Tampilkan postingan dengan label self spirit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label self spirit. Tampilkan semua postingan

18 Februari 2014

Mencukupkan Diri

“kok, saya heran ya,, apa saya aja yang salah program, atau ga memaksakan diri buat cari uang banyak biar bisa liburan kemana gitu,,Ngeliat foto temen-temen kok rasanya gampang banget ya pergi. Ya padahal kita tau, gajinya ga seberapa, ya gatau juga sih dibalik itu”

Kalimat-kalimat diatas keluar dari  mulut suami saya, dan saya cuma bisa ketawa geli aja. Iya ketawa karena lucu. Pasalnya dia sampai saat kemarin itu, ga pernah mempertanyakan dirinya sendiri kenapa dia menjadi tidak berambisi terhadap materi, maksudnya materi yang buat digunakan bersenang-senang. Yaentah itu keluar negeri, atau keluar kota untuk nyicip nyicip hal baru, atau bahkan di dalam kota yang sifatnya “baru”. Lagipula saya juga bukan tipe yang suka jalan-jalan yang datang kesuatu tempat , ambil foto sama tempat yang didatengin, kemudian merasa senang seolah olah ga ada beban yang dipikir saat liburan, dan kembali plong setelah itu. Bukan jalan-jalan dalam arti begitu yang saya suka. Jalan-jalan/bepergian, selalu saya artikan sebagai sarana refleksi diri dan refleksi keagungan Tuhan.  Tujuan satu dari jalan-jalan adalah: bisa kembali dengan selamat. 

Yah terlepas apa itu jalan-jalan, kembali ke kalimat awal yang suami saya bilang. Iya bisa dibilang kami jarang menyengajakan diri buat mengosongkan waktu untuk pergi ke tempat wisata –sebut saja begitu. Pun dengan uang untuk kegiatan semacam itu. Dia sempet bilang, “kemana aja ya uang kita selama ini?kok kayanya ga ngehasilin apa-apa?ga pernah kemana-mana juga”. Tapi sesaat itu juga saya bantah kalimat dia dengan bilang bahwa kita berada dalam keadaan sehat jasmani dan rohani saat ini, itu merupakan hasil.  

Oke, sebut saja ketika pulang dari Jepang dua tahun lalu. Dengan sejumlah uang hasil menabung, maka kami punya daftar rencana akan digunakan untuk apa saja uang itu. Saat itu, rangga belum dapat gaji berkala dari kerjaan, saya juga dapat penghasilan yang cukup untuk operasional saya sendiri selama sebulan. Namun, siapa diduga,di akhir tahun kepulangan ke Indonesia itu, saya harus menjalankan operasi juga pengobatan pasca operasi yang makan sejumlah uang dari tabungan itu, yang cukup lah buat bayar DP mobil kalo kami mau.  Habis tabungan kami. Kami saat itu, sama sekali tidak merasa kekurangan sedikit apapun, kami bersyukur karena Allah SWT selalu punya rencana lebih baik.Karena ga lama setelah itu, Allah SWT kasih rezeki lewat jalan lain dan dalam bentuk lain.

Juga untuk laptop saya yang waktu itu kena musibah, laptop yang selalu digunakan buat kerja sehari-hari terkena air akibat ulah kecerobohan saya. Ya salahkan manusia, tapi mesti pandai juga ambil  hikmah.  HIkmahnya adalah saya jadi kembali ngobrol sama si mamah tanpa harus pegang laptop, karena sebelum laptop saya itu mati, hampir setiap diajak ngobrol sama mamah, pasti saya juga sedang melakukan aktivitas lain dengan laptop. Bahkan saya sempet berpikir bahwa di hati kecil si mamah ada rasa syukur ketika laptop saya bermasalah dan pada akhirnya dia bisa ngobrol focus sama saya. Awalnya saya dongkol dengan ulah saya dan mikir lagi untuk ngumpulin uang beli laptop baru. Lalu saya ditegur, “baru juga kehilangan benda, bukan nyawa!”. Yes, tertohok. Akhirnya saya lupakan kejadian laptop itu tanpa ada rasa sesal.  Dan beberapa bulan kemudian, Alhamdulillah doi dapet bonus dari kantornya yang ga pernah diduga, dan akhirnya laptop baru dibeli juga (laptop baru buat dia, yang doi diwarisi ke aye). Karena  Allah ingin melihat bagaimana kita menyikapi kejadian-kejadian yang menimpa kita.

Juga kejadian kemarin, dimana handphone yang baru dipakai empat bulan saja, harus bernasib mandi di mesin cuci. Tidak biasanya rangga nyimpen hape dia di saku celana,biasanya sudah dia keluarkan seluruh isi di saku sebelum ganti pakaian. Tapi memang sudah harus terjadi, jadi ya terjadilah. Tinggal pinter-pinternya kita ngambil hikmah. (salah satu hikmah adalah si doi ga perlu sering sering cek hape lagi buat maen game Battle Camp,,hohoho *evilsmirk* eh, tobat ah. Sama perlu mempersiapkan diri , hati, dan kocek kalo ternyata si hape rusak dan mesti batalin kontrak dan bayar sejumlah uang untuk pemutusan kontrak dan sisa cicilan). Ya mungkin Allah lagi menguji kita dengan kejadian ini.

Juga termasuk masalah keturunan. Pernah suatu malam saya tanya sama doi tentang “gimana jika memang Allah tidak menitipkan anak lewat saya?”. Jawabannya sih ga usah di bahas lah ya, privasi itu mah. Buat saya, untuk bisa berani bertanya tentang itu butuh kekuatan besar (lebay kan!). Eh beneran loh! Bukannya setiap perempuan ingin merasakan melahirkan? bukannya setiap perempuan ingin merasakan jadi seorang ibu kandung? Saya juga begitu, tidak dipungkiri. Bukannya setiap pasangan menginginkan keturunan? Tapi kenyataannya, kami belum dititipkan Allah. Lalu apa yang saya lakukan? Stres pasti ada masanya, terutama pada perempuan. Namun kami berusaha untuk menguatkan diri kami, bahwa Allah ga pernah salah kasih keputusan. That’s all.  Akan ada hikmah dibalik semuanya.

Kemudian dari beberapa kejadian saya merenungi. Saya yakin, bahwa harta melimpah itu bukan parameter kebahagiaan. Dalam islam jelas sudah disebutkan bahwa yang namanya harta: materi, anak, isteri, kerjaan, adalah kesenangan dunia yang jangan sampai kita terlena dengan itu. Dimana kesenangannya dunia itu cuma sepanjang jari doang *ngutip dari Ust. Salim Filah*. Kami sekarang memang tak punya  tabungan banyak, belum ada yang namanya investasi (rumah, mobil, dan harta lainnya), belum ada keturunan. Tapi apa yang kami punya sampai saat ini, rasanya tidak bisa dibandingkan dengan harta sebanyak apapun. Allah selalu kasih rizki yang cukup. Karena itu doa kami, dicukupkan dan diberkahkan. Bukannya kata Ust. Aam itu rezeki adalah yang kita pakai saat ini, yang kita gunakan saat ini, yang kita makan saat ini. Itu rezeki. Yang belum kita sentuh, bisa jadi itu bukan rezeki kita. Jika kami sedang butuh dan Allah menyetuji maka dengan jalan cara apapun dan dalam bentuk apapun Allah akan ngasih. Jika kami kelebihan,  Allah menjaga kami dari kegelisahan memiliki harta dengan mengambilnya dengan cara yang ga bisa kita kira. Jadi ya, cukup. Itu sih kuncinya. Merasa cukup, merasa bahagia, bersyukur dengan yang ada dan yakin akan Allah Sang Pemberi Rezeki tidak akan pernah tertukar dalam menghidupi ciptaanNya.

Oiya, disini, bukan berarti kami menjadi orang yang pasrah dalam artian menerima keputusan Tuhan gitu aja. Jelas engga. Allah juga menuntut usaha dari kita, kita harus sadar itu. Perencanaan dari manusia tetap perlu ada, agar segala sesuatu nya tetap selalu ada dalam trek yang benar . Kita berencana, kita juga yang mempersiapkan diri untuk akhirnya,  karena Allah yang akan memutuskan apakah perkara yang kita rencanakan itu baik atau tidak baik untuk kita. Kita cuma butuh syukur dan sabar.

Oiya satu lagi, hindarkan diri dari membandingkan dengan orang lain, heu. Penyakit bahaya itu. Karena jelas kebutuhan setiap individu pasti beda, jadi jelas tak ada yang pantas dibandingkan. Kecuali jika memang orang yang dibandingkan akan meningkatkan kualitas keimanan kita terhadap Allah. *saya juga masih harus berjuang keras melawan sikap kaya gini*

11 Januari 2014

Menyambut diri

Sudah dua minggu ada di saitama
Sudah juga melewati masa adaptasi dengan berbatuk batuk ria

Katanya,,
"Santai aja, gausah buru buru untuk cari kegiatan"

Dan memang itu juga yang saya encamkan pada diri ketika meninggalkan Indonesia. Ga jadi soal kalau berstatus sebagai pendamping, tapi tetap harus pandai menyerap potensi potensi yang hanya tersedia di Jepang.

Jadi ceritanya,  saya mulai corat coret buku, seolah olah menumpahkan apa yang ada dipikiran, tentang hal hal yang ingin dicapai selama 3 taun ini. Ada poin bahasa, pendidikan, dan hobi.

Untuk bahasa sendiri, saya akui saya tidak pandai menyerap ilmu bahasa. Bahasa inggris yang seadanya, Bahasa jepang yang sebisanya, bahkan bahasa Sunda aja udah pada menguap. Intinya kemampuan linguistik saya tidak bagus, sehingga dalam menyerap dan menyampaikan ide/pendapat (dalam bahasa apapun) bisa dibilang tidak bagus, heu. Tapi untuk saat ini, saya bertekad untuk tekun belajar bahasa Jepang. Semakin bulat setelah saya berbincang bincang sama sepupu yang mendorong sambil mengajak membayangkan betapa ruginya kalo udah jauh jauh tinggal di negara orang tapi untuk bisa bahasanya saja ga bisa. Selama dua tahun setengah yang lalu tinggal disini, jujur saya ga serius. Hanya sekedar bisa untuk kebutuhan sehari hari, belajar untuk bisa lulus tes doang, lulus sih, tapi karena ga dipake dan ga dihayati proses belajarnya, jadi ga nempel lama. Makanya untuk sekarang saya mau lebih membuka pikiran dan meluangkan waktu untuk urusan bahasa ini. Mengetahui lembaga bahasa itu mahal, jadi kembali saya pilih belajar from environment. Akan kembali ikut kelas volunteer di beberapa tempat, membaca baca buku grammar dan kanji, membuka / membaca  situs, bacaan jepang biar terbiasa dengan kanji, berteman dengan orang jepang, dan menonton drama juga jadi media buat belajar.

Poin kedua, pendidikan. Ini berkaitan dengan profesi saya sebagai tim pengajar dulu, dari itu saya sadar saya tertarik dengan dunia tersebut. Juga dengan keinginan untuk punya sebuah komunitas di lingkungan tempat tinggal nanti yang bersinggungan sama anak-anak. Saya belum punya penjelasan khusus tentang pendidikan yang ingin didaptkan disini. Bisa jadi sekolah kembali, bisa jadi memahami tentang sistem pedagogik di jepang, bisa jadi menjadi bagian dari pendidikan yang ada dijepang. Semua kemungkinan akan dianalisis lagi berdasarkan kebutuhan dan kesempatan. Kembali saya membuka hati dan pikiran untuk hal ini, mulai sekarang akan bersikap positif untuk setiap tantangan yang akan dihadapi..#doengggggg

Poin ketiga adalah tentang hobi. Menilik bahwa jepang ada lah gudangnya keterampilan, jadi ingin sekali mengenal dan terjun ke dunia per hand made crafts an. Saya seneng barang pakai yang berbahn dasar kain dan kulit (selain pakaian maksudnya), entah itu tas, aksesoris, perlengkapam alat tulis, hiasan rumah, apapun itu yang bisa diproduksi sendiri dan lucu -lucu itu relatif-, dan mudah mudahan saya punya selera yng bisa jadi ciri khas "gue banget".  Tapi untuk hal ini, sepertinya butuh modal yang mesti dukumpulkan dulu sebelum mencoba untuk mengeksekusinya. Yosh, nantonak suru!!

Oiya,masih ada poin lain lain selama disini : naik haji. Yes, insha Allah ingin bisa menunaikan haji jika diizinkan. Kan katanya ketika ada jalan yang mudah (yakni ketika tinggal d jepang), maka udah ada kewajiban buat memenuhi perintah naik haji, tinggal dikembalikan kepada kencangnya niatan diri untuk memperjuangkan itu. Mari berdoa. Hal lain lagi yakni : program anak. Sebenernya saya juga ga terlalu terburu-buru untuk urusan ini. Cuman kan ya gada salahnya untuk kembali mengikhtiarkan, setelah denger denger biaya untuk program ini lebih miring dibanding di indonesia. Tapi mudah mudahn ga perlu sampe ke dokter infertilitas lagi ya,,, hehehe.

Ok sekian dulu caprukan hari ini
Salam,
Indah

20 April 2013

Assembly Ellipse

Setelah beberapa pekan, rasanya baru kali inilagi menikmati hari sabtu tanpa mau mikir macem-macem. Walaupun sekarang saat saya menulis ini saya ada di kantor nya si Bos yang lagi lemburan. Baik di rumah maupun di kantor bos bisa sama-sama nge-net, tapi aye milih di kantor, biar ada temennya. wakakakakakk..

Seminggu lalu saya sempat disibukkan dan dipusingkan sama salah satu kegiatan sekolah yang punya nama "Assembly". Assemblai ini kegiatan untuk setiap kelas, dimana setiap kelas mesti menunjukkan kemampuan dalam bermain peran. Nah pertunjukkan nya bukan semata-mata menampilkan kisah romantika kehidupan siswa anak SMP, sebenernya sekolah membuat kegiatan ini tidaklah lain untuk membantu anak-anak memahami materi-materi pembelajaran yang sedang mereka pelajari. Karena setiap anak diyakini punya kemampuan cara belajar yang berbeda, maka sekolah pun yakin pasti diantara sekian anak di sekolah itu ada yang baru bisa mengerti jika dia sudah bermain peran :). Dan ternyata memang ada!! Ditambah lagi, setiap pertunjukkan assembly ini mesti mengaitkan apa yang disampaikan melalui drama dengan sumber hukumnya orang islam: Quran dan Hadits. Eh salah deng,,,mestinya berangkat dari sumber hukum dulu, lalu ke materi belajar, lalu ke drama.

Oke, ini adalah assemblai kedua yang saya pegang (saya ini asisten wali kelas 7). Waktu di semester pertama, saya mengangkat teman Bullying, karena pada saat itu ada topik bullying diantara murid di kelas saya. Saya dan partner meminta izin ke sekolah buat melenceng dari konten materi belajar, karena kami pikir saat itu adalah waktu yang tepat untuk "menegur" anak-anak dengan cara halus, dan saat itu juga sehabis UTS jadi gapapa lah kalo topiknya bukan materi belajar. Saat itu bisa dibilang assembly nya kurang memuaskan buat saya pribadi, karena perdana buat saya, naskah tidak mangstab, audio yang minim, dan saya lupa apalagi. Yang saya paling inget adalah, pertunjukkan saat itu berlangsung sangat-sangat-sangatlah cepat saking kurang mantap persiapan. Tapi untuk assemblayberikutnya, saya memutuskan untuk membuat yang lebih baik.

 Saya awalnya ga mau kalo cuma tim wali kelas yang bingung sendiri mikirin assembly ini, jadi tema dan naskah kami serahkan pada anak-anak. Tapi apaboleh dikata, ya,,,namanya juga anak ABG, kalau baca cerita, kalau nonton cerita, pengennya yang berbau bau pertemanan atau tokoh idola. Saya lupa memberitahu kalau asal muasal Assembly ini dibikin untuk mempermudah mereka dalam menyerap materi belajar. Ditambah lagi, assembly dua kelas sebelumnya mengangkat topik yang berhubungan dengan dua tema itu, jadi anak kelas saya mikir sepertinya tidak akan apa-apa kalau mereka mengangkat topik yang sama. Pas tau cerita yang dibikin anak-anak seperti itu, saya langsung potong, menjelaskan kembali latar belakang assembly, kemudia mengungkapkan ide yang sudah saya punya. Dan mereka mengerti dan kemudian mengembangkan ide cerita saya itu.

