23 Agustus 2011

saya suka mikir, kok temen saya disini yang bukan orang indonesia, yang suaminya sedang sekolah, yang pada punya anak dibawah 2 tahun, kok pada memilih memasukkan anak ke penitipan anak dan pada mencari kerjaan dibanding menghabiskan waktu bareng si anak, menanamkan nilai-nilai pada si anak? tanya kenapa?? apa saya aja yang kuno gitu mikir kalo anak umur 2 tahun kebawah lebih baik diasuh sama ibunya, kalau emang keluarganya masih memiliki materi yang cukup mah sehingga si ibu ga perlu kerja. kasian si anak karena ga bisa bersosialisasi atau jadi ga berkembang? si ibu yang bosen karena bareng mulu sama anaknya?wah ndak tau juga saya.

22 Agustus 2011

kartu lebaran



hari gini dapet atau ngirim kartu lebaran? ga musim kaleeee..
udah ada facebook, udah ada sms (apalagi banyak yang gratisan ke sesama operator), udah ada twitter, hayo apa lagi coba sekarang.. ga perlu lah itu beli kartu di toko terus beli perangko dan ngirim lewat kotak surat. ribet. kalo ada yang praktis kenapa cari yang susah?* jadi penasaran apakah anak muda (baca: anak SMP kebawah), tahu atau punya pengalaman mengirim surat ke kantor pos?*

saya sebenernya pengen nostalgila aja jaman-jamannya saya suka berkreasi *atau bikin sampah baru?* untuk bikin yang namanya kartu lebaran. Kira-kira dimulainya dari SD ya. Awalnya karena para kakak2 suka dapet kartu lebaran, sedangkan si gue kagak *siapa juga yang berkirim kartu di usia 1-3 SD?*. Kalo maen ke toko pas bulan puasa pun, banyak deh kartu yang dijual. Ya walaupun harus dikatakan sangat jujur, model dan desainnya sangatlah ehem,, biasa. Antara pengen ngirim kartu ke temen, tapi ga mau juga beli di toko, da goreng tea modelnya, tidak sesuai selera lah. Lalu suatu hari, saya lihat kaka pertama yang lagi ngelukis gambar di sebuah kartu. Pas saya tanya itu buat apaan, katanya buat dijadiin karti lebaran. Mupeng!. beda lagi sama kaka kedua, dia mah bikin dari bahan2 daur ulang (tetep beli juga sih bahan2nya). dan hasil yang dibikin kedua kakak2 saya itu, bagus menurut saya. Rapi. Pendek kata, saya pengen dong coba-coba bikin. saya lupa bagaimana dan bahan-bahan apa saja yang jadi korban tangan tidak bertanggung jawab ini. intinya tiap kali bikin, yang harusnya jadi banyak ,paling cuma jadi satu biji. wakakakakakk. jadi runtahlah itu semua.

Namun seiring berkembangnya teknologi, dimana proses pengiriman pesan bisa dilakukan hanya dalam beberapa detik saja, lambat laun kartu lebaran pun kurang diminati. Baik membeli di toko, maupun bikin sendiri. Saya sendiri, sejak punya hape (kelas 3 SMA - padahal terakhir bikin juga mungkin kelas 1 SMP dan vakum beberapa tahun), ga pernah lagi bikin kartu, kecuali bikinnya atas nama organisasi. Ya padahal kalo saya sih, perasaan antara menerima kartu dengan mendapatkan sepenggal sms lewat hape, rasanya lebih seneng nerima kartu langsung. Jelas dengan memberi kartu, berarti memberi perhatian untuk penerima. Kedua, lebih meningkatkan kreativitas kali ya, apalagi yang bikin sendiri. Da kalau masalah konten mah, itu itu aja da. hehehehe.. Semoga memang ikhlas dari hati.

Kartu lebaran. Ga ada esensi khusus sih memang karena toh isinya sama dengan apa yang ditulis melalui hape atau fesbuk, apalagi bagi yang tinggal di negara mayoritas muslim. Namun bagi yang tinggal di negara minoritas muslim, bisa saja kartu lebaran menjadi hal yang berarti. Terutama bagi anak2. Anak2 muslim yang tinggal di Jepang ini lebih seringkali mengenal perayaan setsubun, hina matsuri, dan entahlah apalagi saya lupa.. Mereka juga ikut menggembor2kannya di rumah, karena terbawa dari lingkungan di sekolahnya. Namun untuk Idul Fitri? ya hanya keluarga dan komunitasnya muslim saja yang merayakan. dan itu pun banyak keterbatasan untuk merayakannya. Oleh karena itu saya jadi mikir untuk ikut memeriahkan kesan idul fitri ini dimata anak-anak itu. Mungkin dengan mengirim selembar kartu lebaran mereka bisa menjadi senang dengan Idul Fitri. Mungkin dengan mengirim selembar katu lebaran mereka juga punya keinginan yang sama untuk mengirim kartu untuk teman2nya, sehingga mereka juga bisa bermain dengan kreativitasnya. Mungkin dengan mengirimkan kartu, saya bisa memberitahu mereka bahwa dulu waktu jaman saya kecil ada budaya mengirim kartu :p. Ya hal-hal seperti itu yang saya niatkan ketika membuat kartu lebaran buat teman kecil saya yang ada di Kobe, Jepang dan Bussan, Korea.

Dengan segala keterbatasan ide dan skill yang saya punya, kemarin saya coba bikin kartu, hihihihi,, ya alhamdulillah, jadi walaupun kaya bikinan anak sd. bagus atau enggaknya mah relatif.



16 Agustus 2011

Tentang Makanan lagi

kembali saya ingin berbicara mengenai makanan. ntah kenapa, ketika saya melihat saudara, teman, bahkan seorang yang tidak dikenal yang sedang berurusan dengan makanan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, saya ingin sekali berbagi tentang apa yang saya dapat dari selama saya tinggal di sini.

percaya-gak percaya waktu datang ke Jepang, saya masih tidak yakin apakah benar kalau daging ayam/sapi yang ada di Jepang itu tidak boleh dimakan? walaupun saya sudah diberi tahu sama senior kalau daging sembelihan tidak atas nama Allah dan daging yang disembelih oleh Ahli kitab itu tidak boleh. Jepang sendiri, memang negara yang bisa dibilang tidak memiliki agama, jadi tidak bisa dibilang negara Ahli Kitab. Saat itu, saya ingin memastikan kembali keyakinan saya, akhirnya saya cari2 dalil di Quran, bahkan saya telpon mamah untuk menanyakan perihal halal-haram itu ke seorang ustadz.

Q.S Al-Maidah: 3
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah [394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya [395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah [396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini [397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa [398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S An-Nahl : 115
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha

sudah jelas di Quran disebutkan bahwa makanan yang diharamkan adalah bangkai, darah, daging babi, dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, juga hewan2 yang matinya karena terpukul, teraniaya, tercekik, terjatuh.

dan berikut surat untuk makanan yang disembelih oleh ahli kitab,
Q.S Al Maidah: 5
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan [402] diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.

diayat diatas tertulis bahwa makanan yang disembelih oleh Ahli Kitab itu halal bagi kita muslim.

Bagi saya pribadi, saya masih belum begitu jelas dengan Ahli Kitab itu sendiri. Benar memang yang disebut Ahli Kitab itu orang-orang yang mengikuti ajaran sebelum Al-Quran diturunkan, yakni ajaran yang diturunkan pada Nabi Musa Alaihisalam (Yahudi), dan diturunkan pada Nabi Isa Alaihisalam (Nasrani). Kedua ajaran tersebut yang keduanya datang dari Allah SWT, begitupun dengan Al-Quran yang menyempurnakan keduanya. Namun yang menjadi pertanyaan saya kemudian apakah para ahli kitab itu masih ada dan masih sama sampai sekarang. Para ahli kitab (negara ahli kitab) yang sekarang memang benar mengikuti apa yang Nabi Musa dan Nabi Isa ajarkan?

di jepang, saya bisa dengan mudah kalau nemu makanan yang mengandung bahan hewani sudah bisa dibilang 99% haram, karena ini bukan negara ahli kitab. sedangkan untuk negara-negara yang mayoritas penduduknya memiliki agama bahkan agama ahli kitab seperti nasrani, apakah boleh kita memakan daging yang diproduksi oleh mereka? saya ga bisa jawab juga, karena yang saya bilang tadi, apakah para ahli kitab yang sekarang ada masih mengikuti ajaran yang sama dengan yang dahulu diturunkan? itu yang menjadi keraguan saya.

Terlepas dari siapakah ahli kitab itu, maka saya lebih memilih untuk tidak dipusingkan dengan makanan yang disembelih oleh ahli kitab itu.

kemudian. hal lain lagi yang perlu diperhatikan, adalah proses mematikan hewan yang hendak kita makan. Islam mensyariatkan untuk menyembelih hewan dengan menyebut nama Allah. Juga untuk yang dilakukan oleh para ahli kitab, proses yang dibolehkan adalah dengan menyembelih. Tidak boleh memakan makanan dari hewan yang hewannya mati dengan cara dipukul, ditembak, disuntik, dll.

