28 Februari 2011

obrolah penting ga penting #25 tahun harus kurus

aa : neng kalo neng umur 25 tahun harus kurus ya..
saya : kenapa emangnya? *sedikit terusik karena badan udah sedikit melar sekarang, padahal belum sampe 25thn*
aa : iya kan kalo di surga itu ketemu pasangannya di usia muda, 25-35 an gitu, jadi ntar pas ketemu pas neng langsing..
saya : -_______-

kunjungan ke SD

drrrrrtttt drrrrrrt drtttttttttt...(bunyi geter hape), tak lama saya angkat teleponnya.

"tante indah, hari senin ada waktu gak? bantuin presentasi di sekolah anak-anak yu! kita buat makanan juga, tapi apa ya...", kira kira begitu suara Teh Dewi di ujung telepon. Saya hanya "haik" sajah, tanda bersedia, dan mengusulkan beberapa menu makanan kecil untuk presentasi tentang Indonesia di depan murid kelas 5 SD.

Bukan saya yang bakal presentasi, kalau saya yang presentasi, dijamin si anak2 yang denger bakal cengok ga ngerti apa yang saya omongin. "ni orang ngomong apa sih,,,," atau "huaaahhhh,,mending baca sendiri dari internet", mungkin begitu yang ada di pikiran mereka.
Tapi yang akan berdiri dan ber cas-cis-cus tentang Indonesia itu Pak Ewin, suaminya Teh Dewi. Kami kami (saya dan aa), hanya sebagai tim sukses saja. Sukses bikin anak-anak kembali bergumam dalam hatinya, "ni orang dua, ngapain juga berdiri disitu tapi gak ngapa-ngapain,nyempit-nyempitin tempat ajah". Tapi Alhamdulillah, selama pengenalan itu, tidak terdengar seorang anak2 pun bergumam seperti itu, hahahaha,,ya karena saya emang ga bisa baca pikiran orang. Juga saya dan aa ga gaji gaji buta amat. minimal si aa potrat potret wajah lucu nan kocak nan unik anak-anak Jepang, si saya berpose manis memegang angklung atau megang peta dimana muka saya ketutupan oleh peta yang super badig.

Di waktu pagi sebelum acara presentasi yang hanya berlangsung 30menit itu, saya dan teh dewi menghabiskan waktu 3 jam untuk mempersiapkan makanan Indonesia yang simpel dibuat, untuk memperkenalkan bahwa di Indonesia ada looohhh makanan seperti itu. dan makanan itu adalah jreng jreng,,durugdugdurugdug,,,martabak telor, dadar gulung, dan pisang molen. simpel bukan? bukaaaaaaaannnn!!!! Bukan simpel adalah kata khusus kulit martabak telor yang gagal dibuat. dari malam sebelumnya saya bikin adonan kulit martabak, setengah jam dihabiskan untuk menguleni si terigu sampe kalis yakni sampe otot bisep dan trisep saya hampir kaya Ade Rai. woowwww, lebay sekali. ya ya ya, lupakan proses ngaduk terigu. saya pikir setelah nonton you tube gimana cara emang2 pinggir jalan buat kulit martabak dengan cara dilempar-lempar itu sehingga jadi tipis dan lebar, saya bisa melakukan hal yang sama. tapi ternyata nihil saudara-saudara. yang ada setelah saya lempar-lempar itu, si adonan malah robek berhampuran, keras, dan lain-lain. saya menyerah dan menyarankan untuk beli kulit lumpia udah jadi ajah. kasus selesai! tok tok!

hari kemarin hujan rintik-rintik, plus butiran es jatuh berhamburan dari langit. andai saya bawa mangkok, alpukat, cingcau hitam, sirup merah, akan saya bikin es campur saat itu juga. tapi yang saya dan tim presentasi bawa adalah dua koper besar yang isinya perabotan berkaitan dengan kebudayaan Indonesia. masuk ke gedung sekolah di daerah Saitama rasanya tak ada bedanya dengan gedung sekolah yang ada di Koganei dulu. sepertinya sejak sistem pendidikan dibentuk di Jepang, si menteri pendidikan udah ngasih wanti-wanti "nih, kalo lu pada mau bikin SD di tempat lu, bentuknya mesti begini, harus ada ini, ada itu, mesti sama semuanya. mau yang ada di kota ataupun di desa!". beda sama di Indonesia, yang ada dimana-mana itu ya Badminton. (terinspirasi dari lagu Badminton dimana-mana, di kota dan di desa..) serta gak ada hal yang sama di setiap titik di Indonesia.

hemmmmm...
kembali ke presentasi. di ruang berbeda kami semua mempersiapkan barang2 yang akan kami peragakan, termasuk meminta izin kepada guru yang berwenang untuk memberikan makanan khas Indonesia tersebut ke anak-anak. adalah Eka dan Aziz, putra dari Teh Dewi dan Mas Ewin yang duduk di kelas 2 dan 1 di SD tersebut. izin dari kelasnya masing2 kemudian datang ke tempat kami bersiap untuk ganti baju pake beskap anak2 untuk menyatakan pada seluruh sekolah "kami anak Indonesia". lucuuuuu pisan. lucu bukan pengen ketawa. lucu layaknya anak kecil yang baru bisa ngomong dan nyanyi "catu catu atu tayang ibu".kawaaiiiii...kakkooooiiii...

waktunya tiba, kami berenam masuk ke ruangan, kira2 ada 20 anak disana. ada dua pembawa acaranya juga. acara saat itu seperti sudah ada teklapnya, kita hanya bintang tamu. ada bagian yang ngasih prakata awal, yang ngasih komen, dan yang ngasih penutupan. semua teroganisir dengan baik. penjelasan berlangsung lancar, walaupun ada beberapa menit dimana si anak-anak terlihat sudah malas mendengarkan. sampai akhirnya mereka cenghar lagi ketika mereka diminta memainkan angklung. mereka tampak keheranan mendengar suara klentang kelentung dari alat musik bambu itu, juga tampak takjub ketika si bambu bisa mengeluarkan 7 nada suara.

di penghujung waktu, kita bagi-bagi makanan dong ke mereka. ekspresinya mereka macem2. ada yang alergi pisang dan ga makan apa-apa di awal, tapi akhirnya dia ngambil juga martabak telornya. ada yang alergi telor, dan ga makan satupun, kasihan sekali hidupmu nakkk. ada yang makan pisang sambil bilang, "kore umai, kore umaii" (ini enak, ini enak) tapi kondisi pisang yang dia pegang tidak menunjukan kalo si anak benar-benar menyukai itu pisang, secara kecepatan si anak makan hanya 1 mm/menit. ada juga yang lahap makan jatah punya temennya. ada juga yang merem melek gara-gara keasinan makan dadar gulung. iro iro arimashita.

kami berpamitan. mereka mempersembahkan dua lagu dengan memainkan recorder. saya gak tau lagunya apa, tapi cantik sekali mereka bermain. badan kami saling membungkuk tanda menghaturkan terimakasih dan disela-sela kegaduhan suara "arigatou", terdengar salah satu sensei berkata, "arigatou, mata rainen ne, yoroshiku!", tahun depan lagi? ho ho ho,,,tentu saja, saya akan senang sekali.

kunjungan kesekian kalinya ke sekolah yang ada di Jepang ini sukses membenamkan sesuatu dalam diri saya. ya saya juga belum yakin tentang "sesuatu" itu, tapi gapapa dong curhat dikit.
dan saya akhirnya pulang menuju rumah Teh Dewi hingga akhirnya semangkuk mie rebus buatan Teh Dewi menemani saya di kedinginan cuaca hari itu.

24 Februari 2011

24 feb 2011

Alhamdulillahirabbil alamin

terlewatkan juga tanggal 24 februari
diawali dengan datangnya telepon di waktu subuh dari mamah tercinta, telepon yang sudah saya tunggu-tunggu dari tanggal 23 malam, merasa yakin kalo pagi itu mamah akan menelepon.
bangun dengan tenggorokan perih hidung tersumbat kepala pening dan suhu tubuh sedikit naik, alhamdulillah saya masih bisa menikmati hari ini.

minum secangkir susu jahe dan sarapan telor ceplok buatan aa cukup untuk membuat saya semangat beraktifitas hari ini, tentunya dengan aliran deras cairan dari hidung.
saya datang ke kelas bahasa jepang, bercakap-cakap dengan sensei dan beberapa teman baru.
setelah selesai saya buka kotak surat, yipppiiieee buku dari mba dina sudah datang, dan sebuah kotak amazon yang isinya ensiklopedi yang tadinya akan dijadikan kado buat tetangga kami. *tapi pas diliat isinya, ternyata terlalu berat untuk anak usia SD kelas 1*

membuka pembungkus kertas coklat yang isinya buku (akan saya ceritakan kemudian) dari mba dina dan membaca tulisan tangannya: "untuk indah dan rangga, terus belajar dari sekitar", seolah ada energi baru dalam diri saya. ya! buka mata, hati, dan telinga,,,begitu kali kata Maliq and D'essential.

sampai di rumah, saya bergegas solat, makan,,dan buka komputer. chatting sama kaka, tak lupa buka facebook. banyak ucapan serta doa tertulis. dan ini kali pertama saya membalas semua yang mereka tulis *walaupun pada akhirnya nyerah juga*.

menjelang sore, kepala semakin pening, badan semakin lemas, dan aliran dari hidung semakin deres. saya putuskan untuk berbaring sejenak. 2 jam saya tertidur dan terbangun karena saya merasakan sesak yang sangat. berpikir kalo saya akan mati saat itu, berkhayal kalo ada aa disebelah saya. susah banget buat gerakin badan, padahal mata udah terbuka lebar. sekuat tenaga saya bangun dan langsung beristighfar serta mengucap syukur ternyata masih bisa nafas.
tak lama badan sedikit membaik. pikiran saya selalu memotivasi "sakit adalah ujian, dosa2 dihapuskan ketika sakit".

di malam hari saya mendengarkan tausiyah online nya pengurus Fahima. sambil buka2 website temen2. sampai saya menemukan postingan dari seorang Osi..hoooo oooo oooo...terharuuuuu. saya sangat bersyukur sekali dikasih kesempatan bertemu dengan teman2 seperti mereka. dalam doa saya, saya lantunkan "ya Allah, tolong kumpulkan saya bersama orang2 yang saleh".

ya saya senang hari ini. tak ada kado besar atau kue seperti waktu kecil dulu. saya merasa sangat bersyukur bahwa saya ada dalam keadaan seperti saya sekarang ini. semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan waktu, ilmu, dan rezeki kepada kita semua. terimakasih semuanya!

22 Februari 2011

makanan adalah rezeki

"mah masak apa?", tanya saya pada mamah yang sedang masak
"ini acar timun wortel", jawab beliau
"ihh,,gak suka itu mah!", dengan nada agak tinggi dan secara tidak sengaja tangan saya menyenggol gagang wajan yang berisi timun acar yang sedang dimasak itu

Praangggg,,,gubrakkkk....*lupa juga suara wajan jatoh kaya gimana*

"ari indah,,,kalo ga suka gausah kaya gitu, ga suka ya ga usah dimakan", mamah menjawab dengan nada sedikit kaget dan marah.

saat itu saya tau, saya menyinggung perasaannya.

ya itu kejadian waktu saya masih duduk dibangku SD.
sejak saat itu, saya mulai menghargai makanan. semua makanan saya bilang "enak" atau "sangat enak". gak berani saya bilang "gak suka" sama makanan, saya takut menyinggung si orang yang buatnya. saya paling gak mau menyisakan makanan, sekenyang2nya saya, kalo porsi yang disuguhkan terlalu banyak, saya tetep abisin.

tapi disini, beberapa kali saya melakukan kekhilafan. masak terlalu banyak dan disimpen berhari-hari di kulkas, atau lupa dimasukin freezer, lupa kalo ada makanan yang tersembunyi di bagian paling dalam kulkas, sampai makanan itu berujung pada plastik putih bernama tempat sampah.
"makanan itu rezeki. sisa makanan yang kamu tinggalkan, itulah rezeki kamu yang dibuang. membuang rezeki sama dengan kufur nikmat kan?"

pengajian pertama dan terakhir

maksudnya adalah pengajian pertama yang diadakan di tempat saya di international house juga sekaligus yang terakhir kalinya. karna per 15 maret kami pindah ke tempat baru.
ternyata yang paling seru itu nyiapin menu untuk pengajian ini. seperti yang saya pernah bilang, untuk menu dan masaknya, saya minta Teh Dewi yang bikin, saya cuma modal bahan-bahan dan tenaga untuk bantu2. beneran deh kepake, tenaga saya dipake buat ngulek bumbu-bumbu. otot tangan udah kaya popeye setelah makan bayem. walau pegal linu tapi menyenangkan.
yang aseli buatan saya cuma lontong mie, cake coklat (yang gagal), sus (seperti biasa, dan ternyata paling laku).
pengajian sendiri dibagi jadi dua sesi. sesi pertama itu sesi yang dipisah antara akhwat dan ikhwan. didalam grup kecil kita tilawah, mendengarkan terjemahan, dan mulai kali ini kami belajar "mengaji yang benar" dipandu sama Teh Lia.
nah sesi keduanya baru deh digabung sama yang ikhwan. tapi belum juga sampe setengahnya berjalan perngajian harus dihentikan. maksudnya tidak sampai tuntas. hal ini dikarenakan, anaknya Teh Ade yang bernama Kazu tiba2 demam, dan langsung lah bapa-bapa berbondong-bondong nganter teh Ade dan anaknya ke rumah sakit.


ini dia menunya: mendoan tempa, tahu kuning, ayam goreng, pepes ikan, sayur asem, sambel, lalap
yang ga kefoto: soto babat

16 Februari 2011

guru

kemarin saya berdiskusi panjang sama aa mengenai profesi guru. saya jadi ingin mengingat siapa saja guru yang saya sukai sewaktu sekolah dulu. mari saya merunut..

1. TK
jaman TK? heuu..inget satu guru, namanya Ibu Yuni. saya ga ingat banyak tentang beliau kecuali namanya. kayanya hampir semua anak TK belum ngeuh sama gurunya. guru TK adalah guru pertama di sekolah formal yang berpengaruh pada perkembangan otak anak2 umur 3-5 tahun, jadi berterimakasihlah pada guru TK yang dengan sabarnya mengurus jaman kita masih "nakal2nya" . yang paling mengesankan adalah, Ibu Yuni menyempatkan mampir ke walimahan pernikahan saya. (ini karna si mamah masih aktif di organisasi yang tempatnya bareng sama TK saya)

2. SD
paling inget itu Pak Cepi. wali kelas tahun ke 6. guru matematika. punya bimbel khusus ngajar matematika. ada juga sih pelajaran ipa, ips, dan bahasa inggrisnya, cuma gak sebanyak jam belajar matematika. guru yang ramah, senang bercanda, ke sekolah naik motor dengan membonceng anak kembarnya yang seangkatan sama saya. haduh haduh kok saya ga inget lagi ya apa yang pernah Pa Cepi kasih ke saya. yasudah sampe sini sajah.

3. SMP
nah ini dia nih,,,masa masa kejayaan anak puber. senang sekali. kelas satu sih masih cupu banget. belum berani naek angkot lebih dari 5 km. dan saya juga belum ketemu guru2 yang menginspirasi. baru ketemu guru yang saya kagumi itu waktu di kelas 3.

ada beberapa guru. pertama yang paling saya kagum adalah guru matematika, Pa Silitonga, atau disingkat Pa Itong. waktu ngajar kami beliau memasuki tahun terakhir mengajar. di kelas memang kami jarang berkomunikasi langsung..tapi ya tapi...saya minta les tambahan bareng beliau, dengan teman2 lain tentunya. nah dari situ lah, saya lebih mengenal sosok ke-bapak-an beliau. dengan gayanya yang jadul, celana cutbray, poni golf, motor tiger tua tahun 70 an, Pak Itong terlihat sangat gagah sekali. karena beliau orang batak, tak aneh jika melihat mukanya saja, kadang kita ngibrit kabur kalo papasan dengannya. tapi ternyata, beliau sangat sangat ramah sekali. kata2 bijak tak jarang keluar dari mulutnya, pengalaman2 puluhan tahun mengajar membuat nya mudah sekali mengenali karakter anak didiknya. "indah ini, dia tidak suka orang yang manja, dia akan berusaha untuk tidak manja", kata2 yang beliau katakan pada temen2 saya dan membuat saya termenohok diam (hayang ceurik sebenernya mah).

duduk di kursi rumah saya yang joknya udah merosot sambil merokok dan meminum kopi, adalah kebiasaannya. sewaktu dikelas, di tempat les, tak lupa penggaris segitiga yang membantunya merapikan tulisan di papan tulis itu dibawanya. khas sekali. sangat disiplin, selalu mengingatkan pentingnya kejujuran. saat ulangan, beliau tak perlu cape2 mewanti2 agar tidak mencontek, toh dengan raut mukanya saja cukup membuat kami menatap selurus2nya ke arah kertas ulangan. seakan leher kami ditotok di berbagai sisi. ahhhhh,,,,bener deh, saya sangat merindukannya. setelah lulus dari SMP saya belum pernah lagi bertemu dengannya, apakah beliau masih sehat2 saja? ingin rasanya mengunjunginya sekali waktu. teringat sekali dalam memori saya nomor telepon beliau,, seven five six triple five six...(jangan iseng ya!!). pak, suatu hari nanti, saya akan berkunjung ke tempat bapak, mungkin bapak udah ga inget sama saya, tapi sayang sekali pak, bapak terlalu membekas di hati saya,,halaaahhh,,,

guru kedua itu,,,heemmmm,,,Pa Opang, guru geografi. heyhooo,,saya itu paling males kalo udah pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, saya tidak mudah mengingat. tapi si Pa Opang ini, punya metoda mengajar yang lain dibandingkan metode mengajar guru2 saat itu yang komunikasi nya hanya searah. beliau mulai menanamkan sistem keaktifan anak dalam kelas, dan saya sangat menikmatinya. guru yang asal ceplas ceplos disertai senda gurau ini sukses bikin anak2 sekelas tahu apa itu simbol segitiga terbalik dalam peta.

4. SMA
SMA ya...guru SMA yahh,,siapa ya siapa...ahhhh Bu Pras. guru fisika. sempet jadi walikelas juga. guru yang terkenal dengan kedisiplinannya. guru yang saklek. berhasil mengenalkan saya dengan vektor, atau dalam medan magnet yang jika searah sekrup ke kanan berarti positif dan kekiri bererti negatif. guru yang soleh, selalu menyelipkan tausiyah tausiyah sederhana. suara cempreng, medok, tapi tegas membuat tidak ada anak tertidur dalam kelas.

yeng kedua itu Pa Iyus. anak 8 siapa yang ga kenal Pa Iyus. guru olahraga yang menerapkan sistem S M L dalam berbaris. dari kiri ke kanan berurutan dari yang terpendek (S) sampe yang tertinggi (L). beliau mengajarkan bentuk kedisiplinan serta keseriusan melalui olahraga, tidak hanya sekedar olahraga fisik saja. beliau terkenal dekat dengan siswa, karna gaya bicara pun layaknya anak satu geng, ngacapruk yang bercampur dengan sunda populer. tapi ingat, bagaimanapun beliau adalah guru. beliau bisa memberikan batasan2 dimana kita harus menghormati posisi beliau tanpa kata2.

5. Kuliah
kedekatan mahasiswa dan dosen tidak sama dengan siswa dan guru. terasa sekali berbeda. kalo guru yang (seharusnya) lebih menekankan komunikasi dua arah, tetapi tidak dengan dosen. simpelnya, kenapa ada sekolah khusus guru (SPG) yang lulusannya untuk mengajar baik di SD, SMP, SMA. tapi tidak ada sekolah khusus dosen (SPD --> ngarang) yang keluarannya khusus ngajar di universitas. ya karena di SPG sebagian kurikulum mengajarkan pendidikan berinteraksi dengan siswa, satu lawan banyak. sedangkan untuk jadi dosen, sekolah saja yang tinggi dan melamarlah jadi dosen. tak usah ada pendidikan bagaimana menangani mahasiswa, cukup satu lawan satu. ya jalur menjadi pendidik juga telah membedakan antara guru dan dosen. ok sedikit ga nyambung.

di bangku kuliah, dosen yang menginspirasi saya itu,,jelaslah pembimbing saya. Pa Mikrajuddin Abdullah. dengan segala optimisme nya saya hanyut. dengan sukarela saya menginjakkan diri di labnya. berdiskusi dengannya mengenai hal2 akademis dan non akademis, mengenai cita2 beliau tentang Indonesia. dosen yang kreatif, inspiratif, cerdas. yang kala itu selalu membuat saya menampar diri sendiri untuk kembali bangkit dari kegagalan (pek dut cuih,,apa itu bahasanya sangat lebay). ingat pak hari itu, saya berucap janji tentang keinginan saya. suatu hari nanti, saya akan datang pada bapak dan bercerita mengenai pengalaman pengalaman saya tentang meraih keinginan saya. dan bapak akan tersenyum bangga. hihihihihihi.

15 Februari 2011

ambil nilai baik

saya pernah punya pengalaman tentang saya yang meminta maaf pada ibu saya.
waktu kecil, hal yang paling susah ketika saya membangkang dari orang tua, atau saya marah atas keinginan-keinginan saya yang tidak beliau kabulkan, adalah mengucapkan maaf. ya susah sekali. rasanya ada perasaan gengsi. suatu hari ketika berangkat ke sekolah dengan perasaan marah ke ibu, bahkan sampai tidak mencium tangan bersalaman, hati saya sakiiiiiittt sekali, rasanya merasa tidak diridhoi. walaupun perasaan malu, marah, sakit itu hilang seiring waktu, dan ibu pun kembali bersikap normal, kehidupan pun kembali seperti semula. tapi tetap tidak ada kata-kata meminta maaf dari saya.

setelah beranjak gede, saya lebih manut manut, ngalah atau diam saja ketika ada perbedaan pendapat. saya gak mau ada konflik dengan orang tua saya.
sampai suatu hari, ketika saya dan ibu berkunjung ke rumah saudara di jakarta, di dalam mobil yang isinya saya, ibu, dan dua orang ua saya mengobrol tentang sesuatu. saya lupa persis kejadiannya seperti apa, kami mengobrol dan saya pun mengeluarkan kata2 yang seolah2 menyerang ibu saya. terlihat dari perubahan wajahnya dan suaranya bahwa hatinya tersakiti oleh perkataan anaknya. saat itu ibu saya merespon hanya dengan berusaha mengatakan bahwa ia tidak bermaksud melakukan hal yang saya telah katakan itu. tapi kenyataannya, saya sebagai anak selalu merasakan hal yang sebenarnya tidak ia maksudkan..(haduh bingung menuliskannya). ya pada akhirnya, setengah perjalanan saya dan ibu saya tidak berbicara. sampai di rumah ua saya, ada keanehan dalam diri saya. saya merasa sakit sekali menyadari bahwa saya telah membuat ibu saya sakit hati. berpikir serta mengumpulkan keberanian adalah hal yang saya lakukan sebelum akhirnya menghampiri ibu saya. hosh,,daripada hidup dalam ketidakridhoan orang tua yang berujung pada siksa akhirat nanti, lebih baik saya merendahkan hati saya untuk meminta maaf sedalam2nya atas ucapan yang saya berikan. susah sekali, tapi setelah saya melakukannya hatipun rasanya plong.

sekarang saya selalu berpikir, apa yang membuat saya menjadi seperti itu, tidak berani mengungkapakan rasa maaf atau terimakasih, tidak lepas berpendapat dengan orang tua, bahkan bisa dibilang tidak terbuka terhadap lingkungan luar. tak terpungkiri bahwa faktor pengasuhan orang tua bisa jadi salah satu penyebab. seharusnya orang tua itu seperti ini, harusnya orang tua itu seperti itu... tidak. tidak ada yang salah dari setiap orang tua. menjadi orang tua itu tidak mudah. setiap orang tua memiliki cara dan kemampuannya sendiri dalam membesarkan anak, tidak semua hal2 teori yang dianggap benar bisa dipraktekan oleh orang tua. setiap orang tua punya pertimbangannya sendiri. keterbatasan ilmu agama, ilmu mendidik anak, bahkan keterbatasan ekonomi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada pola pengasuhan anak. jangan menyalahkan orang tua, karna tidak ada orang tua manapun yang menginginkan anaknya menjadi seorang penjahat, menjadi pembangkang.

saat kita tahu ada yang kurang dari apa yang telah orang tua berikan, maka ambilah nilai positif nya saja.luruskan apa yang kita anggap belum tepat. dan jangan sekali-kali membandingkan jerih payahnya membesarkan kita dengan hal lain. kita mesti bersyukur bisa diberi kesempatan untuk bisa menggapai pintu surga melalui pengabdian kita pada orangtua.

14 Februari 2011

pura pura

semaleman itu salju turun di daerah saya. saya baru ngeh pas udah jam 9 malem. langsung deh kampungannya keluar.
"yaudah a, kita pura-pura ke seven eleven ajah buat beli roti",
begitulah saya mengungkapkan ide saya agar keinginan poto-poto sama salju bisa tercapai.




13 Februari 2011

kajian dan pasar

Hari ini adalah hari yang telah direncanakan oleh saya dan aa untuk ikut kajian yang bertajuk KIMOCHI yakni kependekan dari Kajian Islam Okachimachi. Okachimachi adalah salah satu nama tempat di Tokyo, letaknya antara Ueno dan Akihabara. Di Okachimachi ini ada sebuah masjid yang baru didirikan dan memiliki nama Masjid As-Salam. Saya tak tahu kapan tepatnya masjid itu berdiri, yang pasti ketika tadi pagi saya kesana, tampak depan bangunan dan ruang shalat nya sudah jadi. Tapi ada sebagian lahan yang belum selesai yang rencananya akan dijadikan sebagai muslim center (ini menurut info yang saya terima). Singkat cerita, KIMOCHI yang saya ikuti ini baru berjalan 3 kali pertemuan, dan yang hari ini adalah kali pertama saya dateng. Yang dikaji dalam majelis ilmu ini adalah tafsir Al-Quran dengan ustadz tetap di setiap pertemuannya. Kegiatannya tiap 2 minggu sekali. Waktu yang sangat pas menurut saya. Alhamdulillah memang kajian inilah yang selalu saya tunggu,secara kalo mengkaji sendiri (baca: baca dari buku), yang ada malah semakin banyak pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak saya, dank arena gak tau harus dijawab pake apa, akhirnya pertanyaan2 tersebut menguap dengan sendirinya. Heu!
Segitu dulu kesan tentang kajiannya. Dari masjid saya menuju agenda selanjutnya.

Hari ini pun adalah hari yang telah direncanakan oleh saya dan aa untuk belanja ke pasar Ueno. Bukan Ueno park yang sudah beberapa kali saya kunjungi. Lebih tepat ke pasar bawah tanah yang ada di Ueno. 20 Feb nanti akan ada silaturahmi keluarga Saitama di tempat kami. Saya belum punya pengalaman untuk bikin makanan dalam porsi besar. untungnya saya punya tetangga yang super baik hati mau bantuin saya, mungkin lebih tepatnya dia yang masak dan saya yang tetep bantuin beliau masak, hehehe. Semua ide menu dari beliau, bahkan bahan2 apa saja dan dimana harus membelinya pun beliau yang menuliskan rapi untuk saya. Oleh karena itulah, hari minggu ini saya mampir ke pasar Ueno, pasar yang beliau rekomendasikan.
Bisa sampai ke pasar bawah Ueno adalah berkat kebaikan hati sang suami tetangga saya itu. Saya dan aa diantar beliau sampai ke tempat,dan kemudian dia meninggalkan kami berdua. Pasar. Ya memang terlihat seperti pasar, seperti pasar kosambi, seperti pasar balubur, seperti pasar kordon, ya pasar tradisional yang ada di bandung lah. Bedanya terletak pada kebersihan tempat, yang dagang nya juga bermata sipit dan berkulit putih, dan semua bahan ditulis dalam bahasa Inggris atau Jepang. Pedagang dan pembeli didominasi oleh orang2 dari negara yang terkenal dengan beras dan gajahnya.

Ketika dipasar, untuk beberapa barang yang kami cari bisa kami temukan dengan mudah. Tapi akibat kebutaan dan ketidak meneketehe an saya akan bau, bentuk fisik, dan nama lain si bahan yang akan kami beli dalam bahasa Inggris, kami sempet tawaf keliling pasar. Pelajaran yang sangat penting bagi saya: sebaiknya tahu nama suatu bahan makanan/barang dalam bahasa Inggrisnya. Tapi kekonyolan juga ga dateng dari saya ajah. Jadi dalam daftar bahan-yang-harus-saya-beli dari tetangga saya, tertulis jagung muda. Entah kenapa kok yang ada di dalam otak saya itu jagung semi. Maka dengan pede saya tanya ke pedagang disana “baby corn ga aru?” (ada baby corn?), dan si pedagang langsung bilang “ah,,,arimasu!” (ada!). Senyum2 lah muka saya, dia pun menyodorkan saya sebotol “Baby Oil” merek John*on And Joh*son. Astagfirullah,,si gue pasti salah spelling. Atau salah tanya. Tapi yang jelas salah adalah: Kenapa ada baby oil di pasar makanan?. Tapi gak lama si pedagang ngerti apa yang saya tanya, dia bilang “ohhhh itu sih beli ajah di supa kaya ito yokado” (ini udah saya terjemahin, supa  supermarket). Fiuh!

09 Februari 2011

masih belajar

jadi kali ini saya mau posting aja baju kedua yang udah berhasil dibikin. masih dari bahan sisa yang dibeli dari toko barang bekas, kali ini saya pake dua kain berbeda. bernuansa cokelat. waktu beli, saya ga kepikir buat diapain ini kain, yang jelas saya suka dengan bahan yang coklat polos (gak tau nama nya apa, sekilas mirip kanvas tapi bukan, ini lebih tipis dan lentur), dan bahan kedua adalah bahan yang bermotif. bahana yang bermotif ini kalo saya bilang mirip bahan korduroy (hahaha,,gak tau cara nulisny). yang teksturnya garis garis gitu, cuma ini lebih tipis dan lentur. juga motifnya yang saya pikir lucu, makanya saya beli.

sampai dirumah, saya kepikir buat memadukan dua bahan itu. modelnya masih model yang biasa, atasan kutung dan panjang. dibuat masih dengan metoda rock and roll, dikerjakan dalam waktu 2 hari. alhamdulillah, tampak luar ga jelek jelek amat. memang kalo diperhatikan lebih detail akan terlihat bahwa jahitan tidak rapih, potongan tidak simetris, banyak kerutan sana sini, apalagi kalo baju dibalik,,,hihihi,,gak ada mesin obras, jadi bagian pinggir baju masih ngarumbai.

ok, next project saya gakan bikin yang rock and roll, mau seriusan sekarang mah.

tukeran adik

ninis (5 tahun) ponakan cewek pertama dari kaka kedua saya akan memiliki seorang adik di pertengahan tahun ini.
sabine (10 bulan) ponakan cewek kedua dari kaka ketiga juga akan memiliki seorang adik di pertengahan tahun ini.
berikut cerita antara kakak ketiga saya dengan ninis...

ninis : adiknya ninis laki laki tante...(setelah tau hasil USG ibunya)
kaka : hooooo,,,,kalo adiknya sabine perempuan, mau tukeran?
ninis : beneran tante? bener boleh dituker ????? ninis mah udah gak sayang lagi sama adiknya soalnya laki laki sih...

padahal waktu itu ninis baru aja mahir ngajarin sabine untuk sayang sama calon adeknya yang masih ada di dalam perut ibunya, sama halnya kaya ninis yang suka bilang "sayang" sama calon adiknya yang ada di dalem perut..(hadah ninis nince)

07 Februari 2011

pertamax

akhirnya setelah 2 hari bekerja keras rock and roll, usaha bikin baju pertama selesai juga. berawal dari beli kaen di toko second. sengaja belum beli kain beneran (kain utuh maksudnya), karna masih dalam tahap pembelajaran, makanya beli kain murah dulu. tapi tunggu dulu, murah juga berkualitas. di hari sabtu lalu saat ke toko tersebut, dapatlah kira2 3 potong kain yang ukurannya layak untuk dijadikan sepotong baju. bahan dan motif nya juga saya suka (tapi gak tau nama jenisnya apaan). dan eksperimen pun dilakukan.
saya ngaku deh, saya pengen balajar bikin baju, tapi untuk bikin pola dari ukuran tubuh sendiri ya kok males ya. pengalaman beberapa kali tiap ngukur sendiri, pasti hasilnya malah lebih parah. akhirnya saya ikutin caranya mamah dalam membuat pola baju. saya ambil baju jadi yang ukurannya pas, saya jiplak lah itu ukuran keatas kertas, dari kertas dijiplak lagi keatas kain. potong potong disana dan disini. jangan tanya desainnya kaya apa. ini lebih mirip baju kurung, lempeng (lurus) dikiri kanan. maklum namanya juga amatir.


hemmmm gimana gimana?? kalo mau jujur nih ya,,,saya ga bisa masang tangan, pas udah jadi jrengjreng, tangannya kekecilan,,hahahaha,,,dan cuma bisa ngacung setengah. kata mamah, kalo baju enakkeun itu tandanya : kita bisa ngangkat tangan keatas/ bisa ngacung. hahahaha..berarti buatan saya belum enakkeun.

03 Februari 2011

doria (meureun)

kali ini apa yah namanya, ceritanya doria, tapi pake saus tomat sajah mengingat kalo pake saus putih itu menggunakan susu jadi saya ganti pake tomat. aa sih yang rikues, pengennya dia pake tuna tapi saya ganti pake udang, resepnya ngarang banget. yang penting cemplang cemplung sat set sot jadi lah. katanya aa sih enak, tapi buat saya apa yahh,,too fatty..hheheehhehe,,


nb : resep mah cari di mbah gugel ajah

bubur ngabon

waktu sabtu malem di minggu kemaren, sesaat sebelum tidur, saya tiba2 kepengen makan bubur ayam, lebih tepatnya "bubur ayam yang deket Circle K di jalan buah batu, deket jalan masuk mau ke SMAN 22 bandung". iya pengen bubur itu. tapi apadaya, impian malam itu segera saya tepis. tidak hanya menepis mimpi itu, saya bertekad untuk bikin bubur di hari esoknya. ya memang tak seenak bubur emang-emang, gak ada cakue nya, gak ada ati-ampela nya, gada krupuk oranye nya, tapi tetep ALhamdulillah. saya namain bubur ngabon, karna topingnya ya pake abon. ciao!