21 September 2008

Bharmatics

Sabtu, 20 09 2008

Bharmatics Forever

bharmatics, itulah sebutan untuk 46 anak yang terkumpul dalam satu nama kelas IPA 2, udah hampir 4 taun (3,5 taun lah) berpisah, ga kerasa banget ternyata kita the bukan anak kelas 2 sma yang kerjaannya gontok-gontokan, si ini maen dengan si itu, si anu maen sama si anu lagih,,,koloni-koloni di dalam satu ruangan pun tek pelak untuk ditolak. WHuaaah….semua bukan waktunya lagi untuk kaya gitu, koloni-koloni yang terbentuk pun sirna dengan momen kangen-kangenan di acara buka puasa bersama. Ada yang tambah gemuk, ada yang tambah kurus, ada yang tambah tinggi, sayangnya gada yang tambah pendek, tapi syukurnya kita semua tambah terlihat semakin dewasa. Kenangan-kenangan dan cerita cerita konyol ga lupa diceritakan, bikin semua tertawa, ngakak, dan semuanya ada dalam temperature yang sama : Nostalgila. Ditambah lagi kebiasaan meledek dan menghabisi kekurangan satu teman dan teman lainnya belum juga berubah, kebiasaan menjodohkan jodohkan si ini dengan si itu pun tidak berubah, tidak ada yang marah, karena kami melakukannya untuk meluruhkan suasana kekeluargaan diantara kami…wahhh, tidak menyesal datang. Disamping itu, kami tidak terlepas dari kegiatan huru hara semacam itu saja, dalam majlis yang singkat itu pun kami sempatkan untuk mendengarkan dan berbagi hikmah cerita teman teman yang lain mengalami kejadian-kejadian menarik yang patut saya ambil hikmahnya (semacam sinetron Hidayah gitu deh..). Tak lupa juga berbagi mengenai kehidupan masa depan, rencana lulus kapan, rencana mau ngapain abis lulus, apakah mimpi kamu, sampe kapan mau berkeluarga (sampe inisiasi bikin tropi nikah). Sosok pemimpin diantara kami pun tak pernah hilang, Adzkar sang ka-em tercinta yang dari dulu jaman sma sampe sekarang ga pernah cape-cape buat menyolidkan kita semua. Adzkar yang tanpa medeklarasikan dirinya sebagai pemimpin, selalu kami anggap pemimpin diantara kami, tanggung jawabnya, keputusannya, dan penghargaannya terhadap orang lain membuatnya diakui oleh 45 teman-teman yang lain. Bagaimana pun setiap ada pertemuan akan ada perpisahan, secara fisik kami memang harus berpisah, tapi ternyata diantara kami semua selalu ada benang-benang yang ternyata mampu membuat kami tidak terpisah.

Oiya kami pun merencanakan liburan 3 minggu kedepan, perjalanan menuju pantai, semoga terwujud. amin.


lebih baik sakit hati daripada sakit gigi…

lebih baik sakit hati daripada sakit gigi…

hampir udah setaun lebih dari terakhir ke dokter gigi di bulan Juni 2007 lalu,,,kata bu dokter “ohh,,ini sih ada gigi geraham yang tumbuh, tapi bagian atas lebih dulu tumbuh, dan bagian bawah tumbuhnya aga ngegeser ga pada tempat seharusnya, jadi gusi bawah yang harusnya ditumbuhin gigi, ketusuk-tusuk sama gigi geraham atas yang duluan tumbuh, nanti kalo gigi bawahnya udah muncul dicabut ajah…wajar ko kalo sakit, ntar juga engga” yah kira-kira begitulah kata-kata bu dokter waktu gigi ku tumbuh, pipi kanan membengkak, kepala nyut-nyutan, pengennya dikompress, biar saraf2 digigi ini ga sering berontak, yang ngasih impuls ke saraf di otak yang bikin kepala berat jadinya. Tapi itu setahun yang lalu, selama rentang waktu bulan juni hingga kini (September 2008), keadaan gigiku ini begitu flukuatif. Sesaat setelah dari dokter gigi, ya memang sedikit-sedikit mulai membaik, udah jarang sakit, dan si gigi geraham bawah pun sudah nampak ke permukaan (alhamdulillah,,,kalo udah keliatan kan berarti bentar lagi tumbuh, dan gakan sakit lagi,,cihuyyy), tapi ternyata itu memang benar-benar hanya sesaat, karena waktu tumbuh gigi tidak secepat yang kubayangkan.. Karena setelah beberapa bulan kemudian,,,aucch,,,,gigiku bereaksi kembali….dan ini adalah kesekian kalinya aku merasakan pemberontakan dari gigi dan gusiku ini. Rasanya kepala kembali ditusuk tusuk sama jarum, yang begitu ngilu ketika ada remahan makanan yang menyelip di sela-sela rongga gusi,,,Ya Allah, tabahkanlah gigi dan gusiku ini, dan tabahkan juga diriku ini….

lebih baik sakit hati daripada sakit gigi….

19 September 2008

perubahan

benarkah bahwa :
"perubahan harus dimulai dari kemampuan dan kerelaan untuk mengetahui dan mengakui kelemahan dan kesalahan kita, lalu belajar mengambil keputusan untuk keluar dari masalah, mencoba realistis dengan pikiran dan perasaan, mengembangkan kemampuan, menata kembali kehidupan, menganalisa tindakan, dan akhirnya melaksanakan keputusan kita"
ya sepertinya memang seperti itu

03 September 2008

This is Beautiful Ramadhan

Ramadhan ya Ramadhan...
Hari ketiga di bulan ramdhan, aktivitas kuliah ngebuat semua jadi ga terasa kalo ini adalah bulan ramadhan...
sambil jalan-jalan di area prodi fisika,banyak tempelan tempelan yang mengingatkan,,"Apakah bulan ini akan dibiarkan berlalu begitu saja?"
sejenak kembali merenung, dalam hati berpikir "iya yah, baru tiga hari ko saya sperti orang yang tidak memiliki waktu pribadi dengan Sang Khalik,,,Astagfirullah..."
setiap langkah dan waktu saya kembali fokuskan niat dan tujuan dalam beraktivitas, biar hal sekecil apapun menjadi berlipatganda manfaatnya...

jadi teringat, Alhamdulillah mulai dari hari pertama shaum, setiap berbuka adalah hal yang ternikmat yang ga pernah ada yang bisa gantiin nikmatnya....apalgi ketika berbuka di angkot, ngeliat semua orang serentak berbuka, dan saling berbagi,,,wahh...indah sekkali...