I believe the children are our are future Teach them well and let them lead the way Show them all the beauty they possess inside Give them a sense of pride to make it easier Let the children's laughter remind us how we used to be Everybody searching for a hero People need someone to look up to I never found anyone to fulfill my needs A lonely place to be So I learned to depend on me
[Chorus:] I decided long ago, never to walk in anyone's shadows If I fail, if I succeed At least I live as I believe No matter what they take from me They can't take away my dignity Because the greatest love of all Is happening to me I found the greatest love of all Inside of me The greatest love of all Is easy to achieve Learning to love yourself It is the greatest love of all
I believe the children are our future Teach them well and let them lead the way Show them all the beauty they possess inside Give them a sense of pride to make it easier Let the children's laughter remind us how we used to be
[Chorus]
And if by chance, that special place That you've been dreaming of Leads you to a lonely place Find your strength in love
lagi seneng nyanyiin lagu ini, pake gitar, atau nebeng uki (kakak keduaku) yang lagi maen organ, biar suara danmusik ga nyambung, tapi puas nyanyi nya...
sore sore sehabis penat berada di lab seharian mengerjakan tugas akhir, akhirnya saya pergi ke rubel, selain ingin refreshing disana, juga sekalian rapat untuk menentukan agenda akhir pekan. sampailah saya di rubel, udah banyak anak-anak yang ada disana, tapi sebagian besar anak-anak perempuan. sidik punya selidik ternyata anak-anak laki nya sedang pada pergi keluar bersama kak jaka dan kak saladin ke daerah bawah rubel untuk melihat beko. dari situlah pertanyaan saya, "what is beko?". baru saja membuka tas, menyimpannya, dan duduk sejenak, tiba-tiba salah satu. anak bernama elisa mengajak saya untuk pergi melihat beko. ketika saya tanya apa itu beko, mereka bilang beko adalah alat penggeruk tanah yang besar. jadi beko yang akan kita lihat itu sedang bekerja di sungai cikapundung untuk menggeruk tanah dalam proyek pemasangan pipa PDAM. oh my god!! saya baru tau alat berat seperti traktor itu adalah beko!!heu heu maklum, bukan anak bangunan sih, dan ternyata setelah saya nanya pun beko adalah berasal dari bahasa inggris backhoe, karena orang indonesia yang suka meng-indonesiakan bahasa asing terutama orang sunda yang sangat khas jika sudah mentranslate dari bahasa inggris ke bahasa indonesia-sunda, jadilah backhoe diucapkan "beko" (dengan nada akhiran yang mengayun)... jadi kembali ke ajakan seorang anak untuk melihat beko, saya pun ikut dengannya. berangkat bersama elisa (5 sd), ayu (5 sd), dan amel (TK). dengan menyusuri jalan sangkuriang, kemudian masuk ke celah- celah jalan , sampailah ke sebuah lapangan dan dari situlah pertama kali saya melihat bangunan besar apartemen ciumbuleuit dilihat dari daerah penduduk. tampak kontras sekali! di seberang sana ada bangunan megah (baca: apartemen), tapi tempat saya berdiri melihatnya adalah sebuah pemukiman penduduk yang sederhana, air yang mereka gunakan sehari-hari bisa diperkirakan berasal dari sungai cikapundung. entah kenapa hati saya berontak ketika melihat pemandangan itu, apa yang bisa saya perbuat?! dari tempat saya berdiri terlihat jelas gunung gunung yang ada di utara seperti gunung tangkuban perahu. dari lapangan tersebut saya turun ke bawah, menyusuri anak tangga semen menuju pinggiran sungai cikapundung. pada saat itu karena ada penggalian sungai, maka sebagian sungai berisi dengan tanah, lebar air yang mengalir sedang sempit, dan dengan sebuah papan kayu saya dan anak-anak tersebut melintai sungai hingga kami sampai di tepi sungai satunya lagi. keadaan tanahnya becek, jadi ya sekalian saja kami berkotor-kotor ria. mengingat tujuan awal adalah menyusul kak jaka dan kak saladin beserta anak lelaki lainnya, maka dengan sangat pede elisa berkata bahwa gerombolan laki laki berada di atas sungai karena dari jauh memang terlihat banyak orang berkumpul menyaksikan beko yang kerja, jadi mungkin saja itu adalah gerombolan laki laki. (kan tadi kami turun ke sungai dari salah satu sisi sungai, dan sekarang akan naik ke atas dari sisi sungai satu lagi). becek dan licin, tak ada tangga untuk naik, kami gunakan pijakan batu batu dan tangan kami untuk sampai atas. sampai diatas kami susuri jalan menuju tempat orang orang menyaksikan beko. dan wakwaw!!! jaka dan yang lainnya tidak ada, nihil. sengaja saya tidak menghubungi dimana keberadaan jaka teman saya itu, saya ingin anak-anak perempuan yang saya bawa itu mencari sendiri, biarkan mereka mendapatkan apa yang mereka penasaran-in. Ternyata setelah saya hubungi dan menanyakan dimana jaka berada, jaka dan yang lainnya berada di tempat yang berbeda jauh dengan kami, dan letaknya pun lebih jauh. setelah mengetahuinya, kami pun pulang, kami kembali ke rubel, menuruni tebing, menyebrangi sungai, dan naik kembali ke atas. belepotan. itulah yang terjadi pada baju dan kaki kami.
Elisa bilang " biarlah ya kak, pengalaman, pengalaman yang sial!!" hahahahaha....mungkin bagi mereka sial, tapi bagi saya sangat seru, walaupun jarak nya pendek, hanya sebentar, tapi baru pertama kali saya diajak melihat beko, mencuci kaki dengan air sungai cikapundung, dan menikmati sisi kota bandung yang sebelumnya saya ga tau...terimakasih teman!
Tampaknya semua orang pasti punya barang kesayangan, baik itu barang teknologi, tradisional, modern, canggih, kuno, mahal, murah, apapun bentuknya, apapun alasan menyayngi benda itu, apapun esensi dari benda itu, sepertinya semua orang pernah mengalami memiliki barang kesayangan.
Saya akan bercerita tentang barang kesayangan. Adalah selimut berwarna cokelat, bermotif loreng-loreng kaya macan yang dikasih sama mamah sejak saya berumur kira-kira 4 taun (berarti waktu jaman tk dulu –semoga ga salah). Seingat saya, pada awal dikasih saya ga pernah mau pake, karena masih ada sarung punya mamah yang udah “belel” warnanya ungu, tapi enak banget dipake, apalagi kalo si sarung dijadiin perahu-perahuan, hihihi…lama kelamaan seiring bertambahnya waktu, sarung ungu pun mesti pensiun, Karena sudah banyak kecacatan di sana sini, bahkan nasibnya malah berakhir menjadi lap di rumah, dan saya pun akhirnya mencoba memakai selimut yang berwarna cokelat itu. Kalo jaman dulu waktu kecil ketiduran di waktu siang di depan tv, pasti pas bangun bangun udah diselimutin sama tu selimut, pas malem tiba pun akhirnya saya ga mau lepas dari selimut itu. Sampe akhirnya saya dan selimut cokelat menjadi dua sahabat yang tidak dapat dipisahkan. Beberapa kali mamah mencoba membuat dan membeli sebuah bed cover yang gambarnya lucu-lucu dan lebih dewasa untukmengganti selimut cokelat ternyata tidak berhasil. Saya selalu menaruh si selimut cokelat di bawah bed cover yang baru itu. Udara dingin, udara panas, tidar siang, tidur malem, saya ga bisa lepas dari selimut itu. Selama hampir 17 tahun selimut itu udah nemenin saya, dan intensitas dicuci nya pun tampak bisa dihitung, heuheu,,saya paling ga mau kalau kehilangan bau dari selimut yang udah sering banget dipake. Saya ga begitu suka sama selimut yang ber bau matahari, rasanya kaya selimut orang lain, heuheu. Sampe sekarang saya masih pake ntu selimut, masih tetap berada di bawah bed cover. Biar pun jaitannya udah pada copot, ketebalannya semakin berkurang, saya tetap pertahankan. Dia itu yang menghangatkan saya kalo saya kedinginan, dia itu yang ngasih perlindungan saat udara panas dari gigitan nyamuk, juga dia adalah pembasuh air mata kalo saya tiba-tiba nangis diatas kasur, dan dia adalah pemberi kenangan dari hangatnya seorang kasih sayang ibu, heuheu! Dan beberapa hari yang lalu, saya temukan selimut itu ada di ruang tengah rumah, pas saya tanya kenapa ada di situ, mamah bilang gini “iya, tadi diambil sama mamah da tiris, tapi da teu jadi dipake, meni gararatel” hehehehe…padahal mah kalo dipake ama saya aman aman saja. Memang da best lah!!
