngeja huruf blum? Sini sama teteh diajarin..” walaupun si ulpi sempet mesem-mesem senyam senyum tapi dia berlalu juga, milih pergi nyari temen2 mainnya.

Atau sekedar bertanya sama teteh jualan pulsa “teteh anaknya udah segede apa? Aduuuhh meni lucu pisan”, Nanda nama anaknya, dan emang seriusan lucu ga kaya tetangganya (ya tetangga nya mah tukang rombak celana dan sudah bapa2, jadi ga mungkin saya bilang lucu).

Atau sekedar bertanya “nembe angkat ayeuna bi?” (baru berangkat sekarang bi?) ke Bi Oni si pengumpul barang bekas yang tinggal d sebelah rumah, yang kemudian dijawab oleh bi Oni “muhun neng. Neng neng, upami aya bekas popok bayi, pasihan ka bibi nya, anak bibi nuju hamil deui”, (iya neng. Neng kalo ada popok bayi bekas, kasih ke bibi ya, anak bibi lagi hamil lagi) karna bi oni tau kalo kaka saya punya bayi yang beranjak gede.

Yah hal2 kecil seperti itu yang bikin saya (cukup) senang, entah kenapa. Saya tidak memberi banyak juga, saya belum bisa ngapa2in untuk lingkungan terdekat saya sendiri. Teringat pesan mamah “ndah, kalo punya hajatan teh utamain orang2 kecil yang diundang”.

Garis depan nusantara

Mungkin orang2 udah pada banyak denger tentang Garis depan nusantara. Tau? Ekspedisinya Wanadri (kelompok pecinta alam) menuju pulau-pulau terluar Indonesia. Saya juga kurang tau banyak, lebih jelasnya bisa dilihat di www.92pulau.com

Saya menjadi menulis karna kemaren saya iseng dateng ke pameran foto Garis Depan Nusantara di campus center timur di kampus saya. Saya sempet ngbrol dengan mas Arfan (yang jaga pameran, juga salah seorang dari tim ekspedisi) tentang tujuan pameran, kehidupan masayarakat disana, pendidikan, mata pencaharian, potensi local, dsb. Saya ditanya kenapa saya banyak Tanya, apakah saya tertarik dengan pulau2 disana. Saya jawab ya, saya tertarik, tapi tidak dengen ekspedisinya (karna mesti jadi anggota wanadri dulu dan itu adalah yang tidak mungkin bagi saya). Ya saya tertarik sekali dengan kehidupan anak pulau. Mungkin kalo sya boleh bercita cita kembali, saya ingin terlahir sebagai anak pulau, anak daerah, atau anak yang punya kampung halaman. Bukan kota halaman. Hahahahahahaha cita cita yang aneh.

24 Oktober 2010

hari wisuda

Graduation day

What a special from this day?

Tanggal 23 oktober kemaren saya akhirnya terima ijasah dari kampus ganesa. Momen yang saya tunggu2, momen untuk memberi penghargaan pada ortu saya. Ya momen wisuda. Wisuda kali ini, saya hanya ditemani beberapa rekan seangkatan saja, karena yang lainnya sudah pada lulus duluan. Merasa kesepian juga pada awalnya, ditambah gada aa yang mestinya jadi pw saya,hehehehe..tapi rasa sepi cuma numpang lewat aja, saya bersyukur masih bisa ikut wisuda ditemenin temen2 dan keluarga yang ada di bandung. Banyak prosesi sebelum wisudaan, lebih tepatnya budaya dari temen2 himpunan buat para wisudawan.

4 hari seblum wisudaan, temen2 himafi ngadain syukuran wisuda, acaranya ya makan2 dan ramah tamah biasa. Tempatnya jauh banget, padahal dari jaman dulu saya ngadain syukuran wisuda himpunan juga tempatnya selalu di kampus, tapi beda jaman beda cerita. Aturan baru pun sudah berlaku, dan temen2 himpunan emang lebih patuh sama aturan, ga kaya jaman saya dulu yang selalu melobi dengan seribu cara agar setiap kegiatan diperbolehkan..hehehe.

H-1 wisudaan, ada syukuran dari jurusan. Ajang mengenalkan orang tua pada dosen pembibing dengan tidak lupa menghaturkan terimakasih pada para dosen. Alhamdulillah juga di acara itu, hadir Aa gym, yang merupakan ayahnya temen saya yang ikut wisuda. saya bersyukur karna tausiyah beliau membuat acara syukuran ini lebih berisi. Saya dateng bareng mamah saya. Beliau cukup kaget, dan saya pun kaget karna saya dapet penghargaan wisudawan terbaik di jurusan di periode ini, Alhamdulillah lagi. Saya ga pernah nyangka juga. Ya mungkin ini hadiah dari Allah buat mamah saya.

Hari H, hari wisudaan, saya dateng bareng 2 mamah, ibu kandung dan ibu mertua. Mengikuti prosesi yang cukup panjang dan membosankan, bersalaman dengan rector sambil dipotret, ambil ijasah, dan selesai. Ya pikiran saya tak ada disitu, pikiran saya lagi pergi kea a di jepang, dan mamah yang duduk beberapa meter di belakang saya. Kalo mikirin aa mah, ya sudahlah memang kangen itu mah. Kalo mamah? Ya saya ngerasa sangat sayang ajah sama beliau, mudah2an kerja keras beliau tidak sia2. Selesai prosesi, lagi2 ada acara dari himpunan. Tradisi mengarak wisudawan dari tempat wisuda menuju dalam kampus. Lagi-lagi aturan telah berubah, yang dulunya setiap arak2an menggunakan kendaraan dan melewati jalan umum, sekarang hanya dengan berjalan kaki dan lewat terowongan yang menghubungkan sabuga, tempat wisuda, dan kampus. Cukup lelah juga berjalan…cukup lelah juga hari kemarin.

Ya begitulah wisuda s1, kalo saya boleh bilang , itu adalah waktu dimana kita nemuin persimpangan. Silahkan pilih jalan yang mana, asal sesuai dengan keinginan hati.

Ciao..

Indah Nurmawarti, S.Si.

Hehehehehehe

15 Oktober 2010

Drunken marmut

Baca satu buku karya Haji Pidi Baiq bikin saya ketwa2 sendirian. aneh memang, baik cerita2nya maupun ide2nya. Haduhhh ada2 sajah seniman yang satu itu. Buku yang berisi beberapa cerita merupakan pengalaman sang penulis sendiri. Begitu sederhana hal yang ia lakukan bahkan tak pernah terpikirkan oleh kebanyakan orang. Ia kemas dengan jahilan, nilai2 kebaikan, kebebasan berpikir bertindak berkarya dan tidak lupa mengingatkan bahwa kita adalah makhluk Allah. Di salah satu cerita, di bagian akhirnya ia menuliskan

Pak Agun cs, mawar merah di dinding, jangan marah just kidding. Mari saya jelaskan satu hal: Mungkin menurut saya kejadian macam itu malah justru baik, setidaknya buat saya. Saya jadi bisa bercanda dengan Pak Agun dan Pak Bani dan siapa itu nama hansip yang satunya lagi. Hansip baru itu. Rasanya benar-benar baik buat saya. Tiap hari selalu pasti pergi, untuk menjumpai orang jauh. Sampai-sampai tidak bisa menyisihkan waktu untuk bertemu dengan orang-orang yang ada di sekitar rumah. (Haji Pidi Baiq dalam Linglung Hansiip, buku Drunken Marmut halaman 82)

Penutup dalam cerita Linglung Hansiip, setelah ia bercerita bagaimana ia mengerjai hansip kompleknya. Parah, bikin ketawa, bikin saya senyum2.

10 Oktober 2010

membeli buah

Masih di hari yang sama 101010, saya pulang naek angkot. Berganti dari angkot dago menuju angkot gede bage. Dari awal naik hanya saya dan dinar saja penumpangnya. Dinar turun duluan, dan saya pun sendirian di angkot. Sampe tempat saya turun, saya masih sendirian, saya simpan momen sendirian di angkot ini, dimana kalo saya tengok keluar jendela, jalanan penuh sama mobil2 pribadi yang juga cuma berisi satu supir dan satu penumpang. Di dalam angkot, saya baca buku yang baru saya beli, angkot gedebage tersebut sedikit meminggir di tengah2 kepadat merayapan jalanan. Dia berhenti sejenak tepat di depan gerobak tukang buah mangga. Sang supir bertanya berapa harga sekilo mangga. Yang saya dengar sih sekitar 10ribuan. Tapi akhirnya sang supir berlalu tak membeli buah. Karena saya sendirian di angkot, saya iseng tanya ke mang supir kenapa tidak jadi membeli. Ia hanya bilang, “kemahalan neng, kalo di roda mah biasanya juga asem”.

Mungkin pendapatan dia tak seberapa, tapi mungkin ia ingat keluarga nya di rumah dan berniat ingin membelikan oleh2 sekilo buah mangga. walaupun saya hanya memprediksinya, walaupun hanya sekedar niat, mudah2an Allah mengabulkan keinginannya di lain waktu.

Makasih mang supir yang udah ngasih kembalian 8000 ke saya.

geregetan

Pulang dari pasar seni, bisa dipastikan jalan depan kampus, jalan dago, semuanya macet. Saya dan dinar berjalan sekitar 1 km (atau kurang, atau lebih ya?) sampai tepat di toko dago 34. Sepanjang jalan itu, ada satu kejadian dimana kami menyempatkan diri diam dan nonton sejenak kejadian tersebut. hal yang sudah terbiasa terjadi sebenarnya, tapi saya geregetan ngeliatnya. Jadi pas saya jalan, terdengar bunyi klakson panjaaaaaaang dan lamaaaa sekali. Saya pikir rombongan konvoi mobil dan ingin segera maju walaupun kondisi jalanan sedang macet sangat. Ternyata setelah saya lirik lebih dekat, bunyi klakson berasal dari sebuah mobil silver yang berisi 2 orang cewe. Mobil tersebut ingin belok kanan (belok kanan langsung), tapi terhalang oleh angkot yang akan mengambil arah lurus. Memang salah angkot sih awalnya, karna si angkot berasal dari jalur kanan tapi tiba2 di dekat belokan ke kanan ia malah kekiri dan masuk barisan mobil2 yang akan lurus, jadinya buntut si angkot masih menyisa di jalur sebelah kanan tadi. Mobil dibelakangnya pun jadi kesel dan mengklakson si angkot.

Hal yang sering terjadi bukan?ga anehlah kalo angkot itu ga nurut aturan. Tapi disini saya lebih geregetan dengan pengemudi mobil di belakang angkot itu. Kalau tau angkot itu salah, ya biarlah, tak perlu klakson berlebihan. Situasi di area itu adalah macet dan panas. Jika ditambah suara bising, siapalah juga yang tidak terstimulus emosinya gara2 hal kecil. Si mobil silver terus2an mencet klakson, angkot pun tak bisa gerak kemana2 lagi. Pengemudi dan penumpang mobil silver itu berteriak2 dari dalan sampe akhirnya Kernet angkot atau supirnya (tidak jelas juga) turun dari angkotnya dan mencoba ngasih penjelasan. Ga mau kalah si penumpang mobil silver pun turun dan marah2. Saya ga tau apa yang mereka teriakan dan obrolkan sampe akhirnya si angkot agak maju sedikit, dan mobil silver pun bisa melewati jalan yang sebelumnya terhalang. Sambil berlalu, penumpang di dalam mobil mobil pun membuka jendela dan menjulurkan jari tengah nya keluar (pernyataan yang kasar menurut orang2 barat). Tak lama pihak angkot pun membalas dengan meneriakkan “Go***k”.

Ah apa2an ini…macam tak berilmu saja pemilik mobil itu. 2 cewe yang masih muda2, dengan mobil berplat Bukan bandung. Saya tak nyalahin siapa2, tak berpihak pada siapa2, saya hanya geregetan.

pasar seni itb 2010

10.10.10 menjadi tanggal dijadikan banyak momen bagi sebagian orang. Bagi saja, sama sajah. 101010 menjadi hari diselenggarakannya pasar seni itb. Acara 4 tahunan ini selalu saja dipadati oleh orang2 seantero bandung, dari mulai anak2 sampe orang tua. Sebuah acara yang utuh dikerjakan oleh orang2 dari fakultas Seni rupa selalu memberikan maha karya yang super keren. Ya saya cuma bisa takjub dan bilang keren, karena saya tidak mengerti apa2 tentang seni, yang kadang tidak masuk di akal saya. Tapi memang begitulah seni, absurd. Heu!

Ga kaya cuaca bandung kemaren2, hari ini tampaknya cuaca pun mendukung acara ini (mudah2an acaranya penuh berkah), terik sekali. Dan sudah bisa dipastikan kalo sepanjang jalan dago macet semi total (gada pasar seni ajah macet, apalagi ada). Hari ini saya ditemani oleh Dinar, teman sma, sekaligus teman satu kampus. Kebetulan ia mampir ke bandung (dari Surabaya tempat dia kerja sekarang) untuk pasar seni ini. Dari rencana awal menjadikan momen pasar seni untuk bertemu teman2 sma, eh teman2 yang lain malah mendadak harus pergi keluar kota, alhasil kami berdua saja mengitari padang ganesa. Bertemu teman kuliah, adik dan kaka kelas, tapi hanya sekedar say hai dan basa basi dikit, karena tiap berpapasan kami pun keburu terpisahkan oleh arus manusia yang alirannya tak menentu. Karna tak kuat akibat kepadatan dan kepanasan yang terjadi, saya dan dinar pun memutuskan pulang saja dengan melewatkan satu wilayah di bagian barat yang belum terjamah. Saya tidak membeli barang seni satupun,,hahahahhahaha,,,sense of art dan hasrat belanja pun memang rendah, tapi saya beli satu buku karangan pidi baiq (the panasdalam) karena penasaran.






06 Oktober 2010

sekolah alam

Bi wiwi adalah seorang kerabat mamah yang asalnya dari Banjar (Jawa Barat). Usianya sudah 50 lebih, dulu waktu saya SD beliau pernah tinggal bareng kami sekitar 2/3 tahunan, tapi kemudian beliau kembali lagi ke kampung halaman. Dan sekarang beliau ikut tinggal dan bantu2 mamah tinggal di bandung. Suatu siang ketika saya sedang makan siang.

Bi wiwi: neng indah, ari sekolah alam teh naon? Kapungkur teh mampir ke sekolah alam di daerah ciganjur, da teu aya bangku na sakola teh. Ngampar we kitu,,asa nanaonan. Bayarna ge da mahal, nu datang na ge teu aya nu ngangge motor, sadayana nganggo mobil. Eta teh serius kitu?

(neng indah, kalau sekolah alam itu apaan? Waktu itu pernah mampir ke sekolah alam di daerah ciganjut, ga ada bangku sekolahnya. Ngampar aja gitu, rasanaya apa-apaan. Bayarnya juga mahal, yang dateng gada yang naik motor, semuanya pake mobil, itu sekolah serius?)

Belum sempet jawab, dan bingung juga menjelaskan nya seperti apa, emang saya (adiknya mamah) yang sedang berada di situ pun langsung merespon.

Mang : ari bibi basa SD sok ulin di sawah teu? Sok ulin ka Gunung sangkur teu? Tah jiga kitu sakola alam. da urang mah baheula ge ulinna jiga kitu. Ari budak kota ayeuna mah teu nyaho ulin di sawah teh jiga naon, saung teh jiga naon, matakna sakola na di alam, meh deukeut jeung lingkungan.

(kalau bibi waktu SD suka main di sawah ga? Suka main ke Gunung Sangkur ga? Nah kaya gitu sekolah alam. Kalau kita kan dulu kan mainnya kaya gituan. Kalau anak kota jaman sekarang, gak tau main di sawah kaya gimana, saung kaya gimana, makanya sekolah nya di alam biar deket dengan lingkungan)

Entah mengerti atau tidak, dan bi wiwi pun bergumam kembali…

Bi wiwi: araraneh nya,,kamahal-mahal, eta teh ngejamin jadi sukses kitu…..?

(aneh-aneh aja ya, mahal..itu (sekola) ngejamin sukses gitu..??)

Dan saya hanya bisa tertawa kecil mendengar percakapan seperti itu.

26 September 2010

sakit pun ujian

Jumat, 240910

Akhirnya berangkat juga ke dokter. Sudah 3 hari ini bagian perut atas nyeri terus, 2 malem demam. Awalnya saya pikir paling cuma masuk angin, tidur bentar juga sembuhlah, eh ternyata sampai hari ini rasa nyeri nya masih ada. Karena takut usus buntu (da si mamah tea keukeuh, palaur), akhirnya saya ke dokter juga. Bukan usus buntu (alhamdulillah), cuma radang pencernaan. Sudah diduga memang. Sejak pulang sabtu lalu, pasti ada ajah jajan diluarnya, ya pasti gara2 itu deh. Perut kan udah kebiasaan makan masakan rumah, beberapa hari lalu sempet kalap dan jajan di kampus, jadi we… padahal daku tak suka minum obat.

sebuah catatan sederhana

Aa, how are you today?

Saya iseng cari2 buku dikamar untuk dibaca. Ternyata memang ada beberapa novel dan buku yang belum saya baca tuntas. Tiba mata saya menuju sebuah buku putih yang terselip diantara buku2 tebal lainnya.

Saya ambil buku putih tersebut, itu adalah buku pemberian seorang Rangga Adiprima, alias aa. Buku yang dia kasih 4 tahun lalu dalam rangka ulang tahun saya. Kado kedua setelah CD lagu. Waktu itu kami masih berteman biasa, tapi mungkin dia udah ngejar2 saya (?? Hahahahahaha,,,pede tingkat tinggi). Ini bukan buku biasa, isinya sebuah cerita, judulnya “Sebuah Catatan Sederhana”. Hasil imajinasi aa dan kerja keras dia. Tidak tebal, tapi menarik. Seting tempat dan nama tokoh nya bernuansa jepang, entah kenapa, mungkin dia telah menyisakan sedikit waktu untuk melakukan penelitian terlebih dahulu tentang negeri jepang, agar tidak ada salah informasi. Menulis cerita fiksi kan bagaikan menggabungkan kenyataan dan imajinasi. Di bagian paling belakang buku tersebut ada 2 paragraf yang menuliskan suatu pesan yang bikin saya mikir apa korelasinya antara isi cerita dan pesan itu, tapi tak ada korelasinya memang, hanya dia ingin menulis itu saja, berikut isinya (saya ketik kembali dengan tidak mengubah satu kata pun).

BXHXN RENUNGXN PRIBXDI

Meskipun mesin ketik sxyx hxnyxlxh mesin ketik yxng sxngxt tux, tetxpi mxsih cukup bxik kecuxli sxtu tuts. Xdx 46 tuts yxng tidxk kurxng xpx-xpx. Tetxpi sxyxng xdx sxtu tuts yxng sudxh tidxk xktif sebxgximxnx mestinyx. Ini sungguh merugikxn semuxnyx, betxpx tidxk, tut situ justru yxng terlxlu sering digunxkxn. Untuk menggxntikxnnyx terpxksx digunxkxn tuts lxin yxitu “x”. Meskipun demikixn, mxsih jugx merxsx kerepotxn. Yxh xpx boleh buxt.

Kxdxng-kxdxng suxtu kelompok itu sedikit menyerupxi mesin ketik sxyx; tidxk semux berfungsi bxik. Bxrxngkxli kitx xkxn mengxtxkxn, “sxyx hxnyx seorxng sxjx, mxkx xpx bedxnyx?”

Tetxpi justru kelompok yxng mxu berhxsil membutuhkxn ikut sertxnyx secxrx xktif dxri semux xnggotxnyx tidxk terkecuxli seorxngpun. Jikx lxin kxli kitx berpendxpxt, “sxyx hxnyx seorxng sxjx, sumbxngxn sxyx tidxk dibutuhkxn.”, ingxtlxh mesin ketik sxyx dxn kxtxkxnx dxlxm hxti :

“sxyx sxngxt dibutuhkxn!”

I want to make myself usefull!

Hemmm….hayo aa, kembali nulis lagi!

eskalator

Hari kedua di bandung saya, mamah, dan kaka tertua mampir ke suatu mall. Kami naik escalator bersama. Saya bareng mamah. Saya ada di posisi kiri, mamah di sebelah kanan. Dan reflek saya bilang. “mah mah pindah kesini, ke kiri, mah pindaahhh”, dengan nada sedikit maksa. Si mamah keheranan kenapa juga si Indah nyurus pindah. Beberapa detik kemudian saya baru sadar, oh….saya kan dah di bandung, gakan ada orang yang menyusul dari sebelah kanan di escalator. Hahahahahaha..saya cuma ketawa2 sendiri.

ikhlas itu penting

Suatu hari d konter makanan

Saya : berapa mba semuanya?

Pelayan : 21200 rupiah.

Saya : (saya mengeluarkan uang 50ribu rupiah)

Pelayan : ada 200 rupiah kaka?

Saya : (kaka?sejak kapan gw jadi kaka lu), hmmm….gada mba, adanya juga 2000 rupiah, gapapa?

Pelayan : iya gapapa

(saya ngasih uang 52ribu rupiah, dengan maksud biar kembaliannya ga receh dengan pecahan 5 dan seribuan)

Pelayan : maaf mba, gada receh, gada 300 nya,,maaf yah kaka

Saya : heeeee…kirain teh saya kasih segitu bakal ada kembaliannya. Ya udah gapapa.

(ya memang 300rupiah sajah, ga seberapa tapi kan…)

Saya : Mba, lain kali siapin recehnya, (toko gede gitu), masa iya ga ada. Kan tetep uang 300 juga..

Pelayan : iya kaka, maaf ya….

13 September 2010

book marker

di cerita sebelumnya saya bilang kalau saya bawa book marker yang saya bikin sendiri untuk dikasihkan ke temen2 di lab saya (ini temen di lab saya), seperti ini lah book marker yang saya kasih.

saya bikin kartun diri mereka. ada 8 orang totalnya. niat awalnya saya kepikiran untuk ngasih sesuatu sama mereka, udah mikir lama2, tapi ga nemu juga barang yang cocok apaan. kebetulan beberapa waktu lalu saya buka e book tentang pop up book, dan saya terinspirasi untuk buat kartu saja, yang kalau dibuka akan muncul gambar 3 dimensi teman2 saya di lab. tapi ternyata, apa daya, skill dan waktu pun menjadi halangan saat ini, akhirnya ide bikin pop up card pun musnah sudah. akhirnya ya sudahlah, kubikin saja kartun mereka yang sudah kadung kubuat untuk dijadikan book marker. dan setelah saya kasih ke mereka hari ini, mereka tidak menganggap sebagai book marker (padahal sudah dilaminasi dan dikasih pita), malah dipajang di meja masing2. dan sepertinya karakter yang saya bikin itu memang mencerminkan diri mereka. pas buka kertas kado dan nemuin barang yang saya kasih, mereka ketawa-ketawa, kalo bahasa indonesianya mah "hahaha,,gue banget nih!"

