24 November 2014

Refleksi musim gugur

Setiap akhir adalah adalah setiap awal
Setiap awal adalah masa sulit untuk bisa beradaptasi dan bertahan
Hingga akan ada akhir lagi yang indah

Saya mah selalu suka musim gugur, musim daun daun berubah jadi kuning, oranye, atau merah.
Menentramkan hati, menghangatkan mata.
Ada pengorbanan dan semangat mempertahankan diri dari sebatang pohon untuk ditiru.
Melepas daun daun dengan sukarela untuk sedikit tampil botak yang mungkin tidak cantik lagi dilihat, tapi dalam siklusnya dia kembali bersiap untuk kembali menjadi cantik dan segar saat tiba waktunya.

Sama saja seperti menjalankan hidup tho? 











19 November 2014

Bahagia yang menular

Bahagia yang menular itu ya, datengnya bisa dari mana aja. Dari senyuman orang lewat, dari ucapan terimakasih dari orang yang ga disangka-sangka, atau bahagia karna ada temen yang baagi bagi undangan nikah. 

Barakallah untuk, 
Ririd dan calonnya
Temen tidur dua malam di kasur sempit dan dingin pula
Temen kukulintingan ke taman atau tempat gahul d Jepang
Temen yang aneh, asik, asoy, solehah, tegas, cerdas, berani
Temen yang klop walau pertemuan kita cuman sebentar-sebentar

Barakallah untuk, 
Ditmen dan calonnya
Teteh Kharisma (unit di Masjid Salman) yang benar-benar kharismatik
Temen galak sama siapapun yang heurey sama dia
Yang suka tidur di kelas
Yang kalem tapi bohong
Yang terlihat pintar tapi emang iyah
Temen berbagi dorama rileks
Yang tegar, selalu positif, dan banyak mikir daripada ngomong

Sungguh andaikan benar pintu doraemon itu ada, saya bakal buka pintu ke Bandung atau ke Jogja. Sayang, adanya pintu oshire yang penuh sama tumpukan baju didalemnya. 

Doa saya, semoga kalian, dengan pasangan masing-masing akan menjadi keluarga yang selalu dapat berkah dari ALLAH SWT, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Apapun yang ada dihadapi setelah menikah, yakinlah selain ada pasangan akan ada Allah SWT yang selalu bersama. 


12 November 2014

Ikutan grup sesuatu itu...

Demi untuk meningkatkan semangat produtivitas, maka sejak tiga mingguan lalu saya gabung sama grup craft yang ada di medsos bukumuka. Ternyata oh ternyata, setelah memata-matai halaman para member, saya menemukan orang Indonesia yang begitu hebat. Kreatif. Saya bilang orang Indonesia lebih hebat hebat dan kreatif, kenapa? 

Pertama, karena bahan baku craft yang bagus banyaknya barang import dan harganya mahal. Orang Indonesia memanfaatkan relasi yg ada di luar negeri jadi pemasok barang lalu  membuat toko online dan menjadi sumber penghasilan tambahan. 

Kedua, karena kebanyakan kain import itu agak mahal, maka saat membuat barang, para crafter menggunakan bahan dengan jumlah minimalis lalu dikombinasikan dengan bahan lokal yang murah. Jadinya, variasi bahan dalam satu model barang sangat banyak dan membuat si barang lebih catchy.

Ketiga, memanfaatkan barang barang yang mudah ditemukan di Indonesia untuk jadi barang yang punya nilai manfaat sama dengan barang-barang impor. Contohnya, kalau di Jepang, cetakan cetakan untuk bikin bros bunga, atau cetakan untuk bikin patchwork, lengkap ada. Sedang di Indonesia, alas gelas atau kardus bekas bisa jadi cetakan yang kaya dibuat pabrik, hehehe. Mangtaff lah. 

Keempat, banyak buku panduan craft yang asalnya dari negara maju macem Korea, Jepang, Amerika. Lalu orang Indonesia, dengan keterbatasan finansial dan keingan kuat memanfaatkan media sosialnya untuk belajar otodidak. Hasilnya ga tanggung-tanggunh, pada jadi jago. 

Lalu ya, setelah mengakui bahwa crafter Indonesia juga hebat, saya jadi minder terus pengen gali tanah buat cari jati diri (lagi). Yosh, ganbaru wa!