Ya, seperti itu pemahaman saya.
Lantas bagaimana dengan kata "keterpaksaan" yang disebutkan dalam ayat-ayat diatas? saya juga tidak begitu tahu sejauh mana batas kita hingga kita melakukan sesuatu dengan terpaksa. kalau menurut saya pribadi, selagi masih ada makanan yang sudah jelas kehalalannya, maka belum ada kata terpaksa untuk memakan makanan yang diharamkan. sebenarnya kalau dari yang saya amati sih, bukan terpaksa makan, tapi ketidakmampuan untuk melawan nafsu yang ada di dalam diri kita sendiri.

seperti itu.
Yuk ah mulai hati-hati lagi.
Wallahualambisawab.

14 Agustus 2011

11 Agustus 2011

materi

semalam saat sedang asik asik ga jelas sendirian, aa yang ada di sebelah tanya gini "kamu udah tau tentang berita nya darsem?" , "enggak, ada apa emang?", jawab saya. "iya itu ada video rekaman beliau setelah dipulangin, tapi malah jadi gitu kelakuannya", dia nambahin lagi. Langsunglah saya minta bukti atas apa yang dia ucapkan. Dia menunjukkan sebuah video liputan stasiunTV swasta dari seorang mantan TKW yang sempat divonis hukum gantung oleh pemerintahan Arab Saudi karena dugaan membunuh yang kini sudah berada kembali di kampungnya, akibat mendapat dukungan pembebasan dari pemerintah maupun masyarakat. Namun apa yang saya lihat dari video itu, saya cuma bisa geleng-geleng manggut-manggut goyang-goyang *sudah sudah, hentikan!*. cuma sampe geleng-geleng doang kok seraya mengucapkan Astagfirullah.

Sangat jelas Allah menguji beliau dengan nikmatnya harta yang sekonyong-konyong dia dapatkan, padahal sebelumnya maut sudah didepan mata. Saya beneran ga bermaksud membuka aib seseorang, namun hal itu bisa menjadi pelajaran buat kita semua yang melihatnya. Materi adalah sebuah ujian duniawi. Saya jadi takut banget. Makanya kita mah cuma bisa berdoa semoga kita selalu berada di jalan yang diridhoi Allah. Harta yang didapat, saya mah selalu ingin harta yang penuh berkah. Dikasih banyak Alhamdulillah. Selalu ingat kalau masih ada yang lebih berharga dari sekedar harta dunia. Selalu ingat kalau maut bisa saja tiba-tiba datang. Memang sebaik-baiknya harta itu dipegang oleh orang yang shaleh. Wallahualam

07 Agustus 2011

gerakan

warga Indonesia memang warga yang solid banget. gimana engga, saat ini banyak sekali gerakan-gerakan masyarakat yang mampu menarik perhatian masyarakat lain untuk ikut mendukung gerakan yang diusung oleh sekumpulan orang2 saja. sebut saja tentang koin pritta, dimana semua orang mendukung seorang terdakwa kasus pelecehan nama baik sebuah rumah sakit, dengan manyumbang uang 100 rupiah saja untuk membebaskan sang terdakwa dari tuntutan pengadilan. atau tentang TKI arab darsem yang tidak jadi dihukum pandung di arab saudi karena masyarakat berhasil mengumpulkan dana untuk membebaskan darsem dari hukum pancung, walaupun akhirnya darsem bebas karena dirinya dimaafkan oleh sang majikan (penuntut). dua contoh tadi mungkin berkenaan dengan rasa kemanusiaan, dimana ketidakadilan tidak berpihak pada mereka, maka masyarakat pun turut merasakan penderitaan mereka dan berusaha ingin membantu menyelesaikan masalah, yang kebanyakan semua masalah itu bertumpu pada keterbatasan materi.

lain lagi dengan car free day atau jalan khusus untuk sepeda. percaya lah, bahawa awalnya car free day ini mungkin diusung oleh segelintir masyarakat saja, yang kemudian pemerintah melihat ini sebagai peluang untuk alih alih menurunkan jumlah polusi (tapi tetap menimbulkan polusi lain :p). ya masih banyak gerakan gerakan segelintir orang yang saya tau saat ini sedang diperjuangkan oleh beberapa kawan. untuk saat ini memang kalau langsung teriak ke pemerintah rasanya kurang epektip. lebih epektip itu mengajak dan mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya, membuat massa memiliki satu ide, melaksanakan ide itu bersama-sama. dan nanti jika memang positif hasilnya (dan harus positif tentunya), lambat laun akan dilirik pemerintah, dan sama pemerintah dijadikan program andalan pemerintah (hueekkss) *hush indah gaboleh suudhzan ya*.

03 Agustus 2011

the nanny

percanten lah ngasuh anak mah ga gampang
selama 3 minggu saya diamanahi untuk menjaga anak-anak dari para sensei di acara Otsuka Summer School, memang tugas yang menyenangkan. Mungkin mereka itu agak asing dengan muka saya, kok tiba tiba saya harus bareng dia,,pikir mereka. Ada 9 anak kalo dalam listnya, tapi paling tiap kali jaga hanya ada 6-7 orang. Ga saya sendiri sih, ada para ibu yang sedang nunggu anaknya selesai sekolah juga ikut membantu, juga ada pengurus masjid yang ga lupa membantu (lebih tepatnya saya membantu mereka). Di hari pertama itu, semua anak yang ada disitu nangis..huwaaaaaa,,udah jadi orang stress, cuma suara tangisan aja sih, tapi dari 5 anak secara bersamaan. Heu heu... saya megang satu anak, yang pada hari itu sebagai bujukan agar dia tidak menangis, saya ajak ke taman terdekat, tapi jadinya ga mau pulang-pulang :).

Jam makan siang adalah saatnya mengeluarkan bekal masing-masing anak yang sudah disiapkan oleh para ibu. tidak seperti anak TK/SD yang jika diminta duduk dan makan dengan baik, mereka akan tunduk. Untuk anak-anak berumur 1-3 tahun, masih belum ngerti dong, eh kecuali kalo udah biasa sama ibunya ya. Ya alhasil yang mau makan ya makan, yang engga ya engga makan. Nyuapin beberapa anak dalam sekali waktu memang bukan hal mudah :).
Saya sih cuek bebek aja walaupun ga bisa bahasa jepang dengan mereka, pake Bahasa Indonesia we tuluy. Hehehehe,,kadang ga nyambung sih. tapi disambung-sambungin aja deh.
Sekali pintu terbuka, buyar semua itu anak anak berlarian keluar. Mana depan masjid itu banyak mobil lalu lalang,,ngelus dada ngelus dada.

Saya belum berpengalaman juga ya ngasuh anak, jadi pendidikan untuk anak umur segitu pun saya kurang paham. Ya, saya sih biasa ajak main dengan mainan yang ada disitu, atau sedikit-sedikit melafalkan kalimat kalimat dzikir. Katanya sih, anak umur segituan memang tidak akan mau untuk duduk manis menghafalkan sebuah surat, tapi telinga mereka tetap awas dan otak mereka merekam ketika ada yang mengaji/bernyanyi di sekitarnya walaupun mereka sedang asik bermain. Jadi ya peran orang besar untuk mengumandangkan Quran surat-surat pendek jika ingin sang anak menghafalnya. Ya mau lagu juga boleh, tapi....hehehehehe.

2,5 minggu sudah berlalu, hanya ada satu suara tangisan saja yang terdengar kalau anak-anak itu sudah datang, itupun bersumber dari bayi berumur 1,5 tahun. Ngeliat mereka ketawa,,iiihhhh iri deh, kayanya tanpa beban aja gitu. Mana seneng pula lihat mereka tumbuh dengan nilai-nilai islami yang sudah tertanam sejak kecil. :)

02 Agustus 2011

laptop case


sekedar memenuhi janji pada diri sendiri untuk ngebuatin baju buat mas laptop.hehehe. apa adanya saja, alhamdulillah tapi jadi juga. rada seseug sih, tapi nda apa. ini karena di tas saya ga ada laptop casenya, jadi biar lebih aman saya bikin case yang tentunya pake dacron dong (dacron? itu busa pelapis itu loh). oiya bisa dipake bulak balik juga.

Teti

I : assalamualaikum, tiasa nyarios sareng bu ratmoko? (suara aga di ngirung ngirung dikit)
M : muhun, ieu abdi. Sareng saha ieu?
I : Ieu Teti...
M : Teti? teti mana nya,,,keheula...
I : Ih, maenya hilap deui,,,,
M : Keheula,,,,
I : Ieu Teti ti banjar...
M : ti Banjar? Ehhhhhhh....(dengan nada kaget dan sumringah)
M : Teti....
I : (ga kuat nahan ketawa)
I : hahahahahaha,,,ini indah mah...
M : eeeehhhh,,geuleuh budak teh!!!!! sugan teh beneran..(sambil ketawa juga)
I : huwahahahahahaha...
M : ka kolot teh,,,da emang ada beneran temen namanya Teti, sugan teh Teti yang itu..

Sabtu, 30 Agustus 2011
Saat menelepon mamah ke bandung
emang anak kurang ajar saya, selalu mengawali percakapan dengan bercandaan. hehehehehe...
ampun ya mah!! m(-_-)m ^_~v