13 November 2009

Dance With My Father

Dance With My Father

Back when I was a child,
Before life removed all the innocence,
My father would lift me high,
And dance with my mother and me and then,
Spin me around 'till I fell, fell alseep,
And up the stairs he would carry me.
And I knew for sure, I was loved.

If I could get another chance, another walk, another dance with him,
I'd play a song the would never, ever end,
How I'd love, love, love, to dance with my father, again.

Oooooh.

When I and my mother would disagree,
To get my way i would run from her to him,
He'd make me laugh just to comfort me,
Oooooh, and finally make me do just what my mother said,
Lat ethat night when I fell alseep,
He left a dollar under my sheet,
Never dreamed that he, would be gone from me,
No.

If I could steal, one final glance, one final step, one final dance with him,
I'd play a song that would never, ever end.
'Cause I'd love, love, love, to dance with my father, again.

Again.


by : Celine Dion

sop buah

sop buah
itu yang saya bawa di acara potluck party malam ini, karena masing masing dari siswa STEP diharuskan membawa makanan dari negara asal kami. Awalnya kepikiran untuk memasak sesuatu yang berat, yang bisa dimakan pake nasi, tapi ternyata bagian itu udah diambil sama mba sukma,,,sampe akhirnya kita memutuskan, ya Indah bikin sop buah ajah,,,
alesannya cukup simpel, kita (ayu, indah, sukma) bawa makanan untuk diri kita sendiri . so ayu and mba sukma bawa ayam dan pasta yang dagingnya mereka beli di pa rusli (toko indonesia dan daging yang dijual disana dijamin HALAL), dan saya ya bawa sop buah. karena kita mikir, di acara party party gitu pastiiiiii ajah mereka pada minum minum alkohol, dan ketika mereka minum ya kita cuman bisa cengok dan minum teh lagi teh lagi...
ternyata,,di tempat acara, makanan yang kami bawa ditempeli nama kami dan nama makanan yang kami buat,,,hihihihi,,,saya tulis SOP BUAH, dessert...
ketika acara dimulai, kami dipersilahkan untuk mencoba makanan yang telah kami buat, sharing food,,,dan ternyata teman teman saya banyak yang bikin makanan pake seafood, thats mean,,,saya bisa makan banyaaaakkkkkk.....hehehehe,,,, tapi... sop buah saya belum ada yang menyentuh,,hiks hiks,,,karena memang dari luar hanya terlihat potongan alpukat matang (warna cokelat tea gening) mengambang diatas cairan putih (ya susu lahh...), buah buah yang saya campur mengendap semua di bawah..padahal kan isinya menarik, ada nangka, kelapa, dan kiwi (gaya kan bikin es buah pake kiwi, kapan lagi coba?!).,,sempet khawatir kalo sampe ga abis, tapi ternyata,,,,
setelah mereka makan makanan berat, mereka mampir liat sop buah saya,,,mereka tanya tanya apa ini,,,ya saya bilang,,just try,,,deg deg an juga sih, takut rasanya ga sesuai sama lidah mereka, sampe akhirnya mereka bilang "oishii desu ne..",,,haii,,,,arigatou gozaimasu....sebagian bilang, "ya!ini enak, buah nya jarang disini",,,ada yang bilang, "wah ini beneran manis yah! soalnya di jepang ini kadang bertuliskan manis, tapi rasanya ga sama",,,,ada yang nambah sampe 3 kali, ada yang bilang "indah, if you make things like this, let me know, i ll go to your room, 217 isn it?" hahahaha,,,,^_^! dan ada juga yang mencoba mencampurkan nya sama nasi,,,gomen sensei...

dan juga saya ga lupa mengucapkan terimakasih sama mba sukma,,,yang udah sama sama bereksperimen buat sop buah,,,tambah susu, tambah jeruk lemon, kurang air, kurang gula,,,dan juga sama tokonya pa rusli yang udah menyediakan nangka, kelapa, dan susu cair cap bendera...
hehehehe...

11 November 2009

rabu yang basah

hari rabu,
sudah tau dari kemaren kalo hari rabu ini bakal turun hujan, tapi kenapa harus hari rabu?
senin, rabu, jumat saya punya kelas pagi di kampus Koganei, dan rasanya sangat berat kalo berangkat pagi pagi dalam cuaca hujan. hari ini, padahal saya kepikiran untuk pake kereta aja, tapi setelah dipikir pikir lagi, saya akan menghabiskan 700 ¥ dan sisa uang saya semakin menipis sedang uang beasiswa kami baru turun jumat besok. Jadi saya harus tahan tahan bersepada dalam air hujan. Pagi tadi ujannya cukup besar, fiuuuhhhh....dan udah beberapa hari ini saya ga liat tivi jadi saya gak tau hujan hari ini akan berakhir jam berapa. ramalan cuaca disini bener bener nampol lah, sampe skala jam pun bisa diprediksi, dan sampe saat ini saya masih percaya sama prediksi cuaca yang mereka bikin. Entah metode yang seperti apa yang mereka gunakan, saya belum sempet nyari, gak kaya ramalan cuaca di negara kita, jangan pernah percaya,,upsss!!!!
saya punya sesetel jas hujan,,tapi sepertinya saya butuh jas muka,,,rasanya pengen difoto pake setelan hujan,,hihihihi,,,piwatireun lah kalo liatnya, sambil megang stang speda, tangan kiri harus selalu benerin topi yang suka terbang kebawa angin, atau nge lap muka eh lebih tepatnya ngelap kaca mata,,,,heuheu,,,udah ga perduli penampilan, mau serapi apapun dari rumah, mau segaya apapun dari rumah (kapan oge ngagaya...) kalo udah keujanan mah, luntur semuanya,,,

hari ini dua kali saya menikmati ujan, karena jam 8 pagi saya berangkat dari rumah (fuchu) ke koganei, dan jam 12.30 saya kembali dari koganei ke fuchu karena kuliah selanjutnya ada di fuchu,,,udah kagok negro, kagok basah semua,,,dan mata kuliah berikutnya adalah practical farming which is kuliah yang turun ke lapangan,,minggu minggu sebelumnya kita panen buah, ke kandang sapi, panen kacang, dan minggu ini adalah growing flower,,,lengkaplah sudah, basah dan tanah,,,dekilnya diriku hari ini,,,

08 November 2009

kampus festival

6,7,8 november ini kampus saya Nokodai ngadain festival kampus taunan. Taun ini taun ke 51 mereka ngadain acara serupa. Kami siswa siswa program STEP juga ikut buka stand, isinya stand poster tentang masing masing negara. Ya saya dan 2 temen saya dari Indonesia bikin poster tentang Indonesia, 3 poster tentang Indonesia rasanya masih kurang untuk ngasih informasi tentang apa yang kita punya, hehehe... Selama tiga hari ini, kita melayani tamu tamu yang dateng, memberikan penjelasan tentang apa yang mereka pengen tau tentang negara kita...saya ketemu cukup banyakk, walaupun masih bisa diitung pake jari, tapi kerasanya banyak, soalnya sekali melayani (ihh..sadis banget bahasanya ngelayanin!! --keep positive--) kita bisa ngabisin waktu 10-30 menit, cukup menarik. Tamu pertama yang saya dapetin adalah temen-temen dari STEP, mereka tanya tanya tentang indonesia, dan selalu bertanya tentang muslim dan agama, "gimana agama di Indonesia? Gimana muslim? Apa ada pulau yang didominasi agama tertentu? gimana kamu beribadah? kenapa kamu pake kerudung? apa alesan logisnya selain karena perintah Tuhan?" ya pertanyaan pertanyaan seperti itulah, cukup menyenangkan. Kemudian saya juga kedatangan tamu Nihon-go no sensei alias guru bahasa jepang saya, namanya Uehara Sensei, dia pernah dateng ke indonesia, jadi dia tau sedikit tentang indonesia, bahkan kota yang pernah dia datangi tampak lebih banyak dari kota yang pernah saya datangi, hehehehe,,,ya sedikit sedikit dia ngomong bahasa indonesia, dan sedikit (sangat sedikit) juga saya ngomong bahasa jepang, practice with the real japanese. n_n!!
kemudian, saya juga kenalan sama mahasiswa mahasiswa jepang (akhirnya kenalan orang jepang ku bertambah), Maia, Hiro, dan Akiko. Saya panjang lebar ngobrol sama Maia-san, karena dia cukup berbahasa inggris yang bisa dimengerti, walaupun saya juga ga yakin kalo dia ngerti apa yang saya omongin, tapi cukup menarik. Dan yang paling susah adalah ketika ada orang Jepang datang, dan dia menanyakan sesuatu dengan menunjuk gambar, dan saya mencoba menjelaskan dalam bahasa inggris, dan mereka ga ngerti dan mereka tetap saja nanya pake bahasa Jepang,,,oh My Godness!! Nihon go benkyoshimasyo!!!

terus terus di festival juga ada stand makanan....makanannya enak enak,,tapi yang saya makan ya non-daging, cuma kentang, ubi, salada creps,,, dan mereka ga pernah lupa untuk tetep ngejaga kebersihan. Tempat sampah jumlahnya diperbanyak, dan tiap pos tempat sampah selalu dijaga sama panitia, panitia memastikan kalo si pembuang sampah memisahkan sampahnya dengan baik. HWaaa...

dan di malem terakhir,,ini yang sbenernya mau aku ceritain,, di acara penutupannya, sama kaya di indonesia ada acara pentas musik dan sebagainya. Dan tadi pertama kalinya aku nonton di depang panggung utama, saya dan 8 teman saya yang lain memang cuma liat akhir dari acara, karena kami cuma liat satu lagu terakhir,,,dan tahukah kalian,,,hahahaha,,,penyanyi nya itu seorang perempuan, tapi penari penarinya itu semuanya laki laki yang bertelanjang dada,,hueksss,,,dan ternyata di depan panggungnya itu ada area yang disediain panitian untuk area berjoget, pas saya liat ternyata laki laki yang ada di area itu nyaris setengah telanjang (mereka cuma pake cawat yang kaya pesumo), menjijikan,,,dan sebagian pake kostum power ranger, anehh sekali,,,ya itu sih yang bikin kita semua kaget, ternyata mahasiswa jepang ni edan edan semua. terus terus,,,tau kan kalo di panggung panggung gitu suka ada spotlight nya?yang kadang warna lampu nya berubah rubah jadi merah, kuning, biru, hijau. Nah tadi juga sama, tapi yang bikin beda adalah,,,setelah kita semua sadarin ternyata perubahan warna yang terjadi dari lampu itu dilakukan secara manual, cukup satu lampu halogen, dan 2 kertas film berwarna merah dan biru...Oooohhh......saya dan mba sukma kaget, hellooo jepang kan negara canggih, segalanya serba high tech dan otomatis, dan mereka tetep bersikap sederhana dalam menggunakan uang untuk acara gede taunan mereka. Applause lah pokonya,,,, yang saya liat, mereka bener bener kreatif, yang penting bisa menikmati dan membuat orang menikmati acara mereka,,,

One Day in Your Life


One day in your life
you'll remember a place
Someone's touching your face
You'll come back and you'll look around you

One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I'll be there

(Oh-oh-oh-oh-oh...)

You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I'll be there

(Ohh...)


-- Michael Jackson--

02 November 2009

Keringanan shalat? Hak ataukah Hadiah??

baru kali ini saya pengen cerita tentang masalah solat, solat dalam keadaan musafir.
ntah kenapa, ada rasa ga enak kalo saya sedang menjama qasar salat di jepang ini. Bukan karena hukumnya yang tidak memperbolehkan, cuma kadang kalo kita sedang bersama orang yang tidak sepaham dengan apa yang kita yakini (walaupun beliau masih muslim) rasanya itu ada yang mengganjal.

seperti yang saya yakini, Allah itu memberikan keringanan solat pada umatnya yang sedang berada dalam perjalanan. berikut yang saya dapat dari sebuah buku:

"Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, tidaklah mengapa kamu ,mengqashar shalat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu" (Q.S An-Nisaa`[4]:101)
berdasarkan ayat diatas, diketahui bahwa menqashar shalat itu khawatir akan penganiyaan orang2 kafir. Namun kemudian, Rasul menetapkan kebolehan qashar meskipun tidak ada kekhawatiran adanya penganiayaan saat perjalanan. Qashar artinya meringkas shalat. Kita dianjurkan mengqashar shalat pada waktu berpergian (Q.S An-Nisaa`[4]:101). Abu Ya`la r.a bertanya kepada Umar bin Khattab r.a "Mengapa mengqashar shalat padahal kita sudah aman?` Umar menjawab `Aku pernah bertanya sperti ini kepada Nabi SAW, lalu beliau menjawab, `Shalat qashar adalah sedekah yang Allah berikan kepada kamu, maka terimalah sedekah Nya`"(H.R. Muslim). Keterangan ini menegaskan bahwa shalat qashar merupakan keringanan dari Allah dan kita dianjurkan untuk menerima dan mengamalkannya. Orang yang safar (dalam perjalanan) diberi keringanan untuk meringkas shalat, sekalipun dalam situasi aman dan memiliki banyak keleluasaan waktu. Dalam perjalanan Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melakukan qashar, sekalipun situasi aman dan mereka memiliki waktu yang leluasa. "Aku pernah menyertai safar Rasulullah Saw, ternyata beliau shalat dua rakaat (qashar) ketika safar. Hal ini dilakukan pula oleh Abu Bakar, Umar, dan Ustman." (H.R Muttafaq`alaih dari Ibnu Umar r.a)
Imam Malik menyebutkan bahwa shalat qashar itu sunnah muakkadah (sunnah yang harus diprioritaskan), Imam Syafi`i dan Hambali menilai sebagai rukhsah (sebaiknya dilakukan atau dikerjakan), sedangkan Imam Hanafi menilainya sebagai `azimah (harus dilakukan). Jadi semua pakar menilai bahwa shalat dalam perjalanan sebaiknya qashar (diringkas).

dan bagaimana mengenai jarak dan lamanya safar?
mengenai jarak diperbolehkannya melakukan shalat qashar, para ahli berselisih pendapat; ada yang mengatakan 5 km, 70 km, dan 87 km. Perbedaan pendapat ini cukup logis karena masalah safar (berpergian) tidak bisa diukur hanya dengan jarak, tetapi juga oerlu memperhatikan faktor sarana transportasi, kebiasaan orang yang bersafar, medan perjalanan, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, Ibn Qudamah berpendapat bahwa ayat yang berbunyi "Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu...."(Q.S An-Nisaa`[4]:101) tidak membatasi safar dengan jarak; yang penting, selama kita berniat dan merasa safar diperbolehkan mengqashar shalat. Menurut penulis, inilah pendapat yang dapat dipegang. Yang penting kita berniat dan merasa safar, maka dalam kondisi ini kita dapat mengqashar shalat sekalipun hanya berpergian dalam jarak 5 km. Namun, kita tidak perlu mengqashar shalat kalau kita merasa safar, sekalipun perjalanannya 70 km.
sementara untuk batasan waktu yang diperbolehkan untuk qashar, Imam Maliki dan Hambali berpendapat bahwa qashar ditentukan oleh niatnya. Artinya walapun berbulan-bulan tinggal d suatu tempat, dia boleh mengqashar shalat. Menurut suatu riwayat, Ibn Umar pernah mengqashar shalat selama enam bulan ketika berada di Azarbaijan. Menurut Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi, Rasulullah Saw mengqashar shalat selam 18 hari ketika fath makkah (penaklukan kota Makkah). keterengan tersebut, menunjukkn bahwa masalah berapa lama kita boleh mengqashar shalat ditentukan oleh niat safar. Artinya, kalau kita masih berniat dan merasa safar, shalat qashar masih diperbolehkan. Perhatikan surat An-Nisaa`[4]:101;disana tidak diberikan batasan waktu seseorang bisa mengqashar salatnya.
(sumber: Sudah Benarkah Shalatku? AAm Amirudin,M.Si)


ya seperti yang saya dapatkan dalam buku. pernah suatu waktu ketika saya akan menjama qashar solat saya (ketika itu saya sedang bepergian dekat dari tempat sementara sya tinggal), dan tiba2 teman saya berkata tentang sebaiknya kita tidak menjama qashar shalat kita dengan alasan selain kita punya waktu luang, kita tinggal di sini (jepang) untuk waktu yang lama (bagi saya cuma setahun), dan teman saya berkata: "masa iya kita tidak menyempatkan solat barang 5 menit sajah, lagian konteksnya menjama qashar solat pada jaman dahulu kan dalam keadaan tidak aman, dan sarana transportasi yang terbatas,,nah kalau kita disini kan kita tidak memiliki hambatan sperti itu, kalau saya sih merasanya seolah olah menjadikan mengqashar shalat sebagai sesuatu yang kita berhak dapet", saat itu saya berusaha menjelaskan apa yang saya yakini tentang menjama qashar shalat, ini adalah hadiah dari Allah, haruskah kita menolak?. Tetapi saat itu saya tidak jadi mengqashar shalat saya, hanya untuk menghormati teman saya itu. Bagi saya, ketika saya bertolak dari Indonesia ke Jepang, saya berniat safar, Jepang bukan tempat saya, walaupun saya setahun disini saya merasa ini bukan `rumah` saya.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, maaf saya akan jalani apa yang saya yakini benar.

01 November 2009

Fuchu Art Museum en Fuchu Park (2)