30 Desember 2009
Tas belanja
11 Desember 2009
ke SMP Higashi Koganei
1. can you draw your country's flag?*uh, cetek,,,indonesia cuma punya 2 warna, pink dan ijo (karena kapur yang ada cuma pink, dan papan tulisnya warnanya hejo tua), warna pink untuk ngewarnain warna merah, dan bagian putihnya aku kosongin yang jadinya hejo deh,,,dan dari liat gambar bendera itu mereka udah ngangguk2 tanda udah tau aku dari negara mana*2. what the most popular food in ur country?*ya yang kepikir cuma SATE kind of barbeque gitu deh...*3. what is good point your country ?* disinilah diriku keceplosan,,,baru juga mau jawab eh awalnya udah bilang "in INDONESIA, we have....." dan sensei yang ada d sebelahku secara spontan langsung "eeeeee,,,dont say!!!" ,,UPS!!!gomen ne... heuheu,,lain tebak2an atuh namanya*4. what is your bla bla bla soccer player bla bla bla country?*dan pertanyaan yang kutangkep adalah, "what is famous soccer player in your country?" maklum jangankan anak kecil, orang besar jepang pun kadang sulit dimengerti kalo pake bahasa igirisu. dan kujawab ajah "most popular soccer player in my country that i know is Eka Ramdhani"...dan siiiiiiiingggggggg,,,,,,they seems didnt understand what i have said. dan ternyata pas temen korea d sebelahku jawab, maksudnya adalah pemain bola (dari klub luar negeri) mana yang terkenal d negara kita...hiks hiks hiks...wakaranai,,, ya jelas lah mereka cengo pas saya bilang Eka Ramdhani, wong dia ga pernah jadi pemain di timnas nya Jepang atau main di AC Milan. hiks hiks,,,(malu tiga kali MODE:ON)*
03 Desember 2009
rasanya malu deh
(sebuah akhir percakapan lewat chat box di fesbuk)indah : ok, i will sleep now, then c u tomorroworama : insha allahindah : ????
01 Desember 2009
pengajian ibu ibu
30 November 2009
Indahnya...
29 November 2009
menikmati musik jazz

ya...pertama kali saya liat pentas jazz langsung waktu dateng ke kampus festivalnya TUFS (Tokyo University of Foreign Study). Waktu itu ada band jazz yang tampil di depan panggung, entah kenapa saya sangat terpesona nontonnya, sama suara saksofon yang dimainin solo, sama bas betot yang mendebarkan jantung, so relax...dan setelah selesai nonton band jazz dari panggung, saya sama ririd gak sengaja masuk ke sebuah ruangan yang kami pikir didalamnya itu ada tarian balet, ternyata sebuah klub jazz sedang beraksi. Dan di dalam ruangan kecil, mereka memainkan jazz. Remang remang cahaya di dalem ruangan bikin saya makin menikmati musik yang mereka mainin, suara piano, bas, drum, saksofon, dan terompet...saya menikmati mereka yang sedang menikmati bermain alat musik. It was nice
13 November 2009
Dance With My Father
Back when I was a child,
Before life removed all the innocence,
My father would lift me high,
And dance with my mother and me and then,
Spin me around 'till I fell, fell alseep,
And up the stairs he would carry me.
And I knew for sure, I was loved.
If I could get another chance, another walk, another dance with him,
I'd play a song the would never, ever end,
How I'd love, love, love, to dance with my father, again.
Oooooh.
When I and my mother would disagree,
To get my way i would run from her to him,
He'd make me laugh just to comfort me,
Oooooh, and finally make me do just what my mother said,
Lat ethat night when I fell alseep,
He left a dollar under my sheet,
Never dreamed that he, would be gone from me,
No.
If I could steal, one final glance, one final step, one final dance with him,
I'd play a song that would never, ever end.
'Cause I'd love, love, love, to dance with my father, again.
Again.
by : Celine Dion
sop buah
11 November 2009
rabu yang basah
08 November 2009
kampus festival
One Day in Your Life
One day in your lifeyou'll remember a place
Someone's touching your face
You'll come back and you'll look around you
One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...
One day in your life
When you find that you're always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I'll be there
(Oh-oh-oh-oh-oh...)
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...
One day in your life
When you find that you're always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I'll be there
(Ohh...)
02 November 2009
Keringanan shalat? Hak ataukah Hadiah??
ntah kenapa, ada rasa ga enak kalo saya sedang menjama qasar salat di jepang ini. Bukan karena hukumnya yang tidak memperbolehkan, cuma kadang kalo kita sedang bersama orang yang tidak sepaham dengan apa yang kita yakini (walaupun beliau masih muslim) rasanya itu ada yang mengganjal.
seperti yang saya yakini, Allah itu memberikan keringanan solat pada umatnya yang sedang berada dalam perjalanan. berikut yang saya dapat dari sebuah buku:
"Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, tidaklah mengapa kamu ,mengqashar shalat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu" (Q.S An-Nisaa`[4]:101)
berdasarkan ayat diatas, diketahui bahwa menqashar shalat itu khawatir akan penganiyaan orang2 kafir. Namun kemudian, Rasul menetapkan kebolehan qashar meskipun tidak ada kekhawatiran adanya penganiayaan saat perjalanan. Qashar artinya meringkas shalat. Kita dianjurkan mengqashar shalat pada waktu berpergian (Q.S An-Nisaa`[4]:101). Abu Ya`la r.a bertanya kepada Umar bin Khattab r.a "Mengapa mengqashar shalat padahal kita sudah aman?` Umar menjawab `Aku pernah bertanya sperti ini kepada Nabi SAW, lalu beliau menjawab, `Shalat qashar adalah sedekah yang Allah berikan kepada kamu, maka terimalah sedekah Nya`"(H.R. Muslim). Keterangan ini menegaskan bahwa shalat qashar merupakan keringanan dari Allah dan kita dianjurkan untuk menerima dan mengamalkannya. Orang yang safar (dalam perjalanan) diberi keringanan untuk meringkas shalat, sekalipun dalam situasi aman dan memiliki banyak keleluasaan waktu. Dalam perjalanan Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melakukan qashar, sekalipun situasi aman dan mereka memiliki waktu yang leluasa. "Aku pernah menyertai safar Rasulullah Saw, ternyata beliau shalat dua rakaat (qashar) ketika safar. Hal ini dilakukan pula oleh Abu Bakar, Umar, dan Ustman." (H.R Muttafaq`alaih dari Ibnu Umar r.a)
Imam Malik menyebutkan bahwa shalat qashar itu sunnah muakkadah (sunnah yang harus diprioritaskan), Imam Syafi`i dan Hambali menilai sebagai rukhsah (sebaiknya dilakukan atau dikerjakan), sedangkan Imam Hanafi menilainya sebagai `azimah (harus dilakukan). Jadi semua pakar menilai bahwa shalat dalam perjalanan sebaiknya qashar (diringkas).
dan bagaimana mengenai jarak dan lamanya safar?
mengenai jarak diperbolehkannya melakukan shalat qashar, para ahli berselisih pendapat; ada yang mengatakan 5 km, 70 km, dan 87 km. Perbedaan pendapat ini cukup logis karena masalah safar (berpergian) tidak bisa diukur hanya dengan jarak, tetapi juga oerlu memperhatikan faktor sarana transportasi, kebiasaan orang yang bersafar, medan perjalanan, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, Ibn Qudamah berpendapat bahwa ayat yang berbunyi "Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu...."(Q.S An-Nisaa`[4]:101) tidak membatasi safar dengan jarak; yang penting, selama kita berniat dan merasa safar diperbolehkan mengqashar shalat. Menurut penulis, inilah pendapat yang dapat dipegang. Yang penting kita berniat dan merasa safar, maka dalam kondisi ini kita dapat mengqashar shalat sekalipun hanya berpergian dalam jarak 5 km. Namun, kita tidak perlu mengqashar shalat kalau kita merasa safar, sekalipun perjalanannya 70 km.
sementara untuk batasan waktu yang diperbolehkan untuk qashar, Imam Maliki dan Hambali berpendapat bahwa qashar ditentukan oleh niatnya. Artinya walapun berbulan-bulan tinggal d suatu tempat, dia boleh mengqashar shalat. Menurut suatu riwayat, Ibn Umar pernah mengqashar shalat selama enam bulan ketika berada di Azarbaijan. Menurut Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi, Rasulullah Saw mengqashar shalat selam 18 hari ketika fath makkah (penaklukan kota Makkah). keterengan tersebut, menunjukkn bahwa masalah berapa lama kita boleh mengqashar shalat ditentukan oleh niat safar. Artinya, kalau kita masih berniat dan merasa safar, shalat qashar masih diperbolehkan. Perhatikan surat An-Nisaa`[4]:101;disana tidak diberikan batasan waktu seseorang bisa mengqashar salatnya.