Alhasil benar saja, salah seorang anak langsung membuat poster yang berkaitan dengan judul pertunjukkan, mengedit disana sini. sebagian sudah ada yang brainstorming ke saya tentang apa yang akan dia lakukan, sebagian membuat naskahnya sendiri, sebagian memikirkan gaya apa yang harus dia lakukan saat sedang on action. Ide nya sederhana, tentang suatu negeri yang sudah kacau balau lalu sang raja menginginkan perubahan negeri ny itu melalui pendidikan. Akhirnya sang raja membuat kompetisi untuk mencari para ahli ilmu. Dan drama yang disajikan berisi tentang kompetisi itu. Hehehhehehe...

Kita semua kerja keras, membuat lagu, memilih lagu, mengedit lagu, membuat naskah, membuat properti, melatih kekompakkan, dan untuk pemilihan pemain saya pikir sudah cocok dengan anak-anak. Mengingat dulu di assembly pertama, saya masih belum liat karakter anak anak di kelas, jadi masih ada ketidaktepatan peran. Kalau ditanya bagaimana saat persiapan, fiuuhhh,,,saya sempet esmosi beberapa kali, heseeeeeee pisan membuat mood anak-anak tetep ok. Pas disuruh ini itu juara lembamnya. Namun, emosi buruk saya berubah di hari pertunjukkan. Ketika hari pertunjukkan, Alhamdulillah, respon positif dari semua yang nonton. Mungkin karena agak beda dengan assembly sebelumnya makanya ada nilai lebih di assembly kami (iya kita niat bikin poster dan software pendukung soalnya). Dari awal penonton yang terdiiri dari orang tua siswa,siswa lain, dan guru-guru dibikin ketawa-ketawa sama arktor dari kelas kami. dan sampe akhir pun semua masih ketawa-ketawa. Saya yang ada di belakang panggung sampe nangis, nangis karena anak-anak itu ternyata memang mampu untuk memberikan yang terbaik. Mereka lebih keluar ketika mereka dihadapkan pada banyak orang, kepercyaan diri mereka muncul ketika mereka diapresiasi. Ya, that is another point.











07 September 2010

curhat mode: ON

ketika saya merasa stuck,dan bilang sy ga tau mau berbuat apa untk org,sy pgn bermanfaat untk org tp gatau crnya, ketika sy merasa hidup sy disilaui sama kehidupan org lain..dan aa pun berkata "kamu sendiri suka bilang,hidup kita disini gada apa2nya,tujuan kita kan bkn sampai sini aja. tapi kenapa ketika kita mentok,kt lupa semua motivasi kita melakukan sesuatu di dunia untk meraih akhirat nanti. sekecil apapun hal yang dikerjakan, bisa kt jadiin tabungan buat ibadah".

Ahh..betapa lemahnya diriku ini.
Ya Allah,aku tdk meminta KepadaMu untk menghilangkan ujianMU kepadaku,tp lapangkanlah dadaku,ikhlaskan jiwaku,kuatkan batinku,tangguhkan ragaku untuk bisa menghadapi semua ujian yg KAU beri.krn hanya dengan itulah aku menjadi dekat denganMu.

08 Februari 2010

kaki zome

kaki zome adalah semacam kaligrafi jepang. isi dari kaki zome biasanya harapan harapan, dan kaki zome dibuat di awal taun. beberapa waktu lalu (awal januari), di kelas kanji kami membuat kaki zome. dan ternyata saya baru sadar kaki zome yang kita bikin dipajang di dalem gedung. berikut kaki zome kami
yang dikasih tanda panah adalah punya saya, sayang letaknya diujung jadi agak kepotong. yang saya tulis adalah kanji 感謝 (dibaca : かんしゃ - kansha) yang bisa diartikan Thanks/Thankful. cukup susah juga buat tulisannya dan hasil tulisannya juga ga bagus, hehehehe,,dan kalo dibikin sama ahlinya beginilah hasilnya (ambil dari internet)
saya berharap saya senantiasa menjadi orang yang bersyukur selalu
.

03 Desember 2009

rasanya malu deh

hari ini hujan seharian, bahkan temperatur antara dalem kelas yang panas dan luar kelas yang dingin,walaupun hanya dibatesin tembok dan pintu rasanya jauh banget bedanya. tapi sore ini, terasa hangat diluar.
sambil nunggu sensei berikutnya masuk kelas, saya iseng keluar, dan di lobi ada beberapa teman saya yang lagi pada asik ngobrol, salah satunya adalah teman saya (sebut saja) Orama *bukan nama sebenarnya*. dia ini berasal dari benua afrika tepatnya negara Ghana. kenapa saya sebut nama dia, karena saya akan sedikit cerita hasil obrolan saya sama dia.

senin malam 301209, jam 12 malem lewat..
(sebuah akhir percakapan lewat chat box di fesbuk)
indah : ok, i will sleep now, then c u tomorrow
orama : insha allah
indah : ????

ya saya kaget waktu dia bilang itu, sebenernya ga terlalu kaget juga sih,,toh minggu minggu sebelumnya mba sukma sempet cerita ke saya tentang keinginan orama untuk masuk islam.

dan sore ini ketika saya menemukan dia yang terlihat sedang senggang, saya jadi pengen nanya dan ngobrol langsung sama dia. saya pengen tau kisah seorang yang punya keinginan jadi muslim. dengan secara sengaja saya langsung aja tembak dia dengan pertanyaan "hey, why you said insha allah when we had a chat?" (dengan nada heureuy dan sambil seura seuri), dan dia bilang "do you think i dont know about islam?"...oke,,inilah yang saya tunggu...
dan setelah itu dia mulai sedikit bercerita tentang dirinya.

pertama saya tanya sejak kapan dia mikir pengen masuk islam, dia bilang sejak umur 15 tahun karena dia yakin setelah bertahn tahun, bahwa islam adalah agama yang sempurna, dan itu adalah agama yang terbaik.
saya tanya lagi, apa rasanya ketika dia udah punya keyakinan itu (pengen jadi muslim ) tapi masih ada di lingkungan keluarga yang mayoritas masih kristen. dia bilang, ini sebuah tantangan,,,karena setiap dia cerita keinginnanya untuk masuk islam, keluarga dan temen2nya selalu meremehkan dengan alasan2 yang menurut dia ga bisa diterima,,kaya,,di ghana itu islam itu agama terbesar kedua setelah kristen, dan muslim disana (sebagian/kelompok tertentu) suka bikin ulah,,(sama ajahlah kaya tukang ngebom dikita), jadi orang orang d sekitar dia tuh menganggap islam adalah destroyer lah, kacau lah, ya sesuatu yang berimej buruk. dan dia yakin kalo mereka (keluarga dan temen2nya itu salah). selama ini dia ngerasain tantangan2 itu, dan pertanyaan2 seputar kehidupan selalu ada di pikiran dia. sampe dia nyari, ngebandingin agama ini agama itu,,dan cuma islamlah yang memiliki jawaban atas semua pertanyaannya,dan islam pun bisa menjelaskan maksud dibalik semua ibadah yang diperintahkan tuhannya.
saya tanya lagi kapan dia mau masuk islam. dia bilang, stelah dia punya uang sendiri soalnya dia masih menghargai orang tuanya yang selama ini udah ngsih kehidupan (materi) ke dia, dan dia ga pengen nyakitin keluarga nya itu. dia bilang setelah selesai kuliah dan udah bisa hidup mandiri ini mungkin dia akan menjadi muslim, dan dia pengen mengajak keluarga dan teman dia untuk jadi muslim,,,karena uang bisa mengendalikan semuanya d ghana, dia akan ngumpulin uang untuk keluarga dan lingkungannya untuk membangun generasi islam.
dan sempet juga dia bilang, "bukan dengan pikiran, tapi dengan hati saya lakukan semua ini, seolah olah ada yang ngasih petunjuk sama saya".

Subhanallah,,aku bilang,,wow, thats great plan and hard job! semoga dimudahkan sama Allah SWT. Amiin.

bener bener malu rasanya,,dan tadi jadi kepikir,,andai saya bisa fasih berbahasa inggris atau mengerti dan menerapkan Al Quran secara konsisten dan menyeluruh, saya pengen banget ngobrol dan ngebantu. Yahh,,,masih ada waktu ndah, luruskan niat, belum ada kata terlambat untuk belajar.

may Allah bless us.,

13 November 2009

Dance With My Father

Dance With My Father

Back when I was a child,
Before life removed all the innocence,
My father would lift me high,
And dance with my mother and me and then,
Spin me around 'till I fell, fell alseep,
And up the stairs he would carry me.
And I knew for sure, I was loved.

If I could get another chance, another walk, another dance with him,
I'd play a song the would never, ever end,
How I'd love, love, love, to dance with my father, again.

Oooooh.

When I and my mother would disagree,
To get my way i would run from her to him,
He'd make me laugh just to comfort me,
Oooooh, and finally make me do just what my mother said,
Lat ethat night when I fell alseep,
He left a dollar under my sheet,
Never dreamed that he, would be gone from me,
No.

If I could steal, one final glance, one final step, one final dance with him,
I'd play a song that would never, ever end.
'Cause I'd love, love, love, to dance with my father, again.

Again.


by : Celine Dion

11 Juni 2009

curhat malem jumat

Belajar ikhlas

Ikhlas,,,masih ada aja rasa ga ikhlas…heuheu…

Tapi hari ini dan kemaren sebenernya saya banyak ngedenger temen-temen menyemangati dirinya sendiri, dan kenapa ga saya lakuin juga sama diri sendiri. You have your own style

Topic tugas akhir ini emang berat atau saya aja yang mempersulit diri sih?hehehehe…aneh yah baru mempertanyakan itu sekarang. Dari dulu tiap dapet tugas , gatau kenapa suka ada tantangan buat ngambil materi yang susah. Tapi dalam prosesnya , yang sebenernya susah itu bukan pilihannya tapi saya yang ga bisa ngebuat semuanya jadi simple. Tapi untuk kali ini, emang butuh kerja keras, konsistensi, dan pantan menyerah…begini rasanya mengambil eksperimen, heuheu. Ya wajarlah, orang ga terbiasa dengan melakukan eksperimen yang melibatkan keapikkan, kesabaran, kecermatan dalam memperlakukan sesuatu. Apalagi dengan fasilitas yang seadanya, berusaha sekreatif mungkin untuk mencari setiap kemungkinaan alat dan bahan yang bisa digunakan dalam mendukung eksperimen. Ketidakmenahuan akan fasilitas diluar leb yang masih ada di rumah sendiri. Sayang sekali, mestinya ada kesempatan d waktu wktu sebelumnya untuk mengetahui apa –apa aja yang dimiliki oleh rumah sendiri, kalau gada baru cari ke luar. Sempet ngerasa lelah, dan ngerasa belum ngerjain apa-apa…but, teringat obrolan hasil curhat dengan seorang teman yang mendapat motivasi dari seorang seniornya “coba bayangkan misalkan tugas akhir yang kamu kerjakan saat ini adalah sebuah rumah yang berantaakaaaaaannn sekali, dan kamu bingung harus memulai dari mana. Dan kamu bayangkan Jika hal yang kamu kerjakan terlebih dahulu adalah sesuatu yang kamu anggap kecil seperti merapikan Koran-koran yang berserakan. Secara keseluruhan kamu gakan ngerasain kalau rumah itu rapi dengan hanya merapikan Koran-koran. Tapi bayangkan jika isi rumah yang berantakan udah rapi, tapi tersisa Koran-koran yang berantakan yang belum diberesin. Nah tetep aja rumah itu keliatan berantakan…” jadi maksud si temenku itu adalah, just think positively. Kamu udah ngelakuin sesuatu kok, hal yang besar gakan terwujud kalo gada hal yang kecil….

Apalagi dalam penelitian, it’s something new…for me and for the world (hahaha..pede banget…), kata dosen pembimbing ku juga “ jangan terburu-buru ngerjain sesuatu, dinikmati saja, dirasakan dulu keindahannya…”(sedikit dilebih-lebihkan sih)…lagian apa yang ngebuat saya terburu-buru coba? Nope! Gini nih didikan system pendidikan di Indonesia (nah lho? Kok nyambung),,,mau mengkambinghitamkan dulu sebentar yah….akibat system pendidikan dari tk,sd,smp,sma, bahkan kuliah (walaupun agak mereduksi) yang menganut asas persaingan. Sayangnya persaingan disini bukan akibat penggalian potensi diri yang maksimal, tapi akibat pengaruh luar yang memberikan intervensi bahwa seseorang mesti lebih baik dari yang lainnya. Contohnya : sewaktu sd, ketika si A mendapat nilai 9 dalam ulangan matematik sedangkan si B hanya mendapatkan nilai 5 beginilah kebanyakan respon dari orangtua atau guru “ko bisa segitu nilainya?makanya belajar yang rajin kaya si A”, sebuah pernyataan yang men judge si B kalo dia tidak lebih baik dari si A, karena pernyataan tersebut malah membandingkan si B dengan si A. padahal andaikata orang tuanya berbicara seperti “ kok segitu nilainya? berarti untuk ujian berikutnya kamu harus berusaha lebih giat lagi”,..terdengar sama. Tapi jelas ini berbeda pada implikasinya, untuk pernyataan pertama, si B akan berusaha lebih giat lagi karena dia ingin setara dengan A, berfokus pada orang lain. tapi untuk pernyataan kedua si B akan lebih berusaha lagi karena dia akan berfokus pada dirinya sendiri, dia akan berusaha semampu dia, tanpa harus berfokus pada factor luar. Kasus seperti ini banyak sekali terjadi, dan tanpa sadar sebenernya lingkungan telah membuat si anak selalu berfokus pada orang lain, bukan pada dirinya sendiri.

Loh kok jadi kemana-mana yah…ya kembali ke apa yang saya ingin curhatkan… sampai beberapa saat lalu saya jadi terburu-buru ngerjain penelitian ini, karena alasan banyak temen-temen yang udah pada selesai. So what? Urusanku adalah urusanku, urusanmu adalah urusanmu. Ya pasti ada rasa di dalam diri tiap orang rasa yang seperti itu, hal ini tak terlepas dari bentukan diri kita di masa kecil yang secara ga disadarin udah tersayamulasi menjadi sebuah habbit, berfokus pada orang lain. Heuheu,,,,,nulis ini sebuah pembenaran atau pembelaan bukan yah? Ngga kok, soalnya saya juga ga munafik, saya juga ngerasa kaya begitu. Wajar dan agak susah untuk ngerubahnya. Tapi kan yang penting prosesnya.

Sekarang mah ikhlas aja ngerjain semuanya, biar jadi amal ibadah. He knows what best for us.

19 April 2009

..........................

Dan ketika kamu bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu, maka seluruh jagad raya akan bersatu padu membantumu mewujudkannya

Yakinlah pada hatimu

Disanalah letak kekuatanmu

Kamu akan temukan sesuatu

Berjuanglah,

Karena awal ini adalah keberuntunganmu

Bertahanlah,

Karena yang kamu lihat tidaklah mustahil

Bersabarlah,

Kerja kerasmu adalah ujian terbesarmu untuk mendapatkannya

Semuanya hanya akan membawa mu pada satu tujuan,

Meraih mimpi

12 Maret 2009

transformasi yuk..

salah satu yang melemahkan krativitas adalah ketika kita terjebak sama rutinitas. jalan yang sama menuju kampus yang setiap hari kita lalui, atau makan siang di tempat yang sama, atau bangun tidur mesti jam sekian, naek angkot mesti bayar uang pas, atau ketika browsing yang dibuka cuma itu itu ajah, menjadi penyebab kecil hilangnya kreativitas. termasuk saya ini. padahal dari dulu saya suka ngerasain kalo saya ini orang yang banyak ide, sok ngahiwal sendiri. tapi beberapa taun belakangan ini saya ngerasa otak ini jarang dipekerjakan sampe sampe daya imajinasi dan daya kreasi saya mengalami penurunan. saya baru ngeuh pas tadi di kelas, waktu kuliah manajemen, ada sedikit kuis dalam bentuk games yang tujuannya mengasah kreatifitas. cuman hal sederhana aja pertanyaannya, tapi haduuuhhhh.....otaknya males banget mikir. think out of the box. cuma itu kata kuncinya. tapi semakin saya berpikir think out of the box semakin saya terperangkap dalam kotak, trapped in the box. saya jadi introspeksi diri, kenapa saya jadi ga kreatif yah??biar nanti malam saya merenung dan untuk itulah saya jadi pengen merubah rutinitas rutinitas kecil yang saya lakukan selama ini.