Ga kaya cuaca bandung kemaren2, hari ini tampaknya cuaca pun mendukung acara ini (mudah2an acaranya penuh berkah), terik sekali. Dan sudah bisa dipastikan kalo sepanjang jalan dago macet semi total (gada pasar seni ajah macet, apalagi ada). Hari ini saya ditemani oleh Dinar, teman sma, sekaligus teman satu kampus. Kebetulan ia mampir ke bandung (dari Surabaya tempat dia kerja sekarang) untuk pasar seni ini. Dari rencana awal menjadikan momen pasar seni untuk bertemu teman2 sma, eh teman2 yang lain malah mendadak harus pergi keluar kota, alhasil kami berdua saja mengitari padang ganesa. Bertemu teman kuliah, adik dan kaka kelas, tapi hanya sekedar say hai dan basa basi dikit, karena tiap berpapasan kami pun keburu terpisahkan oleh arus manusia yang alirannya tak menentu. Karna tak kuat akibat kepadatan dan kepanasan yang terjadi, saya dan dinar pun memutuskan pulang saja dengan melewatkan satu wilayah di bagian barat yang belum terjamah. Saya tidak membeli barang seni satupun,,hahahahhahaha,,,sense of art dan hasrat belanja pun memang rendah, tapi saya beli satu buku karangan pidi baiq (the panasdalam) karena penasaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar