27 April 2011

brain stuck

otak saya beku, mencari cari jawaban yang saya gak tau dan ga nyangka akan ditanya hal-hal semacam itu.
baru saja, malem ini saya melakukan pendampingan online. rencana mata pelajaran berubah, ketika sang anak bilang sudah menyiapkan IPA untuk malam ini. padahal saya sudah menyiapkan untuk bahasa indonesia. okay, masih gapapa. setengah jam pertama masih berlangsung hangat-hangat saja. saya memberikan pertanyaan pertanyaan menggantung atau sekedar bercerita dengan harapan dia akan menyelesaikan apa yang saya tanyakan. ya sejauh itu juga masih baik2 saja. saya berusaha tidak terlalu dominan, dan terus melakukan cara2 untuk membuat sang anak tetap aktif baik dalam menjawab maupun memberikan penjelasan. datanglah waktunya, ketika saya bermaksud untuk rehat untuk melanjutkan bab berikutnya, saya menanyakan apakah ada yang ingin disampaikan, diceritakan, atau ditanyakan. sang anak hanya menjawab "aduh apa yaaa....". "Ya.. apa aja, nanya disini ujan atau enggak atau ya apapun", ganggu saya. tapi sepertinya, bukan bukan, tapi kenyataannya dia sudah mulai menemukan memorinya yang sempet bersembunyi. dia dengan semangatnya bilang "iya ada yang mau ditanyain, ya berhubungan sama ini juga". saya sambil senyum-senyum dengernya. tapi setelah sekian lama pertanyaannya bikin saya teler, waduuuhhhh. pengen rasanya ngejitak kepala sendiri. dong dong banget deh!!!
pertanyaan-pertanyaan awal masih bisa diatasi tapi kebelakangnya,,wekdor!

"kalo planet lain punya gravitasi kaya di bumi gak?"
"kalau saat gerhana bulan kan posisi matahari di tengah, jaraknya menjauhi matahari, gravitasinya berubah juga dong?"
"pusat dari galaksi bima sakti apa?"
"matahari bergerak ngga?punya orbit ga?"
"bener ga sih orbit pluto motong orbitnya neptunus?"
"kalo gerhana matahari cincin bisa terjadi berapa kali di suatu tempat?"
"pernah ga ada bintang yang tabrakan? kan bintang sirius katanya mau tabrakan tuh,,"
"itu tu tentang bintang, ko bisa sih orang tau bintang itu dateng nya dari mana?kok bisa tau jaraknya jutaan tahun cahaya? jadi sebelum manusia ada bintang udah ada?"
"kalo ngukur besarnya bintang gimana?"
"kalo lubang hitam itu gimana?ada atau engga sih?gimana kalo masuk lubang hitam?"
"kalo kita keluar galaksi apa yang diliat disana?"
"kalo hayabusa itu adanya dimana?ada asteroid asteroidnya gitu tuh apa sih?pake apa kesananya"
"bintang paling gede itu apa?"
"kalo matahari aja kecil, manusia kecil banget, apalagi kutu"
"ada planet lain yang kaya bumi?"
and so on...
and so on...
sampai jam sudah menunjukkan pukul 21.17 dimana waktu yang dialokasikan seharusnya telah berakhir.
dan masih banyak yang tak mampu ditampung oleh memori ini...

OMG,,,,,Alhamdulillah saya bingung,,ga bisa jawab lebih tepatnya. eh ada yang bisa ada yang engga deng. ada yang tau ada juga yang ga tau. ga dituntut harus bisa jawab juga, tapi jadinya saya yang menuntut diri saya untuk tau lebih banyak. ketauan ga taunya ketika sang anak bilang Hayabusa dan yang keingetan sama saya adalah jenis Shinkansen baru. atau ketika sang anak bilang sirius, dan pikiran si gue melayang ke Sirius Black, pamannya Harry Potter.Alhamdulillah ada anak yang kaya begitu. sang anak pun menyadari bahwa yang dia katakan adalah pertanyaan susah, terbukti dengan balasan kalimat "iya gapapa gak tau juga, emang susah juga pertanyaannya" ketika yang saya bilang adalah "maaf ya, saya belum tau tentang itu, nanti saya cari tau lebih dalem lagi"

dan si aa yang mendengar pun hanya bisa menertawakan saya yang bingung, padahal saya tau dalam dirinya pun dia geleng geleng kepala karna ga tau juga harus jawab apa.huh

makasih banyak ya, jadi kesentiil buat ga berenti baca2.

22 April 2011

pesta coklat

hari ini saya ikutan antri di sebuah pabrik coklat di bilangan Toda Koen. pasalnya pabrik tersebut memproduksi coklat yang tidak dijual umum, biasanya produk dari pabrik tersebut masuk hotel hotel dan dijual dengan harga mahal dari harga rata2 coklat biasanya. namun, menurut Hanada sensei, demi lingkungan sekitarnya (corporate social responsibility kali ya), pabrik tersebut membuka kesempatan untuk penduduk lokal yang tinggal di sekitar pabrik itu untuk menikmati produk dari pabrik coklat tersebut dengan cara menjual coklat coklat mahal itu dengan harga miring. lain kata mba melia, sensei bikin kue saya yang tinggalnya tepat di depan pabrik itu, beliau bilang sih obral coklat dilakuin karena perusahaan akan memasuki tahun baru (tutup buku perusahaan jatuh pada bulan maret). jadi untuk "mengosongkan" stok tahun sebelumnya, mereka menjual coklat coklat enak itu ke masyarakat. yaaa, yang mana pun alasannya, pada akhirnya saya punya kesempatan untuk merasakan ngantri dan beli itu coklat.
memang benar rasa coklat nya beda dari yang dijual, ups maksudnya dari yang suka saya beli. maklum kere sih, jadi tiap beli coklat yang biasa2 aja!


sebelum sampai kebagian kasir, saya udah ngerasa kenyang duluan sama berbagai macam coklat yang dijual disana. karena pada saat antri udah dikasih coklat dan pada tiap jenis coklat yang dijual terdapat sampel yang bisa kita makan. hohoho,, so pasti lah orang kaya saya ini memanfaatkan kondisi semacam itu. belinya sih cuma beberapa batang. jika dibandingkan dengan kantong belanjanya mba mia dan mba melia yang gedenya udah kaya kantong rampok punya Gerombolan Si Berat, punya saya sih ga ada apa2nya.


kira-kira coklat yang saya beli cukuplah buat ngemil selama dua mingguan, atau seminggu ya? atau jangan-jangan kurang dari tiga hari? waduuuhhh,,gawat dot com nih! :p

18 April 2011

tetap kawaii

sebutkan 5 perbedaan pada foto dibawah ini?

cara gampang bikin rok

Minggu lalu saya sempet "nyontek" idenya Teh Tifa untuk bikin rok. Mengingat celana yang saya punya udah agak sesek, dan rok pun cuma punya satu, akhirnya saya memutuskan untuk memanfaatkan kain yang ada untuk dijadikan rok yang sebelumnya sempet bimbang anatara bikin rok atau rompi. Karena saya pengen bikin yang ga pake ribet saya bikin rok aja deh. Polanya, ga pake pola kali ya. Cuma urutan buatnya, saya tiru cara dari majalah. Majalah yang saya beli dua bulan lalu, yang belum satu pun dari majalah itu ada yang saya buat, hehehe.



Mungkin lain kali, pemilihan bahan mesti yang agak cerah dan ringan kali ya, kalo tebel gini jatohnya jadi kurang asik.

Dengan bahan sisa, saya bikin tempat kartu atau tempat ipod juga boleh, atau ga dipake juga boleh.


17 April 2011

berkicau cit cuit

ketika membaca sebuah berita di koran online yang memberitakan suatu kelompok yang menolak atas diputarnya sebuah film layar lebar di masyarakat, ada perasaan sedih di hati saya. di satu sisi, sekelompok yang mengatasnamakan dirinya pembela suatu agama melakukan suatu bentuk protes dengan cara yang tidak semesetinya dilakukan. walaupun bagi saya, hal yang diproteskan nya itu memang layak untuk di proteskan. negara kita bukan negara dengan asas agama tertentu, bagaimanapun sekuat apapun organisasi agama memohon pada pihak berwenang untuk bisa mengeliminir sesuatu yang sifatnya untuk masyarakat, akan terasa sulit. karena masyarakat kita tidak homogen.

menurut saya, kenapa tidak, organisasi organisasi keagamaan tersebut lebih menekankan ke dakwah umat, menekankan mana yang baik dan tidak baik sesuai dalil yang dipunyai dan logika. membuat semua orang yang mengaku beragama sama bisa satu suara dalam memandang suatu hal tentunya dengan kerangka berpikir yang benar, yakni aturan agama itu. menyederhanakan cara berpikir para alim agama untuk kemudian dapat diterima masyarakat adalah hal yang lebih baik. dari pada meneriakkan ketidak setujuan pada pihak berwenang yang mungkin akan menghasilkan kesimpulan yang tidak memuaskan bahkan menimbulkan pandangan nagetif terhadap agama yang dibawa dan organisasi itu sendiri. buktinya, di bawah artikel tentang berita itu, tak sedikit komen komen negatif datang dari orang yang mungkin seagama dengan organisasi tersebut, pertanyaannya kenapa mereka bisa sangat mudahnya menghina organisasi itu?

mungkin organisasi agama yang isinya para alim, lupa bahwa masih ada umatnya yang seharusnya diberikan banyak pendidikan. tidak hanya mengeluarkan statement untuk hal-hal yang sifatnya halal dan haram saja, tidak dengan melakukan aksi protes terhadap sesuatu pada pihak berwenang, tapi cara pendekatan agar kata halal/haram bisa benar-benar diikuti oleh umat dari agama itu adalah poin utama dari sebuah dakwah.

di atas rumput

Rumput tetangga terlihat lebih hijau.

Ungkapan yang beberapa waktu terakhir ini sering saya baca dan saya dengar. Bagi seorang saya, saya pun pernah memiliki perasaan seperti itu. Bagaimana melihat orang lain yang memiliki banyak kesempatan dan keterampilan sehingga kehidupannya terlihat menyenangkan di mata saya. Rasanya diri ini gak bisa apa-apa. Saat ini tak sekali dua kali saya mendengar, "ndah, kamu sih udah sukses!", "ndah enak ya jadi kamu!", dan suara suara serupa yang senada. Entah parameternya apa, saya hanya bisa bilang "Alhamdulillah", karena ternyata saya dimata orang2 itu seperti itu. Orang dari luar sistem saya ga pernah liat diri saya yang sebenarnya seperti apa. Kegamangan yang pernah saya rasain, ketakutan yang pernah saya alamin, sikap pesimis yang sering saya rasakan. Walaupun sampai saat ini saya sendiri belum merasa diri saya sudah se"enak" dan se"sukses" yang mereka bilang.

Seminggu di rumah tanpa ada kegiatan rutin yang cukup memadatkan, membuat saya berpikir keras untuk menghabiskan waktu. Tentu saja dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat. Dan ternyata itu bukan pekerjaan gampang. Saya yang orangnya "teu daek cicing", merasa kegatelan kalo seharian tanpa berbuat sesuatu. Ya walau itu hanya ngoprek kain dan mesin jait, pura2 beli ikan ke supermarket, baca grammer grammer baru bahasa Jepang atau latihan dengerin percakapan orang Jepang melalui drama tv, liat dan nyoba resep baru, ya hal hal yang seperti itu yang saya kerjakan. Tak jarang saya merasa minder diantara teman2 sebaya yang sedang menempuh studi master bahkan ada yang hampir menginjakkan diri ke tingkat selanjutnya. Tapi ke"iri"an saya terhadap hal itu menjadi sia-sia, karena memang passion saya belum untuk kesana. Akhirnya saya kembali pada kehidupan saya. Kehidupan saat ini yang saya jalankan.

Saya menjadi belajar bersabar ketika menunggu masakan untuk matang. Saya belajar untuk tidak terburu-buru dalam menjahit sesuatu. Saya belajar menghargai bagaimana pekerjaan rumah diselesaikan. Ya saya tidak ada apa2 nya dengan teman2 lain yang posisinya lebih super, sebagai ibu sekaligus pelajar. Tapi sampai kapanpun, ketika diri saya dibandingkan dengan orang lain, ya tetep ga akan bisa ditandingi. Saya hanya belajar mensyukuri atas apa yang telah diamanatkan untuk saya, sambil otak terus berputar agar diri tetap menjadi lebih cerdas.

Rumput tetangga terlihat lebih hijau. Tapi bukankah saya berdiri di atas taman saya dan saya juga yang merawat rumput itu juga menanami berbagai macam bunga dan tumbuhan. Baru saya sadari ternyata halaman rumput saya tidak hanya sekedar hijau, disana juga tumbuh bunga dengan warna-warna yang cantik.

13 April 2011

bingung ngasih judul

bersama Hanada sensei, guru bahasa Jepang yang sangat fasih bahasa Indonesia, saya jadi lebih tau tentang Indonesia darinya. setiap minggu ketemu, pastiii ada aja hal2 tentang indonesia yang beliau kemukakan. menarik. mengetahui sudut pandang negara kita dari orang asing.
Hanada sensei memang sudah 30 tahunan berpengalaman dengan ke-Indonesia-an. bahasanya, kulturnya, orangnya, jelas beliau lebih mengerti dari saya.

hari ini dia bercerita tentang pengalamannya menjadi pendamping anak SMA yang berkesempatan mengikuti program dari pemerintah Jepang. dari ceritanya, terdengar banyak rasa kecewa. dari 100 peserta anak SMA yang ikut program, kira2 hanya 10 orang yang benar benar termasuk siswa berprestasi dari golongan ekonomi menengah. satu dari 100 orang itu ada anak menteri yang sikapnya mentereng, lebih arogan dari yang lain (katanya loooh). sisanya adalah anak pejabat dari instansi sana sini. anak-anak sma itu datang dengan dibekali uang "cukup" dari orang tuanya untuk beli berbagai macam barang elektronik. di dalam paspornya tercatat bahwa Jepang bukanlah negara pertama yang mereka kunjungi. mungkin Jepang adalah negara kedua atau ketiga.

saya yang denger cerita itu cuma senyum mesem-mesem sambil berkata dalam hati "yaaahhh gitu deeh negara kami". komentar dari sensei pun ternyata,"tahun ini saya diajak lagi untuk ikut di program itu, tapi saya gak mau". "apa ya,,harusnya kan anak2 seperti itu tidak terpilih mengikuti program, harusnya anak2 kampung yang datang, yang belum pernah ke luar negeri. namanya buang-buang saja, kalau pemerintah Jepang harus membiayai anak-anak yang memang sudah kaya. pahadal kan mereka bisa dibiayai sama orang tua nya. sayang sekali, proses seleksi datangnya bukan dari pemerintah Jepang, tapi dari Indonesia", tuturnya dengan raut kecewa. ya seleksi dari "pihak Indonesia". tidak semua tim penyeleksi seperti itu, tapi tetap saja merusak. ibarat peribahasa "karena nila setitik rusak susu sebelangga" (hah, ga nyambung banget!).heu heu,,lagi lagi si gue cuma mesem-mesem senyum, tak mampu berbuat apa2.

yah, terlalu jauh gap sosial yang terjadi di negara kita. terlalu banyak kepentingan kepentingan pribadi yang dimasukkan dalam kepentingan umum. ketika mendengar sensei cerita, saya teringat tulisan teh tifa di blog nya yang menulis tentang bagaimana seorang aparat pemerintah mendapatkan beasiswa hanya karena dia joget india dan mendadak terkenal, yang oleh entah siapa hal semacam itu disebut sebuah prestasi. oh nooooo!!!! *pengen ngejedukin jidat ke tembok*

08 April 2011

jadi juga,,

udah lama saya ga pake itu si cantik mesin jait. udah lama dia terkurung dibalik penutup putihnya. gak tau lagi, ga ada ide buat bikin baju, soalnya kalo dipikir2 beli baju jadi sama bikin baju, jatohnya mahalan bikin deh karena harga kain disini cukup mahal juga. akhirnya saya lari ke patchwork dulu. pas saya gugling gugling, ternyata banyak juga komunitas-komunitas yang gerak di bidang itu. pertama kali saya coba-coba itu waktu bikin wadah botol, saat itu saya bikin pake tangan. satu satu potongan kain kecil kecil saya sambungin, sampai akhirnya jadi sebuah pola. di proyek kedua saya bikin rak gantung (apa ya namanya?), dan untuk membuat sebuah bentuk pun saya masih menggunakan tangan dalam menjahitnya.


pikir-pikir kalo mau bikin sesuatu yang lebih gede, masa harus pake tangan juga, bakalan gempor atuh tangan. belum motong2 jadi bagia2n kecil trus harus disambung jadi satu rangkaian pola, hemmmm. makanya saya sempet males ngerjain kalo harus pake tangan lagi. iseng2 deh akhirnya saya cari video video dengan keyword "quilt". walaupun saya belum sampai pada tahap quilting yang sesungguhnya, pencarian video berujung pada pencerahan, hehehe. ini salah satu link video tutorial yang jadi rujukan. gara2 liat video-video di situs itu, saya jadi nyoba bikin suatu karya pake mesin jahit. dan ternyata hasilnya lebih rapi, dan lebih cepet tentunya. cuman butuh waktu 2 jam untuk bikin tempat tisu (foto dibawah) dari awal motong sampe selesai. ya namanya juga pemula, 2 jam itu kemajuan, soalnya sebelumnya bisa ampe 2 harieun *pake tangan bikin mood cepet berubah soalnya*

02 April 2011

ada kekhawatiran yang bisa dibilang cukup berlebih, kalau2 nanti menemuka kondisi lingkungan yang tidak senyaman disini. berhadapan dengan orang2 yang membuat kepala cukup rungsing, bahkan mungkin dari tiap pagi saat membuka pintu rumaah. ahhhh... gak mau gak mau! bukannya dari lingkungan seperti itulah saya dulu berasal, yang kemudian menemukan sebuah lingkungan yang saya idamkan, saat orang2 di jalan saling menundukan kepala alih alih mengucapkan terimakasih karena memberikannya jalan untuk lewat, yang berbaris antri tanpa ada kegelisahan dan ketakutan. gak mau menjelekkan, gak mau menyalahkan. akankah saya cukup mampu mempertahankan ini semua? tidak bergumam saat melihat orang membunyikan klakson hanya karena ada penyebrang yang lewat didepan mobilnya. akankah?

01 April 2011

Cooking Lesson #2

Rabu kemarin, 300311, saya kembali ikut cooking class Lune de Miel dengan sensei Melia sebagai chef tentunya. ini hasil rikues dari kita2 yang ikutan, full coklat dan tidak berbasis kue spons (sponge cake). rikues tambahan dari saya sih sebenernya "kue yang gak pake di bakar", hahaha, ngaco emang, karena dan karena saya ga punya oven di rumah. kalo dulu masih di asrama, saya pake oven kompor yang integrated sama kompor. tapi semenjak saya pindah ke apato baru, saya mikir saya ga punya oven. *tapi ternyata setelah diujicoba, oven dari microwave masih berfungsi, alhamdulillah*.
dan beginilah hasil penampakan kue yang dibikin di hari itu,


senengnya, satu macem pelajaran bisa jadi dasar untuk dikreasikan jadi menu2 dan rasa2 baru. jadi penasaran, kalo bikin sendirian dan nyoba ubah resep, kira2 berhasil gak ya??

setelah saya posting gambar ini di FB, si kaka saya dengan sangat jujur mengemukakan ketidakpercayaannya atas apa yang telah saya buat. katanya "ini terlalu bagus untuk ukuran kamu",,fuuuhhh! belum tau aja dia kalo adikny ini punya bakat-bakat terpendam.

setelah selesai les saya dan teman jalan-jalan sebentar. tempat lesnya berlangsung di daerah ginza. sebelumnya saya belum pernah jalan2 di ginza, yang kata orang tempatnya orang2 berduit, disekeliling jalan dipenuhi sama toko2 bermerek LV,Channel, yang saya dan teman saya cuma bisa numpang lewat di depan etalasenya aja. saya sempet mampir ke toko boneka beruang, semacam Teddy Bear gitu deh, buatan tangan aseli yang bikin harganya ga cocok sama duit di dompet saya. tapi jujur saya suka banget, dan kalau ada yang mau beliin, saya dengan senang hati menerima. :D