19 September 2011

nano block covered agenda

just love the idea..
agenda dengan cover nano block. bisa dicopot dan dibentuk sesuai dengan ganbar/tulisan yang dipengen. padahal belum akhir tahun atau awal tahun tapi sudah beli yang baru, hahahaha..anggap saja sudah dekat dengan akhir tahun ya.

baso


kenapa wanita lebih tergila-gila terhadap baso dibanding laki-laki?
niat pula bikinnya. memang ga senikmat sama bikinan emang-emang, tapi bisa dijamin lebih sehat. yeyyyyyy

12 September 2011

telepon pertama

suatu siang di bulan Juli, atau Agustus 2002, lupa harinya hari apa..
tlilililit tlilililit (bunyi telepon ceritanya - bukan kriiiing kriiiiing)
I : "halo"
R : "Halo,,Bisa bicara dengan Ind*h?"
I : " dari siapa ini?"
R : " Dari R**gga"
I : "iya ini Ind*h, R**gga? ada apa ya?"
R : "Iya mau tanya, kalau jadwal latihan kapan ya?"
(ceritanya nanya jadwal latihan softball)
I : "Gatau ya kapan, belum ada pengumumannya lagi"
(dalam hati -- idih kan dia ketuanya, aneh banget nanya2 segala!)
R : "Oh, belum ada ya,,yaudah atuh. Assalamualaikum"
I : " Walaikumsalam"
klik,,tut tut tut tut
Dik Ind*h pun terbengong karena telah mendapat telepon dari seorang senior di sekolah yang baru 3 mingguan dia masuki. heran heran heran. basa basi paling basi. hahahaha

09 September 2011

ambisi

Ambisi menurut KBBI :

am·bi·si n keinginan (hasrat, nafsu) yg besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (spt pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu: ia mempunyai -- untuk menjadi duta besar; pengabdiannya penuh dedikasi, tanpa -- pribadi;

tapi kok bau-bau nya pengertian negatif ya? Mungkin karna arti dalam kurungnya itu nafsu ya.

Sebenernya hanya perasaan dik indah saja yang mengatakan bahwa ambisi itu lebih condong ke arah negatif. Padahal kan pengertian secara utuhnya itu jelas bertujuan positif.

Kata Ambisi ini tiba-tiba ngetok pikiran saya, tiba-tiba melesat di pikiran saya ketika saya sedang diam diantara orang2 yang sedang berbicara mengenai masa depan, kerjaan, keluarga, pendidikan anak, biaya hidup, dll. Ibarat lagi nunggu mau nyebrang di pinggir zabra cross ketika lampu di jalan sedang hijau, saya ngelamun dan tiba2 ada mobil yang melesat dengan kencang dan membuat kerudung saya tersibak angin, begitulah kata ambisi itu muncul. Membangunkan saya dari sebuah ketidaksadaran(?).

Mendengar rekan2 berkisah tentang kalau kerja mesti begini, uang yang didapat minimal segini, karena anak2 kan butuh fasilitas yang begini yang begitu, biar kualitas tetap terjaga maka harus disokong dari sana sini. Belum lagi untuk biaya hidup sehari-hari, inflasi kian meninggi, deelel..huwaaaaa..

sedangkan dalam otak saya hanya berpikir agar hidup tenang, damai, nyaman, sentosa, bahagia lahir batin, tentunya dengan melakukan kegiatan2 (atau kerjaan?) yang sudah saya impikan.Tanpa (atau belum) memikirkan hal-hal sampingan yang pada akhirnya untuk itulah kenapa saya harus bekerja (baca: berkegiatan). Saya kemudian jadi bertanya, apa saya kurang berambisi? Apa saya kurang berambisi? Apa salah ga punya ambisi? Tanya saya sekali lagi pada diri ini. Hal yang sama juga saya tanyakan pada si pacar. Jawabannya, “Engga harus kok. Jangan terlalu berambisi juga. Rencana memang harus ada, sudah mesti dipikirkan apa saja yang akan dijalani kedepan. Tapi jangan terlalu keras juga. Semuanya mesti dikondisikan dengan lingkungan sekitar. Dengan kemampuan finansial yang dipunya, dengan kemampuan fisik yang dimiliki, dengan standar hidup orang kebanyakan, dengan segala fasilitas yang ada di tempat kita menginjakkan kaki ini”. Wuhuuuyyyyy cukup menenangkan, tentunya tidak hanya dengan kalimat2 pendek itu aja, perbincangan terus dilanjutkan selama berjam-jam (yang bikin saya heuay wae).

Biarlah hati tetap meminta dan berdoa. Otak serta bekerja, raga yang bertindak. Tangan ini akan tetap memegang mimpi, tidak terlalu kuat juga tidak terlalu lemah.


07 September 2011

decorated soap

Sabun yang didekor sedemikian rupa oleh para sensei dan saya juga ikutan tentunya. Buat bazar di musim dingin nanti. kreatif kreatif. *foto pake hape, jadi we jelek*

06 September 2011

Hubungan antar manusia dan Tuhan memang bisa diselesaikan tanpa ada kata yang harus diucapkan, urusannya hanya dengan hati dan perbuatan setelahnya. Namun untuk urusan antara manusia dan manusia, tak ada jalan lagi selain dengan komunikasi. Dengan bicara, tulisan, gerak tubuh, yang jelas jika ada peristiwa yang melibatkan dua orang manusia, peristiwa tersebut tidak akan ajaib terselesaikan hanya dengan asumsi-asumsi, ucapan dalam hati, dan sejenisnya. Sekaku apapun hubungan dua orang, namun ketika ada hal yang tidak sesuai, alangkah bijaknya jika diselesaikan dengan komunikasi, bicarakan baik-baik, dicari ketidaksesuaian dimana, dicari solusinya, disesuaikan dengan kondisi yang ada. Dan saat berhadapan, maka buang jauh-jauh semua asumsi yang ada di dalam pikiran, lapangkan hati selapang-lapangnya. Yang paling sulit mungkin berani memulainya. Untuk semua hal yang dilakukan, bagian tersulit memang memulainya. Apalagi ini berhubungan dengan hati dan kehidupan seseorang. Jantung rasanya mau copot duluan. Namun semua itu harus dihadapi harus dilawan. Apakah bisa seseorang dikatakan baik di hadapan Tuhannya, jika dihadapan sesamanya saja dia tidak berperilaku atau dianggap baik? Minimal jika kita dianggap tidak baik, bisa dicari tau dulu asal muasal kenapa seseorang bisa berpikir seperti itu terhadap diri kita. Mencari feed back atas apa yang kita lakukan kan tujuannya untuk mengontrol diri kita juga. Namun jika memang tidak ada yang salah dari tindakan kita (sesuai dengan aturan agama dan norma2 sosial) juga tidak ada yang dirugikan atasnya, yang bisa kita lakukan adalah berdoa memohon perlindunganNya agar terhindar dari fitnah dan memohon agar aib kita ini ditutupi. Semoga kita semua tidak termasuk yang seperti itu ya.

Yosh! Tak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan dan perubahan!

apa yang saya tulis disini adalah apa yang menurut saya benar, jadi silahkan kalo berbeda pikiran. dan saya juga bukan orang yang sempurna dan udah bener-bener melakukan hal diatas itu.

Semoga Allah senantiasa bersama-sama dengan kita semua. Aamiin.

05 September 2011

kartu balasan

sudah seminggu lalu menerimanya. datangnya dari Kobe, dari Firda. ternyata kartu yang saya kirim berbalas (tidak mengharap balasan juga sih). Arigatou! ^_^


oiya sebetulnya sehabis saya kirim kartu dan sebelum lebaran, saya kan sempet mampir ke tempat Firda di Kobe. Alhamdulillah masih bisa menyambung ukhuwah islamiyah (kata teh risma kan silaturahim hanya untuk kerabat). kami juga sempet foto bareng! hihihihihi

Nia, Firda, dan saya