Oiya satu lagi, hindarkan diri dari membandingkan dengan orang lain, heu. Penyakit bahaya itu. Karena jelas kebutuhan setiap individu pasti beda, jadi jelas tak ada yang pantas dibandingkan. Kecuali jika memang orang yang dibandingkan akan meningkatkan kualitas keimanan kita terhadap Allah. *saya juga masih harus berjuang keras melawan sikap kaya gini*
18 Februari 2014
Mencukupkan Diri
Oiya satu lagi, hindarkan diri dari membandingkan dengan orang lain, heu. Penyakit bahaya itu. Karena jelas kebutuhan setiap individu pasti beda, jadi jelas tak ada yang pantas dibandingkan. Kecuali jika memang orang yang dibandingkan akan meningkatkan kualitas keimanan kita terhadap Allah. *saya juga masih harus berjuang keras melawan sikap kaya gini*
29 Februari 2012
Hadiah
Bicara tentang sakitnya, awalnya saya pikir ini cuma gejala panas dalam biasa, hari Kamis bibir yang kegigit dan berubah jadi sariawan yang diikuti dengan sakit tengggorokan, gusi bengkak, badan demam di hari Jumat, dan sariawannya ga ilang-ilang walau udah minum vitamin, air putih, sayuran, dan buah. Bukannya membaik si sariawan teh, malah makin banyak dan jadi gede. Bibir udah jadi pulau sariawan. Sudah tau kan gimana rasanya di mulut atau bibir penuh sariawan? ditambah tenggorokan sakit dan gusi bengkak? aktivitas yang paling terganggu itu adalah makan. Sesuap bubur itu sama seperti perjuangan menghabiskan sepiring nasi padang. Bedanya yang satu mah ga bikin kenyang yang satu lagi bikin kenyang. Di hari Minggu berhubung ada undangan ke rumah Mba Mia, dan merasa suhu tubuh sudah menurun, maka berangkatlah kesana walau mulut sebenernya belum bisa diajak makan enak. Eh pas sampe sana, ngiler lah ini mulut. Sajiannya ada gule kambing, telur balado, yakisoba, ayam rujak, pie apel. Euuughhh,,sabar sabar. Tapi tetep aja bukan Indah kalo ga badung, akhirnya saya ngambil itu gule kambing sepotong dan nasi dua sendok saja, dengan pikiran kalo makannya dibarengin dengan nasi berkuah maka proses makan akan lebih mudah melewati tenggorokan. Ternyata... hanya makanannya saja yang nikmat, makannya mah ga nikmat sama sekali. Hiks hiks hiks.
Betapa nafsu itu memang menyesatkan. Akhirnya pulang lagi ke rumah, langsung ambruk lagi. Kondisi di bibir semakin parah, dan si aa meyakini kalau ini bukanlah kasus sariawan seperti biasanya. Tidur malam pun sedikit terganggu karena rasa sakit baik di bibir, mulut, dan tenggorokan disertai kepala yang nyut-nyutan terus. Alhamdulillah masih bisa tidur walau begitu juga. Di tengah-tengah malam pun suka terbangun. Karena bibir yang perih dan kering membuat bibir atas dan bawah rapat sempurna. dan ketika berusaha melepaskan bibir tersebut, tiba-tiba darah ngalir keluar. Cukup banyak untuk ukuran darah yang keluar dari bibir. Sambil bersihin bibir, saya pun nangis bawang malem-malem. Hahahahhahahaha. Baru pada hari Seninnya saya ke dokter. Sama dokter dikatain tenggorokannya ada kuman, akhirnya dikasihlah saya antobiotik dan obat pereda nyeri. Meminum antibiotik membuat tenggorokan sakit semakin berkurang dan mulai bisa menelan makanan dengan mudah. Tapi tetap masih ada masalah pada bibir dan mulut. Gusi yang membengkak membuat kelenjar yang ada di leher ikutan bengkak dan sakit, bikin ga bisa makan juga. Selasa malem si aa browsing lagi tentang gejala yang saya alami selama ini. Ternyata menemukan sebuah penyakit dengan gejala yang sama dimana di penyakit itu disebabkan karena virus herpes. Weleh-weleh. Ada-ada saja. Semoga bukan deh, pikir saya dalem hati. Tapi setelah membaca dan melihat gambar-gambarnya makin yakin deh kalau sakitnya sama. Hari Rabu saya ke dokter lagi dengan sudah menyiapkan lembar artikel tentang virus herpes yang saya baca di internet. Dokternya berbeda dengan dokter di hari sebelumnya. Si Dokter yang ini mau menggunakan bahasa Inggris tanpa kita minta pun. Akhirnya si dokter pun menyatakan bahwa memang sepertinya saya kena virus tersebut. Dari dokter, saya dikasih salep untuk bibir dan obat hisap untuk menghilangkan sakit tenggorokan.
Untuk sakitnya sendiri karena disebabkan oleh virus, sebenarnya tidak ada obat untuk mematikan virusnya. Sakitnya akan sembuh alami selama kurang lebih 2 mingguan, dan virusnya akan nempel di tubuh saya terus. Jika sewaktu-waktu ada luka pada bibir saya dikemudian hari dan kondisi imun tubuh sedang tidak baik, bisa-bisa si virus aktif lagi. Naudzubillah.
Ketika dalam keadaan seperti ini, jujur saya sendiri banyak merenung. Berusaha untuk berprasangka baik bahwa ini semua adalah obat penggugur dosa, insya Allah. Kembali diingatkan bagaimana harus bersabar dan bersabar. Juga bersyukur untuk semua yang telah saya dimiliki. Walaupun ga bisa makan banyak karena sakit, mesti bersyukur karena masih banyak orang yang sudah sakit juga tidak bisa makan sama sekali. Rapatnya bibir saya ketika malam, membuat saya inget sama orang-orang yang suka aksi unjuk rasa dengan jahit bibir, Subhanallah itu kan sakit sekali pastinya. Bersyukur juga ketika sakit, masih ada tetangga, teman2 yang mendoakan, juga tentunya masih ada suami tercintah yang selalu mengingatkan untuk selalu bersabar. HIks hiks hiks. *makasih udah nyuci 2 ronde baju, nyuci piring, belanja makanan, bikin sayur tanpa rasa, dan lainlain*.
01 Mei 2011
bukit bunga
Tapi dia luluh juga, mau juga dia diajak pergi. Pertanyaan berikutnya, kemanakah akan pergi? Saya disuruh cari-cari tempat menarik yang bisa dikunjungi. Browsing browsing lah akhirnya dengan keyword: Tourist place in Saitama. Gak lama munculah hasil pencarian. Beberapa tempat pernah kami kunjungi, sampai akhirnya gatau gimana nyambung lah ke sebuah blog milik entah siapa.
Dari blog itu saya membaca revieuw sebuah tempat yang berlokasi di Chichibu, Saitama bagian barat. Sebuah taman yang di salah satu bagiannya ditanami tanaman Shibazakura. Sehabis pohon sakura tunai beroperasi selama 2 minggu kurang, giliran shibazakura ini yang akan muncul dimana-mana. Sebenarnya di tengah kota, di jalan2 pun banyak yang menanam Shibazakura ini, cuma di taman Hitsujiyama ini sengaja ditanami dengan 400ribu pohon di area seluas 16500 meter persegi dengan 9 jenis varietas yang berbeda.
Pas, saya suka tempat itu. Tanpa pikir panjang, saya dan dia berangkatlah kesana.
Cuaca hari itu tidak begitu cerah, sedikit mendung-mendung kelabu. Berangkat dari rumah jam 9 pagi, dengan harapan sampai sana sebelum siang dan jumlah pengunjung tidak terlalu banyak. 4 kali pindah kereta ditambah waktu menunggu kereta, alhasil sampai tempat tujuan jam 12.30. Di stasiun pemberhentian, penunjuk jalan, peta lokasi sudah terpasang lengkap. Tidak susah untuk mencapai tempatnya, karena hanya tinggal mengikuti arus manusia yang tujuannya sama.
Ketika menginjakkan kaki di taman dan ngeliat ke sekeliling, huwaaaaaaaaaaaaaa....bagus, kirei, keren, mantap, cantik, Subhanallah. Bagus banget, kebangetan bagusnya. Bunga shibazakura ditanam diatas bukit-bukit. Ada yang pink, ungu, putih, semuanya padat mengisi permukaan tanah yang bikin mata enak memandang bunga-bunga itu. Belum lagi latar pemandangan di balik bukit yang berupa gunung dan hutan. Setiap alan beberapa langkah pasti terdiam sejenak untuk cekrak cekrek ambil foto. Atau jongkok untuk ngeliat bunga dari jarak dekat. Pikiran jadi seger banget deh.
Jam makan siang tiba, kami mencari posisi wenak untuk menikmati makan siang. Kami membawa bekal 2 onigiri untuk masing-masing, minuman botol, keripik, dan coklat untuk dimakan sambil menikmati cantiknya hamparan bunga. Kenyang perut tapi mata belum kenyang. Kami pun berjalan-jalan lagi sampe kaki pegel-pegel. Semua foto sudah terambil dari berbagai sudut, atas, bawah, samping, completed.
Andaikan saya seorang model, pasti saya akan dengan sigapnya berpose bareng si bunga-bunga itu. Hahahaha..engga deng, cukup pemandangan nya aja yang difoto, lebih cantik itu kok. *tetep sambil nodong ke aa untuk motoin saya terus*.
19 Maret 2011
kabar seminggu #1
pasca gempa 3/11, saya belum nulis apa2 lagi, baik terkait gempa, masa2 pindahan, isu radiasi nuklir, antri beras, antri re entry visa, ketokan tetangga yang bikin jantung mau copot terus, pendampingan belajar jarak jauh, yeah, banyak hal terjadi seminggu ini.
saya ucapkan Alhamdulillah dulu untuk pertama-tama, karna saya dan aa masih dikasih kesempatan hidup dan memperbaiki diri lagi. saat gempa terjadi, ya itu yang terbesar sepanjang sejarah saya menghirup udara ini, saya hanya mikir "ya Allah, kalo saya harus mati, saya pengen mati pas nginget Allah", ga inget2 apa2 lagi selain itu dan pengen cepet ketemu aa. hehehe.. panik? jelas panik banget, tapi masih bisa kekontrol, setidaknya saya masih pake sepatu dan ambil tas, bahkan sempet matiin saluran gas dan nyumput dibawah meja selama beberapa detik sebelum akhirnya ngacir keluar kamar. deg deg deg deg hosh hosh hosh, kayanya gitu bunyi jantung dan nafas saya, denyut nadi seperti habis lari sprint 10 keliling sabuga. sampe diluar gedung, saya masih dikasih liat keindahan gempa, maksudnya saya melihat bangunan anti gempa yang bergoyang layaknya jelly. besi peredam yang panjang dan tebal yang biasa dipasang diagonal di gedung gedung beresonansi layaknya senar gitar yang sedang dipetik, alamaaakk. sempat terpukau dengan kesigapan negerinya doraemon ini. setelah gempa besar itu gempa2 susulan dengan magnitude lebih kecil terjadi sampai hari ini.
sesaat setelah gempa, tsunami terjadi di dekat pusat gempa terjadi, salah satunya di daerah Sendai. ya sendai. tempat sekolahnya teh uti dan kekasihnya. teh uti yang seminggu sebelumnya sempat bersua dengan kami di restoran cabe. saya berusaha meneleponnya tapi tak kunjung burung mengabari. tak hanya teh uti, warga indonesia di daerah pusat gempa dan tsunami cukup banyak, pikiran saya dan aa tak karuan. namun, berita baik tak lama muncul, mereka berada di pengungsian dan beberapa hari kemudian pihak KBRI menjemput warga Indonesia di tempat bencana untuk dibawa ke Tokyo hingga dipulangkan ke Indonesia. (bagian ini saya jg pengen, dipulangkan ke indonesia haratis, hehehe)
gempa dan tsunami tentu memberikan efek langsung terhadap warga di daerah bencana. tapi ternyata kami yang tinggal berjarak 250 km pun kebagian efek dari tsunami dan gempa tersebut. ya, salah satu pasokan listrik yakni pembangkit listrik tenaga nuklir yang menyuplai hampir semua kebutuhan listrik warga jepang mengalami kerusakan. reaktor nuklir yang ada di fukushima. isu2 kebocoran radiasi semarak berkembang di masyarakat. (ho ho ho, mengingatkan saya akan kelas fisika kuantum dimana pak zaki yang ahli nuklir itu menjelaskan peristiwa kecelakaan chernobyl dan three miles island terjadi). gak cuma isu radiasi, ehem bukan sekedar isu memang, tapi radiasi dari bahan radioaktif sudah masuk ke lingkungan hanya saja intensitasnya rendah untuk daerah yang jaraknya 250km. saya sedikit parno juga sama isu radiasi itu, karena saat isu itu berkembang, saya sedang gak punya akses informasi terkini akibat sambungan inernet yang tidak ada pasca pindahan. tapi alhamdulillah lagi lagi saya ucapkan ketika bertemu dengan bapak internet dan mendengar pernyataan dari pemerintah baik pemerintah jepang maupun indonesia tentang radiasi yang belum dan semoga tidak akan berpengaruh terhadap kesehatan, saya sedikit tenang.
bersamaan dengan itu, 3 hari pasca gempa, akibat reaktor yang mengalami kerusakan itu, daerah tokyo dan sekitarnya mengalami pemadaman listrik bergilir. alhamdulillah lagi, ya bersyukur saja. dibanding korban di pusat gempa dan tsunami, kami patut bersyukur. pemadaman hanya 3 jam dalam sehari. minimal kami sudah biasa dengan listrik mati, di indonesia pun pemadaman secara tiba2 sering kejadian. pemadaman untuk waktu dan jangka waktu yang tidak diketahui.
karna hal ini adalah hal pertam bagi warga jepang, sepertinya mereka khawatir kehidupan sehari2 mereka akan terganggu. takut2 kalau distribusi bahan pangan akan terganggu, atau sulit mendapatkan air bersih akibat filter air yang tak bekerja karena pemadaman listrik. yah hal2 seperti itu. saya dan aa berusaha ga panik, ga ikut2an buru2 cari air, tisu toilet. yang saya ikut antri adalah antri beli beras. saya berusaha tenang tak terburu2. teringat dalam salah satu ayat di Quran bahwa terburu2 adalah tabiatnya manusia dan itu datangnya dari syetan. alhamdulillah, dari salah satu toko kecil dekat rumah kami, kami dapet beras 10 kg. :D
di hari2 itu, telpon dari keluarga di indonesia lebih sering kami terima. bertanya keadaan dan rencana selanjutnya. menyuruh pulang ke indonesia juga salah satu nasihat yang diberikan. hehehe. tapi selama pemerintah belum mengumumkan keadaan darurat, insya Allah kami tetap di jepang. tidak bermaksud pulang memang, tapi untuk jaga2 jika sesuatu terjadi dan harus pulang, saya dan aa merencanakan ke kantor imigrasi untuk apply visa re-entry permit. dan kami pun berangkat ke kantor imigrasi saitama pada hari jumat jam setengah dua siang. sampai di tempat, jreng jreng jreng... ular naga panjangnya bukan kepalang. betapa panjang antrian manusia yang sedang berdiri untuk memproses urusannya di kantor imigrasi. mau pulang tanggung, tapi mau antri juga hoream. sampai seorang petugas mengumkan bahwa pembuatan izin re-entry bisa dilakukan di kantor pusat regional di daerah shinagawa, sampai pukul 6 saja. saat itu pukul setengah 3. aa dan saya langsung menuju stasiun untuk mencapai shinagawa secepat mungkin. yeah, kami berusaha saja, kalau tiba2 sampai sana sama penuhnya dan tidak dapat, tak akan kami sesali, memang bukan rezekinya berarti. tapi dan tapi,,sampai disana, bukan ular naga lagi yang merepresentasikan panjangnya antrean orang2 asing itu. lebih panjang. panjang tapi petugas imigrasi sudah sigap siaga menerima kondisi seperti itu. mereka membuat jalur kheuseus dan membuat semuanya berjalan lancar dan cepat. aaah, jepang jepang, bahkan satpam pun terlihat sangat keren. *ups, gomen aa, hatiku tetap padamu*
saya bingung mengakhiri tulisan ini, heu!
yang pasti sampai hari ini, saya dan aa terus bersyukur dan selalu waspada untuk semua yang terjadi. garis takdir kita sudah tertulis. jika sudah waktunya untuk kembali pada Sang Pemilik, kapanpun bagaiamanapun kita akan kembali, wallahu alam. yang terpenting adalah bagaimana kita mengisi hidup ini agar kita bisa mengakhiri hidup kita dengan indah. khusnul khatimah.
17 November 2010
makna berkurban
Apa makna kurban untuk saya?
Mungkin baru sekarang saya mulai memaknai hari raya kurban. Mengingat waktu kecil dulu, tiap sore saya mampir ke tempat penitipan hewan kurban, dan hampir tiap sore juga ketika pulang ke rumah saya selalu ditanya “ga nginep di kandang sekalian?”, dan setelah salat ied pun hal yang saya lakukan adalah berlari ke masjid untuk melihat pemotongan hewan kurban. Setelah sedikit gede, sempet pula jadi panitia. Tahun lalu pertama kali saya shalat ied jauh dari orang tua, bahkan bukan makna hari raya nya yang bikin saya nangis, tapi lebih karena saya kangen sama keluarga disini. Tapi kemarin malem, hari ini, dan insya Allah sampai tahun2 depan, saya mulai sadar bahwa inti dari hari raya ini adalah bentuk kecintaan kita pada Allah SWT. Teringat kisah Nabi Ibrahin As yang mendapatkan mimpi dari Allah untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail As. Demi menuruti perintah Allah SWT, beliau rela untuk menyembelih anaknya sendiri. Ismail pun ikhlas untuk perintah Allah itu. Saya sempet ngebayangin, gimana klo tiba2 ibu saya dateng bawa golok dan ia bilang kalo ia dapat mimpi untuk membunuh saya? Astagfirullah, bisa saja mimpi itu datang dari setan. Jika mimpi itu datang dari setan saya pun pasti menolaknya, tapi jika mimpi itu benar dari Allah apakah saya akan sanggup menjadi Ismail yang begitu ikhlas? Subhanallah. Di jaman sekarang, materi yang kita kumpulkan itu tidaklah seberapa dengan kenikmatan yang telah Allah kasih, berniat menyisihkan rezeki yang kita dapat untuk berkurban adalah suatu keindahan yang hanya Allah mampu membalasnya. Dengan niat tulus, dan benar2 karena Allah SWT kita berkurban, insya Allah, kita pun bisa menjadi Ismail Ismail di akhir jaman ini.
Selamat Hari Raya Idul Adha
10 Dzulhijah 1431 H
26 Agustus 2010
ini bukan hak saya
ketika malam, saya tanya apakah sudah di print atau belu, dan dia jawab sudah. tetapi malam itu, ternyata ada kesalahan pada tulisan2 yang saya bikin, dan saya minta aa buat nge print in lagi. tapi saat itu dia sedikit keberatan, tidak sepeerti biasanya. ternyata dia baru saja membaca sebuah artikel dari milis yang ia ikuti, dan artikel tersebut berkisah tentang Umar bin Abdul Aziz. ada apakah dengan beliau?
beliau adalah salah satu pemimpin umat islam setelah jaman ke khalifah an 4 sahabat nabi, dimana saat umat islam tidak dipimpin lagi oleh 4 sahabat nabi, kekacauan mulai terjadi dan berlangsung berpuluh tahun lamanya. hingga akhirnya tokoh Umar bin Abdul Azis ini muncul. beliau merupakan turunan dari Umar bin Khatab, dia dibesarkan dalam lingkungan berkecukupan bahkan bisa dibilang kaya. singkat cerita, ketika krisis kepemimpinan saat itu, maka ia terpilih menjadi pemimpin kaum Bani Umayyah. berasal dari keuarga berada, dan menjadi pemimpin, membuat ia sangat ketakutan akan neraka. akhirnya ia meninggalkan semua hartanya, hidup sederhana, dan mulai mengelola negara yang saat itu carut marut. korupsi dimana2, akhlak pagawai yang kurang cakap pun menjadi ladang yang harus dibasmi olehnya. ia takut sekali akan sesuatu yang bukan haknya tetapi ia pergunakan (disinilah intinya). ia meminta isteri dan anak2nya untuk tidak menuntut kemewahan darinya, berusaha hidup dalam kesederhanaan.
saya juga belum bisa cerita panjang2, intinya seperti itu. hak orang lain. jadi dalam kasus saya kenapa si aa menjadi sedikit berat karena pada kondisi saat itu, ngeprint kebutuhan saya bukanlah wewenang dia (baca: aa), dia ga berhak menggunakan komputer dan printer untuk kepentingan diluar dia dan akademis. hal semacam itulah yang kadang luput dari kehidupan sehari2 kita. contohnya, meminjam sendal jepit punya orang ketika kita sedang terburu2 harus keluar sejenak tanpa seizin pemilik sendal. atau tukang parkir yang pura2 ga liat ketika kita nagih kembalian, dll.
memang saya merindukan pemimpin seperti Umar bin Abdul Azis, tapi sebagai rakyat pun sudah sepatutnya saya harus berhati-hati lagi. bukankah setiap manusia adalah pemimpin??
09 Agustus 2010
mohon maaf lahir dan batin
03 Agustus 2010
fireworks
08 April 2010
my great moment
09 Januari 2010
why i couldn't do a simple thing?
saya pernah membaca artikel apa perbedaan antara Maha Pengasih dan Maha penyayang
Allah Maha Pengasih adalah Ia mengasihi semua ciptaannya, termasuk non muslim. dan Maha Penyayang nya Allah adalah hanya untuk muslim yang bertaqwa.
kenapa saya nulis ini?
ga kenapa kenapa, hanya keingetan ajah (angger da nulis teh karena keingetan sesuatu).
saya suka keinget kalimat Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang kalau saya kadang ragu melakukan sesuatu. Mungkin kamu juga pernah ngalaminnya...
ini cuma hal simpel yang saya sesalkan,,,
suatu hari pulang dari imperial palace, Alhamdulillah saya dapat tempat duduk di kereta karena emang saya naik kereta dari mana kereta tersebut berpangkal (angkot kale mangkal),,,waktu itu saya cape, kaki saya udah pegel, pengennya duduk tenang di kereta, semakin lama kereta jalan, orang yang masuk kereta juga semakin bertambah. sampe suatu ketika ada seorang nenek masuk ke dalam kereta. awalnya saya ga liat beliau, saya sedang duduk dan memejamkan mata. ketika saya melek, kebetulan mata saya liat nenek itu. entah kenapa, saat itu saya ga langsung berdiri yang biasanya terjadi reflek sama saya. saya ga langsung berdiri, karena berpikir teman saya, ayu, akan turun setelah 2 stasiun berikutnya, jadi ketika ayu turun si nenek itu bisa duduk d tempatnya ayu. dan saya lebih mementingkan kaki saya yang cape dan pengen istirahat sambil merem d kereta. sekali saya mengalihkan pandangan saya ke depan dimana saya duduk. ada seorang lelaki yang juga terlihat merasa ragu apakah ia akan memberikan tempat duduk sama si nenek itu atau engga. selang kemudian, saya pun berubah menjadi orang yang ga punya empati dan pura2 ga liat. jejes jejes,,,kereta terus jalan. saya menundukkan kepala sambil merem melek. dan ketika kepala saya ngangkat, sya lihat si nenek udah duduk di tempat laki-laki yang ada d depan saya, dan si laki-laki itu sekarang dalam posisi berdiri. dan itu terjadi ketika ayu belum sampai ke stasiun yang ia tuju.
hati saya langsung merasa bersalah dan menyesal. ketika melihat wajah si nenek yang udah tua, yang sepertinya gigi d bagian depannya udah gada, dengan tangannya yang selalu gemetar, membawa dorongan tas,,,uhhhh,,rasanya kaya ada yang ketusuk. dalam hati saya mengucapkan kata penyesalan "harusnya saya ngasih tempat duduk!!" malu malu malu......apa apan saya ini?orang muda macem apa???saya teringet, bagaimana kalo nenek itu adalah orang tua saya, atau orang yang saya sayangin lainnya, mungkin saya akan marah dengan kelakuan orang2 di sekitar yang ga ngasih tempat untuk orang tua.
saya pun teringat,,,
Allah ajah bisa mengasihi ciptaanNya, masa manusia yang pada dasarnya memang sederajat gak bisa??? berbuat baik mah sama sapa ajah, asal tidak melepas prinsip dan akidah.
yah cuma hal simpel. sesuai dengan lirik penyanyi Bimbo (halah),,berbuat baik janganlah ditunda-tunda....
^_^
03 Desember 2009
rasanya malu deh
(sebuah akhir percakapan lewat chat box di fesbuk)indah : ok, i will sleep now, then c u tomorroworama : insha allahindah : ????
01 Desember 2009
pengajian ibu ibu
30 November 2009
Indahnya...
02 November 2009
Keringanan shalat? Hak ataukah Hadiah??
ntah kenapa, ada rasa ga enak kalo saya sedang menjama qasar salat di jepang ini. Bukan karena hukumnya yang tidak memperbolehkan, cuma kadang kalo kita sedang bersama orang yang tidak sepaham dengan apa yang kita yakini (walaupun beliau masih muslim) rasanya itu ada yang mengganjal.
seperti yang saya yakini, Allah itu memberikan keringanan solat pada umatnya yang sedang berada dalam perjalanan. berikut yang saya dapat dari sebuah buku:
"Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, tidaklah mengapa kamu ,mengqashar shalat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu" (Q.S An-Nisaa`[4]:101)
berdasarkan ayat diatas, diketahui bahwa menqashar shalat itu khawatir akan penganiyaan orang2 kafir. Namun kemudian, Rasul menetapkan kebolehan qashar meskipun tidak ada kekhawatiran adanya penganiayaan saat perjalanan. Qashar artinya meringkas shalat. Kita dianjurkan mengqashar shalat pada waktu berpergian (Q.S An-Nisaa`[4]:101). Abu Ya`la r.a bertanya kepada Umar bin Khattab r.a "Mengapa mengqashar shalat padahal kita sudah aman?` Umar menjawab `Aku pernah bertanya sperti ini kepada Nabi SAW, lalu beliau menjawab, `Shalat qashar adalah sedekah yang Allah berikan kepada kamu, maka terimalah sedekah Nya`"(H.R. Muslim). Keterangan ini menegaskan bahwa shalat qashar merupakan keringanan dari Allah dan kita dianjurkan untuk menerima dan mengamalkannya. Orang yang safar (dalam perjalanan) diberi keringanan untuk meringkas shalat, sekalipun dalam situasi aman dan memiliki banyak keleluasaan waktu. Dalam perjalanan Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melakukan qashar, sekalipun situasi aman dan mereka memiliki waktu yang leluasa. "Aku pernah menyertai safar Rasulullah Saw, ternyata beliau shalat dua rakaat (qashar) ketika safar. Hal ini dilakukan pula oleh Abu Bakar, Umar, dan Ustman." (H.R Muttafaq`alaih dari Ibnu Umar r.a)
Imam Malik menyebutkan bahwa shalat qashar itu sunnah muakkadah (sunnah yang harus diprioritaskan), Imam Syafi`i dan Hambali menilai sebagai rukhsah (sebaiknya dilakukan atau dikerjakan), sedangkan Imam Hanafi menilainya sebagai `azimah (harus dilakukan). Jadi semua pakar menilai bahwa shalat dalam perjalanan sebaiknya qashar (diringkas).
dan bagaimana mengenai jarak dan lamanya safar?
mengenai jarak diperbolehkannya melakukan shalat qashar, para ahli berselisih pendapat; ada yang mengatakan 5 km, 70 km, dan 87 km. Perbedaan pendapat ini cukup logis karena masalah safar (berpergian) tidak bisa diukur hanya dengan jarak, tetapi juga oerlu memperhatikan faktor sarana transportasi, kebiasaan orang yang bersafar, medan perjalanan, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, Ibn Qudamah berpendapat bahwa ayat yang berbunyi "Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu...."(Q.S An-Nisaa`[4]:101) tidak membatasi safar dengan jarak; yang penting, selama kita berniat dan merasa safar diperbolehkan mengqashar shalat. Menurut penulis, inilah pendapat yang dapat dipegang. Yang penting kita berniat dan merasa safar, maka dalam kondisi ini kita dapat mengqashar shalat sekalipun hanya berpergian dalam jarak 5 km. Namun, kita tidak perlu mengqashar shalat kalau kita merasa safar, sekalipun perjalanannya 70 km.
sementara untuk batasan waktu yang diperbolehkan untuk qashar, Imam Maliki dan Hambali berpendapat bahwa qashar ditentukan oleh niatnya. Artinya walapun berbulan-bulan tinggal d suatu tempat, dia boleh mengqashar shalat. Menurut suatu riwayat, Ibn Umar pernah mengqashar shalat selama enam bulan ketika berada di Azarbaijan. Menurut Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi, Rasulullah Saw mengqashar shalat selam 18 hari ketika fath makkah (penaklukan kota Makkah). keterengan tersebut, menunjukkn bahwa masalah berapa lama kita boleh mengqashar shalat ditentukan oleh niat safar. Artinya, kalau kita masih berniat dan merasa safar, shalat qashar masih diperbolehkan. Perhatikan surat An-Nisaa`[4]:101;disana tidak diberikan batasan waktu seseorang bisa mengqashar salatnya.
(sumber: Sudah Benarkah Shalatku? AAm Amirudin,M.Si)
ya seperti yang saya dapatkan dalam buku. pernah suatu waktu ketika saya akan menjama qashar solat saya (ketika itu saya sedang bepergian dekat dari tempat sementara sya tinggal), dan tiba2 teman saya berkata tentang sebaiknya kita tidak menjama qashar shalat kita dengan alasan selain kita punya waktu luang, kita tinggal di sini (jepang) untuk waktu yang lama (bagi saya cuma setahun), dan teman saya berkata: "masa iya kita tidak menyempatkan solat barang 5 menit sajah, lagian konteksnya menjama qashar solat pada jaman dahulu kan dalam keadaan tidak aman, dan sarana transportasi yang terbatas,,nah kalau kita disini kan kita tidak memiliki hambatan sperti itu, kalau saya sih merasanya seolah olah menjadikan mengqashar shalat sebagai sesuatu yang kita berhak dapet", saat itu saya berusaha menjelaskan apa yang saya yakini tentang menjama qashar shalat, ini adalah hadiah dari Allah, haruskah kita menolak?. Tetapi saat itu saya tidak jadi mengqashar shalat saya, hanya untuk menghormati teman saya itu. Bagi saya, ketika saya bertolak dari Indonesia ke Jepang, saya berniat safar, Jepang bukan tempat saya, walaupun saya setahun disini saya merasa ini bukan `rumah` saya.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, maaf saya akan jalani apa yang saya yakini benar.
17 Agustus 2008
cicak makan serangga
kejadian yang tak sengaja kulihat membuatku terpesona...
jadi, waktu lagi asik di depan komputer, eh tiba bayangan mata ngeliat ada yang jatoh dari langit-langit, pas diliat emang bener ada serangga jatoh dari langit-langit, si serangga berjalan perlahan-lahan kearah aku (aga paur oge sih, bisi tiba2 terbang ke muka, aduh serangga maaf yah, jadi suudzan ke kamu..), tapi kecepatan serangga berjalan ternyata relatif lebih lambat dari kepekaan sang cicak melihat mangsa...diam-diam sang cicak memperhatikan langkah serangga, ketika serangga mulai lengah, tanpa bisa bernafas lebih lanjut, tiba-tiba leher serangga dililit oleh lidah panjang sang cicak, dan.....hap begitulah kisah indah serangga dan cicak...
cicak-cicak di dinding
diam diam merayap
mendatangi seekor nyamuk
hap...lalu ditangkap
harus nya begitu lagunya, siapa datengin siapa kan jadi lebih jelas, tapi emang jadi ga enak di nyanyiin deng, dua suku kata bertambah satu soalnya,,,,
kapan lagi bisa liat yang begitu...sukoii...
melihat sesuatu tanpa sengaja, bisa membuka cakrawala baru





