27 Mei 2011
teh dari Nepal
Sejak saat itu, saya langsung suka sama minuman itu. Kebetulan tetangga sebelah kamar saya adalah orang Nepal. Dua kali beliau mengundang kami ke tempatnya hanya untuk menikmati sajian teh susu itu. Mereka sebut nama minumannya adalah chai. Saya bertanya pada tetangga saya itu apa saja yang dibutuhkan untuk membuat chai. Saat itu dia hanya bilang, susu dan spice tea, dimana spice tea nya itu ga mudah didapatkan di supermarket di Jepang. Spice tea nya terdiri dari cinnamon, cardamon, ginger, pepper, clove, dan teh. Si teman orang Nepal itu membuat chae dari bahan-bahan dasarnya langsung. Saya langsung kecewa denger nama-nama bahannya :(, karena menunggu untuk si teman membelikannya di toko Nepal akan butuh waktu.
Pada saat itu saya belum maen-maen ke supermarket (da percaya tea gakan ada di supermarket biasa). Namun, dua minggu lalu saya mampir ke toko Kaldi, tokonya barang-barang impor. Eh ketemu deh spice tea yang udah all in pack, tiap satu bag tea udah kecampur semua, praktis. Bahagia rasanya. :D
Eh sekarang jadi kecanduan minum chae deh, menurut informasi juga ntu minuman emang bagus buat relaksasi. Kalo gak pake susu malah bisa dijadiin jurus diet. Berhubung ini pake susu dan gula, so pasti ada penurunan khasiat dari si teh nya sendiri.
25 Mei 2011
tes kesehatan
hari ini, saya berangkat ke rumah sakit (olangan euy!) untuk melakukan tes kesehatan saja, pasalnya di rumah sakit yang saya tuju, tidak kada fasilitas untuk pemeriksaan kanker rahim. ini adalah kedua kalinya saya ke rumah sakit, dan kedua kalinya pula saya tampak bloon. okelah selama ini belajar dikit-dikit bahasa jepang, namun kenyataanya istilah yang digunakan untuk kesehatan jelaslah berbeda. dan saya cuma cengok doang. Saat datang, pastilah harus mengisi formulir. Nama dan alamat udah jago lah ngisinya, namun pertanyaan2 seputar kesehatan bikin saya mengernyitkan kepala. si suster yang berusaha membaca dan menjelaskan apa yang tertulis dalam formulir pun akhirnya menyerah dengan bilang "emmm,,nanti tanya saja ke dokter ya, dia bisa bahasa inggris kok". Sip lah!
sehabis isi formulir saya dibawa ke ruang periksa. sambil menunggu antrian tiba, dengan sok gaya buka buku bahasa jepang. semua yang dibaca boro-boro ada yang nempel, kayanya sinyal dari mata untuk diteruskan ke otak dikalahkan oleh suara gemuruhnya detak jantung yang tiba-tiba berdetak lebih kenceng. hehehehe, iya deg-deg an. udah biasa sih buat saya, tiap kali mau periksa ke dokter pasti deg-deg an. akhirnya giliran saya pun tiba. pertama-tama di cek tekanan darah pake mesin otomatis. gada suster yang mompa balon biar kain di tangan kita ngegelembung, ga ada ga ada. dan si saya terkaget-kaget lihat tekanan darah yang tidak seperti biasanya. sudah ada kenaikan gizi sepertinya, tapi tetep buat saya penasaran (sampai akhirnya pas di rumah liat internet dan cari tau tekanan darah normal itu berapa, ternyata masih normal kalau kata internet). kedua ukur berat badan dan tinggi badan. gak kaget liat berat badan, besarnya ibarat mendaki gunung yang tak ketemu jalan turunnanya, hayoh we datar terus. sudah naik, tak turun2 pula. tapi syukurnya tinggi badan saya masih bisa menyeimbangkan si berat yang susah dikontrol itu, kecewa juga sih, ternyata kurang 0.4 cm dari tinggi yang saya ekspektasikan selama ini. maklum ngukurnya selama ini pake meteran yang panjangnya 150 cm, jadi pasti ada eror manusia dalam pengukuran.
setelah itu, ambil darah. nadi di tangan kanan katanya ga keliatan, terlalu tipis. terpaksalah di tangan kiri. padahal si tangan kiri sudah di sembunyikan sedemikian rupa gara2 ada bekas alergi yang enggak banget. darah yang diambil cuma beberapa tetes doang dan dimasukkan ke dalam tiga tabung kecil berbeda.
beres ambil darah, saya dikasih sebuah gelas kertas. udah pede aja bakal disuruh ambil air minum, apalagi kalo bisa milih minumnya apaan kan wenak mantabs. tapi ternyata si gelas adalah wadah untuk urin. si saya disuruh ke lantai bawah, ke toilet tepatnya, untuk ambil urin. dan kemudian si urin di kasihkan ke sebuah jendela dekat toilet yang kemudian diketahui jendela tersebut adalah bagian dari lab pemeriksaan urin. hihihi,,praktis ya.
ga lama kemudian, saya kembali ke ruang sebelumnya.
tiap kali nama saya dipanggil, si suster kesulitan baca nama saya. belum tau aja dia, kalau di negara saya masih banyak nama yang susah banget dan panjang banget untuk dibaca dan dipanggil. (ih banyak kata "dan" yaaa). kali ini masuklah saya ke sebuah ruangan kecil, hanya ada tirai, komputer, suster, dan seorang berjubah putih, berambut putih, bergigi putih, tapi untung mukanya tidak putih. dialah sang dokter. pertama-tama dokternya tanya ke saya apakah saya bisa bahasa inggris, dan "ya" adalah jawaban saya. eh terus dia tanya lagi, "mau pake bahasa inggris atau jepang?". saya jawab "inggris dok". eh si dokter bilang lagi, "kalo saya lebih suka pake bahasa jepang". heuu, nya enya ateuh dok, mun bisa ge saya mah pengen pake bahasa indonesia, sunda juga boleh. trus dia tanya-tanya tentang pertanyaan yang ada di formulir pas diawal saya datang, alhamdulillah jawaban saya "tidak" untuk semua pertanyaan. setidaknya begitu yang saya alami dan rasakan. terus si dokter tiba-tiba bilang, "kamu kan muslim ya? jadi saya ga bisa sentuh kamu". eeehh? naha si dokter teh apal-eun. bukan tau kalau saya muslim, kalau itu jelas dari penampakan orang2 bisa tau. tapi itu loh..kenapa dia tau kalau wanita muslim tidak bersentuhan dengan laki2 yang bukan muhrim?,,hemmm gak tau saya juga. tapi kala itu saya jawab "but, it's okay!" (since you are a doctor..*bersuara dalam hati*). but he didnt do anything. saya hanya diminta menunggu saja hasil dari pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, baru kemudian bisa berkonsulltasi.
Yeay,,selesai juga. seminggu kemudian akan ada hasilnya. dan kemudian berkonsultasi, dan kemudian menunaikan hak berikutnya yakni fasilitas tes deteksi kanker rahim. mudah2an ga ada apa, insya Allah.
seru ya, dapet gratisan kaya gini. biasanya kan yang tes kesehatan gratis kalo tes masuk kerja atau bayar murah kalau punya kartu askes.di jepang, tiap tahun memang ada biaya asuransi kesehatan yang harus dibayarkan jika terjadi sesuatu dan harus ke dokter kita hanya terkena bayar 30% saja. sisanya ditanggung pemerintah.
suatu hari di indonesia pun akan ada pelayanan kesehatan yang memang menguntungkan buat rakyatnya. ya suatu hari, untuk waktu yang belum bisa ditentukan..
24 Mei 2011
kain bercorak bon
23 Mei 2011
bekal makan
Bento begitu sering terdengar di Jepang ini. Belum lagi bekal dengan hiasan hiasan tertentu. Seorang Ibu Jepang sepertinya memang harus memiliki keahlian dalam membuat serta menghias bento untuk keluarganya. Sebuah kebanggaan bagi anak,suami, dan keluarganya. Dalam setiap kegiatan keluarga seperti piknik atau undokai (festival olah raga anak yang ditonton oleh orang tua), si Ibu biasanya paling sibuk nyiapin bekal. Selain itu juga, makanan yang dibuat oleh tangan sendiri tentu akan lebih bisa ditentukan nilai gizinya, walaupun pada umumnya setiap paket makanan yang dijual di Jepang sudah dilengkapi dengan jumlah kalori. Namun membuat bento sendiri seperti mengekspresikan rasa sayang buat orang yang akan diberinya. Ini sih hanya pandangan saya saja. Bagaimanapun, bento dibuat tidak sekedar untuk memenuhi perut yang kelaparan melainkan sebagai penambah nafsu makan serta menimbulkan rasa senang ketika menikmati makanannya.
22 Mei 2011
memilihlah selagi bisa
disini, saya ga bermaksud memberi cap buruk sama institusi negeri yang pada kenyataannya memang memiliki kinerja kurang baik termasuk beberapa pegawainya. namun, satu hal yang saya sadari. gak tau ini bisa dibilang nyambung atau enggak.
ketika saya ada di jepang ini, tentunya makanan adalah hal yang menjadi pusat segala perhatian saya. pada awalnya saya banyak bertoleransi terhadap makanan, asal terucap bismillah (wong yang saya makan bukan daging ayam atau babi) saya langsung lep. kadang saya suka nakal, saya suka makan ketika disuguhi makanan oleh sensei dalam kelas bahasa jepang berupa kue khas jepang. karna saat diberikan sudah dalam keadaan terbuka, maka saya tidak tahu lagi kandungannya apa saja. dulu saya masih makan itu barang. namun makin kesini makin tersadari bahwa produk produk sampingan dari daging-dagingan pun banyak digunakan dalam pembuatan makanan/minuman ringan. ingin memakan mochi, jelas gak ada daging babi, tapi kan kita gak tau tepung yang dipake nya apa, emulsifier nya dari apa (sebagian produk memang menuliskan asal muasal bahan2 yang berasal dari tumbuhan). kalau ada bungkusnya, saya masih bisa baca *sedikit*, tapi kalau enggak?.... pengen makan di restoran anu, memang sih ada menu yang bisa dimakan, tapi kan piring yang digunakan juga digunakan untuk makanan non halal. ya hal-hal semacam itu. ada yang berpikir bahwa kami menyulitkan diri. namun tidak demikian yang kami pikirkan. selama masih ada bahan makanan yang bisa dimasak sendiri, itu lebih baik. selama masih ada nasi dan telur tak ada alasan untuk menyusahkan diri. tinggalkanlah yang ragu2, itu lebih baik bukan.
intinya, semuanya kembali ke sebuah pilihan. disitulah letak ujian diri. se urgent apakah sih sampai kita harus menikmati yang kehalalan nya diragukan?? begitupun pekerjaan, andaikan saya nanti menjadi bagian dari institusi pemerintah, insya Allah kekuatan untuk bisa mendapatkan yang halal akan saya jaga. semoga saya selalu diingatkan. atau lebih baik ya memang punya usaha sendiri. bersyukurlah karna saya masih diberi ilmu dan kesempatan untuk memilih.

O mankind, eat from whatever is on earth [that is] lawful and good and do not follow the footsteps of Satan. Indeed, he is to you a clear enemy. (QS. 2:168)
20 Mei 2011
guru : ngacung ya anak-anak, coba beri tahu, kalau sudah besar ingin menjadi apaa?
anak-anak : saya bu saya saya saya saya
guru : iya kamu!
anak 1 : saya mau jadi menara yang tinggiiiiiii....
anak-anak : hahaahahahahaahahahahahahahaha.,aneh ya....
guru : anak-anak, ga boleh merendahkan dan menertawakan pekerjaan orang lain..
anak 1 : kalo komedian gimana bu??
guru : T_T....
singgggggg...............
pemimpin
membaca sebuah artikel tentang 8 Keteladanan dalam Diri Rasulullah
..............................
Padahal kalau kita berkaca kepada krisis yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW pada masanya, justru dengan mudah beliau menyelesaikannya, nyaris penyelesaiannya tanpa kekerasan dan pemaksaan, justru hanya dengan penerapan akhlakul karimah sebagai andalannya. Strategi yang dilakukan oleh Rasulullah, sesuai dengan sabdanya 'Ibda' Binafsik yang artinya "Mulailah dari diri anda".
Jika dilihat makna Ibda' binafsik secara terminologi sosial, maka kata 'diri' (anfus, nafs), mengingatkan kita pada 'individu'. (bahwa), "perubahan struktural tak akan pernah terjadi tanpa didahului perubahan kultural, dan perubahan kultural tak akan pernah terjadi tanpa perubahan inidividual," sehingga dapat dikatakan perubahan individual itu adalah induk dari segalanya.
Melihat akan keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam mengatasi krisis Multi dimensial, sudah saatnya kita menteladaninya karena beliau adalah contoh teladan terbaik dan tipologi ideal paling prima. Hal ini digambarkan oleh al-Quran surat Al-Ahzab, 33: 21 yang berbunyi:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
"Sesunggunya pada diri Rasulullah saw. terdapat contoh tauladan bagi mereka yang menggantungkan harapannya kepada Allah dan Hari Akhirat serta banyak berzikir kepada Allah."
Strategi Ibda' Binafsik ( memulai dari sendiri ) yang dilakukan oleh Rasulullah, didukung oleh beberapa faktor penting:
Pertama, kualitas moral-personal yang prima, yang dapat disederhanakan menjadi empat sebagai sifat wajib bagi Rasul, yakni:
siddiq, amanah, tabligh, dan fahtanah: jujur, dapat dipercaya, menyampaikan apa adanya, dan cerdas. Keempat sifat ini membentuk dasar keyakinan umat Islam tentang kepribadian Rasul saw.
Kehidupan Muhammad sejak awal hingga akhir memang senantiasa dihiasi oleh sifat-sifat mulia ini. Bahkan sebelum diangkat menjadi Rasul, ia telah memperoleh gelar al-Amin (yang sangat dipercaya) dari masyarakat pagan Makkah.
Kedua, Integritas. Integritas juga menjadi bagian penting dari kepribadian Rasul Saw. yang telah membuatnya berhasil dalam mencapai tujuan risalahnya. Integritas personalnya sedemikian kuat sehingga tak ada yang bisa mengalihkannya dari apapun yang menjadi tujuannya.
Ketiga, kesamaan di depan hukum. Prinsip kesetaraan di depan hukum merupakan salah satu dasar terpenting
Keempat, Penerapan pola hubungan egaliter dan akrab. Salah satu fakta menarik tentang nilai-nilai manajerial kepemimpinan Rasul saw. adalah penggunaan konsep sahabat (bukan murid, staff, pembantu, anak buah, anggota, rakyat, atau hamba) untuk menggambarkan pola hubungan antara beliau sebagai pemimpin dengan orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya. Sahabat dengan jelas mengandung makna kedekatan dan keakraban serta kesetaraan.
Kelima, kecakapan membaca kondisi dan merancang strategi. Keberhasilan Muhammad saw. sebagai seorang pemimpin tak lepas dari kecakapannya membaca situasi dan kondisi yang dihadapinya, serta merancang strategi yang sesuai untuk diterapkan. Model dakwah rahasia yang diterapkan selama periode Makkah kemudian dirubah menjadi model terbuka setelah di Madinah, mengikuti keadaan lapangan. Keberhasilan Rasul saw. dan para sahabatnya dalam perang Badr jelas-jelas berkaitan dengan penerapan sebuah strategi yang jitu.
Keenam, tidak mengambil kesempatan dari kedudukan. Rasul Saw. wafat tanpa meninggalkan warisan material. Sebuah riwayat malah menyatakan bahwa beliau berdoa untuk mati dan berbangkit di akhirat bersama dengan orang-orang miskin. Jabatan sebagai pemimpin bukanlah sebuah mesin untuk memperkaya diri. Sikap inilah yang membuat para sahabat rela memberikan semuanya untuk perjuangan tanpa perduli dengan kekayaannya, sebab mereka tidak pernah melihat Rasul saw. mencoba memperkaya diri.
Kesederhanaan menjadi trade mark kepemimpinan Rasul saw. yang mengingatkan kita pada sebuah kisah tentang Umar ibn al-Khattab. Seseorang dari Mesir datang ke Madinah ingin bertemu dan mengadukan persoalan kepada khalifah Umar ra. Orang tersebut benar-benar terkejut ketika menjumpai sang khalifah duduk dengan santai di bawah sebatang kurma.
Ketujuh, visioner futuristic. Sejumlah hadits menunjukkan bahwa Rasul SAW. adalah seorang pemimpin yang visioner, berfikir demi masa depan (sustainable). Meski tidak mungkin merumuskan alur argumentasi yang digunakan olehnya, tetapi banyak hadits Rasul saw. yang dimulai dengan kata "akan datang suatu masa", lalu diikuti sebuah deskripsi berkenaan dengan persoalan tertentu. Kini, setelah sekian abad berlalu, banyak dari deskripsi hadits tersebut yang telah mulai terlihat dalam realitas nyata.
Kedelapan, menjadi prototipe bagi seluruh prinsip dan ajarannya. Pribadi Rasul Saw. benar-benar mengandung cita-cita dan sekaligus proses panjang upaya pencapaian cita-cita tersebut. Beliau adalah personifikasi dari misinya. Terkadang kita lupa bahwa kegagalan sangat mudah terjadi manakala kehidupan seorang pemimpin tidak mencerminkan cita-cita yang diikrarkannya. Sebagaimana sudah disebut di atas, Rasul saw. selalu menjadi contoh bagi apa pun yang ia anjurkan kepada orang-orang di sekitarnya.
Selaku umat Islam, merupakan kewajiban bagi kita untuk mengikuti, mencontoh dan menteladani semua perilaku terpuji rasulullah yang lebih dikenal dengan istilah akhlakul karimah. Akhlakul karimah tersebut dapat kita temui dalam berbagai literatur baik berupa sirah nabawiyah, riwayat-riwayat sahabat beliau, maupun firman Allah yang termaktub dalam Al-Qur'an yang Rasullau selalu memulainya dari diri belia sendiri.
Sebagai Orang tua ketika menyuruh anaknya untuk tidak merokok atau mengkonsumsi narkoba maka seharusnya kita memulai diri berkomitmen untuk tidak melakukan hal yang sama (merokok dan mengkonsumsi narkoba). Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Asshaf : 2.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?" (QS 61 :2)
19 Mei 2011
nama bunga
Getek juga suka diledekin begitu. Tidaaaaakkkk!! Berasa tersangka atau korban di berita-berita kriminal. Kenapa harus pake Mawar atau Melati atau jenis2 bungan lainnya. Inisial rasanya lebih pantas.
Walaupun begitu huruf M-A-W-A-R ada di tengah nama saya. Sejarah dibalik nama itu adalah karena pada saat saya lahir, konon katanya di taman rumah lagi banyak bunga mawar yang sedang mekar, dan si babeh sangat suka sama pemandangan itu. Alhasil jadilah nama yang sekarang saya pake kemana-mana. Beberapa temen deket dan kaka ketiga dengan seenak perut nya manggil saya Watchi (biar aga keren dari Wati, tapi tetep kaya nama filem anak lebah - hachi), guru ngaji manggil saya dengan Nur (aaaahhh..berasa anak alim). Mamah dengan konsisten manggil nama depan, dan memang begitu seharusnya. Bener bener ga penting. Gara-gara minggu lalu ke taman bunga yang penuh sama mawar, jadi bercuap ga jelas. Yuk mareee. Wassalam
17 Mei 2011
11 Mei 2011
studi tur kok harus keluar negeri?
Ibu guru: Eh waktu itu ga ikutan studi tur ya
Murid: Enggak bu,,
Ibu guru : kenapa? Sayang ya...
Murid : engga aja bu,,,
(yang kemudian diketahui kalau studi turnya itu ke Singapura)
Ibu Guru 1: Ari ibu mau ikut lagi studi banding yang berikutnya? Ke Thailand kan ya?
Ibu Guru 2: ya mudah-mudahan ya Bu, mudah-mudahan aja jadi kesana..
(saya keburu mengabaikan percakapan mereka)
Percakapan diatas adalah percakapan beberapa bulan lalu yang saya dengar di dalam angkot berwarna ijo-oranye jurusan Kelapa-Dago, saat itu saya hendak pulang kerumah.
“Masya Allah!”, gumam saya dalam hati ketika “nguping” percakapan Ibu-Ibu Guru dan seorang muridnya yang berasal dari SMP favorit di Bandung di dalam angkot yang sesak itu. Mungkin memang trend nya saat ini untuk studi wisata keluar negeri. Jaman saya dulu paling banter ke Jogja. Jauhan dikit ya ke Bali. Tapi jaman sekarang nampaknya daya tarik tempat wisata domestik kurang diminati untuk dijadikan studi wisata sekolah-sekolah. Saya sebagai murid pada kenyataannya menjadikan kesempatan studi wisata ini untuk bermain-main, untuk refreshing, mencari momen bersama dengan teman-teman, bahkan untuk kegiatan belajar melalui tempat bersejarah atau alamnya pun terlupakan. Tak semua teman saya pada saat itu dapat ikut, kebanyakan karena alasan ekonomi. Bahkan kita teman-temannya berusaha patungan untuk membiayai si teman yang ga bisa ikut itu.
Namun saat ini, tingkat ekonomi penduduk Indonesia sepertinya mulai membaik. Salah satu tujuan studi wisata saja Singapur, luar negeri. Bahkan saya pernah dengar beberapa sekolah swasta yang melancong ke Negeri Kangguru. Alamak! Saya tak ingin menyoroti sekolah swasta, tapi saya ingin menyoroti sekolah negeri untuk kasus semacam ini. Apakah tak ada tempat menarik untuk dikunjungi lagi di negeri seluas ini?Saya rasa banyak, banyak sekali. Di era teknologi sekarang ini, informasi mengenai tempat wisata sekaligus yang bisa dijadikan tempat pembelajaran nampaknya mudah ditemukan. Jika dibandingkan dengan Singapur, kekayaan alam kita lebih banyak. Oh ya mungkin juga kalau murid-murid itu diminta mengamati bagaimana Singapur yang notabene negara dengan luas daerah kecil dan tak ada SDA nya bisa berkembang jadi negara maju. Ya tujuannya mungkin seperti itu, saya ga ngerti. Singapur memang punya tempat wisata, tempat belanja apalagi. Tapi bukankah mengenalkan apa yang dimiliki negara sendiri dan membuat generasi dibawah itu bangga akan apa yang dimiliki negerinya lebih baik. Bukan hanya masalah nasionalisme saja, tapi pendidikan kesederhanaan tampaknya memang tidak diterapkan di sekolah sekolah formal milik pemerintah. Sampai saat ini negara kita adalah target empuk para kapitalis, karena kita adalah negara konsumtif. Ayo dong, kalau bukan dari sekolah (selain orang tua) siapa lagi yang mengajarkan hidup sederhana?
Belum lagi obrolan para ibu guru yang bikin kuping dan hati saya panas, otak pun jadi ikutan rieut. Studi banding apa sih, kenapa harus ke Thailand? Ya saya juga ga tau pada akhirnya kunjungan kerja itu jadi atau tidak. Pada kenyataannya hal seperti itu ada. Saya juga belum bisa ngerti apakah dengan studi banding yang hanya beberapa hari saja bisa efektif dijadikan input untuk sistem pendidikan dan pengajaran di suatu sekolah padahal sudah jelas-jelas kondisi dan input nya berbeda. Wallahualam.
Jangan protes kalau murid studi wisata ke Singapura, guru studi banding ke Thailand, wajar dong pejabat pendidikan studi banding ke Amerika?
08 Mei 2011
tas perca perci
masih perlu banyak latihan nih, biar hasilnya rapi. kali ini pun masih acak-acakan di bagian tepi mulutnya. so far, bagus lah ya! harus bilang bagus, kalo bukan diri sendiri yang muji, siapa lagi coba! :p
J-Drama VS K-Drama
selama disini, baru 2 saja drama korea yang saya tonton. dan dengan segitu saya bisa bilang kalau saya lebih suka drama jepang. simak beberapa alasannya:
1. jumlah episode drama korea lebih banyak dari drama jepang. rata2 jumlah drama jepang itu 10-11 episode, sedangkan drama korea diatas 20 episode. jarang banget nemu drama korea yang jumlahnya dibawah itu. kepanjangan euy kalo 20 mah, bisa bisa nonton episode 1 trus loncat ke episode terakhir
2. drama korea lebih ke cinderella story, si kaya dan si miskin. kalo kaya kaya banget, kalo miskin miskin banget. si miskin dapet yang ganteng dan kaya. sedangkan drama jepang, lebih banyak menampilkan gaya hidup kebanyakan orang jepang, ekonomi sedang.
3. didominasi cerita-cerita percintaan, dan ga jarang ada adegan2 romantis yang diekspos langsung. cerita cinta yang di episode-episode awalnya bikin kita cekikikan tapi di tengah maupun akhirnya bikin jantung deg2an dan bahkan sangat menyedihkan. sedangkan drama jepang ceritanya macem2. lebih ke kehidupan nyata sehari2. tentang kehidupan di sekolah, di kantor, detektif, dll. kalaupun ada kisah cinta, ya dibuat selewat dan lebih digambarkan melalui kata-kata. the power of words.
(kayanya sinetron indonesia itu berkiblat ke sinetron korea deh, tentunya dengan modal materi yang serba terbatas. makanya jadi sangat ga jelas arahnya)
4. jalan cerita drama korea gampang ketebak dibanding drama jepang
5. dari drama jepang, bisa banyak belajar tentang pengetahuan lainnya, baik budaya jepang sendiri maupun ilmu lain. sedangkan dari drama korea kayanya agak kurang ya.
6. jumlah pemain di drama korea biasanya banyak dengan hubungan yang susah diingat
7. heuu,,pemainnya itu loh. iya sih baik aktor jepang maupun aktor korea sama-sama suka berpakaian aneh2, alay kalo bahasa gaulnya. tapi tetep alay an korea. hihihihi..
itu penilaian subjektif dari saya saja, jangan dimasukkan ke hati bagi pecinta drama korea. soalnya yang saya tonton itu baru 3-5 drama korea saja, dan ceritanya pun mirip2. ya walaupun pasti masih banyak drama korea yang mungkin lebih bagus dari yang saya tonton.
(tulisan iseng di minggu sore sambil nunggu cucian)
01 Mei 2011
bukit bunga
Tapi dia luluh juga, mau juga dia diajak pergi. Pertanyaan berikutnya, kemanakah akan pergi? Saya disuruh cari-cari tempat menarik yang bisa dikunjungi. Browsing browsing lah akhirnya dengan keyword: Tourist place in Saitama. Gak lama munculah hasil pencarian. Beberapa tempat pernah kami kunjungi, sampai akhirnya gatau gimana nyambung lah ke sebuah blog milik entah siapa.
Dari blog itu saya membaca revieuw sebuah tempat yang berlokasi di Chichibu, Saitama bagian barat. Sebuah taman yang di salah satu bagiannya ditanami tanaman Shibazakura. Sehabis pohon sakura tunai beroperasi selama 2 minggu kurang, giliran shibazakura ini yang akan muncul dimana-mana. Sebenarnya di tengah kota, di jalan2 pun banyak yang menanam Shibazakura ini, cuma di taman Hitsujiyama ini sengaja ditanami dengan 400ribu pohon di area seluas 16500 meter persegi dengan 9 jenis varietas yang berbeda.
Pas, saya suka tempat itu. Tanpa pikir panjang, saya dan dia berangkatlah kesana.
Cuaca hari itu tidak begitu cerah, sedikit mendung-mendung kelabu. Berangkat dari rumah jam 9 pagi, dengan harapan sampai sana sebelum siang dan jumlah pengunjung tidak terlalu banyak. 4 kali pindah kereta ditambah waktu menunggu kereta, alhasil sampai tempat tujuan jam 12.30. Di stasiun pemberhentian, penunjuk jalan, peta lokasi sudah terpasang lengkap. Tidak susah untuk mencapai tempatnya, karena hanya tinggal mengikuti arus manusia yang tujuannya sama.
Ketika menginjakkan kaki di taman dan ngeliat ke sekeliling, huwaaaaaaaaaaaaaa....bagus, kirei, keren, mantap, cantik, Subhanallah. Bagus banget, kebangetan bagusnya. Bunga shibazakura ditanam diatas bukit-bukit. Ada yang pink, ungu, putih, semuanya padat mengisi permukaan tanah yang bikin mata enak memandang bunga-bunga itu. Belum lagi latar pemandangan di balik bukit yang berupa gunung dan hutan. Setiap alan beberapa langkah pasti terdiam sejenak untuk cekrak cekrek ambil foto. Atau jongkok untuk ngeliat bunga dari jarak dekat. Pikiran jadi seger banget deh.
Jam makan siang tiba, kami mencari posisi wenak untuk menikmati makan siang. Kami membawa bekal 2 onigiri untuk masing-masing, minuman botol, keripik, dan coklat untuk dimakan sambil menikmati cantiknya hamparan bunga. Kenyang perut tapi mata belum kenyang. Kami pun berjalan-jalan lagi sampe kaki pegel-pegel. Semua foto sudah terambil dari berbagai sudut, atas, bawah, samping, completed.
Andaikan saya seorang model, pasti saya akan dengan sigapnya berpose bareng si bunga-bunga itu. Hahahaha..engga deng, cukup pemandangan nya aja yang difoto, lebih cantik itu kok. *tetep sambil nodong ke aa untuk motoin saya terus*.

