22 Desember 2008

Jalan Braga


waktu hari jumat yang lalu, dalam perjalanan menuju ke kampus tiba tiba saya dan si cece ingin melewati rute yang berbeda. Akhirnya saya memutuskan untuk melewati jalan asia afrika-braga-aceh-purnawarman-tamansari-ganesa. Sampai di jalan Braga saya ingat, waduh kayanya bakalan macet nih, kan masih ada perbaikan jalan. Jadi sampai terakhir saya melintasi jalan braga memang sedang ada pergantian jalan, yang semula dari aspal diganti menjadi batu.Ta[i ternyata kemacetan yang terjadi bukan karena perbaikan jalan, ternyta jalan nya sudah selesai diperbaiki, ternyta kemacetan terjadi karena adanya JumSih, alias Jumat Bersih. Lirik kiri kanan tampak yang sedang bertugas adalah dari dinas pemerintahan, entah itu dinas pertamanan, kehutanan, pemerintah kota, atau bahkan warga jalan braga. Sambil mikir, dalam hati saya bertanya "loh kenapa di bersihin yah, toh masih dilewati banyak kendaraan bermotor?"..tapi pertanyaan itu hanya selintas, dan tak pernah kembali kucari jawabannya.

Jalan Braga, termasuk jalan yang paling saya sukai di Bandung karena jalan itu memberikan kenyamanan ketika saya melewatinya, trotoar berfungsi sebagaimana mestinya, jalan yang tidak terlalu lebar, tata letak bangunan yang menurut saya teratur dan gaya lamanya yang membuat saya kadang merasa tidak ada di bandung (atau berharap semua tempat di kota bandung seperti ini). Dulu saya sempat kecewa ketika sebuah mal berdiri disana, penempatan mal tersebut terkesan "memaksa", menjadikan jalan braga sedikit kehilangan kesan klasiknya. Ya bagaimanapun itu keputusan pemerintah daerah mengizinkan pendirian mal, tentunya sudah dengan berbagai pertimbangan. Sering kali saya menyengajakan jalan di braga, dari kampus turun lewat dago, lurus jalan merdeka, belok ke kanan di jalan tamblong, lalu belok kiri sampailah di jalan braga. Perjalanan itu sangat saya nikmati.

Pergantian jalan aspal menjadi batu, membuat saya menduga bahwa jalan braga tidak akan dijadikan jalan bagi kendaraan bermotor. Baguslah, sapa tau bisa dijadiin trigger buat pemkot untuk bikin daerah daerah lain yang kheuseus pejalan kaki dan sepeda. Sehingga pemakaian kendaraan bermotor berkurang. Ternyta memang benar. Niatan pemerintah kota bandung menjadikan braga sebagai salah satu daerah wisata memang dilaksanakan. dengan menjadikan jalan braga area khusus jalan kaki, membuat wisatawan lebih menikmati jalan2nya. Tapi yang saya kaget adalah ketika mengetahui salah satu alsan pemerintah mengoptimalkan jalan braga sebagai daerah wisata (baca di koran beberapa waktu lalu), yakni ingin mengembalikan memori2 turis Belanda tentang keindahan kota Bandung jaman dulu. He??!!!ko lebih mementingkan turis asing yah?untuk salah satu alasan itulah pemerintah rela mengeluarkan kocek milyaran rupiah demi mengganti aspal menjadi batu, dan mengganti pohon karet menjadi pohon yang lebih gampang diurus (padahal pohon karet yang ditanam waktu peringatan Konferensi Asia Afrika itu berharga ratusan juta untuk satu pohonnya). Ditambah lagi pemkot menghimbau bahwa bangunan sepanjang braga di cat warna putih. untuk apa coba?biarkan bangunan-bangunan di jalan braga memiliki ciri khasnya sendiri, warna-warna yang memiliki nilai filosofis bagi sang pemilik bangunan (walaupun saya ga ngerti tentang ilmu arsitek atau planologi), biarin ajah bangunan-bangunan tersebut memberikan warna tersendiri.
Apapun niatan pemerintah tentang jalan braga, saya tetep suka bagian kota bandung itu, heuheu...













































































18 Desember 2008

Pabrik Lampu, Pak Maryo, dan Pelangi

Bismillahirrahmanirrahiim
Dari mana yah? Pokonya hari rabu jam 10 malem, tiba2 ada telpon dari ka rifky, terus dia ngajak apakah saya bisa ikut ke jakarta atau tidak,,,penuh pertimbangan, mengingat hari kamis besoknya saya udah merencanakan agenda ini dan itu. Tapi berdasarkan pertimbangan lebih lanjut, yaudah saya memutuskan ikut ke Jakarta dengan tujuan pabrik Lampu bersama beberapa orang dari B4T dan tentunya Bos kita Bapak Mikra (ini berdasarkan ka rifky di malem dia nelpon). Saya pikir, kapan lagi main2 k pabrik, langka, dan sekalian saya penasaran, gimana sih hasil kerja dari sebuah laboratorium kecil di kampus dan di pusat2 penelitian, kemudian diterapkan dalam sebuah industri yang skala pabrikasinya jauh lebih besar (maklum, anak sains kadi ga banyak terjun ke teknis dan dunia industri). Kamis pagi jam 6.30 pagi kami berangkat, saya telat 30 menit dari jadwal yang disepakati,maklumlah, dadakan dan perjalanan dengan angkot tidak dapat diprediksi dengan baik. Ternyata yang ikut rombongan hanya ber empat : saya, ka rifky, Bu Andrea (B4T), dan seorang supir bernama Pa Mario (nanti saya ceritakan tentang beliau). Berangkatlah kami...
Jadi maksud kepergian kami ke pabrik lampu adalah untuk menguji coba bahan baku lampu yang telah bu Andrea bikin di lab. Bu Andrea adalah pegawai dari B4T yaitu sebuah badan milik pemerintah yang bergerak dalam aplikasi teknologi untuk industri, jadi badan ini membantu industri-industri yang mengalami masalah dan tentu saja berada dibawah Departemen Perindustrian Republik Indonesia. Jadi Bu Andrea ini dapet projek dengan sebuah peusahaan produsen lampu lokal, yaitu mencari bahan baku baru pengganti Merkuri (Hg) yang merupakan bahan pada lampu sebagai penghasil warna putih yang sekarang banyak digunakan. Dengan bekerjasama dengan ITB ini Bu Andrea melakukan penelitiannya, dan hasilnya akan kita coba di pabrik tersebut, jadilah kami berada disana.

Saya baru pertama kali masuk ke pabrik, hmmm....ketiga kali deng, percetakan besar, pabrik pengolahan teh, dan inilah yang ketiga pabrik lampu. Proses pembuatan lampu sendiri terdiri dari: pembentukan tabung, yang tadinya tabung kaca panjang, kemuadian dipanasin dan dibentuk tabung U. Kemudian lanjut ke pengisian bahan baku yang bisa berpendar (disebut nya phosporluminescene—aduh bener ga yah), yaitu material Hg (merkuri – wah bahaya juga tuh ada merkuri nya!untung ga dipake buat muka), yang jika dikenai energi dari panjang gelombang UV akan menghasilkan pendaran cahaya putih – yang kita pakai sebagai penerang ruangan. Kemudian proses berikutnya adalah pembakaran, pembakaran pertama untuk mengeringkan Hg agar menempel dalam tabung, yaa kira2 temperaturnya 100oC lah. Kemudian masuk ke pembakaran kedua sekitar 400oC dmana disini terjadi proses penghilangan binder (perekat antara Hg dan tabung kaca). Proses berikutnya apa yah??hmmm...pembersihan ujung tabung agar sisa Hg yang menempel tidak menjadi pengotor disaat tabung ditutup. Kemudian pemasangan filamen sebagai pemberi energi listrik, pemberian gas argo, kemudian tabung ditutup dan harus dalam keadaan vakum, bersih, diuji cobakan, di pasang dalam dudukan, dikemas, dipasarkan. Ya, kira kiraseperti itulah proses pembuatan lampu di pabrik (semoga masih banyak pertanyaan yah?).
Maksud pembuatan bahan yang kami bawa adalah untuk meunurunkan cost bahan baku, yang selama ini kita gunakan masih impor. Tapi ternyata bahan2 impor tidak hanya pada bahan baku, hampir semua elemen itu ada kandungan impornya, jadi bagaimanapun memang industri ini masih erat berkaitan dengan fluktuasi harga dollar. Bahan yang kami bawa diolah sedemikian rupa, kemuadian diuji untuk dijadikan lampu. Selama proses pembuatan lampu, kami diajak makan siang oleh pemilik pabrik, yang baik hati sekali, ke salah satu tempat makan disana.

Ternyata memang indsutri-industri di kita jarang yang memiliki RnD (bahkan PT.KAI sekalipun), karena mereka pikir dengan adanya RnD cost yang akan dikeluarkan akan banyak sekali, dan hasilnya pun belum tentu dapat langsung diaplikasikan, jadi mereka lebih memilih know how yang mereka adopsi dari negara tetangga untuk kemudian langsung dioperasikan di dalam negeri, yaa...cukup masuk akal alasannya, toh mereka juga masihharus dipusingkan dengan masalah pemasaran, dll. Beda dengan negara-negara yang sudah maju, seperti China, Jepang, Amerika, dlll. Dimana perguruan-perguruan tinggi negeri (saya singkat PT) disana memang dijadikan tempat RnD bagi industri-industri, PT bisa melakukan penelitian dan kemudian hasil penelitian tersebut dijadikan ladang penghasil uang dengan menjual teknologi yang ditemukan. Peran pemerintah tentu sangat membantu dalam kerjasama seperti ini, pemerintah adalah sebagai penyokong dana dalam proses penelitian itu sendiri. Jadi ingat apa yang dikatakan Haru (yang dia dapat dari seorang tokoh yang saya lupa namanya), bahwa tiga komponen yang mesti berperan dalam kemajuan ekonomi yakni ABG (Akademisi, Bussinessman, and Government), dan memang seperti itu yang dilakukan oleh negara-negara yang rakyatnya maju dan ingin terus maju.

Kembali dalam ceritaku...
Akhirnya, setelah penantian yang cukup lama. Hasil dari bahan kami yang dijadikan lampu sudah selesai, dan wakwaw....jauh dari perkiraan, warna lampu yang seharusnya putih ternyata hitam setelah melewati proses pembakaran. Walaupun begitu, ketika dikasih tegangan listrik tetap ada pendaran cahaya dari dalam (Subhanallah...sukoiii). hmmm...masih banyak hal-hal yang tidak terduga jika fabrikasi dalam skala besar dilakukan, treatment yang dikenakan untuk satu bahan belum tentu bisa diterapkan di bahanlain. Masih perlu kerja keras untuk mencapai kesempurnaan, dan prosesnya tidaklah melulu mesti instan. Padahal kalo penelitian ini dijadikan bahan tugas akhir, sampai tahap ini pun rasanya sudah bisa mendapat kelulusan. Karena menemukan komposisi material sajah bukanlah hal yang mudah, cukup menantang kata saya.
Akhirnya kami pulang, dengan perasaan penasaran kenapa sampel yang diuji tidak berhasil, dengan rasa senang melihat penelitian Bu Andrea ternyata memberikan ”cahaya” kecil yang menurutku cahaya ini lama-lama akan membesar.

Sepanjang jalan ke Bandung, hujan besarr, tapi saya bersyukur saya bisa tidur di mobil jadi ga perlu liat kilat yang membelah langit. Di Km 50 an saya terbangun, ngobrol sepanjang jalan dengan Bu Andrea, Ka Rifky, dan Pa Mario. Dan tiba-tiba saja, ka rifky bertanya pada Pa Mario ”Pa, nama panjang bapak apa pak?”. Pertanyaan yang aneh, tapi hal itulah yang ingin aku tanyakan juga. Secara Bapak Mario kalo ngobrol pake bahasa Sunda halus, tapi aneh bagi saya karena orang sunda jarang yang namanya Mario dan karakter mukanya pun menjelaskan dia berasal dari daerah Sumatera, darimanakah dia sebenarnya? Dan saya rasa kenapa ka rifky nanya hal itu juga karena dia pengen mengetahui hal yang sama dengan yang saya pikirkan. Dan ternyata apa yang dijawab Bapak Mario adalah,”Sebenernya nama depan saya Tatang, lengkapnya Tatang Sumaryo”.....krik krik krik....ngakak lah kami berdua. Bapak Mario yang sebenernya ditulis Bapak Maryo merupakan penggalan dari nama Sumaryo, dan dia memang aseli Sumedang. Jelaslah semua keraguanku. Bapak Sumaryo ini berumur 54 tahun, di Januari nanti dia akan pensiun. Dia bercerita mempunyai anak 3 orang, yang satu sudah menikah dan dari satu anaknya yang sudah nikah ini dia punya cucu 6 orang, bayangkan!!jika satu anak menghasilkan 6 cucu, jika 3??18 cucu!!!begitulah guyonan kami padanya. Lalu dia bercerita tentang isterinya yang mengalami Strooke entah di bagian mananya saya lupa. Yang jelas secara fisik, sang isteri masih mampu melakukan aktifitas ringan, tapi dia agak susah mengingat (short term memory kah? Ga separah itu kok!). Pa Maryo ini (udah bener nulisnyah) selalu membantu isterinya, mandi, makan, dll. Dan tiba2 dari mulut ka rifky terdengar sebuah pertanyaan ”Kok bisa ya pak sebaik itu?oh itu yang namanya cinta ya pak?” halah!!!ka rifky ni nanya nya aneh2 sajah...getek dengernya kan! Dan Pa maryo malah menjawab ”Bukan cinta pak, kalo uda tua mah bukan cinta lagi rasanya, sayang....” heu!!! Makin geteklah diriku ini, tapi satu hal yang saya pelajari ternyata sayang sama seseorang membuat kita selalu ingin memberikan yang terbaik buat orang itu. Kita tidak akan merasa direpotkan dengan ujian yang dihadapi dengan orang yang kita sayang, malah sebenernya itu adalah ladang pahala buat kita. Subhanallah.

Perjalanan dengan hujan ternyata memberikan keindahan lain di sorenya. Ketika hampir memasuki Tol Pasteur,hujan telah berhenti, bahkan di area itu tidak ada tanda2 habis hujan. Tiba2 di bagian langit sana ada pelangi yang berwarna warni terlukis menembus awan, tidak hanya satu tapi dua pelangi. Suasana senja berwarna oranye yang saya suka ternyata makin cantik dengan kehadiran pelangi di langit sore. Indah.

Segala puji hanya milik Allah.

11 Desember 2008

My Final Project

ITO = indium tin oxide
akhirnya bisa menyampaikan aspirasiku padanya....indium tin oxide yang kata temen2 harganya cukup mahal hanya untuk ukuran yang relatif tidak besar. Selama ini saya pikir susah sekali menempelkan TiO2 di alumunium foil, di kebanyakan paper pun belum ada TiO2 powder yang ditempelin ke alumunium, dan yang kebanyakan ada itu TiO2 yang ditempel di TCO (transparant conducting oxide) berjenis ITO. Tapi berhubung barangnya ada di luar dan seperti yang saya bilang relatif mahal, jadi kusimpan rapat-rapat penggunaan ITO sebagai substrat. Tapi pas tadi ketemu sama Pa Mikra, trus bercerita, eh dia mau bantu beliin si ITO dari negeri sakura sana..cihuyyyy.....semangatku tumbuh lagi.
Meretas jalan menuju gerbang impian

17 November 2008

mba jangan keluar masuk dong...

wow!!untuk ke 12 kalinya aku mendonorkan darahku ke pmi,,,tapi tak disangka donor kali ini sedikit berkesan. yang biasa ditangani sama mba-mba berpengalaman baik secara teknis maupun secara emosi (pemberi ketenangan saat jarum dimasukkan) dan senyuman yang ramah, kali ini untuk pertama kalinya saya ngerasain ketidak tenangan (heu heu lebay...)...ternyata si mba-mba yang ngelayanin nya masih dalam proses pelatihan,,,heikk!!!jadi korban deh,,,beberapa kali si jarum keluar masuk tangan, belum lagi aliran darah yang tidak begitu deras karena salah nojos...huaahhh...tapi yang saya ga seberapa, ternyata teman saya ditangani oleh mba-mba yang sama, dan lebih parah lagi kali ini si mba itu lebih salah nojos, dia nojos ke pembuluh darah kecil yang mengakibatkan darah sulit keluar dan akibatnya pendonoran diberhentikan sebelum waktunya.. ditambah lagi si mba-mba yang udah ahlinya bilang gini " mba ini nanti kalo biru di kompres ajah pake air dingin lalu pake air anget, soalnya pembuluh darahnya pecah"...he?!!!!

05 November 2008

TA TA TA ===>> tentukan akhirmu...!!!

Senin kemarin akhirnya aku menghadap bapak pembimbingku tercinta, sebuan pertemuan pengakuan dosa yang gada gunanya kalau hanya sekedar mengaku dosa..heuheu...setelah hampir 2 bulan kutinggalkan lab dan krjaan untuk "TA" ku, akhirnya ku berani bersikap jujur pada pembimbingku itu, lebih tepat nya jujur sama diriku sendiri....sebuah hal kecil (ngubah topik TA)  yang sangat berpengaruh pada tingkat kepedeanku. Sekarang saya yang menentukan pengan TA apaan, dan sekarang mesti lebih serius lagi...ayo ndah biar jadi ahli!!!!solar cell, organic solar cell, photovoltaic,,bla bla bla....
ubahlah sebuah konsep menjadi kenyataan, sekecil apapun itu

09 Oktober 2008

lonely

keadaan sudah kembali seperti semula, semua rutinitas dan kewajiban yang mesti dilakukan setiap harinya, ternyata senyum itu belum bisa kumiliki selamanya...entah kapan, dan aku hanya bisa berharap pda Allah...

Tetep Begaya!

ini nih foto sebelum shalat ied, bersama kedua kakak ku,,,paling depan adalah kakak ketiga ku, dan yang ditengah adalah kakak pertamaku,,,SMILE n_n !!!

21 September 2008

Bharmatics

Sabtu, 20 09 2008

Bharmatics Forever

bharmatics, itulah sebutan untuk 46 anak yang terkumpul dalam satu nama kelas IPA 2, udah hampir 4 taun (3,5 taun lah) berpisah, ga kerasa banget ternyata kita the bukan anak kelas 2 sma yang kerjaannya gontok-gontokan, si ini maen dengan si itu, si anu maen sama si anu lagih,,,koloni-koloni di dalam satu ruangan pun tek pelak untuk ditolak. WHuaaah….semua bukan waktunya lagi untuk kaya gitu, koloni-koloni yang terbentuk pun sirna dengan momen kangen-kangenan di acara buka puasa bersama. Ada yang tambah gemuk, ada yang tambah kurus, ada yang tambah tinggi, sayangnya gada yang tambah pendek, tapi syukurnya kita semua tambah terlihat semakin dewasa. Kenangan-kenangan dan cerita cerita konyol ga lupa diceritakan, bikin semua tertawa, ngakak, dan semuanya ada dalam temperature yang sama : Nostalgila. Ditambah lagi kebiasaan meledek dan menghabisi kekurangan satu teman dan teman lainnya belum juga berubah, kebiasaan menjodohkan jodohkan si ini dengan si itu pun tidak berubah, tidak ada yang marah, karena kami melakukannya untuk meluruhkan suasana kekeluargaan diantara kami…wahhh, tidak menyesal datang. Disamping itu, kami tidak terlepas dari kegiatan huru hara semacam itu saja, dalam majlis yang singkat itu pun kami sempatkan untuk mendengarkan dan berbagi hikmah cerita teman teman yang lain mengalami kejadian-kejadian menarik yang patut saya ambil hikmahnya (semacam sinetron Hidayah gitu deh..). Tak lupa juga berbagi mengenai kehidupan masa depan, rencana lulus kapan, rencana mau ngapain abis lulus, apakah mimpi kamu, sampe kapan mau berkeluarga (sampe inisiasi bikin tropi nikah). Sosok pemimpin diantara kami pun tak pernah hilang, Adzkar sang ka-em tercinta yang dari dulu jaman sma sampe sekarang ga pernah cape-cape buat menyolidkan kita semua. Adzkar yang tanpa medeklarasikan dirinya sebagai pemimpin, selalu kami anggap pemimpin diantara kami, tanggung jawabnya, keputusannya, dan penghargaannya terhadap orang lain membuatnya diakui oleh 45 teman-teman yang lain. Bagaimana pun setiap ada pertemuan akan ada perpisahan, secara fisik kami memang harus berpisah, tapi ternyata diantara kami semua selalu ada benang-benang yang ternyata mampu membuat kami tidak terpisah.

Oiya kami pun merencanakan liburan 3 minggu kedepan, perjalanan menuju pantai, semoga terwujud. amin.


lebih baik sakit hati daripada sakit gigi…

lebih baik sakit hati daripada sakit gigi…

hampir udah setaun lebih dari terakhir ke dokter gigi di bulan Juni 2007 lalu,,,kata bu dokter “ohh,,ini sih ada gigi geraham yang tumbuh, tapi bagian atas lebih dulu tumbuh, dan bagian bawah tumbuhnya aga ngegeser ga pada tempat seharusnya, jadi gusi bawah yang harusnya ditumbuhin gigi, ketusuk-tusuk sama gigi geraham atas yang duluan tumbuh, nanti kalo gigi bawahnya udah muncul dicabut ajah…wajar ko kalo sakit, ntar juga engga” yah kira-kira begitulah kata-kata bu dokter waktu gigi ku tumbuh, pipi kanan membengkak, kepala nyut-nyutan, pengennya dikompress, biar saraf2 digigi ini ga sering berontak, yang ngasih impuls ke saraf di otak yang bikin kepala berat jadinya. Tapi itu setahun yang lalu, selama rentang waktu bulan juni hingga kini (September 2008), keadaan gigiku ini begitu flukuatif. Sesaat setelah dari dokter gigi, ya memang sedikit-sedikit mulai membaik, udah jarang sakit, dan si gigi geraham bawah pun sudah nampak ke permukaan (alhamdulillah,,,kalo udah keliatan kan berarti bentar lagi tumbuh, dan gakan sakit lagi,,cihuyyy), tapi ternyata itu memang benar-benar hanya sesaat, karena waktu tumbuh gigi tidak secepat yang kubayangkan.. Karena setelah beberapa bulan kemudian,,,aucch,,,,gigiku bereaksi kembali….dan ini adalah kesekian kalinya aku merasakan pemberontakan dari gigi dan gusiku ini. Rasanya kepala kembali ditusuk tusuk sama jarum, yang begitu ngilu ketika ada remahan makanan yang menyelip di sela-sela rongga gusi,,,Ya Allah, tabahkanlah gigi dan gusiku ini, dan tabahkan juga diriku ini….

lebih baik sakit hati daripada sakit gigi….

19 September 2008

perubahan

benarkah bahwa :
"perubahan harus dimulai dari kemampuan dan kerelaan untuk mengetahui dan mengakui kelemahan dan kesalahan kita, lalu belajar mengambil keputusan untuk keluar dari masalah, mencoba realistis dengan pikiran dan perasaan, mengembangkan kemampuan, menata kembali kehidupan, menganalisa tindakan, dan akhirnya melaksanakan keputusan kita"
ya sepertinya memang seperti itu

03 September 2008

This is Beautiful Ramadhan

Ramadhan ya Ramadhan...
Hari ketiga di bulan ramdhan, aktivitas kuliah ngebuat semua jadi ga terasa kalo ini adalah bulan ramadhan...
sambil jalan-jalan di area prodi fisika,banyak tempelan tempelan yang mengingatkan,,"Apakah bulan ini akan dibiarkan berlalu begitu saja?"
sejenak kembali merenung, dalam hati berpikir "iya yah, baru tiga hari ko saya sperti orang yang tidak memiliki waktu pribadi dengan Sang Khalik,,,Astagfirullah..."
setiap langkah dan waktu saya kembali fokuskan niat dan tujuan dalam beraktivitas, biar hal sekecil apapun menjadi berlipatganda manfaatnya...

jadi teringat, Alhamdulillah mulai dari hari pertama shaum, setiap berbuka adalah hal yang ternikmat yang ga pernah ada yang bisa gantiin nikmatnya....apalgi ketika berbuka di angkot, ngeliat semua orang serentak berbuka, dan saling berbagi,,,wahh...indah sekkali...

20 Agustus 2008

20082008

Hari ini kan,,,20082008,,bagus juga yah

sukoiii...

gradag grudug kaya kelinci

emang kelinci gradag grudug yah??kalo ada yang pernah denger lagu Gang Kelinci nya siapa yah,,,ya penyanyi dulu lah...pasti ada kata-kata itu, gradag grudug kaya kelinci...padahal kan kelinci ga pernah gradag grudug, Menurut saya sih yang suka gradag grudug itu supir angkot.
selama hampir 10 taun jadi pelanggan setia angkutan kota, kayanya belum pernah ada dari alat transportasi yang satu ini yang mementingkan pelanggannya. Kenapa yah?
(oiya sebelumnya kenapa saya cerita ini, itu dilatarbelakangi oleh beberapa hari yang lalu tiba2 saya mual ga karuan ketika ada di angkot, huekk,,rasanya pengen muntah,,,,naik mobil tapi berasa naik pontang panting nya dufan...huahh,,,,)
kembali ke topik...
mungkin karena para supir angkot itu dituntun untuk mencari jumlah penumpang yang banyak, biar setoran ke atasannya tercapai. ini nih sayangnya, angkot-angkot ini dikelola sama perorangan, jadi yang penting dapat duit...padahal kan enak kalo angkot-angkot yang ada itu punya sistem tersendiri, bagaimana melayani penumpang dengan baik, pengendaranya harus punya lisensi yang bisa dipertanggungjawabkan, nyaman angkotnya (bukan berarti harus bagus, tapi kita para penumpang ga perlu sesedekan di dalem angkot)...andai saja ketertiban dalam berkendaraan bisa diterapkan oleh para supir angkotan kota, mungkin penikmat jasa angkot bisa meningkat,,,tentunya untuk masalah transportasi di bandung ini perlu ada kebijakan dari pemerintah yang cukup tegas untuk masalah penggunaan kendaraan untuk radius tertentu, misalnya yang sekolahnya deket ga perlulah bawa mobil sendiri, jalan kaki, atau naik angkot ke...yah semua itu bisa aja kejadian kalau pelayanan transportasi di kota ini cukup baikk...


aku merindukan bandung yang nyaman....hikshiks...

17 Agustus 2008

cicak makan serangga

Wah subhanallah sekali....
kejadian yang tak sengaja kulihat membuatku terpesona...

jadi, waktu lagi asik di depan komputer, eh tiba bayangan mata ngeliat ada yang jatoh dari langit-langit, pas diliat emang bener ada serangga jatoh dari langit-langit, si serangga berjalan perlahan-lahan kearah aku (aga paur oge sih, bisi tiba2 terbang ke muka, aduh serangga maaf yah, jadi suudzan ke kamu..), tapi kecepatan serangga berjalan ternyata relatif lebih lambat dari kepekaan sang cicak melihat mangsa...diam-diam sang cicak memperhatikan langkah serangga, ketika serangga mulai lengah, tanpa bisa bernafas lebih lanjut, tiba-tiba leher serangga dililit oleh lidah panjang sang cicak, dan.....hap begitulah kisah indah serangga dan cicak...

cicak-cicak di dinding
diam diam merayap
mendatangi seekor nyamuk
hap...lalu ditangkap

harus nya begitu lagunya, siapa datengin siapa kan jadi lebih jelas, tapi emang jadi ga enak di nyanyiin deng, dua suku kata bertambah satu soalnya,,,,

kapan lagi bisa liat yang begitu...sukoii...

melihat sesuatu tanpa sengaja, bisa membuka cakrawala baru

16 Agustus 2008

mencoba jalan menunduk

heuheu....gamau posting sebenernyah,,,bukan karna kepaksa juga harus posting, tapi suatu kondisi dalam diri yang tiba-tiba meyakini kalau menulis dengan diketahui orang lain juga bukan hal yang buruk,,,ya ga perlu melulu menulis tentang diri pribadi kan, tapi apa lagi yah yang bisa saya tulis??


pertanyaan yang konyol!!!sama kaya judul postingan ini,,,mencoba jalan menunduk,,,apa yah maksudnya???maksudnya cuman ingin memfokuskan diri. memfokuskan satu hal...yah maklum lah dari hal sederhana seperti berjalan saja, kadang penglihatan kemana aja (ga merhatiin langkah kaki melangkah, yang mengakibatkan 5 detik kemudian saya berada di lantai dasar ==> jatoh maksudnya)...dan ternyata setelah 20 tahun lebih saya menghirup dunia ini, fokus saya ga pernah tajam...

09 Februari 2008

saya bukan seorang yang suka menulis dan kalaupun saya ingin menulis saya bukan tipe yang ingin tulisannya dipublikasikan,,,tapi demi sebuah tuntutan maka kumulai coretan-coretan ini...