(sumber: Sudah Benarkah Shalatku? AAm Amirudin,M.Si)
ya seperti yang saya dapatkan dalam buku. pernah suatu waktu ketika saya akan menjama qashar solat saya (ketika itu saya sedang bepergian dekat dari tempat sementara sya tinggal), dan tiba2 teman saya berkata tentang sebaiknya kita tidak menjama qashar shalat kita dengan alasan selain kita punya waktu luang, kita tinggal di sini (jepang) untuk waktu yang lama (bagi saya cuma setahun), dan teman saya berkata: "masa iya kita tidak menyempatkan solat barang 5 menit sajah, lagian konteksnya menjama qashar solat pada jaman dahulu kan dalam keadaan tidak aman, dan sarana transportasi yang terbatas,,nah kalau kita disini kan kita tidak memiliki hambatan sperti itu, kalau saya sih merasanya seolah olah menjadikan mengqashar shalat sebagai sesuatu yang kita berhak dapet", saat itu saya berusaha menjelaskan apa yang saya yakini tentang menjama qashar shalat, ini adalah hadiah dari Allah, haruskah kita menolak?. Tetapi saat itu saya tidak jadi mengqashar shalat saya, hanya untuk menghormati teman saya itu. Bagi saya, ketika saya bertolak dari Indonesia ke Jepang, saya berniat safar, Jepang bukan tempat saya, walaupun saya setahun disini saya merasa ini bukan `rumah` saya.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, maaf saya akan jalani apa yang saya yakini benar.
01 November 2009
29 Oktober 2009
seminar pertama
Setelah semua kumpul dan seminar akan dimulai, Lenggoro-sensei bilang ke Kamiya-sensei kalau saya ikut dalam seminar kali ini,,begini " Kyou wa indah san bla bla bla bla kogaku bla bla bla steppu student blah blah blah blah blah kanojo wa bleh bleh bleh bleh, kanojo blah blah blah bleh bloh...." singggggg,,,,,yang saya ngerti dari percakapan mereke adalah: " hari ini indah dari indonesia bla blah blah step student blah blah blah,,,she is blah bleh bleh she is bleh bleh bleh,,", oke gua ngga ngerti apa apa...dan tiba-tiba, "ayo ndah, kenalkan diri.." he!!??? sebenernya saya juga dah tau bakal disuruh mengenalkan diri, tapi pas diminta untuk ngenalin diri tiba tiba "deg" seketika,,,haduh haduh,,,ngomong apa yah,,hehehe,,,tadinya sempet kepikiran untuk mengenalkan diri pake bahasa jepang, karena di kelas bahasa jepang kita dah di ajarin bagaimana memperkenalkan diri, tinggal bilang "Hajimemashite, Indah desu, douzo yoroshiku",,tapi rasanya belum pede untuk pake bahasa jepang, secara di depan mataku ada 15 orangan Japanese,,kalo keceletot bisa bisa memalukan,,,akhirnya secepat kilat kuurungkan niat untuk pake bahasa ufo itu. jadilah perkenalan simpel dengan bahasa inggris,,,dan ga berenti sampe situ, saya diminta ngejelasin tentang topik riset saya di bandung,,,Thanks God, karena kalo sebelumnya saya pake bahasa Jepang berarti pertanyaan berikutnya akan diajukan pake bahasa jepang yang saya gak ngerti. hihihihi...
Dalam seminar ini, presenter harus menyediakan handout dalam dua bahasa, bahasa inggris dan jepang, karena banyak mahasiswa master dan doktor yang non-japanese. Sepanjang seminar, saya berusaha untuk menangkap topik dan maksud dari presentasi yang disampaikan, karena hanya dengan melihat hand out satu satunya cara untuk mengerti. Bahasa yang gunakan dalam presentasi adalah bahasa jepang, jadi saya cuma serius menundukan kepala baca handout karena gak ngerti apa yang mereka omongin dan bahas. fiuhhhh....sampe-sampe ketika waktu diskusi, saya sempet nanya ke temen sebelah saya "what are they discuss about?". Boro-boro mau mengajukan pertanyaan berkaitan dengan topik, membaca judul topik mereka saja saya sulit...HOshh!!!
27 Oktober 2009
pindahan? dapet banyak warisan...
pagi ini rasanya susah sekali untuk bangun, semalam baru sampe kamar jam 12 malam, dan baru bisa merem banget sekitar satu jam kemudian,,tidur 6 jam rasanya masih selalu kurang,,,kalo kata temen2 sih masih time lag, padahal cuma beda 2 jam doang dari indonesia..
ya pagi tadi saya terbangun karena inget harus mengambil sepeda di tempat teh lala. Teh lala ialah warga indonesia, sudah menikah dan punya seorang anak. Hari ini mereka sekeluarga pulang ke indonesia, dan tentu saja ketika seorang perantau pulang ke kampung halaman, banyak barang yang tidak bisa ikut terbawa ke kampungnya. Jauh hari sebelum hari kepulangan, teh lala dan keluarga udah nawarin barang-barang yang akan mereka buang, atau apa2 saja yang kami (warga indonesia) yang perlukan dan mungkin tersedia diantara barang barang mereka. Dan dua buah sepeda milik teh lala dan suami lah yang diminta oleh kami (para pendatang). Dua sepeda itu untuk dua teman saya yang berangkat bareng dari indonesia, Mba Sukma dan Ayu. Saya sendiri sudah beli sepeda sejak 2 hari kedatangan saya kesini, sepeda second hand dengan harga 1500 yen (hehehe,,,murah dan berkarat).
siang siang sekitar jam 12 saya dapet telepon dari bu lurah Fuchu -Koganei, Mba Novi. dia bilang kalau ternyata di rumah teh lala masih tersisa barang-barang, lumayan banyak, dan mungkin saja ada yang saya butuhkan di sana bisa saya ambil sebelum akhirnya nasib barang tersbut berakhir di tempat sampah. saya, ayu, dan mba sukma langsung meluncur kesana. Dan waaaaaaaaaaaahhhhh...ternyata masih ada barang barang yang layak pakai, bahkan masih disegel,,,hohoho,,,
bongkar sana bongkar sini,,,akhirnya aku mendapatkan:
1. payung
2. satu piring, satu, gelas, dan sendok
3. sabun dan sampo (isinya masih ada dikit, tapi yang diincer itu wadahnya)
4. pembersih toilet
5. sabun cuci piring
6. celengan
7. tempat folder
8. timbangan (mudah2an bisa mengontrol beban tubuhku)
9. tisu dapur, tisu biasa (lumayan ga perlu beli sampe bulan depan)
10. wadah air
alhamdulillah,,,nyaris lengkap deh perabotan ku...hmmmmm..,.tapi yang jadi kepikiran, ntar kalo aku pulang bakal dihibahkan ke siapa yah??tahan,,,jangan banyak barang dikamar,,,
terimakasih teh lala, pa aep, dan rafa-chan
halo apa kabar???
saya sudah memasuki minggu ke empat berada di jepang, gak kerasa. Rasanya seneng ketika pertama kali naik pesawat terbang, pertama kali pergi ke luar negeri, pertama kali ada di negeri asing yang bahasa dan tulisan tak kumengerti, pertama kali naik kereta, pertama kali jadi anak kos, pertama kali beli sepeda sendiri, ya semuanya serba pertama kali.hmmmmm....saya pengen cerita banyak disini, banyak banget,,,tentang kuliah, tentang mengenal jepang, tentang beribadah, tentang perjalanan, tentang riset, tentang temen-temen, tentang sensei,,,hoooooo,,,,
10 Juli 2009
unexpected
setaun lalu, awal 2008, seperti orang-orang pada umumnya yang biasa menuliskan resolusi tahunan mengenai apa-apa aja yang ingin dicapai dalam setahun ke depan, saya juga begitu, menuliskan beberapa target yang ingin saya kejar. selain keinginan-keinginan untuk meningkatkan prestasi akademik, non akademik, keimanan,ternyata saya menuliskan poin "road to Japan". padahal waktu itu hanya sekedar keinginan simpel: pengen ke luar negeri!!, dari poin itu, ada poin-poin turunan yang saya pikir bisa membantu mewujudkan impian ke jepun jadi nyata, yaitu : cari program s2, deketin dosen yang punya link ke jepang, belajar otodidak bahasa jepang (ga mampu mau ikutan les). beberapa bulan (1-2 bulan) dari itu,,,,hehehehe... saya cuma membiarkan kehidupan saya ngalir gitu ajah,,ga pernah saya buka buku tempat saya nulis resolusi itu...
dua tahun lalu, pertengahan 2007, disaat salah satu anak 2002 bercerita tentang kekagumannya tentang budaya jepang. bagaimana dia mencoba belajar berbahasa dan ngajak dosen-dosen ngobrol pake bahasa jepang. katanya kira kira begini "kalo punya kepengen, deketin lingkungan yang bikin deket sama kepengen itu"....sampe akhirnya saya bilang "waaa...pengen ke jepang!!! mungkin ga yah???!!!" , dan seniorku bilang gini "mungkin kali, gada yang ga mungkin. Aku seneng kok kalo ada temenku yang bisa dapet mimpinya"
...siiiinnnggggg........terharuu...(lebay!!)
awal 2009, februari, di suatu sore di taman fisika di saung hijau, hari jumat
pa mikra (pembimbing):"ada yang mau ke jepang ga? tapi harus lulus taun depan (2010-red)"
degggg,,,tawaran menarik!!!
setelah bertanya-tanya tentang hal-hal mengenai pergi ke jepang, menimbang-nimbang konsekuensi yang diterima, menghitung-hitung biaya, umur (loh kok?), dan beberapa rencana yang ingin direalisasikan setelah lulus, serta meminta izin sana-sini, memohon restu ortu dan tetangga (apa seh ndah?), tak lupa memohon kemantapan hati dari Allah...(ih asa rek kamana kituuu..).....akhirnyaaa...
surat itu pun datang,,,
"you are accepted as student of STEP@TUAT 2009-2010"
(kira-kira seperti itulah bunyinya)
TUAT = Tokyo University of Agriculture and Technology, pertanian???hehehe...sebenernya saya lebih diharapkan mencari informasi beasiswa s2 disana (sama pa mikra), bidangnya Chemical Engineering, ada topik yang cukup menarik..tapi saya diminta untuk ikut risetnya dulu ,jika sekiranya saya tertarik, saya bisa berusaha lebih untuk nyari beasiswa s2 disana.
tapiii...untuk setahun kedepan, selain untuk menikmati liburan, saya ikhlaskan pikiran saya, hati saya, untuk mencari informasi-informasi tentang apapun. saya mau membuka cakrawala saya (huahahahahahahahahahaha....lebayyyyyyy)
dan saat ini, saya merasa mimpi..tak pernah terbayang kalo apa yang kita pengen, walaupun cuma hati ini aja yang tau, ternyata Allah Maha Mengetahui.. ga boleh terlalu seneng, ini ujian dari Allah juga.
18 Juni 2009
galau
apa karena perbedaan generasi?
apa semuanya lagi pada sensitif?beda frekuensi...
tapi ini bukan yang pertama kalinya
lalu harus bagaimana?
kenapa sih mesti bicara dengan nada keras?
keras bukan berarti marah
tapi keras bisa aja menimbulkan marah
kita hanya tidak tahu bagaimana mesti bersikap
kapan kita harus tegas, dan kapan kita harus marah
yang aku rasa
keduanya (mereka) ga ada maksud buat saling menyinggung
tapi bahasa apa yang membuat kalian saling mengerti
aku belum tau
tempatku sekarang
hanya bisa mencari tempat aman dengan melarikan diri
11 Juni 2009
curhat malem jumat
Belajar ikhlas
Ikhlas,,,masih ada aja rasa ga ikhlas…heuheu…
Tapi hari ini dan kemaren sebenernya saya banyak ngedenger temen-temen menyemangati dirinya sendiri, dan kenapa ga saya lakuin juga sama diri sendiri. You have your own style
Topic tugas akhir ini emang berat atau saya aja yang mempersulit diri sih?hehehehe…aneh yah baru mempertanyakan itu sekarang. Dari dulu tiap dapet tugas , gatau kenapa suka ada tantangan buat ngambil materi yang susah. Tapi dalam prosesnya , yang sebenernya susah itu bukan pilihannya tapi saya yang ga bisa ngebuat semuanya jadi simple. Tapi untuk kali ini, emang butuh kerja keras, konsistensi, dan pantan menyerah…begini rasanya mengambil eksperimen, heuheu. Ya wajarlah, orang ga terbiasa dengan melakukan eksperimen yang melibatkan keapikkan, kesabaran, kecermatan dalam memperlakukan sesuatu. Apalagi dengan fasilitas yang seadanya, berusaha sekreatif mungkin untuk mencari setiap kemungkinaan alat dan bahan yang bisa digunakan dalam mendukung eksperimen. Ketidakmenahuan akan fasilitas diluar leb yang masih ada di rumah sendiri. Sayang sekali, mestinya ada kesempatan d waktu wktu sebelumnya untuk mengetahui apa –apa aja yang dimiliki oleh rumah sendiri, kalau gada baru cari ke luar. Sempet ngerasa lelah, dan ngerasa belum ngerjain apa-apa…but, teringat obrolan hasil curhat dengan seorang teman yang mendapat motivasi dari seorang seniornya “coba bayangkan misalkan tugas akhir yang kamu kerjakan saat ini adalah sebuah rumah yang berantaakaaaaaannn sekali, dan kamu bingung harus memulai dari mana. Dan kamu bayangkan Jika hal yang kamu kerjakan terlebih dahulu adalah sesuatu yang kamu anggap kecil seperti merapikan Koran-koran yang berserakan. Secara keseluruhan kamu gakan ngerasain kalau rumah itu rapi dengan hanya merapikan Koran-koran. Tapi bayangkan jika isi rumah yang berantakan udah rapi, tapi tersisa Koran-koran yang berantakan yang belum diberesin. Nah tetep aja rumah itu keliatan berantakan…” jadi maksud si temenku itu adalah, just think positively. Kamu udah ngelakuin sesuatu kok, hal yang besar gakan terwujud kalo gada hal yang kecil….
Apalagi dalam penelitian, it’s something new…for me and for the world (hahaha..pede banget…), kata dosen pembimbing ku juga “ jangan terburu-buru ngerjain sesuatu, dinikmati saja, dirasakan dulu keindahannya…”(sedikit dilebih-lebihkan sih)…lagian apa yang ngebuat saya terburu-buru coba? Nope! Gini nih didikan system pendidikan di Indonesia (nah lho? Kok nyambung),,,mau mengkambinghitamkan dulu sebentar yah….akibat system pendidikan dari tk,sd,smp,sma, bahkan kuliah (walaupun agak mereduksi) yang menganut asas persaingan. Sayangnya persaingan disini bukan akibat penggalian potensi diri yang maksimal, tapi akibat pengaruh luar yang memberikan intervensi bahwa seseorang mesti lebih baik dari yang lainnya. Contohnya : sewaktu sd, ketika si A mendapat nilai 9 dalam ulangan matematik sedangkan si B hanya mendapatkan nilai 5 beginilah kebanyakan respon dari orangtua atau guru “ko bisa segitu nilainya?makanya belajar yang rajin kaya si A”, sebuah pernyataan yang men judge si B kalo dia tidak lebih baik dari si A, karena pernyataan tersebut malah membandingkan si B dengan si A. padahal andaikata orang tuanya berbicara seperti “ kok segitu nilainya? berarti untuk ujian berikutnya kamu harus berusaha lebih giat lagi”,..terdengar sama. Tapi jelas ini berbeda pada implikasinya, untuk pernyataan pertama, si B akan berusaha lebih giat lagi karena dia ingin setara dengan A, berfokus pada orang lain. tapi untuk pernyataan kedua si B akan lebih berusaha lagi karena dia akan berfokus pada dirinya sendiri, dia akan berusaha semampu dia, tanpa harus berfokus pada factor luar. Kasus seperti ini banyak sekali terjadi, dan tanpa sadar sebenernya lingkungan telah membuat si anak selalu berfokus pada orang lain, bukan pada dirinya sendiri.
Loh kok jadi kemana-mana yah…ya kembali ke apa yang saya ingin curhatkan… sampai beberapa saat lalu saya jadi terburu-buru ngerjain penelitian ini, karena alasan banyak temen-temen yang udah pada selesai. So what? Urusanku adalah urusanku, urusanmu adalah urusanmu. Ya pasti ada rasa di dalam diri tiap orang rasa yang seperti itu, hal ini tak terlepas dari bentukan diri kita di masa kecil yang secara ga disadarin udah tersayamulasi menjadi sebuah habbit, berfokus pada orang lain. Heuheu,,,,,nulis ini sebuah pembenaran atau pembelaan bukan yah? Ngga kok, soalnya saya juga ga munafik, saya juga ngerasa kaya begitu. Wajar dan agak susah untuk ngerubahnya. Tapi kan yang penting prosesnya.
Sekarang mah ikhlas aja ngerjain semuanya, biar jadi amal ibadah. He knows what best for us.













