Tanggal 10 Oktober ternyata adalah hari libur. Pas dilihat hari itu adalah hari olah raga (ditulisnya sih 体育の日). Sampai-sampai olahraga pun termasuk hari libur nasional, saking pengen liburnya ya?! Olahraga memang sangat melekat sama orang-orang Jepang. Selain asupan makan mereka yang bergizi, mereka juga menyeimbangkan dengan olahraga. Hal tersebut sudah dibiasakan dari kecil, hingga ketika dewasa, olahraga bukan sesuatu yang berat dilakukan. Salah satu budaya di Jepang adalah adanya undokai (運動会), atau bisa disebut juga festival olahraga. Undokai ini memang tidak dilaksanakan di bulan Oktober saja, namun mayoritas pelaksanaan memang di bulan sepuluh. Sepertinya memang disengaja karena hari olahraga jatuh di bulan Oktober, ditambah cuaca di bulan Oktober yang menyejukan. Langit bersih, angin bertiup tidak terlalu dingin, sinar matahari yang terang adalah kombinasi yang pas buat olahraga.
Kembali ke undokai. Undokai sendiri biasanya dilaksanakan oleh sekolah-sekolah, dari tingkat TK maupun Universitas, bahkan sepertinya di perusahaan-perusahaan pun ada hanya saja saya tidak tahu. hehehehe.
Apa sih yang dilakukan di undokai? tahun ini adalah pengalaman pertama saya melihat undokai sebuah SD secara langsung, dari awal sampai akhir. Sebelumnya saya hanya tahu dari cerita orang2 dan foto saja. Aa yang sudah pernah melihat undokai di SD yang sama tahun lalu, mewanti-wanti saya untuk tidak luput menyaksikan undokai, tentunya dengan peringatan "jangan lupa bawa kamera!". Saya kan makin penasaran tentang apa yang dilakukan anak2 SD itu di undokai.
ini loh SD nya..Pada hari Sabtu lalu, tanggal 1 Oktober, putra2nya Teh Dewi, Azis dan Eka yang masing-masing duduk di kelas 2 dan 3, melaksanakan undokai disekolahnya. Saya pun dengan senang hati menonton mereka. Pagi2 sekitar jam 8.20 saya sudah sampai di sekolah mereka. Saat itu sedang dilakukan prosesi upacara pembukaan. Anak-anak yang dibagi menjadi 4 grup besar masuk kedalam lapangan dan berbaris berdiri di tempat yang sudah diatur sambil diiringi musik dari kelompok marching band yang ada di depan lapangan. Setiap kali mendengar suara terompet kaya gitu, pasti saya langsung merinding. Apalagi ditambah suara derap kaki, dan aura semangat berkompetisi dari anak-anak yang sangat terasa,, makinlah merinding. Tak lupa saya keluarkan kamera dan merekamnya. Anak-anak dibagi menjadi 4 kelompok besar, ada warna merah, kuning, hijau, dan biru. Masing-masing kelompok terdiri dari murid-murid kelas satu hingga kelas enam, digabung. Mereka akan melakukan lomba-lomba seperti balap lari, tarik tambang, lari estafet, memasukkan bola, mengambil tongkat. Untuk setiap lomba/permainan ada kategorinya, misalkan balap lari untuk kelas 4, kelas 2, kelas 1. Di masing-masing kategori itu sudah pasti ada peserta dari 4 kelompok warna yang berbeda. Nah warna yang menang dalam kategorinya akan menambah poin untuk kelompok besarnya (yakni kelompok warna). Ada juga kategori yang dicampur semisal lomba estafet untuk kelas 4 dan 5, atas lomba mentransfer bola yang dimainkan dari seluruh siswa (kelas1 s/d kelas 6). Tapi pada intinya mereka yang bermain pasti mewakili kelompok besarnya. Dan diakhir acara, poin yang di dapat dari masing-masing permainan dan kategori akan dikumpulkan, sehingga kelompok warna yang mengumpulkan poin terbanyak, itulah juaranya. Oiya, sekolah juga tidak lupa mengikutsertakan orang tua. Ada satu permainan yang hanya dimainkan oleh orang tua (juga dibagi kelompok warna), dan si anak dari kelompok yang sama akan memberikan dukungannya.(berasa ribet gini ya nulisnya, maafkan).
slogan undokai tahun ini (ga ngerti artinya :p)Kenapa menjadi sangat menarik? Acaranya memang menarik. Undokai ini, bagi anak-anak adalah ajang "memamerkan" kemampuannya di hadapan orang tua. Di undokai ini, selain permainannya itu sendiri, tentu harus ada panitia yang menyiapkan semua kebutuhan dalam setiap permainan. Panitia yang menyiapkan ini pun datang dari anak-anak. Biasanya anak2 kelas 4,5, dan 6 yang menyiapkan ini. Tidak melulu itu-itu saja orangnya, namun bergantian. Ketika anak kelas 3 yang bermain maka anak kelas 6 yang menyiapkan segalanya, dan ketika anak kelas 6 yang bermain, anak kelas 4/5 yang menyiapkan. Pokonya masing-masing orang punya tugasnya sendiri. Oiya di upacara pembukaan pun, musik dilakukan oleh anak-anak kelas 4/5/6, konduktornya pun dari anak2. MC juga dari para siswa, ada pula sambutan dari perwakilan murid yang membuka acara undokai. Di masing-masing kelompok besar yang saya sebutkan sebelumnya, juga ada pemimpin nya. Si pemimpin ini sebagai pemandu sorak bagi teman-temannya, dia membawa bendera, dia meneriakkan kata-kata semangat, dan katanya sih suatu kebanggaan bisa ada di posisi itu. Ahhhhh,,terharu. Selain segala sesuatunya dikerjakan oleh para siswa, yang bikin paling saya ternganga adalah ketika mereka bisa sangat cekatan, disiplin dalam masalah waktu. Sepertinya tidak ada waktu yang terbuang. Tidak ada jeda dari satu permainan ke permainan lain. Sebelum satu permainan selesai, peserta permainan berikutnya sudah ada di pintu masuk lapangan, dan mereka akan masuk seiring peserta permainan lama keluar lapangan. Oh no! saya aja mikir, kalo mahasiswa aja belum tentu bisa mau diatur kaya gitu!
Lomba lari kelas 3 (kalo ga salah). Menunggu pemenang.
Atraksi dari anak kelas 6
Lomba dorong bola kelas 2
Tarian dari anak kelas 1 (Lagunya Maru maru mori mori :D)Lalu, kalau semua yang melakukan siswanya, gurunya ngapain dong? guru juga turut serta membantu. Setiap kelompok besar ada guru pendampingnya, dan mereka memakai warna baju yang sama dengan warna kelompoknya, memakai celana olahraga, sepatu dan ikat kepala. Guru ikut membantu mengarahkan, tapi seolah-olah arahan dari guru itu bagaikan menyuruh kepada robot. Setiap anak sudah tahu tugas dan tanggung jawab masing-masing. Guru ikut memberi apresiasi, memberi semangat, ikut riweuh lari-lari juga. Ya semua sudah diatur sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kekacauan, kesemrawutan, kechaosan. Baik yang mengatur maupun yang diatur sama-sama tau akan tugasnya.
Sudah disediakan tempat khusus bagi orang tua/siapapun yang ingin menonton. Bagian dalam lapangan terdapat kursi-kursi untuk para siswa duduk (kursi mereka yang mereka bawa sendiri dari kelas, dan disusun berdasarkan kelompok), dan lapangan kosong untuk tempat dilakukannya lomba. Sedangkan di pinggir lapangan suda ada tali panjang di sekelilingnya agar orang tua tidak memasuki bagian dalam lapang. Orang tua tidak boleh ikut duduk manis disamping anaknya, orang tua hanya menonton. Sudah itu saja. Selebihnya anak akan sangat mengikuti apa perintah dari gurunya, bukan dari ortunya. Makan siang pun, para siswa akan makan bersama dengan temannya, tidak dengan orang tua. Aduh kok saya jadi ga berurutan gini ya nulisnya! ini saking senengnya pengen cerita.
Yang saya dapat ambil dari undokai ini, tentunya acara ini memang dikhususkan untuk kebutuhan jasmani, fisik, meningkatkan vitalitas tubuh dimana permainan yang dilakukan sangat sederhana tetapi menguras keringat. Setiap anak mesti berpartisipasi dalam undokai, dan karena permainannya pun permainan umum jadi tidak ada alasan untuk tidak menyukainya. Namun selain itu, hal paling penting juga banyak sekali nilai-nilai yang dapat dijadikan bahan pelajaran. Tidak ada pemenang individu, tidak ada arogansi individu, tidak ada seorang bernama yang menjadi pemenang. Masing-masing anak berjuang untuk kelompoknya. Kekalahan pribadi ya kekalahan kelompok, kemenangan pribadi ya kemenangan kelompok, begitu sebaliknya. Kalaupun ingin menunjukkan kemampuannya, si anak tidak mempersembahkan untuk teman, tapi untuk orang tua yang melihatnya. Pembagian tugas secara umum membuat si anak harus benar-benar melakukan perannya dengan baik, jika tidak orang lain akan dirugikan olehnya. Itu lah yang orang Jepang tanamkan sejak kecil. Aaaaahhhhh..... keren keren lah. Harus nonton sendiri pokonya. Juga salut buat para guru/pendidik yang telah kerja keras untuk membuat sistem berjalan dengan baik, yakni dengan memberikan contoh kepada anak didiknya serta ikut terjun langsung dalam setiap kegiatan. Itu baru namanya contoh. (tidak seperti pembagian jadwal piket kelas dulu, belum pernah liat guru juga ikut serta bersihin kelas, mereka piketnya di ruang guru, si anak mana bisa lihat ya)
Yosh itulah undokai. Kembali ke masa sekolah dulu, di sekolah saya juga ada yang namanya pekan olahraga dan seni (poseni) yang biasanya dilaksanakan sehabis masa ulangan umum. Namun olahraga yang diadakan adalah olah raga kelompok kecil seperti basket, bola, voli, dan hanya orang yang tertarik saya yang akan ikut berpartisipasi dalam porseni, betul kan? Jika tidak ada anak yang tidak ikutan ya tidak apa-apa, toh masih ada orang lain yang mewakilkan. :D
Mengembalikan kursi ke kelas
nb: karena azis dan eka berada di kelompok kuning, jadi kebanyakan foto adalah kelompok kuning :)