17 November 2010

makna berkurban

Apa makna kurban untuk saya?

Mungkin baru sekarang saya mulai memaknai hari raya kurban. Mengingat waktu kecil dulu, tiap sore saya mampir ke tempat penitipan hewan kurban, dan hampir tiap sore juga ketika pulang ke rumah saya selalu ditanya “ga nginep di kandang sekalian?”, dan setelah salat ied pun hal yang saya lakukan adalah berlari ke masjid untuk melihat pemotongan hewan kurban. Setelah sedikit gede, sempet pula jadi panitia. Tahun lalu pertama kali saya shalat ied jauh dari orang tua, bahkan bukan makna hari raya nya yang bikin saya nangis, tapi lebih karena saya kangen sama keluarga disini. Tapi kemarin malem, hari ini, dan insya Allah sampai tahun2 depan, saya mulai sadar bahwa inti dari hari raya ini adalah bentuk kecintaan kita pada Allah SWT. Teringat kisah Nabi Ibrahin As yang mendapatkan mimpi dari Allah untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail As. Demi menuruti perintah Allah SWT, beliau rela untuk menyembelih anaknya sendiri. Ismail pun ikhlas untuk perintah Allah itu. Saya sempet ngebayangin, gimana klo tiba2 ibu saya dateng bawa golok dan ia bilang kalo ia dapat mimpi untuk membunuh saya? Astagfirullah, bisa saja mimpi itu datang dari setan. Jika mimpi itu datang dari setan saya pun pasti menolaknya, tapi jika mimpi itu benar dari Allah apakah saya akan sanggup menjadi Ismail yang begitu ikhlas? Subhanallah. Di jaman sekarang, materi yang kita kumpulkan itu tidaklah seberapa dengan kenikmatan yang telah Allah kasih, berniat menyisihkan rezeki yang kita dapat untuk berkurban adalah suatu keindahan yang hanya Allah mampu membalasnya. Dengan niat tulus, dan benar2 karena Allah SWT kita berkurban, insya Allah, kita pun bisa menjadi Ismail Ismail di akhir jaman ini.

Selamat Hari Raya Idul Adha

10 Dzulhijah 1431 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar