29 Februari 2012

Hadiah

Adeuuh ada yang udah ganti umur euy.. Tapi rasanya masih seperti anak SMA gini, mencari arah terusss. Ups! Kado yang istimewa sekali di hari ulang tahun kemaren. Istimewa yang datangnya dari Allah SWT. Sekali lagi saya ditegur. Ditegur dengan kembali dikuranginya nikmat kesehatan. Sungguh membuat saya kembali merenung. Dosa apa yang telah saya lakukan? Dosa apa yang telah saya ucapkan? Dosa apa yang udah saya pikirkan? Banyak pastinya. Makanya Allah kasih lagi obat untuk menggugurkan dosa-dosa yang saya ga sadar telah saya perbuat.

Bicara tentang sakitnya, awalnya saya pikir ini cuma gejala panas dalam biasa, hari Kamis bibir yang kegigit dan berubah jadi sariawan yang diikuti dengan sakit tengggorokan, gusi bengkak, badan demam di hari Jumat, dan sariawannya ga ilang-ilang walau udah minum vitamin, air putih, sayuran, dan buah. Bukannya membaik si sariawan teh, malah makin banyak dan jadi gede. Bibir udah jadi pulau sariawan. Sudah tau kan gimana rasanya di mulut atau bibir penuh sariawan? ditambah tenggorokan sakit dan gusi bengkak? aktivitas yang paling terganggu itu adalah makan. Sesuap bubur itu sama seperti perjuangan menghabiskan sepiring nasi padang. Bedanya yang satu mah ga bikin kenyang yang satu lagi bikin kenyang. Di hari Minggu berhubung ada undangan ke rumah Mba Mia, dan merasa suhu tubuh sudah menurun, maka berangkatlah kesana walau mulut sebenernya belum bisa diajak makan enak. Eh pas sampe sana, ngiler lah ini mulut. Sajiannya ada gule kambing, telur balado, yakisoba, ayam rujak, pie apel. Euuughhh,,sabar sabar. Tapi tetep aja bukan Indah kalo ga badung, akhirnya saya ngambil itu gule kambing sepotong dan nasi dua sendok saja, dengan pikiran kalo makannya dibarengin dengan nasi berkuah maka proses makan akan lebih mudah melewati tenggorokan. Ternyata... hanya makanannya saja yang nikmat, makannya mah ga nikmat sama sekali. Hiks hiks hiks.

Betapa nafsu itu memang menyesatkan. Akhirnya pulang lagi ke rumah, langsung ambruk lagi. Kondisi di bibir semakin parah, dan si aa meyakini kalau ini bukanlah kasus sariawan seperti biasanya. Tidur malam pun sedikit terganggu karena rasa sakit baik di bibir, mulut, dan tenggorokan disertai kepala yang nyut-nyutan terus. Alhamdulillah masih bisa tidur walau begitu juga. Di tengah-tengah malam pun suka terbangun. Karena bibir yang perih dan kering membuat bibir atas dan bawah rapat sempurna. dan ketika berusaha melepaskan bibir tersebut, tiba-tiba darah ngalir keluar. Cukup banyak untuk ukuran darah yang keluar dari bibir. Sambil bersihin bibir, saya pun nangis bawang malem-malem. Hahahahhahahaha. Baru pada hari Seninnya saya ke dokter. Sama dokter dikatain tenggorokannya ada kuman, akhirnya dikasihlah saya antobiotik dan obat pereda nyeri. Meminum antibiotik membuat tenggorokan sakit semakin berkurang dan mulai bisa menelan makanan dengan mudah. Tapi tetap masih ada masalah pada bibir dan mulut. Gusi yang membengkak membuat kelenjar yang ada di leher ikutan bengkak dan sakit, bikin ga bisa makan juga. Selasa malem si aa browsing lagi tentang gejala yang saya alami selama ini. Ternyata menemukan sebuah penyakit dengan gejala yang sama dimana di penyakit itu disebabkan karena virus herpes. Weleh-weleh. Ada-ada saja. Semoga bukan deh, pikir saya dalem hati. Tapi setelah membaca dan melihat gambar-gambarnya makin yakin deh kalau sakitnya sama. Hari Rabu saya ke dokter lagi dengan sudah menyiapkan lembar artikel tentang virus herpes yang saya baca di internet. Dokternya berbeda dengan dokter di hari sebelumnya. Si Dokter yang ini mau menggunakan bahasa Inggris tanpa kita minta pun. Akhirnya si dokter pun menyatakan bahwa memang sepertinya saya kena virus tersebut. Dari dokter, saya dikasih salep untuk bibir dan obat hisap untuk menghilangkan sakit tenggorokan.

Untuk sakitnya sendiri karena disebabkan oleh virus, sebenarnya tidak ada obat untuk mematikan virusnya. Sakitnya akan sembuh alami selama kurang lebih 2 mingguan, dan virusnya akan nempel di tubuh saya terus. Jika sewaktu-waktu ada luka pada bibir saya dikemudian hari dan kondisi imun tubuh sedang tidak baik, bisa-bisa si virus aktif lagi. Naudzubillah.

Ketika dalam keadaan seperti ini, jujur saya sendiri banyak merenung. Berusaha untuk berprasangka baik bahwa ini semua adalah obat penggugur dosa, insya Allah. Kembali diingatkan bagaimana harus bersabar dan bersabar. Juga bersyukur untuk semua yang telah saya dimiliki. Walaupun ga bisa makan banyak karena sakit, mesti bersyukur karena masih banyak orang yang sudah sakit juga tidak bisa makan sama sekali. Rapatnya bibir saya ketika malam, membuat saya inget sama orang-orang yang suka aksi unjuk rasa dengan jahit bibir, Subhanallah itu kan sakit sekali pastinya. Bersyukur juga ketika sakit, masih ada tetangga, teman2 yang mendoakan, juga tentunya masih ada suami tercintah yang selalu mengingatkan untuk selalu bersabar. HIks hiks hiks. *makasih udah nyuci 2 ronde baju, nyuci piring, belanja makanan, bikin sayur tanpa rasa, dan lainlain*.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar