Baca satu buku karya Haji Pidi Baiq bikin saya ketwa2 sendirian. aneh memang, baik cerita2nya maupun ide2nya. Haduhhh ada2 sajah seniman yang satu itu. Buku yang berisi beberapa cerita merupakan pengalaman sang penulis sendiri. Begitu sederhana hal yang ia lakukan bahkan tak pernah terpikirkan oleh kebanyakan orang. Ia kemas dengan jahilan, nilai2 kebaikan, kebebasan berpikir bertindak berkarya dan tidak lupa mengingatkan bahwa kita adalah makhluk Allah. Di salah satu cerita, di bagian akhirnya ia menuliskan
Pak Agun cs, mawar merah di dinding, jangan marah just kidding. Mari saya jelaskan satu hal: Mungkin menurut saya kejadian macam itu malah justru baik, setidaknya buat saya. Saya jadi bisa bercanda dengan Pak Agun dan Pak Bani dan siapa itu nama hansip yang satunya lagi. Hansip baru itu. Rasanya benar-benar baik buat saya. Tiap hari selalu pasti pergi, untuk menjumpai orang jauh. Sampai-sampai tidak bisa menyisihkan waktu untuk bertemu dengan orang-orang yang ada di sekitar rumah. (Haji Pidi Baiq dalam Linglung Hansiip, buku Drunken Marmut halaman 82)
Penutup dalam cerita Linglung Hansiip, setelah ia bercerita bagaimana ia mengerjai hansip kompleknya. Parah, bikin ketawa, bikin saya senyum2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar