Segitu dulu kesan tentang kajiannya. Dari masjid saya menuju agenda selanjutnya.Hari ini pun adalah hari yang telah direncanakan oleh saya dan aa untuk belanja ke pasar Ueno. Bukan Ueno park yang sudah beberapa kali saya kunjungi. Lebih tepat ke pasar bawah tanah yang ada di Ueno. 20 Feb nanti akan ada silaturahmi keluarga Saitama di tempat kami. Saya belum punya pengalaman untuk bikin makanan dalam porsi besar. untungnya saya punya tetangga yang super baik hati mau bantuin saya, mungkin lebih tepatnya dia yang masak dan saya yang tetep bantuin beliau masak, hehehe. Semua ide menu dari beliau, bahkan bahan2 apa saja dan dimana harus membelinya pun beliau yang menuliskan rapi untuk saya. Oleh karena itulah, hari minggu ini saya mampir ke pasar Ueno, pasar yang beliau rekomendasikan.
Bisa sampai ke pasar bawah Ueno adalah berkat kebaikan hati sang suami tetangga saya itu. Saya dan aa diantar beliau sampai ke tempat,dan kemudian dia meninggalkan kami berdua. Pasar. Ya memang terlihat seperti pasar, seperti pasar kosambi, seperti pasar balubur, seperti pasar kordon, ya pasar tradisional yang ada di bandung lah. Bedanya terletak pada kebersihan tempat, yang dagang nya juga bermata sipit dan berkulit putih, dan semua bahan ditulis dalam bahasa Inggris atau Jepang. Pedagang dan pembeli didominasi oleh orang2 dari negara yang terkenal dengan beras dan gajahnya.
Ketika dipasar, untuk beberapa barang yang kami cari bisa kami temukan dengan mudah. Tapi akibat kebutaan dan ketidak meneketehe an saya akan bau, bentuk fisik, dan nama lain si bahan yang akan kami beli dalam bahasa Inggris, kami sempet tawaf keliling pasar. Pelajaran yang sangat penting bagi saya: sebaiknya tahu nama suatu bahan makanan/barang dalam bahasa Inggrisnya. Tapi kekonyolan juga ga dateng dari saya ajah. Jadi dalam daftar bahan-yang-harus-saya-beli dari tetangga saya, tertulis jagung muda. Entah kenapa kok yang ada di dalam otak saya itu jagung semi. Maka dengan pede saya tanya ke pedagang disana “baby corn ga aru?” (ada baby corn?), dan si pedagang langsung bilang “ah,,,arimasu!” (ada!). Senyum2 lah muka saya, dia pun menyodorkan saya sebotol “Baby Oil” merek John*on And Joh*son. Astagfirullah,,si gue pasti salah spelling. Atau salah tanya. Tapi yang jelas salah adalah: Kenapa ada baby oil di pasar makanan?. Tapi gak lama si pedagang ngerti apa yang saya tanya, dia bilang “ohhhh itu sih beli ajah di supa kaya ito yokado” (ini udah saya terjemahin, supa supermarket). Fiuh!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar