pagi ini saya dag dig dug, soalnya saya mau ketemu sensei. kenapa tegang ya, padahal saya ga berbuat salah apa-apa. kata aa "hadapi dengan senyuman".
saya datang ke kampus hari ini siap dengan membawa book marker yang saya bikin sendiri untuk dikasih ke temen2 di lab, kue corn flakes untuk saya bagi2 juga,4 halaman kertas untuk saya berikan ke sensei. jadi ceritanya saya dapet kabar dari internasional office bahwa laporan independent study saya belum ada, seharusnya laporan itu dibuat oleh sensei di lab masing2, karena hal itulah saya jadi cemas, dan saya bersiap untuk menghadapnya.
udah lama banget saya ga ngbrol panjang lebar sama sensei. sejak pertama saya ngetuk pintu, sesuai dengan apa yang disarankan, sambil senyum2 saya sapa seramah mungkin. Alhamdulillah disambut dengan ramah dan hangat. diawali dengan perbincangan ramadahan. sampai akhirnya saya kembali ditanya tentang apa yang akan saya lakukan setelah ini. kembali saya menjawab, saya belum yakin mau lanjut atau engga, jadi ya saya masih pengen mikir dulu. beliau pun mengalihkan topik kesana kemari, sangat menarik. mulai tentang riset, orang indonesia di jepang, pendidikan yang seharusnya bagaimana, strata guru di jepang seperti apa, siapakah junior beliau, cara nyari sensei/lab/universitas, harus berpikir panjanglah, jika ia jadi menteri pendidikan akan melakukan ini dan itu, 2 jam berlalu ga kerasa dimana sebagian besar waktu saya hanya bisa mengangguk tanda sepakat dan kagum. beliau selain pintar, cerdas, juga mau menghargai kemampuan orang.
setahun disini, saya memang tidak mendapatkan pengalaman banyak tentang eksperimen inilah itulah, pengetahuan2 yang seperti temen2 saya dapatkan di lab lain. saya tidak kerja rodi di lab saya. saya mengerjakan eksperimen tapi tidak dituntut apa2. awalnya saya heran kenapa saya seperti yang tidak diperhatikan, saya sedikit protes dengan diri saya kenapa saya tidak langsung ditanya/ditegur ketika saya terlihat tidak sibuk atau tidak melakukan apa2. saya takut saya yang tidak bertanggung jawab terhadap diri saya sendiri. ternyata, sensei saya punya pandangan lain. beliau memiliki cara lain untuk membuat saya belajar. belajar bukan hanya sekedar eksperimen, baca paper, persentasi. beliau tau waktu saya disini tidak banyak, dan beliau juga tau tidak ada kewajiban bagi saya untuk melakukan hal2 yang dilakukan seperti mahasiswa s1 dan master. saya dibiarkan untuk mengamati, berkomunikasi, memperhatikan teman2 saya dalam bekerja dan hal lainnya, agar saya bisa menilai sendiri bagaimana sistem pendidikan di Jepang ini, biar saya bisa mempunyai pandangan tentang "bagaimana belajar di Jepang". dan yang suka adalah ketika beliau bilang "setahun ini itu tempat kamu berpikir kedepan. kalo kamu gak kesini, kapan coba kamu punya waktu buat berpikir ingin jadi apakah kamu nanti. kalau ada di indonesia, mungkin setelah lulus, akan kerja, dan mungkin terbawa arus. disini, pandangan kamu juga berubah kan?".
mungkin yang saya tulis tidak berlaku untuk semua orang, tapi bagi saya kata-kata tersebut terlalu pas untuk kondisi saya sekarang. yang sempet bingung dengan keinginan saya sendiri apaan. yang terus saja mengikuti arus takdir tanpa mencari tahu apa kepengen saya sebenernya. di akhir2 percakapan dengan beliau saya kemukakan keinginan saya, ya mudah2an ini adalah benar2 keinginan saya (belum saatnya cerita disini), dan diapun tampak tersenyum. lalu saya bilang lagi kalau saya belum tau jalurnya lewat mana untuk mewujudkan keinginan saya. tapi beliau malah berkata, "apapun jalurnya kan kamu akan berusaha kembali ke kepengen kamu itu". 2 jam selesai, saya ga jadi ngasih kertas yang saya bawa, saya cuma bilang "pa reportnya dibikin aja, terserah bapak, pendek juga ga papa" (saya ga mau orang internasional office punya pandangan buruk tentang sensei saya)
mungkin yang saya tulis tidak berlaku untuk semua orang, tapi bagi saya kata-kata tersebut terlalu pas untuk kondisi saya sekarang. yang sempet bingung dengan keinginan saya sendiri apaan. yang terus saja mengikuti arus takdir tanpa mencari tahu apa kepengen saya sebenernya. di akhir2 percakapan dengan beliau saya kemukakan keinginan saya, ya mudah2an ini adalah benar2 keinginan saya (belum saatnya cerita disini), dan diapun tampak tersenyum. lalu saya bilang lagi kalau saya belum tau jalurnya lewat mana untuk mewujudkan keinginan saya. tapi beliau malah berkata, "apapun jalurnya kan kamu akan berusaha kembali ke kepengen kamu itu". 2 jam selesai, saya ga jadi ngasih kertas yang saya bawa, saya cuma bilang "pa reportnya dibikin aja, terserah bapak, pendek juga ga papa" (saya ga mau orang internasional office punya pandangan buruk tentang sensei saya)
saya ga pernah menyesal datang ke Jepang. tak semua yang ada di jepang itu baik, dan tak semua nya juga buruk. tiap orang punya tempatnya dimana dia merasa cocok dengan apa yang dikerjakan. kadang diperlukan jalan memutar untuk menemukan sesuatu yang sebenarnya ada di depan mata.
Pengalaman memang sesuatu yang sangat mahal dan sulit didapatkan ndah. Gutlak buat cita2 dan mimpimu yang ahirnya terungkap :D !!!
BalasHapus