08 November 2009

kampus festival

6,7,8 november ini kampus saya Nokodai ngadain festival kampus taunan. Taun ini taun ke 51 mereka ngadain acara serupa. Kami siswa siswa program STEP juga ikut buka stand, isinya stand poster tentang masing masing negara. Ya saya dan 2 temen saya dari Indonesia bikin poster tentang Indonesia, 3 poster tentang Indonesia rasanya masih kurang untuk ngasih informasi tentang apa yang kita punya, hehehe... Selama tiga hari ini, kita melayani tamu tamu yang dateng, memberikan penjelasan tentang apa yang mereka pengen tau tentang negara kita...saya ketemu cukup banyakk, walaupun masih bisa diitung pake jari, tapi kerasanya banyak, soalnya sekali melayani (ihh..sadis banget bahasanya ngelayanin!! --keep positive--) kita bisa ngabisin waktu 10-30 menit, cukup menarik. Tamu pertama yang saya dapetin adalah temen-temen dari STEP, mereka tanya tanya tentang indonesia, dan selalu bertanya tentang muslim dan agama, "gimana agama di Indonesia? Gimana muslim? Apa ada pulau yang didominasi agama tertentu? gimana kamu beribadah? kenapa kamu pake kerudung? apa alesan logisnya selain karena perintah Tuhan?" ya pertanyaan pertanyaan seperti itulah, cukup menyenangkan. Kemudian saya juga kedatangan tamu Nihon-go no sensei alias guru bahasa jepang saya, namanya Uehara Sensei, dia pernah dateng ke indonesia, jadi dia tau sedikit tentang indonesia, bahkan kota yang pernah dia datangi tampak lebih banyak dari kota yang pernah saya datangi, hehehehe,,,ya sedikit sedikit dia ngomong bahasa indonesia, dan sedikit (sangat sedikit) juga saya ngomong bahasa jepang, practice with the real japanese. n_n!!
kemudian, saya juga kenalan sama mahasiswa mahasiswa jepang (akhirnya kenalan orang jepang ku bertambah), Maia, Hiro, dan Akiko. Saya panjang lebar ngobrol sama Maia-san, karena dia cukup berbahasa inggris yang bisa dimengerti, walaupun saya juga ga yakin kalo dia ngerti apa yang saya omongin, tapi cukup menarik. Dan yang paling susah adalah ketika ada orang Jepang datang, dan dia menanyakan sesuatu dengan menunjuk gambar, dan saya mencoba menjelaskan dalam bahasa inggris, dan mereka ga ngerti dan mereka tetap saja nanya pake bahasa Jepang,,,oh My Godness!! Nihon go benkyoshimasyo!!!

terus terus di festival juga ada stand makanan....makanannya enak enak,,tapi yang saya makan ya non-daging, cuma kentang, ubi, salada creps,,, dan mereka ga pernah lupa untuk tetep ngejaga kebersihan. Tempat sampah jumlahnya diperbanyak, dan tiap pos tempat sampah selalu dijaga sama panitia, panitia memastikan kalo si pembuang sampah memisahkan sampahnya dengan baik. HWaaa...

dan di malem terakhir,,ini yang sbenernya mau aku ceritain,, di acara penutupannya, sama kaya di indonesia ada acara pentas musik dan sebagainya. Dan tadi pertama kalinya aku nonton di depang panggung utama, saya dan 8 teman saya yang lain memang cuma liat akhir dari acara, karena kami cuma liat satu lagu terakhir,,,dan tahukah kalian,,,hahahaha,,,penyanyi nya itu seorang perempuan, tapi penari penarinya itu semuanya laki laki yang bertelanjang dada,,hueksss,,,dan ternyata di depan panggungnya itu ada area yang disediain panitian untuk area berjoget, pas saya liat ternyata laki laki yang ada di area itu nyaris setengah telanjang (mereka cuma pake cawat yang kaya pesumo), menjijikan,,,dan sebagian pake kostum power ranger, anehh sekali,,,ya itu sih yang bikin kita semua kaget, ternyata mahasiswa jepang ni edan edan semua. terus terus,,,tau kan kalo di panggung panggung gitu suka ada spotlight nya?yang kadang warna lampu nya berubah rubah jadi merah, kuning, biru, hijau. Nah tadi juga sama, tapi yang bikin beda adalah,,,setelah kita semua sadarin ternyata perubahan warna yang terjadi dari lampu itu dilakukan secara manual, cukup satu lampu halogen, dan 2 kertas film berwarna merah dan biru...Oooohhh......saya dan mba sukma kaget, hellooo jepang kan negara canggih, segalanya serba high tech dan otomatis, dan mereka tetep bersikap sederhana dalam menggunakan uang untuk acara gede taunan mereka. Applause lah pokonya,,,, yang saya liat, mereka bener bener kreatif, yang penting bisa menikmati dan membuat orang menikmati acara mereka,,,

One Day in Your Life


One day in your life
you'll remember a place
Someone's touching your face
You'll come back and you'll look around you

One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I'll be there

(Oh-oh-oh-oh-oh...)

You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I'll be there

(Ohh...)


-- Michael Jackson--

02 November 2009

Keringanan shalat? Hak ataukah Hadiah??

baru kali ini saya pengen cerita tentang masalah solat, solat dalam keadaan musafir.
ntah kenapa, ada rasa ga enak kalo saya sedang menjama qasar salat di jepang ini. Bukan karena hukumnya yang tidak memperbolehkan, cuma kadang kalo kita sedang bersama orang yang tidak sepaham dengan apa yang kita yakini (walaupun beliau masih muslim) rasanya itu ada yang mengganjal.

seperti yang saya yakini, Allah itu memberikan keringanan solat pada umatnya yang sedang berada dalam perjalanan. berikut yang saya dapat dari sebuah buku:

"Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, tidaklah mengapa kamu ,mengqashar shalat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu" (Q.S An-Nisaa`[4]:101)
berdasarkan ayat diatas, diketahui bahwa menqashar shalat itu khawatir akan penganiyaan orang2 kafir. Namun kemudian, Rasul menetapkan kebolehan qashar meskipun tidak ada kekhawatiran adanya penganiayaan saat perjalanan. Qashar artinya meringkas shalat. Kita dianjurkan mengqashar shalat pada waktu berpergian (Q.S An-Nisaa`[4]:101). Abu Ya`la r.a bertanya kepada Umar bin Khattab r.a "Mengapa mengqashar shalat padahal kita sudah aman?` Umar menjawab `Aku pernah bertanya sperti ini kepada Nabi SAW, lalu beliau menjawab, `Shalat qashar adalah sedekah yang Allah berikan kepada kamu, maka terimalah sedekah Nya`"(H.R. Muslim). Keterangan ini menegaskan bahwa shalat qashar merupakan keringanan dari Allah dan kita dianjurkan untuk menerima dan mengamalkannya. Orang yang safar (dalam perjalanan) diberi keringanan untuk meringkas shalat, sekalipun dalam situasi aman dan memiliki banyak keleluasaan waktu. Dalam perjalanan Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melakukan qashar, sekalipun situasi aman dan mereka memiliki waktu yang leluasa. "Aku pernah menyertai safar Rasulullah Saw, ternyata beliau shalat dua rakaat (qashar) ketika safar. Hal ini dilakukan pula oleh Abu Bakar, Umar, dan Ustman." (H.R Muttafaq`alaih dari Ibnu Umar r.a)
Imam Malik menyebutkan bahwa shalat qashar itu sunnah muakkadah (sunnah yang harus diprioritaskan), Imam Syafi`i dan Hambali menilai sebagai rukhsah (sebaiknya dilakukan atau dikerjakan), sedangkan Imam Hanafi menilainya sebagai `azimah (harus dilakukan). Jadi semua pakar menilai bahwa shalat dalam perjalanan sebaiknya qashar (diringkas).

dan bagaimana mengenai jarak dan lamanya safar?
mengenai jarak diperbolehkannya melakukan shalat qashar, para ahli berselisih pendapat; ada yang mengatakan 5 km, 70 km, dan 87 km. Perbedaan pendapat ini cukup logis karena masalah safar (berpergian) tidak bisa diukur hanya dengan jarak, tetapi juga oerlu memperhatikan faktor sarana transportasi, kebiasaan orang yang bersafar, medan perjalanan, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, Ibn Qudamah berpendapat bahwa ayat yang berbunyi "Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu...."(Q.S An-Nisaa`[4]:101) tidak membatasi safar dengan jarak; yang penting, selama kita berniat dan merasa safar diperbolehkan mengqashar shalat. Menurut penulis, inilah pendapat yang dapat dipegang. Yang penting kita berniat dan merasa safar, maka dalam kondisi ini kita dapat mengqashar shalat sekalipun hanya berpergian dalam jarak 5 km. Namun, kita tidak perlu mengqashar shalat kalau kita merasa safar, sekalipun perjalanannya 70 km.
sementara untuk batasan waktu yang diperbolehkan untuk qashar, Imam Maliki dan Hambali berpendapat bahwa qashar ditentukan oleh niatnya. Artinya walapun berbulan-bulan tinggal d suatu tempat, dia boleh mengqashar shalat. Menurut suatu riwayat, Ibn Umar pernah mengqashar shalat selama enam bulan ketika berada di Azarbaijan. Menurut Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi, Rasulullah Saw mengqashar shalat selam 18 hari ketika fath makkah (penaklukan kota Makkah). keterengan tersebut, menunjukkn bahwa masalah berapa lama kita boleh mengqashar shalat ditentukan oleh niat safar. Artinya, kalau kita masih berniat dan merasa safar, shalat qashar masih diperbolehkan. Perhatikan surat An-Nisaa`[4]:101;disana tidak diberikan batasan waktu seseorang bisa mengqashar salatnya.
(sumber: Sudah Benarkah Shalatku? AAm Amirudin,M.Si)


ya seperti yang saya dapatkan dalam buku. pernah suatu waktu ketika saya akan menjama qashar solat saya (ketika itu saya sedang bepergian dekat dari tempat sementara sya tinggal), dan tiba2 teman saya berkata tentang sebaiknya kita tidak menjama qashar shalat kita dengan alasan selain kita punya waktu luang, kita tinggal di sini (jepang) untuk waktu yang lama (bagi saya cuma setahun), dan teman saya berkata: "masa iya kita tidak menyempatkan solat barang 5 menit sajah, lagian konteksnya menjama qashar solat pada jaman dahulu kan dalam keadaan tidak aman, dan sarana transportasi yang terbatas,,nah kalau kita disini kan kita tidak memiliki hambatan sperti itu, kalau saya sih merasanya seolah olah menjadikan mengqashar shalat sebagai sesuatu yang kita berhak dapet", saat itu saya berusaha menjelaskan apa yang saya yakini tentang menjama qashar shalat, ini adalah hadiah dari Allah, haruskah kita menolak?. Tetapi saat itu saya tidak jadi mengqashar shalat saya, hanya untuk menghormati teman saya itu. Bagi saya, ketika saya bertolak dari Indonesia ke Jepang, saya berniat safar, Jepang bukan tempat saya, walaupun saya setahun disini saya merasa ini bukan `rumah` saya.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, maaf saya akan jalani apa yang saya yakini benar.

01 November 2009

Fuchu Art Museum en Fuchu Park (2)





Fuchu Art Museum en Fuchu Park






29 Oktober 2009

seminar pertama

judulnya sih seminar pertama,,tapi tenang bukan saya yang seminar,,ini adalah seminar pertama yang saya ikutin di laboratoriumnya Lenggoro-sensei. Yup Lenggoro sensei ngajak saya untuk ikut seminar agar saya tau topik topik yang di bahas di lab beliau juga sudah sampai mana perkembangan dari topik tersebut. Selain itu beliau juga bilang sebaiknya saya tahu tentang kebiasaan-kebiasaan orang jepang kalo di kampus, bagaimana berkomunikasi dengan beliau, dan hal hal yang berkaitan dengan kebiasaan mahasiswa jepang. Oke!! saya mengerti,,,jadi hari ini adalah hari pertama saya muncul di depan anggota Lenggoro Laboratory. Seminar hari ini ternyata ga cuma satu lab, tapi bergabung sama Kamiya Laboratory yang dikepalai oleh Kamiya-sensei, dan saya jadi deg deg an (aneh,,kenapa juga mesti nervous,,hehehe).

Setelah semua kumpul dan seminar akan dimulai, Lenggoro-sensei bilang ke Kamiya-sensei kalau saya ikut dalam seminar kali ini,,begini " Kyou wa indah san bla bla bla bla kogaku bla bla bla steppu student blah blah blah blah blah kanojo wa bleh bleh bleh bleh, kanojo blah blah blah bleh bloh...." singggggg,,,,,yang saya ngerti dari percakapan mereke adalah: " hari ini indah dari indonesia bla blah blah step student blah blah blah,,,she is blah bleh bleh she is bleh bleh bleh,,", oke gua ngga ngerti apa apa...dan tiba-tiba, "ayo ndah, kenalkan diri.." he!!??? sebenernya saya juga dah tau bakal disuruh mengenalkan diri, tapi pas diminta untuk ngenalin diri tiba tiba "deg" seketika,,,haduh haduh,,,ngomong apa yah,,hehehe,,,tadinya sempet kepikiran untuk mengenalkan diri pake bahasa jepang, karena di kelas bahasa jepang kita dah di ajarin bagaimana memperkenalkan diri, tinggal bilang "Hajimemashite, Indah desu, douzo yoroshiku",,tapi rasanya belum pede untuk pake bahasa jepang, secara di depan mataku ada 15 orangan Japanese,,kalo keceletot bisa bisa memalukan,,,akhirnya secepat kilat kuurungkan niat untuk pake bahasa ufo itu. jadilah perkenalan simpel dengan bahasa inggris,,,dan ga berenti sampe situ, saya diminta ngejelasin tentang topik riset saya di bandung,,,Thanks God, karena kalo sebelumnya saya pake bahasa Jepang berarti pertanyaan berikutnya akan diajukan pake bahasa jepang yang saya gak ngerti. hihihihi...

Dalam seminar ini, presenter harus menyediakan handout dalam dua bahasa, bahasa inggris dan jepang, karena banyak mahasiswa master dan doktor yang non-japanese. Sepanjang seminar, saya berusaha untuk menangkap topik dan maksud dari presentasi yang disampaikan, karena hanya dengan melihat hand out satu satunya cara untuk mengerti. Bahasa yang gunakan dalam presentasi adalah bahasa jepang, jadi saya cuma serius menundukan kepala baca handout karena gak ngerti apa yang mereka omongin dan bahas. fiuhhhh....sampe-sampe ketika waktu diskusi, saya sempet nanya ke temen sebelah saya "what are they discuss about?". Boro-boro mau mengajukan pertanyaan berkaitan dengan topik, membaca judul topik mereka saja saya sulit...HOshh!!!

27 Oktober 2009

pindahan? dapet banyak warisan...

Rabu,,,

pagi ini rasanya susah sekali untuk bangun, semalam baru sampe kamar jam 12 malam, dan baru bisa merem banget sekitar satu jam kemudian,,tidur 6 jam rasanya masih selalu kurang,,,kalo kata temen2 sih masih time lag, padahal cuma beda 2 jam doang dari indonesia..
ya pagi tadi saya terbangun karena inget harus mengambil sepeda di tempat teh lala. Teh lala ialah warga indonesia, sudah menikah dan punya seorang anak. Hari ini mereka sekeluarga pulang ke indonesia, dan tentu saja ketika seorang perantau pulang ke kampung halaman, banyak barang yang tidak bisa ikut terbawa ke kampungnya. Jauh hari sebelum hari kepulangan, teh lala dan keluarga udah nawarin barang-barang yang akan mereka buang, atau apa2 saja yang kami (warga indonesia) yang perlukan dan mungkin tersedia diantara barang barang mereka. Dan dua buah sepeda milik teh lala dan suami lah yang diminta oleh kami (para pendatang). Dua sepeda itu untuk dua teman saya yang berangkat bareng dari indonesia, Mba Sukma dan Ayu. Saya sendiri sudah beli sepeda sejak 2 hari kedatangan saya kesini, sepeda second hand dengan harga 1500 yen (hehehe,,,murah dan berkarat).
siang siang sekitar jam 12 saya dapet telepon dari bu lurah Fuchu -Koganei, Mba Novi. dia bilang kalau ternyata di rumah teh lala masih tersisa barang-barang, lumayan banyak, dan mungkin saja ada yang saya butuhkan di sana bisa saya ambil sebelum akhirnya nasib barang tersbut berakhir di tempat sampah. saya, ayu, dan mba sukma langsung meluncur kesana. Dan waaaaaaaaaaaahhhhh...ternyata masih ada barang barang yang layak pakai, bahkan masih disegel,,,hohoho,,,
bongkar sana bongkar sini,,,akhirnya aku mendapatkan:
1. payung
2. satu piring, satu, gelas, dan sendok
3. sabun dan sampo (isinya masih ada dikit, tapi yang diincer itu wadahnya)
4. pembersih toilet
5. sabun cuci piring
6. celengan
7. tempat folder
8. timbangan (mudah2an bisa mengontrol beban tubuhku)
9. tisu dapur, tisu biasa (lumayan ga perlu beli sampe bulan depan)
10. wadah air

alhamdulillah,,,nyaris lengkap deh perabotan ku...hmmmmm..,.tapi yang jadi kepikiran, ntar kalo aku pulang bakal dihibahkan ke siapa yah??tahan,,,jangan banyak barang dikamar,,,
terimakasih teh lala, pa aep, dan rafa-chan