Saitama, 31 Desember 2013
Bismillahirrahmanirrahiim
Kalau liat titimangsa mungkin udah pada ga aneh kalau
sekarang saya udah pindah negara lagi. Kembali ke Jepang. Rasanya tidak se
menyenangkan seperti pertama kali menginjakkan kaki di negara ini. Namun tetap
saja menyenangkan karena mau ketemua bapak rangga yang sudah terpisah tiga
bulan.
Jujur aja, kembali ke negeri ini bukan membuat saya lebih
antusias,tapi malahan suasana yang ragu, anxious, takut, dan entahlah rasa apa
itu yang menyelimuti. Entah apa yang saya pikirkan. Atau karena saya terlalu
ingin menjadi “sesuatu” makanya saya jadi ketakutan untuk kembali memulainya? Apakah
ada trauma, kenangan pahit, atau malah kegagalan yang pernah didapat yang
ngebuat saya jadi sepenakut ini? Entahlah. Dan bukan maksud saya untuk tidak
mencari tahu, tapi sampai hari ini saya ingin menenangkan pikiran untuk mencari
target dan membuat strategi untuk sesuatu yang absurd di benak saya.
Dan berhadapan
dengan apa yang disebut ketakutan dalam diri sejatinya lebih horror daripada
seorang Farhat A**as jadi presiden. Tapi kalo ga mau keluar dari zona nyaman,
kalau ga menantang diri untuk ngelawan rasa takut, ya jangan harap bisa bangga
dengan apa yang sudah dilalui. Hidup harus penuh ambisi, ambisi mencari ilmu,
ambisi membuat sejuta manfaat buat diri sendiri dan orang sekitar. Ganbaruzooo..
kartu ucapan oleh Sofie (kelas 6 SD)
dan semoga tahun depan, dan tahun tahun yang akan datang selalu dilimpahi keberkahan :)