Barang kesayangan kedua adalah tas ransel si biru. Dibeli waktu jaman kelas dua smp, dan sampe hari kemaren masih saya pake juga. Istilahnya mah “jatuh cinta pada pandangan pertama”, itulah yang saya alami sama ransel si biru. Entah sihir apa yang dulu begitu kuat memaksaku untuk membelinya, bayangkan di jaman saya smp harga tas yang saya beli adalah 200ribu, itu adalah angka yang besar untuk sebuah tas di jamannya, dan sekali saya suka tidak bisa diganggu gugat. Si biru udah nemenin saya hampir 9 tahun. Dia yang merhatiin saya dari mulai saya masih culun pake rok warna biru sampe sekarang. Dia yang tau siapa ajah kecengan saya jaman smp, sma, bahkan kuliah. Dia yang bisa dibawa buat sekolah, maen, jalan-jalan, hiking, nonkrong, dan lain lain. dia yang kuat dalam berbagai cuaca. Oiya jadi si biru ini juga punya temennya. Sewaktu smp itu ada teman bernama dicke yang memiliki tas yang sama tapi warnanya hijau. Kita berdua ini ternyata ngeceng orang yang mirip, jadi kecengan kami berdua ini adalah sepasang anak kembar yang pake tasnya sama. Jadi kami sering mencocokkan diri kami dengan kecengan kami itu, heuheu, geli pisan. Jaman sma sering ganti ganti tas juga, tapi karena tas yang dijadiin pengganti itu ga pernah bertahan lama, jadinya balik lagi ke tas biru lagi biru lagi. Bukan hanya bahan radioaktif saja yang bisa meluruh, barang pun bisa meluruh. Si biru perlahan-lahan kehilangan lapisan dalamnya, kemudian robekdi bagian talinya,ratseleting nya doll ah, udah dibenerin tapi rusak lagi rusak lagi,walaupun begitu kondisinya masih saja kugunakan, itulah yang namanya cinta, heuheu. Hingga akhirnya, kemarin saya menyadari, sudah saat nya si biru pensiun, saya tak mungkin memakainya lagi, hiks hiks.. Hati ini masih enggan menggantinya, tapi kondisi fisiknya yang sudah tidak bisa diselamatkan membawaku untuk membeli pengganti si biru (walaupun tak bisa tergantikan). Selamat tinggal, saya ingin terus menyimpannya, mungkin hanya sampaidisini kamu bermanfaat bagi saya, saya gamau membuangnya, tapi alangkah indahnya jika kamu pun tetap bermanfaatbagi orang lain, semoga sajah.
Begitulah barang kesayanganku, menyimpan kenangan, memberi manfaat.
Adalah sebaiknya menginginkan apa yang kita butuhkan. Apa yang diinginkan belum tentu dibutuhkan sama kita, juga apa yang kita butuhkan belum tentu diinginkan sama kita. tapi yang pasti Allah akan memberikan yang terbaik buat kita.
udah lama kayanya ga pernah tutulisan lagih, kemana aja neng? memasuki semester genap di tahun keempat di ITB malah menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak berbau akademis, ya olimpiade lah, ya rumah belajar lah, ya maen kesana lah kesinilah,,,disaat temen-temen ku udah pada sidang TA 1, saya masih menyemarakkan diri dengan mengikuti pertandingan voli, kemana atuh ndah?!Ya gada penyesalan juga menyemarakkan di tempat lain, malah saat saat ini saya malah merasakan banyak hal. Yang sepertinya sangat rugi kalau di lewatkan begitu sajah. Apalagi setelah tau kalo dikejar lulus bulan juli pun gakan bisa ikut prosesi di bulan juli, mau ga mau mesti oktober, Wallahu'alam.
udah dua minggu ini jadi atlet tenis lagi euy! ternyata menyenangkan juga maen tenis, biarpun masih amatir, yang penting senang senang...berawal dari ajakan seorang staff sewaktu masih menjabat sebagai kadiv kekeluargaan di himafi, yang dia ini jago banget maen tenisnya. Ketika itu ada turnamen yang diadain sama anak2 unit tenis, dan si staff bernama Ebol ini pengen banget ikutan, tapi ternyata sumber daya d himafi pada gada yang hobi maen tenis. sampe akhirnya pilihan jatuh padaku, jadilah aku bermain tenis. dari mulai gabisa apa-apa, sampe sekarang masih sedikit bisanya, terus ajah disiksa ama ebol (ah kamu lebay ndah!). Lagian pada dasarnya saya emang suka olahraga, buat saya olahraga adalah mengasah mental (setelah kenangan di masa SMA yang membuatku jatuh mental, dan saya ga pernah nerusin untuk menjadi pecinta olahraga, dan akhirnya mau kembali membangkitkan diri, heuheu!!). Selama turnamen waktu itu ( walaupun masih amatir) akhirnya saya merasakan kembali pentingnya motivasi diri untuk menang. setidaknya menang melawan diri sendiri. Aduh jadi inget kata kata kang dodi waktu jaman d lss dulu " jangan berpikir untuk menang, tapi berpikirlah untuk tidak kalah", heuheu...
dan sekarang pun, ketika akan (sedang) menjalani TA, walaupun sempet ada rasa ketakutan karna ngeliat temen2 udah pada setengah jalan menyelesaikan tugasnya, saya harus tetap berpikir agar tidak kalah, saya mesti inget lagi motivasi dalam melakukan sesuatu, saya mesti memaknai kembali setiap pembelajaran yang saya jalani (heu, pan kata si jaka mesti memaknai arti dari belajar). Oke saya ada disini!!!siaapp ndah??