mejanya Sasaki san

mejanya Sato san

mejanya Yamada san

mejanya Seki san

mejanya Doris san (di postingan lalu saya ga nampilin Doris, di bawah ini saya tampilkan doris san)

Gen san dan Lim san ga dateng hari ini jadi saya belum kasih, dan saya ga sempet foto mejanya Iguchi san (pede banget bakal di pajang)

12 September 2010

2 jam yang singkat

pagi ini saya dag dig dug, soalnya saya mau ketemu sensei. kenapa tegang ya, padahal saya ga berbuat salah apa-apa. kata aa "hadapi dengan senyuman".
saya datang ke kampus hari ini siap dengan membawa book marker yang saya bikin sendiri untuk dikasih ke temen2 di lab, kue corn flakes untuk saya bagi2 juga,4 halaman kertas untuk saya berikan ke sensei. jadi ceritanya saya dapet kabar dari internasional office bahwa laporan independent study saya belum ada, seharusnya laporan itu dibuat oleh sensei di lab masing2, karena hal itulah saya jadi cemas, dan saya bersiap untuk menghadapnya.

udah lama banget saya ga ngbrol panjang lebar sama sensei. sejak pertama saya ngetuk pintu, sesuai dengan apa yang disarankan, sambil senyum2 saya sapa seramah mungkin. Alhamdulillah disambut dengan ramah dan hangat. diawali dengan perbincangan ramadahan. sampai akhirnya saya kembali ditanya tentang apa yang akan saya lakukan setelah ini. kembali saya menjawab, saya belum yakin mau lanjut atau engga, jadi ya saya masih pengen mikir dulu. beliau pun mengalihkan topik kesana kemari, sangat menarik. mulai tentang riset, orang indonesia di jepang, pendidikan yang seharusnya bagaimana, strata guru di jepang seperti apa, siapakah junior beliau, cara nyari sensei/lab/universitas, harus berpikir panjanglah, jika ia jadi menteri pendidikan akan melakukan ini dan itu, 2 jam berlalu ga kerasa dimana sebagian besar waktu saya hanya bisa mengangguk tanda sepakat dan kagum. beliau selain pintar, cerdas, juga mau menghargai kemampuan orang.

setahun disini, saya memang tidak mendapatkan pengalaman banyak tentang eksperimen inilah itulah, pengetahuan2 yang seperti temen2 saya dapatkan di lab lain. saya tidak kerja rodi di lab saya. saya mengerjakan eksperimen tapi tidak dituntut apa2. awalnya saya heran kenapa saya seperti yang tidak diperhatikan, saya sedikit protes dengan diri saya kenapa saya tidak langsung ditanya/ditegur ketika saya terlihat tidak sibuk atau tidak melakukan apa2. saya takut saya yang tidak bertanggung jawab terhadap diri saya sendiri. ternyata, sensei saya punya pandangan lain. beliau memiliki cara lain untuk membuat saya belajar. belajar bukan hanya sekedar eksperimen, baca paper, persentasi. beliau tau waktu saya disini tidak banyak, dan beliau juga tau tidak ada kewajiban bagi saya untuk melakukan hal2 yang dilakukan seperti mahasiswa s1 dan master. saya dibiarkan untuk mengamati, berkomunikasi, memperhatikan teman2 saya dalam bekerja dan hal lainnya, agar saya bisa menilai sendiri bagaimana sistem pendidikan di Jepang ini, biar saya bisa mempunyai pandangan tentang "bagaimana belajar di Jepang". dan yang suka adalah ketika beliau bilang "setahun ini itu tempat kamu berpikir kedepan. kalo kamu gak kesini, kapan coba kamu punya waktu buat berpikir ingin jadi apakah kamu nanti. kalau ada di indonesia, mungkin setelah lulus, akan kerja, dan mungkin terbawa arus. disini, pandangan kamu juga berubah kan?".

mungkin yang saya tulis tidak berlaku untuk semua orang, tapi bagi saya kata-kata tersebut terlalu pas untuk kondisi saya sekarang. yang sempet bingung dengan keinginan saya sendiri apaan. yang terus saja mengikuti arus takdir tanpa mencari tahu apa kepengen saya sebenernya. di akhir2 percakapan dengan beliau saya kemukakan keinginan saya, ya mudah2an ini adalah benar2 keinginan saya (belum saatnya cerita disini), dan diapun tampak tersenyum. lalu saya bilang lagi kalau saya belum tau jalurnya lewat mana untuk mewujudkan keinginan saya. tapi beliau malah berkata, "apapun jalurnya kan kamu akan berusaha kembali ke kepengen kamu itu". 2 jam selesai, saya ga jadi ngasih kertas yang saya bawa, saya cuma bilang "pa reportnya dibikin aja, terserah bapak, pendek juga ga papa" (saya ga mau orang internasional office punya pandangan buruk tentang sensei saya)

saya ga pernah menyesal datang ke Jepang. tak semua yang ada di jepang itu baik, dan tak semua nya juga buruk. tiap orang punya tempatnya dimana dia merasa cocok dengan apa yang dikerjakan. kadang diperlukan jalan memutar untuk menemukan sesuatu yang sebenarnya ada di depan mata.

halal bihalal keluarga Fuchu-Koganei

di pagi hari ini saya sama aa janji untuk nonton recital piano nya azis dan eka (anak tetangga tea, anaknya teh dewi-pa ewin) pada jam 10 pagi, sebelum berangkat ke Fuchu. tapi karena keteledoran kami, kami pun terlambat dari waktu yang sudah disepakati dan akhirnya kami tidak masuk ke tempat nonton tersebut. akhirnya kami langsung deh meluncur ke kabupaten fuchu.

4 kali bukber, dan ditutup dengan halal bihalal,,intinya tetep pada makan2. teu ketang. tetap bersilaturahmi. hari ini bertempat d rumah mba Yahkuti. yang makanannya super mantep. sudah disiapkan sejak seminggu lalu (menurut pernyataan aseli suami mba yahkuti). banyak yang dateng, rame, dan pertemuan hari ini sekaligus acara perpisahan untuk uni Ipit dan uni Nyoman yang telah selesai studi s3 dan s2 nya. oiya saya juga kebagian kertas ucapan, kertas ini ditujukan buat warga FK yang akan pulang, tapi saya kok di kasih? saya kan pulang untuk kembali. tapi arigatou semuanya!! ^_^

suasana sehabis makan2 *hari ini ga banyak jepret jepret*

ini nih pesan dari warga FK, hihihihi,,tenkyuh

dedengkot keluarga FK : mba dina *yang curi start pas waktu makan*

11 September 2010

insiden lebaran

sepulang solat ied dan sedikit jalan2 saya membuka internet dan melihat berita apa saja yang terjadi di Indonesia selama lebaran ini. dan benar saja, ada satu berita yang bener bener bikin saya ngenes, heneug, kesel. seorang warga negara Indonesia meninggal pada saat mengantri untuk bisa masuk ke rumah presiden. ceritanya si sang presiden ini bikin acara open house buat warga. dan warga siapa sih yang ga antusias untuk bersilaturahmi dengan presiden. bisa salaman sama pejabat tinggi negeri plus diselipin amplop yang isinya uang. tapi warga yang dateng terlalu banyak, 3500 orang kira2 jumlahnya, berdesak desakan. panjang jalan tampaknya ga cukup untuk menampung panjangnya antrian, jadinya kepadatan terakumulasi ke segala arah terutama bagian pintu masuk. ga aneh kalo banyak orang yang kehabisan energi untuk ngambil seliter udara. sampailah terjadi warga yang meninggal akibat kelelahan.
tanggung jawab siapakah?

kematian memang takdir dari Allah, apapun caranya kapanpun waktunya, hanya Allah yang menentukan. tapi...

kenapa warga2 tersebut rela desak desakan? mungkin memang ada niat tulus dari mereka untuk bersilaturahmi dengan presiden, tapi entah kenapa saya meyakini bahwa mereka itu datang dengan hrapan menerima seamplop kertas berisi uang. tidak seberapa isinya memang (bagi pejabat), tapi bagi mereka uang tersebut cukup untuk makan mereka 1-2 minggu.

ini adalah masalah kesejahteraan pak. mereka belum sejahtera.
dan kenapa bapak bikin acara macam itu?
apa bapak menghargai hari lebaran dengan materi?
apa bapak memang benar2 ingin bersilaturahmi dengan mereka? jika ia, berapa orang yang datang kesana yang bapak ajak ngobrol? yang bapak tanya masalah mereka apa, yang bapak tanya kebutuhan mereka apa.
apa bapak bener2 pengen mereka senang? berilah mereka (kami) pendidikan, pembangunan.
apa bapak pikir ini adalah momen untuk beramal dan dekat dengan warga?
beramal itu tidak terbatas waktu, kemampuan, bahkan kondisi.
bapak ingin dekat dengan warga itu gampang, berhentikanlah itu semua pengawal bapak. biarkan diri bapak bebas kesana kemari melihat realita, berpikir, dan bertindak.
apa maksudnya semua ini pak?

saya sangat tidak mengerti apa yang bapak pikirkan.
saya bener2 sedih dan takut sekali. saya membayangkan betapa besar tanggung jawab seorang pemimpin itu. Astagfirullah.

nb: untuk bapak bapak yang sedang memimpin

lebaran

ini adalah pengalaman pertama saya berlebaran jauh dari mamah dan keluarga besar. pertama kalinya lebaran bareng mantan pacar. banyak hal baru, yang bikin saya bersyukur, menyesal, sedih, seneng, selama menjalnkan ramadhan ini.
1 Syawal, saya nangis karna kita meninggalkan Ramadhan. Saya pernah dengan dari sebuah kutipan yang saya lupa sumbernya tapi begitu nempel banget di otak dan hati saya "merugilah orang yang tidak mendapatkan apa2 di bulan Ramadhan, merugilah orang yang tidak mendapatkan ampunan dari Allah SWT". termasuk orang merugikah saya?
Wallahualam.
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H
Taqabalallahu Mina Waminkum

foto by Mas Jumanto, Kelg Fuchu-Koganei @Wisma Dubes RI, Tokyo

07 September 2010

curhat mode: ON

ketika saya merasa stuck,dan bilang sy ga tau mau berbuat apa untk org,sy pgn bermanfaat untk org tp gatau crnya, ketika sy merasa hidup sy disilaui sama kehidupan org lain..dan aa pun berkata "kamu sendiri suka bilang,hidup kita disini gada apa2nya,tujuan kita kan bkn sampai sini aja. tapi kenapa ketika kita mentok,kt lupa semua motivasi kita melakukan sesuatu di dunia untk meraih akhirat nanti. sekecil apapun hal yang dikerjakan, bisa kt jadiin tabungan buat ibadah".

Ahh..betapa lemahnya diriku ini.
Ya Allah,aku tdk meminta KepadaMu untk menghilangkan ujianMU kepadaku,tp lapangkanlah dadaku,ikhlaskan jiwaku,kuatkan batinku,tangguhkan ragaku untuk bisa menghadapi semua ujian yg KAU beri.krn hanya dengan itulah aku menjadi dekat denganMu.

pikiran di sore hari

ini 3 masinis yang ada di gerbong penumpang, mereka pun turun menuju stasiun lain. *foto diambil dalam jarak hampir 100 m*

tadi siang di stasiun Nishi Kokubunji saya ngeliat 5 orang masinis kereta berdiri. tampaknya mereka ini mau ganti shift nyetir kereta. 2 orang masuk ke ruangan masinis, sedangkan 3 orang ikut berdiri di gerbong penumpang. ketika mereka masih berlima dan menunggu kereta datang, sekilas dalam benak saya berkata "wew, keren ya para masinis ini". entah alasan apa yang membuat saya berpikir seperti itu, apakah itu karena seragamnya atau memang pekerjaan masinis itu begitu mulia, yang pasti bukan karena wajahnya (sori sori sori jak!).
lalu kemudian, pikiran saya pun melayang. apakah mereka itu bener-bener pengen jadi seorang masinis? apakah sejak kecil mereka bercita-cita dari masinis? kalo mau jadi masinis kereta lewat jalur apa yah belajarnya? ah di jepang sih masinis sangat mulia, gawat kalo gada generasi yang mau jadi masinis. karena masinis lah yang mengontrol jalannya kereta dan dengan kereta lah masyarakat dapat pergi beraktifitas, dengan aktifitas merekalah roda perekonomian terus berputar. dan pertanyaan serta pernyataan pun tak sempet ditanyakan apalagi terjawab.

bukan saya bermaksud merendahkan pekerjaan seseorang, tapi sekali lagi saya tiba2 teringat sama indonesia. tiba2 saya kembali membandingkan kondisi disini dan di indonesia. sebutlah supir angkot. mungkin kalo saya tanya pada supir angkot apakah cita-cita mereka itu menjadi supir angkot atau bukan. pasti jawabannya bukan (kemungkinan besar). menjadi supir hanyalah terjadi dalam keadaan terpaksa. ya dengan terpaksa, daripada tidak melakukan apa2, daripada anak isteri tidak dapat makanan, lebih baik narik angkot biar dapet hasil. sehingga pekerjaan yang dijalaninya pun semata-mata untuk kebutuhan dirinya sendiri dan keluarganya, tidak untuk orang lain.
padahal menurut saya, supir angkot itu sama kaya masinis. berdedikasi besar. yah, tapi apa daya supir angkot kalo sistem transportasi nya pun masih carut marut. sampai kapanpun si supir tidak merasa bangga dengan profesinya karena ia merasa tidak berdedikasi untuk masyarakat.

ah sebenernya bukan ini yang pengen saya ungkapin. tapi tentang keinginan seseorang untuk menjadi sesuatu. bukankah semua orang ingin jadi bermanfaat buat orang lain? sejauh apakah si orang tersebut dipengaruhi oleh lingkungan luar yang menstimulus dia untuk menjadi seseorang yang dia inginkan? dan lingkungan yang seperti apakah??
waktu lalu, sewaktu liburan musim panas, saya baca dari sebuah pamflet ada suatu kegiatan dimana anak2 itu bisa menjadi masinis sehari, koki sehari, pemadam kebakaran, polisi dan profesi apa lagi yah.... saya lupa. yang pasti, dalam pendapat saya, ketika si anak diberi pengalaman seperti itu tentunya si anak akan merasa tertarik dan merasakan bagaimana mulianya, susahnya, senangnya menjalani profesi tersebut (ya ga dalem2 amat sih, minimal dia tau). ditambah dengan lingkungan nyatanya mereka, dimana profesi profesi tersebut bukan lah hal yang dipandang sebelah mata oleh orang serta memiliki kesan yang positif dimasarakat. akan ada kesinkronan antara apa yang dia alami.
sedangkan di indonesia, sebutlah di suatu tempat di kota besar, ada suatu wahana yang memberikan pilihan pada anak untuk memilih profesi apakah yang dia inginkan. ya mungkin dalam permainan tersebut semuanya terlihat baik2 sajah. tak ada kecurangan, tak ada kebohongan, tak ada kepentingan pribadi diatas kepentingan umum. tapi ketika melihat realita yang ada, tak ada gunanya lah semua permainan tadi. hanya sekedar membuka mata pada sang anak bahwa profesi A itu ada loh, profesi B itu keren loh. dsb. tapi buktinya terlalu sedikit untuk ditemukan. ah aku nih ngelindur,,,stress kayanya saya nih. apakah si anak tidak menjadi bertanya-tanya,,"mah bukannya seharusnya profesi A itu ngelindungin masyarakat ya? kok malah minta minta uang terus sih" (itu mungkin khayalan saya sajah).

yah jadi pertanyaannya adalah ...
bukankah semua orang ingin jadi bermanfaat buat orang lain? sejauh apakah si orang tersebut dipengaruhi oleh lingkungan luar yang menstimulus dia untuk menjadi seseorang yang dia inginkan? dan lingkungan yang seperti apakah??

yang penting cair

sekitar jam 2 an saya telpon aa dari kampus
saya : a, ada dimana?
aa : di rumah
saya : oh dirumah, punten atuh tolong keluarin ayam dari kulkas...(ini ayam beku, karena mau dimasak ntar sore jadi harus dicairkan dulu biar gampang motong2nya)
aa : iyah...

dan ketika sampai di rumah..

saya : a, jadi dikeluarin ayam teh?
aa : iya, tuh diluar..(sambil telunjuk menunjuk arah balkon)

dan benar saja saudara2, tidak hanya dikeluarkan dari kulkas, tapi juga dikeluarkan dari dalam ruangan, dengan alasan agar lebih efektif. (>.<)
hehehe,,sempet moto pula lagi (habisnya bikin ngakak ajah)

closing ceremony


hari ini, 07 September 2010 secara resmi program exchange student saya di Nokodai (STEP@TUAT) ditutup. pada kesempatan kali ini saya dimintai untuk mengucapkan sepatah kata sebagai perwakilan dari temen2 STEP. beberapa hari sebelumnya pun saya minta bantuan sana sini untuk mempersiapkan apa yang akan saya sampaikan. dan tadi pas parakteknya,,,grrrrr...grogi abis,,,saya ga inget apakah yang saya omongin dapat dimengerti atau tidak. setelah selesai saya cuma bisa cengengesan.
dan yang lebih parah, setelah acara seremoni beres, ada acara makan siang bareng. nah di acara itu masing2 dari kita diminta memberi kesan (lagi) dalam bahasa jepang. hahahaha,,,kali ini ketahuan deh masih rendahnya level bahasa jepang saya, karena sebelumnya sewaktu pidato ada persiapan, sedangkan yang ini mah mendadak.hahahahahaha..

皆様

こんにちは

インドネシアのインダーです

このたびSTEPSPRINGの代表(だいひょう)としてお礼(れい)の言葉(ことば)を申し上げます(もうしあげます)。

私はこの年令で日本に来ることができると思っていませんでした。

私はこの年(とし)で日本に来ることを考えた(かんがえた)ことがありませんでした。日本に来ることは、私にとって夢(ゆめ)のようなものです。とても貴重(きちょう)な経験(けいけん)です。

初めて日本にきたとき日本語をぜんぜん話せませんでした。私の家族と初めて遠く離れる(とおくはなれる)のがとても心配(しんぱい)でした。日本に来て、いろいろな国の人たちと会う(あう)機会(きかい、チャンス)をいただいて、たくさんの友達(ともだち)をつくりました。

そして、日本語を習う(ならう)こともできて、日本の文化を知る(しる)こともできました。この大学で日本の研究室(けんきゅうしつ)に配属(はいぞく)され、いろいろなことを勉強しました。みんなさまと会って友達になって私はとてもラッキーだと思います。一緒(いっしょ)に過ごした(すごした)時間はとても楽しかったです。

私たちはとてもやさしい先生たちに教えられてとてもありがたいです。とても感謝(かんしゃ)します。見学したいろいろなキレイなところをぜったいに忘れられません。

いまはもう一年間が経て(たて)いますが、みんなそれぞれの自分の国に帰ることになります。私は言えるのが、帰ったら自分の人生に頑張ってください。皆様(みなさま)、さようなさら。いつかまた会えたらいいと思います。

STEP/SPRINGプログラムの皆様ありがとうございました。
--


begitulah apa yang saya ucapkan,,ckckckc,,,ada beberapa yang dikoreksi sama sensei. daijobu. yang penting mah yatta!

06 September 2010

sore hari di Asakusa

kemarin saya nelpon teh dewi buat nanyain apa sepeda yang waktu lalu saya pinjem sudah ada dirumahnya atau tidak, eh ternyata saya dan rangga di ajak ke masjid Asakusa buat buka puasa disana. katanya disana ada baso nya Ibu Luna yang super enak. bukan karena bakso saya akhirnya menerima ajakan itu, karena memang sebelumnya saya pengen maen2 ke masjid Asakusa (dan tentunya bakso menjadi motivator sayah),,hehehehe.
karena ga ngecek rute jalan, dan kami berempat (saya, aa, teh dewi, dan azis - anak bungsu teh dewi) baru pertama kali ke Asakusa, alhasil sempet nyasar lah kami, tapi karna nyasar akhirnya saya tau yang namanya Sumida gawa dan jembatannya.

sekitar jembatan Sumida gawa
sepanjang perjalanan pergi, aa pun ngasuh azis


minjem anak tetangga buat foto bareng

05 September 2010

H-4
waduh,,,bingung, stress, ahhh, kenapa saya disibukkan gini??
Ya Allah, ampunilah segala kekhilafan saya...

01 September 2010

cornflakes

ini gara2 waktu saya di lab dan doris ngasih tau ke yang lain kalo saya sedang puasa. dan Gen mengingat ngingat kalo dulu Mr. Nazli, almuni lab dari Malaysia yang juga muslim, juga pernah melakukan puasa. dan yang diingat dari gen adalah waktu itu mr. Nazli membawa kue kering khas kalo lebaran. saat itu saya pun bilang, "ah, Mr. Nazli kan punya isterinya yang bisa ngebikinin, saya mah,,hehehhehe,,,ga bisa".

tapi dari situlah saya iseng2 cari resep kue kering yang sederhana sajah. akhirnya saya pun nemu resep kue cornflakes. saya jadi penasaran untuk bikin kue kering, lagipula itung2 buat ngasih ke temen2 lab. (pas minggu2 kemaren, banyak temen lab yang pada liburan dan kembali ke lab dengan bawa oleh2 kue, sedangkan saya mah ga pernah bawa apa, da ga kemana2). dengan berbekal peralatan sederhana sajah, akhirnya hari ini pun saya berikhtiar bikin kue cornflakes. hihihihi...ga susah2 amat kok ternyata, ya memang belum berpengalaman sajah. kue yang dibikin pun tidak se indah dan se renyah seharusnya, ini karena masalah teknis dalam pencetakan dan proses pembakarannya. tapi rasanya mah lumayan lah,, cukup tidak memalukan untuk bisa dikasihn ke temen2.

last dinner together (??)

senin malem, 30 agustus 2010, saya ngajak temen STEP yang ada di fuchu buat makan di sushi ondo. itung2 terakhir kali yah. kali ini kita cuma ber 5 sajah (plus rangga jadi 6 deng). ternyata saya udah lama banget ga ngbrol bareng mereka. menemukan kabar2 kejutan dari ria. menurutnya jepang ngasih dia pengalaman riset, pendidikan, juga love story.. ckckckck..