30 November 2009
Indahnya...
29 November 2009
menikmati musik jazz

ya...pertama kali saya liat pentas jazz langsung waktu dateng ke kampus festivalnya TUFS (Tokyo University of Foreign Study). Waktu itu ada band jazz yang tampil di depan panggung, entah kenapa saya sangat terpesona nontonnya, sama suara saksofon yang dimainin solo, sama bas betot yang mendebarkan jantung, so relax...dan setelah selesai nonton band jazz dari panggung, saya sama ririd gak sengaja masuk ke sebuah ruangan yang kami pikir didalamnya itu ada tarian balet, ternyata sebuah klub jazz sedang beraksi. Dan di dalam ruangan kecil, mereka memainkan jazz. Remang remang cahaya di dalem ruangan bikin saya makin menikmati musik yang mereka mainin, suara piano, bas, drum, saksofon, dan terompet...saya menikmati mereka yang sedang menikmati bermain alat musik. It was nice
13 November 2009
Dance With My Father
Back when I was a child,
Before life removed all the innocence,
My father would lift me high,
And dance with my mother and me and then,
Spin me around 'till I fell, fell alseep,
And up the stairs he would carry me.
And I knew for sure, I was loved.
If I could get another chance, another walk, another dance with him,
I'd play a song the would never, ever end,
How I'd love, love, love, to dance with my father, again.
Oooooh.
When I and my mother would disagree,
To get my way i would run from her to him,
He'd make me laugh just to comfort me,
Oooooh, and finally make me do just what my mother said,
Lat ethat night when I fell alseep,
He left a dollar under my sheet,
Never dreamed that he, would be gone from me,
No.
If I could steal, one final glance, one final step, one final dance with him,
I'd play a song that would never, ever end.
'Cause I'd love, love, love, to dance with my father, again.
Again.
by : Celine Dion
sop buah
11 November 2009
rabu yang basah
08 November 2009
kampus festival
One Day in Your Life
One day in your lifeyou'll remember a place
Someone's touching your face
You'll come back and you'll look around you
One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...
One day in your life
When you find that you're always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I'll be there
(Oh-oh-oh-oh-oh...)
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...
One day in your life
When you find that you're always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I'll be there
(Ohh...)
02 November 2009
Keringanan shalat? Hak ataukah Hadiah??
ntah kenapa, ada rasa ga enak kalo saya sedang menjama qasar salat di jepang ini. Bukan karena hukumnya yang tidak memperbolehkan, cuma kadang kalo kita sedang bersama orang yang tidak sepaham dengan apa yang kita yakini (walaupun beliau masih muslim) rasanya itu ada yang mengganjal.
seperti yang saya yakini, Allah itu memberikan keringanan solat pada umatnya yang sedang berada dalam perjalanan. berikut yang saya dapat dari sebuah buku:
"Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, tidaklah mengapa kamu ,mengqashar shalat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu" (Q.S An-Nisaa`[4]:101)
berdasarkan ayat diatas, diketahui bahwa menqashar shalat itu khawatir akan penganiyaan orang2 kafir. Namun kemudian, Rasul menetapkan kebolehan qashar meskipun tidak ada kekhawatiran adanya penganiayaan saat perjalanan. Qashar artinya meringkas shalat. Kita dianjurkan mengqashar shalat pada waktu berpergian (Q.S An-Nisaa`[4]:101). Abu Ya`la r.a bertanya kepada Umar bin Khattab r.a "Mengapa mengqashar shalat padahal kita sudah aman?` Umar menjawab `Aku pernah bertanya sperti ini kepada Nabi SAW, lalu beliau menjawab, `Shalat qashar adalah sedekah yang Allah berikan kepada kamu, maka terimalah sedekah Nya`"(H.R. Muslim). Keterangan ini menegaskan bahwa shalat qashar merupakan keringanan dari Allah dan kita dianjurkan untuk menerima dan mengamalkannya. Orang yang safar (dalam perjalanan) diberi keringanan untuk meringkas shalat, sekalipun dalam situasi aman dan memiliki banyak keleluasaan waktu. Dalam perjalanan Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melakukan qashar, sekalipun situasi aman dan mereka memiliki waktu yang leluasa. "Aku pernah menyertai safar Rasulullah Saw, ternyata beliau shalat dua rakaat (qashar) ketika safar. Hal ini dilakukan pula oleh Abu Bakar, Umar, dan Ustman." (H.R Muttafaq`alaih dari Ibnu Umar r.a)
Imam Malik menyebutkan bahwa shalat qashar itu sunnah muakkadah (sunnah yang harus diprioritaskan), Imam Syafi`i dan Hambali menilai sebagai rukhsah (sebaiknya dilakukan atau dikerjakan), sedangkan Imam Hanafi menilainya sebagai `azimah (harus dilakukan). Jadi semua pakar menilai bahwa shalat dalam perjalanan sebaiknya qashar (diringkas).
dan bagaimana mengenai jarak dan lamanya safar?
mengenai jarak diperbolehkannya melakukan shalat qashar, para ahli berselisih pendapat; ada yang mengatakan 5 km, 70 km, dan 87 km. Perbedaan pendapat ini cukup logis karena masalah safar (berpergian) tidak bisa diukur hanya dengan jarak, tetapi juga oerlu memperhatikan faktor sarana transportasi, kebiasaan orang yang bersafar, medan perjalanan, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, Ibn Qudamah berpendapat bahwa ayat yang berbunyi "Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu...."(Q.S An-Nisaa`[4]:101) tidak membatasi safar dengan jarak; yang penting, selama kita berniat dan merasa safar diperbolehkan mengqashar shalat. Menurut penulis, inilah pendapat yang dapat dipegang. Yang penting kita berniat dan merasa safar, maka dalam kondisi ini kita dapat mengqashar shalat sekalipun hanya berpergian dalam jarak 5 km. Namun, kita tidak perlu mengqashar shalat kalau kita merasa safar, sekalipun perjalanannya 70 km.
sementara untuk batasan waktu yang diperbolehkan untuk qashar, Imam Maliki dan Hambali berpendapat bahwa qashar ditentukan oleh niatnya. Artinya walapun berbulan-bulan tinggal d suatu tempat, dia boleh mengqashar shalat. Menurut suatu riwayat, Ibn Umar pernah mengqashar shalat selama enam bulan ketika berada di Azarbaijan. Menurut Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi, Rasulullah Saw mengqashar shalat selam 18 hari ketika fath makkah (penaklukan kota Makkah). keterengan tersebut, menunjukkn bahwa masalah berapa lama kita boleh mengqashar shalat ditentukan oleh niat safar. Artinya, kalau kita masih berniat dan merasa safar, shalat qashar masih diperbolehkan. Perhatikan surat An-Nisaa`[4]:101;disana tidak diberikan batasan waktu seseorang bisa mengqashar salatnya.
(sumber: Sudah Benarkah Shalatku? AAm Amirudin,M.Si)
ya seperti yang saya dapatkan dalam buku. pernah suatu waktu ketika saya akan menjama qashar solat saya (ketika itu saya sedang bepergian dekat dari tempat sementara sya tinggal), dan tiba2 teman saya berkata tentang sebaiknya kita tidak menjama qashar shalat kita dengan alasan selain kita punya waktu luang, kita tinggal di sini (jepang) untuk waktu yang lama (bagi saya cuma setahun), dan teman saya berkata: "masa iya kita tidak menyempatkan solat barang 5 menit sajah, lagian konteksnya menjama qashar solat pada jaman dahulu kan dalam keadaan tidak aman, dan sarana transportasi yang terbatas,,nah kalau kita disini kan kita tidak memiliki hambatan sperti itu, kalau saya sih merasanya seolah olah menjadikan mengqashar shalat sebagai sesuatu yang kita berhak dapet", saat itu saya berusaha menjelaskan apa yang saya yakini tentang menjama qashar shalat, ini adalah hadiah dari Allah, haruskah kita menolak?. Tetapi saat itu saya tidak jadi mengqashar shalat saya, hanya untuk menghormati teman saya itu. Bagi saya, ketika saya bertolak dari Indonesia ke Jepang, saya berniat safar, Jepang bukan tempat saya, walaupun saya setahun disini saya merasa ini bukan `rumah` saya.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, maaf saya akan jalani apa yang saya yakini benar.










