" saya tidak ingi jadi pahlawan, saya hanya ingin jadi orang yang bertepuk tangan di pinggir"
Pertama kali baca judul tulisan itu, saya langsung mikir yang iya iya.. "Cita-cita jadi pengamen?", pikir saya. Ternyata ps dibaca isi tautannya, eh ngaco deh pikiran aye.. Jadi inti dari isi tautan yang di bagi di fesbuk oleh seorang teman, yaitu menceritakan seorang anak yang ingin bercita cita sebagai seorang yang "biasa" aja. Biasa gimana maksudnya? Ya "biasa" dimata kebanyakan orang. "pahlawan juga butuh orang-orang yang bertepuk tangan di jalan untuk memyambutnya", begitu yang tetulis. Pasti udah bisa ketebak kan maksudnya apa? Yap.. Gakan ada pahlawan kalo ga ada orang yang merasa lemah kemudian ditolong, ga akan ada rumah megah kalo ga ada tukang tukang yang mau ngebangunnya, yang paling mainstream mah, ga akan ada suami hebat kalo gada isteri yang kuat atau sebaliknya.
Melalui tulisan sederhana itu saya jadi lebih terbuka dengan mimpi seperti itu. Lebih tepatnya merasa lebih terdukung, pasalnya selama ini saya merasa saya ga punya cita cita spesifik yang kata orang "wow" banget. Im useless, itu bahasa pesimisnya. Tapi jujur, di dalem lubuk hati cita cita saya mah satu: bisa masuk surga. Dan penurunan dari tema "bisa masuk surga" itu banyak.. Lewat suami, menjadi istri yang berbakti, lewat orang tua, menjadi anak yang soleh, lewat orang lain, menjadi pribadi yang berakhlak dan beradab. Menjadi apapun selama ikhlas melakukannya. Hahahaha,,, normatif pisannya si gueeh. Tapi bener deh, tidak menjadi "sesuatu" bukan berarti ga berhasil, tapi keberhasilan menjadi insan di dunia mah ditentukan sama kebermanfaatannya kan? Biar ada yang nemuin semikonduktor, tapi tetep harus ada juga orang yang ngumpulin garem di laut, atau ada juga yang jadi arsitek hebat pisan tetep kudu ada tukang ngaduk semen. Sama sama manfaat kan? Yang penting mah usaha dan ikhlassssss....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar