11 Januari 2014

Menyambut diri

Sudah dua minggu ada di saitama
Sudah juga melewati masa adaptasi dengan berbatuk batuk ria

Katanya,,
"Santai aja, gausah buru buru untuk cari kegiatan"

Dan memang itu juga yang saya encamkan pada diri ketika meninggalkan Indonesia. Ga jadi soal kalau berstatus sebagai pendamping, tapi tetap harus pandai menyerap potensi potensi yang hanya tersedia di Jepang.

Jadi ceritanya,  saya mulai corat coret buku, seolah olah menumpahkan apa yang ada dipikiran, tentang hal hal yang ingin dicapai selama 3 taun ini. Ada poin bahasa, pendidikan, dan hobi.

Untuk bahasa sendiri, saya akui saya tidak pandai menyerap ilmu bahasa. Bahasa inggris yang seadanya, Bahasa jepang yang sebisanya, bahkan bahasa Sunda aja udah pada menguap. Intinya kemampuan linguistik saya tidak bagus, sehingga dalam menyerap dan menyampaikan ide/pendapat (dalam bahasa apapun) bisa dibilang tidak bagus, heu. Tapi untuk saat ini, saya bertekad untuk tekun belajar bahasa Jepang. Semakin bulat setelah saya berbincang bincang sama sepupu yang mendorong sambil mengajak membayangkan betapa ruginya kalo udah jauh jauh tinggal di negara orang tapi untuk bisa bahasanya saja ga bisa. Selama dua tahun setengah yang lalu tinggal disini, jujur saya ga serius. Hanya sekedar bisa untuk kebutuhan sehari hari, belajar untuk bisa lulus tes doang, lulus sih, tapi karena ga dipake dan ga dihayati proses belajarnya, jadi ga nempel lama. Makanya untuk sekarang saya mau lebih membuka pikiran dan meluangkan waktu untuk urusan bahasa ini. Mengetahui lembaga bahasa itu mahal, jadi kembali saya pilih belajar from environment. Akan kembali ikut kelas volunteer di beberapa tempat, membaca baca buku grammar dan kanji, membuka / membaca  situs, bacaan jepang biar terbiasa dengan kanji, berteman dengan orang jepang, dan menonton drama juga jadi media buat belajar.

Poin kedua, pendidikan. Ini berkaitan dengan profesi saya sebagai tim pengajar dulu, dari itu saya sadar saya tertarik dengan dunia tersebut. Juga dengan keinginan untuk punya sebuah komunitas di lingkungan tempat tinggal nanti yang bersinggungan sama anak-anak. Saya belum punya penjelasan khusus tentang pendidikan yang ingin didaptkan disini. Bisa jadi sekolah kembali, bisa jadi memahami tentang sistem pedagogik di jepang, bisa jadi menjadi bagian dari pendidikan yang ada dijepang. Semua kemungkinan akan dianalisis lagi berdasarkan kebutuhan dan kesempatan. Kembali saya membuka hati dan pikiran untuk hal ini, mulai sekarang akan bersikap positif untuk setiap tantangan yang akan dihadapi..#doengggggg

Poin ketiga adalah tentang hobi. Menilik bahwa jepang ada lah gudangnya keterampilan, jadi ingin sekali mengenal dan terjun ke dunia per hand made crafts an. Saya seneng barang pakai yang berbahn dasar kain dan kulit (selain pakaian maksudnya), entah itu tas, aksesoris, perlengkapam alat tulis, hiasan rumah, apapun itu yang bisa diproduksi sendiri dan lucu -lucu itu relatif-, dan mudah mudahan saya punya selera yng bisa jadi ciri khas "gue banget".  Tapi untuk hal ini, sepertinya butuh modal yang mesti dukumpulkan dulu sebelum mencoba untuk mengeksekusinya. Yosh, nantonak suru!!

Oiya,masih ada poin lain lain selama disini : naik haji. Yes, insha Allah ingin bisa menunaikan haji jika diizinkan. Kan katanya ketika ada jalan yang mudah (yakni ketika tinggal d jepang), maka udah ada kewajiban buat memenuhi perintah naik haji, tinggal dikembalikan kepada kencangnya niatan diri untuk memperjuangkan itu. Mari berdoa. Hal lain lagi yakni : program anak. Sebenernya saya juga ga terlalu terburu-buru untuk urusan ini. Cuman kan ya gada salahnya untuk kembali mengikhtiarkan, setelah denger denger biaya untuk program ini lebih miring dibanding di indonesia. Tapi mudah mudahn ga perlu sampe ke dokter infertilitas lagi ya,,, hehehe.

Ok sekian dulu caprukan hari ini
Salam,
Indah

1 komentar:

  1. Apapun yang mau diusahakan sama tante Indah di Jepang, Semoga Sukses! Good Luck! Pokoknya semoga tambah keren lah tante Indah disana, hehehe...

    BalasHapus