kemarin saya berdiskusi panjang sama aa mengenai profesi guru. saya jadi ingin mengingat siapa saja guru yang saya sukai sewaktu sekolah dulu. mari saya merunut..
1. TK
jaman TK? heuu..inget satu guru, namanya Ibu Yuni. saya ga ingat banyak tentang beliau kecuali namanya. kayanya hampir semua anak TK belum ngeuh sama gurunya. guru TK adalah guru pertama di sekolah formal yang berpengaruh pada perkembangan otak anak2 umur 3-5 tahun, jadi berterimakasihlah pada guru TK yang dengan sabarnya mengurus jaman kita masih "nakal2nya" . yang paling mengesankan adalah, Ibu Yuni menyempatkan mampir ke walimahan pernikahan saya. (ini karna si mamah masih aktif di organisasi yang tempatnya bareng sama TK saya)
2. SD
paling inget itu Pak Cepi. wali kelas tahun ke 6. guru matematika. punya bimbel khusus ngajar matematika. ada juga sih pelajaran ipa, ips, dan bahasa inggrisnya, cuma gak sebanyak jam belajar matematika. guru yang ramah, senang bercanda, ke sekolah naik motor dengan membonceng anak kembarnya yang seangkatan sama saya. haduh haduh kok saya ga inget lagi ya apa yang pernah Pa Cepi kasih ke saya. yasudah sampe sini sajah.
3. SMP
nah ini dia nih,,,masa masa kejayaan anak puber. senang sekali. kelas satu sih masih cupu banget. belum berani naek angkot lebih dari 5 km. dan saya juga belum ketemu guru2 yang menginspirasi. baru ketemu guru yang saya kagumi itu waktu di kelas 3.
ada beberapa guru. pertama yang paling saya kagum adalah guru matematika, Pa Silitonga, atau disingkat Pa Itong. waktu ngajar kami beliau memasuki tahun terakhir mengajar. di kelas memang kami jarang berkomunikasi langsung..tapi ya tapi...saya minta les tambahan bareng beliau, dengan teman2 lain tentunya. nah dari situ lah, saya lebih mengenal sosok ke-bapak-an beliau. dengan gayanya yang jadul, celana cutbray, poni golf, motor tiger tua tahun 70 an, Pak Itong terlihat sangat gagah sekali. karena beliau orang batak, tak aneh jika melihat mukanya saja, kadang kita ngibrit kabur kalo papasan dengannya. tapi ternyata, beliau sangat sangat ramah sekali. kata2 bijak tak jarang keluar dari mulutnya, pengalaman2 puluhan tahun mengajar membuat nya mudah sekali mengenali karakter anak didiknya. "indah ini, dia tidak suka orang yang manja, dia akan berusaha untuk tidak manja", kata2 yang beliau katakan pada temen2 saya dan membuat saya termenohok diam (hayang ceurik sebenernya mah).
duduk di kursi rumah saya yang joknya udah merosot sambil merokok dan meminum kopi, adalah kebiasaannya. sewaktu dikelas, di tempat les, tak lupa penggaris segitiga yang membantunya merapikan tulisan di papan tulis itu dibawanya. khas sekali. sangat disiplin, selalu mengingatkan pentingnya kejujuran. saat ulangan, beliau tak perlu cape2 mewanti2 agar tidak mencontek, toh dengan raut mukanya saja cukup membuat kami menatap selurus2nya ke arah kertas ulangan. seakan leher kami ditotok di berbagai sisi. ahhhhh,,,,bener deh, saya sangat merindukannya. setelah lulus dari SMP saya belum pernah lagi bertemu dengannya, apakah beliau masih sehat2 saja? ingin rasanya mengunjunginya sekali waktu. teringat sekali dalam memori saya nomor telepon beliau,, seven five six triple five six...(jangan iseng ya!!). pak, suatu hari nanti, saya akan berkunjung ke tempat bapak, mungkin bapak udah ga inget sama saya, tapi sayang sekali pak, bapak terlalu membekas di hati saya,,halaaahhh,,,
guru kedua itu,,,heemmmm,,,Pa Opang, guru geografi. heyhooo,,saya itu paling males kalo udah pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, saya tidak mudah mengingat. tapi si Pa Opang ini, punya metoda mengajar yang lain dibandingkan metode mengajar guru2 saat itu yang komunikasi nya hanya searah. beliau mulai menanamkan sistem keaktifan anak dalam kelas, dan saya sangat menikmatinya. guru yang asal ceplas ceplos disertai senda gurau ini sukses bikin anak2 sekelas tahu apa itu simbol segitiga terbalik dalam peta.
4. SMA
SMA ya...guru SMA yahh,,siapa ya siapa...ahhhh Bu Pras. guru fisika. sempet jadi walikelas juga. guru yang terkenal dengan kedisiplinannya. guru yang saklek. berhasil mengenalkan saya dengan vektor, atau dalam medan magnet yang jika searah sekrup ke kanan berarti positif dan kekiri bererti negatif. guru yang soleh, selalu menyelipkan tausiyah tausiyah sederhana. suara cempreng, medok, tapi tegas membuat tidak ada anak tertidur dalam kelas.
yeng kedua itu Pa Iyus. anak 8 siapa yang ga kenal Pa Iyus. guru olahraga yang menerapkan sistem S M L dalam berbaris. dari kiri ke kanan berurutan dari yang terpendek (S) sampe yang tertinggi (L). beliau mengajarkan bentuk kedisiplinan serta keseriusan melalui olahraga, tidak hanya sekedar olahraga fisik saja. beliau terkenal dekat dengan siswa, karna gaya bicara pun layaknya anak satu geng, ngacapruk yang bercampur dengan sunda populer. tapi ingat, bagaimanapun beliau adalah guru. beliau bisa memberikan batasan2 dimana kita harus menghormati posisi beliau tanpa kata2.
5. Kuliah
kedekatan mahasiswa dan dosen tidak sama dengan siswa dan guru. terasa sekali berbeda. kalo guru yang (seharusnya) lebih menekankan komunikasi dua arah, tetapi tidak dengan dosen. simpelnya, kenapa ada sekolah khusus guru (SPG) yang lulusannya untuk mengajar baik di SD, SMP, SMA. tapi tidak ada sekolah khusus dosen (SPD --> ngarang) yang keluarannya khusus ngajar di universitas. ya karena di SPG sebagian kurikulum mengajarkan pendidikan berinteraksi dengan siswa, satu lawan banyak. sedangkan untuk jadi dosen, sekolah saja yang tinggi dan melamarlah jadi dosen. tak usah ada pendidikan bagaimana menangani mahasiswa, cukup satu lawan satu. ya jalur menjadi pendidik juga telah membedakan antara guru dan dosen. ok sedikit ga nyambung.
di bangku kuliah, dosen yang menginspirasi saya itu,,jelaslah pembimbing saya. Pa Mikrajuddin Abdullah. dengan segala optimisme nya saya hanyut. dengan sukarela saya menginjakkan diri di labnya. berdiskusi dengannya mengenai hal2 akademis dan non akademis, mengenai cita2 beliau tentang Indonesia. dosen yang kreatif, inspiratif, cerdas. yang kala itu selalu membuat saya menampar diri sendiri untuk kembali bangkit dari kegagalan (pek dut cuih,,apa itu bahasanya sangat lebay). ingat pak hari itu, saya berucap janji tentang keinginan saya. suatu hari nanti, saya akan datang pada bapak dan bercerita mengenai pengalaman pengalaman saya tentang meraih keinginan saya. dan bapak akan tersenyum bangga. hihihihihihi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar