Rumput tetangga terlihat lebih hijau.
Ungkapan yang beberapa waktu terakhir ini sering saya baca dan saya dengar. Bagi seorang saya, saya pun pernah memiliki perasaan seperti itu. Bagaimana melihat orang lain yang memiliki banyak kesempatan dan keterampilan sehingga kehidupannya terlihat menyenangkan di mata saya. Rasanya diri ini gak bisa apa-apa. Saat ini tak sekali dua kali saya mendengar, "ndah, kamu sih udah sukses!", "ndah enak ya jadi kamu!", dan suara suara serupa yang senada. Entah parameternya apa, saya hanya bisa bilang "Alhamdulillah", karena ternyata saya dimata orang2 itu seperti itu. Orang dari luar sistem saya ga pernah liat diri saya yang sebenarnya seperti apa. Kegamangan yang pernah saya rasain, ketakutan yang pernah saya alamin, sikap pesimis yang sering saya rasakan. Walaupun sampai saat ini saya sendiri belum merasa diri saya sudah se"enak" dan se"sukses" yang mereka bilang.
Seminggu di rumah tanpa ada kegiatan rutin yang cukup memadatkan, membuat saya berpikir keras untuk menghabiskan waktu. Tentu saja dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat. Dan ternyata itu bukan pekerjaan gampang. Saya yang orangnya "teu daek cicing", merasa kegatelan kalo seharian tanpa berbuat sesuatu. Ya walau itu hanya ngoprek kain dan mesin jait, pura2 beli ikan ke supermarket, baca grammer grammer baru bahasa Jepang atau latihan dengerin percakapan orang Jepang melalui drama tv, liat dan nyoba resep baru, ya hal hal yang seperti itu yang saya kerjakan. Tak jarang saya merasa minder diantara teman2 sebaya yang sedang menempuh studi master bahkan ada yang hampir menginjakkan diri ke tingkat selanjutnya. Tapi ke"iri"an saya terhadap hal itu menjadi sia-sia, karena memang passion saya belum untuk kesana. Akhirnya saya kembali pada kehidupan saya. Kehidupan saat ini yang saya jalankan.
Saya menjadi belajar bersabar ketika menunggu masakan untuk matang. Saya belajar untuk tidak terburu-buru dalam menjahit sesuatu. Saya belajar menghargai bagaimana pekerjaan rumah diselesaikan. Ya saya tidak ada apa2 nya dengan teman2 lain yang posisinya lebih super, sebagai ibu sekaligus pelajar. Tapi sampai kapanpun, ketika diri saya dibandingkan dengan orang lain, ya tetep ga akan bisa ditandingi. Saya hanya belajar mensyukuri atas apa yang telah diamanatkan untuk saya, sambil otak terus berputar agar diri tetap menjadi lebih cerdas.
Rumput tetangga terlihat lebih hijau. Tapi bukankah saya berdiri di atas taman saya dan saya juga yang merawat rumput itu juga menanami berbagai macam bunga dan tumbuhan. Baru saya sadari ternyata halaman rumput saya tidak hanya sekedar hijau, disana juga tumbuh bunga dengan warna-warna yang cantik.
Hooo indaaaah!!!
BalasHapusKalo dipikir2 tiap orang memang punya jalan hidup masing2, dan pastinya juga mendapatkan tempat belajar yang beda2. Kamu ga lanjut s2,tapi kamu punya pengalaman dalam bidang lain yang lebih dari saya. Saya lanjut S2, tapi masih menghirup udara Indonesia. Belum bisa menginjakkan kakinya di luar Indo :D. Siapa yang lebih beruntung dan siapa yang lebih rugi ya kita ngga tau. Tapi yaitulah,, orang yang tersenyum belum tentu hatinyapun sedang tersenyum :)).
Rumput tetangga saya ga jauh lebih bagus dari rumput di rumah saya ko ndah :)).
rumput teman sebelah memang selalu terlihat lebih hijau...
BalasHapusBetul juga tante indah, daripada repot ngurusin rumput tetangga, mending urus rumput sendiri sapa tau pas panen nanti bisa bermanfaat dan untung besar :)
like this :D (asa curhat yg terwakili hihihi)
BalasHapussemoga kita jadi sebaik-baik hamba yang pandai bersyukur, ya ndah :)
teh gun,,,iya, ga gampang ternyata!hosh!
BalasHapusgimana nih ibu's project teh? pengen diajarin euy sama teh gun