13 Februari 2014
Salju (lagi) dan Dompet Kucing
Pagi ini badan dibikin males sama dinginnya udara musin dingin, lebih males dibanding hari hari lain. Pas nengok keluar jendela, ternyata ada lapisan salju lagi diluar. Sepertinya dari sejak semalam sudah turun, pantas aja pagi-pagi tadi udah dibikin susah bergerak. Kedua kalinya salju turun dalam seminggu terakhir ini.
Rupanya bukan salju yang turun aja yang bikin saya kaget tadi pagi, juga ada sms dari Nda, adik ipar, bilang kalau Gunung Kelud meletus semalam. Awalnya saya ga begitu tertarik, lalu kemudian saya teringat dengan postingan si adik ipar di media fb tentang potensi ledakan Gunung Kelud (Jawa Timur) yang lebih besar dibanding Gunung Merapi (Jawa Tengah), yang dia taaut dari sebuah media online. Akhirnya saya baca-baca tentang berita kejadian erupsi tersebut, dan melihat banyak orang juga yang posting tentang keadaan di daerah sekitar Gunung Kelud, juga kutipan Al-Quran, serta doa-doa yang mereka sampaikan bagi para penduduk yang menjadi "korban".
Bagi saya, apa yang datang dari langit dan dari dalam bumi, adalah nikmat sekaligus ujian bagi manusia. Jadi bagi yang menikmati salju, semoga tidak terlena dengan euforianya saja, tapi harus juga bersikap waspada karena salju juga salah satu bentuk ujian buat kita yang mencari alesan buat males-malesan, heu. Pun dengan para penduduk yang sedang merasakan gonjang ganjing si Gunung Kelud,mudah mudahan selalu ada harapan dan hikmah kenikmatan yang bisa diambil dari kejadian tersebut, Insya Allah, Allah akan bersama dengan orang yang sabar.
Terus, tadi pagi tuh jadi pengen nge tweet trus mention Ridwan Kamil, "Pak, Bandung juga deket sama Gunung Tangkuban Perahu yang masih aktif, juga deket sama patahan lembang yang sewaktu-waktu bisa ngegoyang Bandung dan sekitarnya , mohon untuk mulai disosialisasikan dan dibudayakan pendidikan mitigasi bencana buat warga Bandung", tapi entah kenapa ga jadi..heu heu,,geje.
Dan untuk mengalihkan perhatian dengan keresahan di dada saya ini, sekaligus memindahkan fokus biar badan ga terlalu ngerasain hembusan udara dingin yang ngedeketin saya terus, maka tadi saya menyelesaikan target saya buat bikin dompet.
Aduh ini sungguh random gini tema postingannya..gapapa lah...
Iya, saya udah rencana untuk bikin dompet dari bahan yang sama dengan tas sling bag yang beberapa waktu lalu dibikin. Setelah beberapa hari dikerjakan, akhirnya kelar juga tadi.Ya walaupun pas udah jadi malah disangka tempat pensil karena ketebalannya yang tebal akibat pemakaian kain yang berlapis lapis. Saya teh ga pernah ngasih link cara bikinnya ya? padahal saya juga dapet ilmu dari blog orang lain, terus ditambah dan di modif sendiri sama bentuk yang dipengen. Untuk kali ini saya nyoba untuk bikin tambahan wadah koin di dalam dompet. (heu,,jadi nanti cari aja caranya pake kata kunci DIY coin purse sama DIY wallet, dijamin bingung). Masih dikerjakan dengan jahitan tangan (yang membuat jari ini semakin kapalan), dan bahan-bahan yang dibeli juga sebagian besar dari toko 100 yen di deket rumah. Nanti kalo udah pede, kalo udah punya mesin jahit, mau deh buka lapak sendiri...aamiin.
05 Maret 2012
random #5
Hujan hari ini membuat saya memaksa diri untuk melawan nikmatnya berada di rumah sambil menyumput dibalik futon serta menikmati coklat hangat. Hari ini hari Senin. Sudah lima kali hari Senin saya dihabiskan di sebuah masjid di Otsuka untuk belajar tahsin Al-Quran selama dua jam saja, dari pukul 13.00 - 15.00. Alhamdulillah sekali karena cita-cita untuk belajar tahsin terealisasikan juga. Sejak jaman kuliah selalu ingin mengikuti pelajaran ini, tapi entah kenapa saya tidak mengikutinya kala itu. Mamah yang selalu hadir dalam kelas tahsin bersama teman-temannya di hari Rabu selalu membuat saya iri, karena saya pun ingin belajar seperti beliau. Dan barulah kesempatan itu datang di Jepang di saat hanya tinggal 2 bulan lagi saya tinggal di Jepang. Hidayah dan kesempatan kadang memang tidak terduga datangnya. Hidayah? ya saya akui bahwa mengikuti kelas tahsin atau belajar agama pun perlu hidayah yang hanya datang dari Allah SWT. Hidayah yang datang melalui apa dan siapa saja.
Kelas tahsin hari Senin ini saya terjangi dengan jarak tempuh satu jam setengah dari rumah. Begitu semangtnya saya setiap akan berangkat, dan tidak mau sekalipun tertinggal pelajarannya. Alhamdulillah sampai di kelas selalu sudah ada beberapa teman yang datang tepat waktu, saya sih selalu terlambat sepuluh menit karena harus shalat dzuhur di rumah lalu berangkat. Kala hujan, kala dingin, semangat terlihat dari teman-teman yang ingin belajar. Bagi saya, semangat terbesar saya adalah ketika saya ingat Ustadzah yang mengajarnya. Beliau dengan kedua anaknya lebih rela datang pagi-pagi ke masjid dan harus mengajar dari pagi hingga sore hari. Tidak ada alasan lagi bagi saya untuk berleha-leha, kecuali urusan sakit seperti pekan lalu.
Awal mengikuti kelas saya sedikit minder, karena saya tidak pernah belajar benar untuk tahsin sebelumnya. Saya hanya mengingat memori jaman SD ketika masih belajar di TPA tentang tajwid. Juga menggali kembali memori pendek yang pernah diberikan oleh ustadz ketika memberikan ceramah singkat di masjid dekat rumah. Hanya sekedar "pernah dengar" tapi tidak begitu paham. Namun rasa minder itu hilang sirna. Tak ada alasan minder untuk belajar, karena semua orang yang berada di dalam ruangan kayu itu pun sama: belajar. Ustadzah pengajar yang baik hati, ramah, membuat materi yang disampaikan mudah diterima. Jika memang ada yang sulit dicerna, kesalahan ada pada otak saya yang sudah lama tidak pernah dipake. Hehehehehe. Juga teman-teman serumpun dari Indonesia, teman orang Jepang, juga Uzbekistan yang hadir selalu menambah semangat saya karena mereka semua pada rajin membawa kue-kue sebagai penghibur dan penambah energi setelah dua jam belajar.
Ahhhh,,,,maka nikmat mana lagi yang akan saya dustakan? Tidak ada. Sungguh bersyukur dapat dipertemukan dengan orang-orang shalehah yang membuat diri ini merasa malu dan selalu ingin meningkatkan kapasitas diri sebagai muslim.
15 Februari 2012
random #3
Jujur saja saya baru dengar kemarin, ketika menengok seorang teman yang baru melahirkan. Penyakit ain adalah penyakit karena pandangan mata. Berdasarkan beberapa artikel yang saya cari maka penyakit ini disebabkan oleh pandangan mata seseorang terhadap sesuatu yang disertai rasa dengki/ disertai kekaguman semata yang menimbulkan efek mudharat kepada objek yang dipujinya. (mungkin untuk lebih lengkapnya cari sendiri saja ya, ref). Bentuknya seperti apa? masih belum ngerti juga.
Secara ilmiah saya pun tidak tahu mekanisme nya seperti apa tentang terjadinya penyakit ini, di beberapa artikal hal ini dikategorikan sebagai penyakit syar'i yang penyembuhannya pun dengan pendekatan agama sesuai yang dicontohkan Rasullualah SAW.
Saya bingung kenapa kemudarathan bisa terjadi pada seseorang/sesuatu yang dipuji. Mungkin ada yang lebih mengerti?
Dari yang saya baca juga, salah satu hal untuk menghindari tertimpanya penyakit ain adalah dengan tidak membuat situasi dimana orang menjadi iri terhadap situasi tersebut. Heu,,serem juga ya. Karena tindakan kita sehingga bisa membuat orang lain iri merupakan sesuatu yang sulit dikontrol. Kalau kita iri dengan orang lain, yang dikontrol kan hati kita ya, namun jika kita melakukan sesuatu yang biasa saja tapi ternyata hal itu menimbulkan rasa iri di orang lain (walaupun tidak tampak), hal itu bisa menjadi penyebab penyakit ain datang ke kita. (cara mencegah penyakit ini datang ke kita)
Mungkin ini adalah ungkapan "dari mata turun ke hati" ya..?
Manusia itu makhluk sosial, butuh eksistensi, butuh pengakuan, dan tentunya juga butuh pujian, hal itu lumrah dan manusiawi sekali. Hanya saja, saya cukup menyadari bahwa pujian itu kadang membawa efek negatif. Hal tersebut besar kemungkinan dapat membuat seorang yang dipuji memiliki sifat sombong. Terlepas niatan dari seorang yang memuji itu sendiri, apakah disertai muatan atau memang ikhlas. Namun yang saya rasakan dan tidak saya pungkiri, ketika mendapatkan pujian sedikitpun rasanya ada keinginan mendapatkan pujian itu untuk kedua kalinya. Namun islam mengajarkan kita untuk selalu mengingat bahwa sesuatu yang baik dan indah hanyalah milik Allah SWT, tidak ada yang pantas pujian selain untuk Nya, makanya ketika kita mendapat pujian hendaknya mengucapkan Alhamdulillah (segala puji hanya milik Allah) dan ketika melihat sesuatu yang baik hendaklah mengucapkan Masya Allah (Allah SWT berkehendak akan hal itu). Pujian sesekali diharuskan tentunya untuk mengapresiasi sesuatu, namun yang perlu diingat kembali memang semuanya dikembalikan pada niat masing-masing hati. Jangan sampai memuji karena ada rasa terpaksa harus memuji, memuji karena ingin diberi pandangan baik oleh orang lain, pujilah seseorang karena memang kebaikan yang ia miliki itu karena kuasa Allah SWT.
Jujur saja, berat dan takut rasanya menuliskan ini.. :) namanya juga belajar kan.
Wallahualam bissawab
22 Agustus 2011
kartu lebaran
hari gini dapet atau ngirim kartu lebaran? ga musim kaleeee..
udah ada facebook, udah ada sms (apalagi banyak yang gratisan ke sesama operator), udah ada twitter, hayo apa lagi coba sekarang.. ga perlu lah itu beli kartu di toko terus beli perangko dan ngirim lewat kotak surat. ribet. kalo ada yang praktis kenapa cari yang susah?* jadi penasaran apakah anak muda (baca: anak SMP kebawah), tahu atau punya pengalaman mengirim surat ke kantor pos?*
saya sebenernya pengen nostalgila aja jaman-jamannya saya suka berkreasi *atau bikin sampah baru?* untuk bikin yang namanya kartu lebaran. Kira-kira dimulainya dari SD ya. Awalnya karena para kakak2 suka dapet kartu lebaran, sedangkan si gue kagak *siapa juga yang berkirim kartu di usia 1-3 SD?*. Kalo maen ke toko pas bulan puasa pun, banyak deh kartu yang dijual. Ya walaupun harus dikatakan sangat jujur, model dan desainnya sangatlah ehem,, biasa. Antara pengen ngirim kartu ke temen, tapi ga mau juga beli di toko, da goreng tea modelnya, tidak sesuai selera lah. Lalu suatu hari, saya lihat kaka pertama yang lagi ngelukis gambar di sebuah kartu. Pas saya tanya itu buat apaan, katanya buat dijadiin karti lebaran. Mupeng!. beda lagi sama kaka kedua, dia mah bikin dari bahan2 daur ulang (tetep beli juga sih bahan2nya). dan hasil yang dibikin kedua kakak2 saya itu, bagus menurut saya. Rapi. Pendek kata, saya pengen dong coba-coba bikin. saya lupa bagaimana dan bahan-bahan apa saja yang jadi korban tangan tidak bertanggung jawab ini. intinya tiap kali bikin, yang harusnya jadi banyak ,paling cuma jadi satu biji. wakakakakakk. jadi runtahlah itu semua.
Namun seiring berkembangnya teknologi, dimana proses pengiriman pesan bisa dilakukan hanya dalam beberapa detik saja, lambat laun kartu lebaran pun kurang diminati. Baik membeli di toko, maupun bikin sendiri. Saya sendiri, sejak punya hape (kelas 3 SMA - padahal terakhir bikin juga mungkin kelas 1 SMP dan vakum beberapa tahun), ga pernah lagi bikin kartu, kecuali bikinnya atas nama organisasi. Ya padahal kalo saya sih, perasaan antara menerima kartu dengan mendapatkan sepenggal sms lewat hape, rasanya lebih seneng nerima kartu langsung. Jelas dengan memberi kartu, berarti memberi perhatian untuk penerima. Kedua, lebih meningkatkan kreativitas kali ya, apalagi yang bikin sendiri. Da kalau masalah konten mah, itu itu aja da. hehehehe.. Semoga memang ikhlas dari hati.
Kartu lebaran. Ga ada esensi khusus sih memang karena toh isinya sama dengan apa yang ditulis melalui hape atau fesbuk, apalagi bagi yang tinggal di negara mayoritas muslim. Namun bagi yang tinggal di negara minoritas muslim, bisa saja kartu lebaran menjadi hal yang berarti. Terutama bagi anak2. Anak2 muslim yang tinggal di Jepang ini lebih seringkali mengenal perayaan setsubun, hina matsuri, dan entahlah apalagi saya lupa.. Mereka juga ikut menggembor2kannya di rumah, karena terbawa dari lingkungan di sekolahnya. Namun untuk Idul Fitri? ya hanya keluarga dan komunitasnya muslim saja yang merayakan. dan itu pun banyak keterbatasan untuk merayakannya. Oleh karena itu saya jadi mikir untuk ikut memeriahkan kesan idul fitri ini dimata anak-anak itu. Mungkin dengan mengirim selembar kartu lebaran mereka bisa menjadi senang dengan Idul Fitri. Mungkin dengan mengirim selembar katu lebaran mereka juga punya keinginan yang sama untuk mengirim kartu untuk teman2nya, sehingga mereka juga bisa bermain dengan kreativitasnya. Mungkin dengan mengirimkan kartu, saya bisa memberitahu mereka bahwa dulu waktu jaman saya kecil ada budaya mengirim kartu :p. Ya hal-hal seperti itu yang saya niatkan ketika membuat kartu lebaran buat teman kecil saya yang ada di Kobe, Jepang dan Bussan, Korea.
Dengan segala keterbatasan ide dan skill yang saya punya, kemarin saya coba bikin kartu, hihihihi,, ya alhamdulillah, jadi walaupun kaya bikinan anak sd. bagus atau enggaknya mah relatif.
16 Agustus 2011
Tentang Makanan lagi
percaya-gak percaya waktu datang ke Jepang, saya masih tidak yakin apakah benar kalau daging ayam/sapi yang ada di Jepang itu tidak boleh dimakan? walaupun saya sudah diberi tahu sama senior kalau daging sembelihan tidak atas nama Allah dan daging yang disembelih oleh Ahli kitab itu tidak boleh. Jepang sendiri, memang negara yang bisa dibilang tidak memiliki agama, jadi tidak bisa dibilang negara Ahli Kitab. Saat itu, saya ingin memastikan kembali keyakinan saya, akhirnya saya cari2 dalil di Quran, bahkan saya telpon mamah untuk menanyakan perihal halal-haram itu ke seorang ustadz.
Q.S Al-Maidah: 3
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah [394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya [395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah [396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini [397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa [398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S An-Nahl : 115sudah jelas di Quran disebutkan bahwa makanan yang diharamkan adalah bangkai, darah, daging babi, dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, juga hewan2 yang matinya karena terpukul, teraniaya, tercekik, terjatuh.
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
dan berikut surat untuk makanan yang disembelih oleh ahli kitab,
Q.S Al Maidah: 5
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan [402] diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.
diayat diatas tertulis bahwa makanan yang disembelih oleh Ahli Kitab itu halal bagi kita muslim.
Bagi saya pribadi, saya masih belum begitu jelas dengan Ahli Kitab itu sendiri. Benar memang yang disebut Ahli Kitab itu orang-orang yang mengikuti ajaran sebelum Al-Quran diturunkan, yakni ajaran yang diturunkan pada Nabi Musa Alaihisalam (Yahudi), dan diturunkan pada Nabi Isa Alaihisalam (Nasrani). Kedua ajaran tersebut yang keduanya datang dari Allah SWT, begitupun dengan Al-Quran yang menyempurnakan keduanya. Namun yang menjadi pertanyaan saya kemudian apakah para ahli kitab itu masih ada dan masih sama sampai sekarang. Para ahli kitab (negara ahli kitab) yang sekarang memang benar mengikuti apa yang Nabi Musa dan Nabi Isa ajarkan?
di jepang, saya bisa dengan mudah kalau nemu makanan yang mengandung bahan hewani sudah bisa dibilang 99% haram, karena ini bukan negara ahli kitab. sedangkan untuk negara-negara yang mayoritas penduduknya memiliki agama bahkan agama ahli kitab seperti nasrani, apakah boleh kita memakan daging yang diproduksi oleh mereka? saya ga bisa jawab juga, karena yang saya bilang tadi, apakah para ahli kitab yang sekarang ada masih mengikuti ajaran yang sama dengan yang dahulu diturunkan? itu yang menjadi keraguan saya.
Terlepas dari siapakah ahli kitab itu, maka saya lebih memilih untuk tidak dipusingkan dengan makanan yang disembelih oleh ahli kitab itu.
kemudian. hal lain lagi yang perlu diperhatikan, adalah proses mematikan hewan yang hendak kita makan. Islam mensyariatkan untuk menyembelih hewan dengan menyebut nama Allah. Juga untuk yang dilakukan oleh para ahli kitab, proses yang dibolehkan adalah dengan menyembelih. Tidak boleh memakan makanan dari hewan yang hewannya mati dengan cara dipukul, ditembak, disuntik, dll.
Ya, seperti itu pemahaman saya.
Lantas bagaimana dengan kata "keterpaksaan" yang disebutkan dalam ayat-ayat diatas? saya juga tidak begitu tahu sejauh mana batas kita hingga kita melakukan sesuatu dengan terpaksa. kalau menurut saya pribadi, selagi masih ada makanan yang sudah jelas kehalalannya, maka belum ada kata terpaksa untuk memakan makanan yang diharamkan. sebenarnya kalau dari yang saya amati sih, bukan terpaksa makan, tapi ketidakmampuan untuk melawan nafsu yang ada di dalam diri kita sendiri.
seperti itu.
Yuk ah mulai hati-hati lagi.
Wallahualambisawab.
11 Agustus 2011
materi
Sangat jelas Allah menguji beliau dengan nikmatnya harta yang sekonyong-konyong dia dapatkan, padahal sebelumnya maut sudah didepan mata. Saya beneran ga bermaksud membuka aib seseorang, namun hal itu bisa menjadi pelajaran buat kita semua yang melihatnya. Materi adalah sebuah ujian duniawi. Saya jadi takut banget. Makanya kita mah cuma bisa berdoa semoga kita selalu berada di jalan yang diridhoi Allah. Harta yang didapat, saya mah selalu ingin harta yang penuh berkah. Dikasih banyak Alhamdulillah. Selalu ingat kalau masih ada yang lebih berharga dari sekedar harta dunia. Selalu ingat kalau maut bisa saja tiba-tiba datang. Memang sebaik-baiknya harta itu dipegang oleh orang yang shaleh. Wallahualam
22 Mei 2011
memilihlah selagi bisa
disini, saya ga bermaksud memberi cap buruk sama institusi negeri yang pada kenyataannya memang memiliki kinerja kurang baik termasuk beberapa pegawainya. namun, satu hal yang saya sadari. gak tau ini bisa dibilang nyambung atau enggak.
ketika saya ada di jepang ini, tentunya makanan adalah hal yang menjadi pusat segala perhatian saya. pada awalnya saya banyak bertoleransi terhadap makanan, asal terucap bismillah (wong yang saya makan bukan daging ayam atau babi) saya langsung lep. kadang saya suka nakal, saya suka makan ketika disuguhi makanan oleh sensei dalam kelas bahasa jepang berupa kue khas jepang. karna saat diberikan sudah dalam keadaan terbuka, maka saya tidak tahu lagi kandungannya apa saja. dulu saya masih makan itu barang. namun makin kesini makin tersadari bahwa produk produk sampingan dari daging-dagingan pun banyak digunakan dalam pembuatan makanan/minuman ringan. ingin memakan mochi, jelas gak ada daging babi, tapi kan kita gak tau tepung yang dipake nya apa, emulsifier nya dari apa (sebagian produk memang menuliskan asal muasal bahan2 yang berasal dari tumbuhan). kalau ada bungkusnya, saya masih bisa baca *sedikit*, tapi kalau enggak?.... pengen makan di restoran anu, memang sih ada menu yang bisa dimakan, tapi kan piring yang digunakan juga digunakan untuk makanan non halal. ya hal-hal semacam itu. ada yang berpikir bahwa kami menyulitkan diri. namun tidak demikian yang kami pikirkan. selama masih ada bahan makanan yang bisa dimasak sendiri, itu lebih baik. selama masih ada nasi dan telur tak ada alasan untuk menyusahkan diri. tinggalkanlah yang ragu2, itu lebih baik bukan.
intinya, semuanya kembali ke sebuah pilihan. disitulah letak ujian diri. se urgent apakah sih sampai kita harus menikmati yang kehalalan nya diragukan?? begitupun pekerjaan, andaikan saya nanti menjadi bagian dari institusi pemerintah, insya Allah kekuatan untuk bisa mendapatkan yang halal akan saya jaga. semoga saya selalu diingatkan. atau lebih baik ya memang punya usaha sendiri. bersyukurlah karna saya masih diberi ilmu dan kesempatan untuk memilih.

O mankind, eat from whatever is on earth [that is] lawful and good and do not follow the footsteps of Satan. Indeed, he is to you a clear enemy. (QS. 2:168)
20 Mei 2011
pemimpin
membaca sebuah artikel tentang 8 Keteladanan dalam Diri Rasulullah
..............................
Padahal kalau kita berkaca kepada krisis yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW pada masanya, justru dengan mudah beliau menyelesaikannya, nyaris penyelesaiannya tanpa kekerasan dan pemaksaan, justru hanya dengan penerapan akhlakul karimah sebagai andalannya. Strategi yang dilakukan oleh Rasulullah, sesuai dengan sabdanya 'Ibda' Binafsik yang artinya "Mulailah dari diri anda".
Jika dilihat makna Ibda' binafsik secara terminologi sosial, maka kata 'diri' (anfus, nafs), mengingatkan kita pada 'individu'. (bahwa), "perubahan struktural tak akan pernah terjadi tanpa didahului perubahan kultural, dan perubahan kultural tak akan pernah terjadi tanpa perubahan inidividual," sehingga dapat dikatakan perubahan individual itu adalah induk dari segalanya.
Melihat akan keberhasilan Nabi Muhammad SAW dalam mengatasi krisis Multi dimensial, sudah saatnya kita menteladaninya karena beliau adalah contoh teladan terbaik dan tipologi ideal paling prima. Hal ini digambarkan oleh al-Quran surat Al-Ahzab, 33: 21 yang berbunyi:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
"Sesunggunya pada diri Rasulullah saw. terdapat contoh tauladan bagi mereka yang menggantungkan harapannya kepada Allah dan Hari Akhirat serta banyak berzikir kepada Allah."
Strategi Ibda' Binafsik ( memulai dari sendiri ) yang dilakukan oleh Rasulullah, didukung oleh beberapa faktor penting:
Pertama, kualitas moral-personal yang prima, yang dapat disederhanakan menjadi empat sebagai sifat wajib bagi Rasul, yakni:
siddiq, amanah, tabligh, dan fahtanah: jujur, dapat dipercaya, menyampaikan apa adanya, dan cerdas. Keempat sifat ini membentuk dasar keyakinan umat Islam tentang kepribadian Rasul saw.
Kehidupan Muhammad sejak awal hingga akhir memang senantiasa dihiasi oleh sifat-sifat mulia ini. Bahkan sebelum diangkat menjadi Rasul, ia telah memperoleh gelar al-Amin (yang sangat dipercaya) dari masyarakat pagan Makkah.
Kedua, Integritas. Integritas juga menjadi bagian penting dari kepribadian Rasul Saw. yang telah membuatnya berhasil dalam mencapai tujuan risalahnya. Integritas personalnya sedemikian kuat sehingga tak ada yang bisa mengalihkannya dari apapun yang menjadi tujuannya.
Ketiga, kesamaan di depan hukum. Prinsip kesetaraan di depan hukum merupakan salah satu dasar terpenting
Keempat, Penerapan pola hubungan egaliter dan akrab. Salah satu fakta menarik tentang nilai-nilai manajerial kepemimpinan Rasul saw. adalah penggunaan konsep sahabat (bukan murid, staff, pembantu, anak buah, anggota, rakyat, atau hamba) untuk menggambarkan pola hubungan antara beliau sebagai pemimpin dengan orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya. Sahabat dengan jelas mengandung makna kedekatan dan keakraban serta kesetaraan.
Kelima, kecakapan membaca kondisi dan merancang strategi. Keberhasilan Muhammad saw. sebagai seorang pemimpin tak lepas dari kecakapannya membaca situasi dan kondisi yang dihadapinya, serta merancang strategi yang sesuai untuk diterapkan. Model dakwah rahasia yang diterapkan selama periode Makkah kemudian dirubah menjadi model terbuka setelah di Madinah, mengikuti keadaan lapangan. Keberhasilan Rasul saw. dan para sahabatnya dalam perang Badr jelas-jelas berkaitan dengan penerapan sebuah strategi yang jitu.
Keenam, tidak mengambil kesempatan dari kedudukan. Rasul Saw. wafat tanpa meninggalkan warisan material. Sebuah riwayat malah menyatakan bahwa beliau berdoa untuk mati dan berbangkit di akhirat bersama dengan orang-orang miskin. Jabatan sebagai pemimpin bukanlah sebuah mesin untuk memperkaya diri. Sikap inilah yang membuat para sahabat rela memberikan semuanya untuk perjuangan tanpa perduli dengan kekayaannya, sebab mereka tidak pernah melihat Rasul saw. mencoba memperkaya diri.
Kesederhanaan menjadi trade mark kepemimpinan Rasul saw. yang mengingatkan kita pada sebuah kisah tentang Umar ibn al-Khattab. Seseorang dari Mesir datang ke Madinah ingin bertemu dan mengadukan persoalan kepada khalifah Umar ra. Orang tersebut benar-benar terkejut ketika menjumpai sang khalifah duduk dengan santai di bawah sebatang kurma.
Ketujuh, visioner futuristic. Sejumlah hadits menunjukkan bahwa Rasul SAW. adalah seorang pemimpin yang visioner, berfikir demi masa depan (sustainable). Meski tidak mungkin merumuskan alur argumentasi yang digunakan olehnya, tetapi banyak hadits Rasul saw. yang dimulai dengan kata "akan datang suatu masa", lalu diikuti sebuah deskripsi berkenaan dengan persoalan tertentu. Kini, setelah sekian abad berlalu, banyak dari deskripsi hadits tersebut yang telah mulai terlihat dalam realitas nyata.
Kedelapan, menjadi prototipe bagi seluruh prinsip dan ajarannya. Pribadi Rasul Saw. benar-benar mengandung cita-cita dan sekaligus proses panjang upaya pencapaian cita-cita tersebut. Beliau adalah personifikasi dari misinya. Terkadang kita lupa bahwa kegagalan sangat mudah terjadi manakala kehidupan seorang pemimpin tidak mencerminkan cita-cita yang diikrarkannya. Sebagaimana sudah disebut di atas, Rasul saw. selalu menjadi contoh bagi apa pun yang ia anjurkan kepada orang-orang di sekitarnya.
Selaku umat Islam, merupakan kewajiban bagi kita untuk mengikuti, mencontoh dan menteladani semua perilaku terpuji rasulullah yang lebih dikenal dengan istilah akhlakul karimah. Akhlakul karimah tersebut dapat kita temui dalam berbagai literatur baik berupa sirah nabawiyah, riwayat-riwayat sahabat beliau, maupun firman Allah yang termaktub dalam Al-Qur'an yang Rasullau selalu memulainya dari diri belia sendiri.
Sebagai Orang tua ketika menyuruh anaknya untuk tidak merokok atau mengkonsumsi narkoba maka seharusnya kita memulai diri berkomitmen untuk tidak melakukan hal yang sama (merokok dan mengkonsumsi narkoba). Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Asshaf : 2.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?" (QS 61 :2)
17 April 2011
berkicau cit cuit
menurut saya, kenapa tidak, organisasi organisasi keagamaan tersebut lebih menekankan ke dakwah umat, menekankan mana yang baik dan tidak baik sesuai dalil yang dipunyai dan logika. membuat semua orang yang mengaku beragama sama bisa satu suara dalam memandang suatu hal tentunya dengan kerangka berpikir yang benar, yakni aturan agama itu. menyederhanakan cara berpikir para alim agama untuk kemudian dapat diterima masyarakat adalah hal yang lebih baik. dari pada meneriakkan ketidak setujuan pada pihak berwenang yang mungkin akan menghasilkan kesimpulan yang tidak memuaskan bahkan menimbulkan pandangan nagetif terhadap agama yang dibawa dan organisasi itu sendiri. buktinya, di bawah artikel tentang berita itu, tak sedikit komen komen negatif datang dari orang yang mungkin seagama dengan organisasi tersebut, pertanyaannya kenapa mereka bisa sangat mudahnya menghina organisasi itu?
mungkin organisasi agama yang isinya para alim, lupa bahwa masih ada umatnya yang seharusnya diberikan banyak pendidikan. tidak hanya mengeluarkan statement untuk hal-hal yang sifatnya halal dan haram saja, tidak dengan melakukan aksi protes terhadap sesuatu pada pihak berwenang, tapi cara pendekatan agar kata halal/haram bisa benar-benar diikuti oleh umat dari agama itu adalah poin utama dari sebuah dakwah.
30 Januari 2011
memberi makanan haram pada non muslim, bolehkah?
bukan bukan, kali ini ga kan cerita tentang saya bikin makanan. tapi saya teringat sesuatu yang terjadi kemarin dan ingin menuliskannya. jadi pas saya lagi nunggu racikan kue, saya melihat di keranjang sampah ada makanan yang sepertinya tidak bisa dimakan oleh kita kaum muslim. saya spontan bertanya dong ke teh dewi.
s : teh, kok dibuang?
td : iya mengandung shoyu soalnya (shoyu sejenis kecap jepang yang kadang2 mengandung alkohol)
s : ooohhh,,,kok dibuang? kalo saya salah beli makanan atau dikasih makanan yang ternyata gak bisa dimakan saya kasih lagi ke temen yang non muslim..
td : nahhh itu dia ndahh,,,saya juga dulu gitu,,,tapi ternyata hal kaya gitu tidak diperbolehkan kecuali kita ngasih nya sama burung...
saya berpikir sejenak,,,memang saya tidak diberitahukan dalilnya secara jelas, dan saya juga sulit mencari dalill tentang hal tersebut. tapi kalo dipikir2 memang bener juga sih. ketika kita sebagai muslim mengetahui ada makanan yang mengandung bahan haram, seharusnya kita tidak memberikannya pada non-muslim, karena tindakan seperti itu bisa dibilang "membenarkan" memakan makanan haram. memilih makanan yang halal dan baik untuk masuk dalam perut kita adalah suatu perintah dari Allah SWT, dan kewajiban kita menjaga diri kita lewat makanan. menjaga orang lain dan memberitahu/memperingati orang lain mengenai makanan2 apa saja yang halal/haram juga tugas kita sebagai muslim.
Wallahualam
nb: kalo ada yang salah mohon dikoreksi. jika ada yang pernah denger tentang apa yang saya tulis mohon dibagi, termasuk dalilnya.
17 November 2010
makna berkurban
Apa makna kurban untuk saya?
Mungkin baru sekarang saya mulai memaknai hari raya kurban. Mengingat waktu kecil dulu, tiap sore saya mampir ke tempat penitipan hewan kurban, dan hampir tiap sore juga ketika pulang ke rumah saya selalu ditanya “ga nginep di kandang sekalian?”, dan setelah salat ied pun hal yang saya lakukan adalah berlari ke masjid untuk melihat pemotongan hewan kurban. Setelah sedikit gede, sempet pula jadi panitia. Tahun lalu pertama kali saya shalat ied jauh dari orang tua, bahkan bukan makna hari raya nya yang bikin saya nangis, tapi lebih karena saya kangen sama keluarga disini. Tapi kemarin malem, hari ini, dan insya Allah sampai tahun2 depan, saya mulai sadar bahwa inti dari hari raya ini adalah bentuk kecintaan kita pada Allah SWT. Teringat kisah Nabi Ibrahin As yang mendapatkan mimpi dari Allah untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail As. Demi menuruti perintah Allah SWT, beliau rela untuk menyembelih anaknya sendiri. Ismail pun ikhlas untuk perintah Allah itu. Saya sempet ngebayangin, gimana klo tiba2 ibu saya dateng bawa golok dan ia bilang kalo ia dapat mimpi untuk membunuh saya? Astagfirullah, bisa saja mimpi itu datang dari setan. Jika mimpi itu datang dari setan saya pun pasti menolaknya, tapi jika mimpi itu benar dari Allah apakah saya akan sanggup menjadi Ismail yang begitu ikhlas? Subhanallah. Di jaman sekarang, materi yang kita kumpulkan itu tidaklah seberapa dengan kenikmatan yang telah Allah kasih, berniat menyisihkan rezeki yang kita dapat untuk berkurban adalah suatu keindahan yang hanya Allah mampu membalasnya. Dengan niat tulus, dan benar2 karena Allah SWT kita berkurban, insya Allah, kita pun bisa menjadi Ismail Ismail di akhir jaman ini.
Selamat Hari Raya Idul Adha
10 Dzulhijah 1431 H
11 September 2010
lebaran
26 Agustus 2010
ini bukan hak saya
ketika malam, saya tanya apakah sudah di print atau belu, dan dia jawab sudah. tetapi malam itu, ternyata ada kesalahan pada tulisan2 yang saya bikin, dan saya minta aa buat nge print in lagi. tapi saat itu dia sedikit keberatan, tidak sepeerti biasanya. ternyata dia baru saja membaca sebuah artikel dari milis yang ia ikuti, dan artikel tersebut berkisah tentang Umar bin Abdul Aziz. ada apakah dengan beliau?
beliau adalah salah satu pemimpin umat islam setelah jaman ke khalifah an 4 sahabat nabi, dimana saat umat islam tidak dipimpin lagi oleh 4 sahabat nabi, kekacauan mulai terjadi dan berlangsung berpuluh tahun lamanya. hingga akhirnya tokoh Umar bin Abdul Azis ini muncul. beliau merupakan turunan dari Umar bin Khatab, dia dibesarkan dalam lingkungan berkecukupan bahkan bisa dibilang kaya. singkat cerita, ketika krisis kepemimpinan saat itu, maka ia terpilih menjadi pemimpin kaum Bani Umayyah. berasal dari keuarga berada, dan menjadi pemimpin, membuat ia sangat ketakutan akan neraka. akhirnya ia meninggalkan semua hartanya, hidup sederhana, dan mulai mengelola negara yang saat itu carut marut. korupsi dimana2, akhlak pagawai yang kurang cakap pun menjadi ladang yang harus dibasmi olehnya. ia takut sekali akan sesuatu yang bukan haknya tetapi ia pergunakan (disinilah intinya). ia meminta isteri dan anak2nya untuk tidak menuntut kemewahan darinya, berusaha hidup dalam kesederhanaan.
saya juga belum bisa cerita panjang2, intinya seperti itu. hak orang lain. jadi dalam kasus saya kenapa si aa menjadi sedikit berat karena pada kondisi saat itu, ngeprint kebutuhan saya bukanlah wewenang dia (baca: aa), dia ga berhak menggunakan komputer dan printer untuk kepentingan diluar dia dan akademis. hal semacam itulah yang kadang luput dari kehidupan sehari2 kita. contohnya, meminjam sendal jepit punya orang ketika kita sedang terburu2 harus keluar sejenak tanpa seizin pemilik sendal. atau tukang parkir yang pura2 ga liat ketika kita nagih kembalian, dll.
memang saya merindukan pemimpin seperti Umar bin Abdul Azis, tapi sebagai rakyat pun sudah sepatutnya saya harus berhati-hati lagi. bukankah setiap manusia adalah pemimpin??
16 Agustus 2010
link hadits
bisa dilihat di TKP langsung
