20 Mei 2010

ke pabrik TOSHIBA

siapa sih yang ga kenal toshiba? saya punya tv toshiba yang bisa tahan lebih dari 15 taun, mesin cuci di rumah juga toshiba,,hampir seluruh dunia tau nama toshiba, karena merek ini emang cukup terkenal baik dari segi produk maupun kualitasnya.

hari ini saya ikutan field trip ke pabrik toshiba yang letaknya semenel dari tempat saya tinggal. saya tinggal di Fuchu, dan di Fuchu lah salah satu pabrik toshiba berada. bersyukur dapet kesempatan dateng ke ntu pabrik, karna selain pegawai kan dilarang masuk.
Toshiba sendiri asal nama dari TOkyo-SHIBAura, Tokyo dan Shibaura adalah nama dua temat di jepang. untuk pertama kalinya Toshiba didiriin sebagai pabrik Light-Pulpe (pabrik lampu) di taun 1875 oleh Tanaka Seizoshotoshib. untuk sejarah lengkap mah liat om wiki ajah yah.
pabrik yang ada di fuchu ini, tergolong pabrik yang gede, total pegawainya sekitar 9200-an orang. makanya kota Fuchu in menjadi salah satu kota terkaya karena adanya pemasukan dari Toshiba ini.
sekarang saya tau kalo pabrik toshiba di fuchu itu meliputi: Power system, transmission distribution & Industrial system, social infrastucture. jadi bayangan saya tentang pabrik pembuatan laptop, mesin cuci, tipi, hilang seketika. hari ini kami diajak menuju tiga lokasi, yakni: recycle centre, elevator factory, dan locomative factory.

saya juga bingung kenapa diajak ke recylce centre, saya pikir awalnya mereka punya sistem/mesin recycle yang bisa ngerubah komputer bekas jadi barang baru. eh ternyata dugaan saya salah lagi. sebagaimana namanya pabrik gede, pasti buangan dari proses produksinya juga banyak, belum lagi hasil pembuangan dari aktivitas pegawainya. maka dari itulah mereka punya sistem pembuangan didalam pabrik sendiri. pengelompokan sampah di pabrik toshiba itu dibagi 15, yang pasti ada sampah besi/logam, kertas, plastik, bahan kimia, alat elektronik, dan sisanya angkat tangan. di recycle centre ini semua sampah dikumpulin kemudian dipilah2 sesuai jenisnya. saya cukup salut soalnya kalo ada barang elektronik dibuang, si barang itu dipretelin satu2, kalo masih ada yang bisa dipake ya diambil kalo harus ada yang dibuang ya dibuang (dibuang = diolah lagi). setelah dipilah dengan baik, barulah pihak toshiba ngirimin barang2 bekas pakai tersebut ke perusahaan recycle. jadi kalo ada 15 kategori, minimal ada 15 perusahaan yang akan dapet kiriman dari toshiba. ada satu contoh dari hasil recycle kertas bekas, yakni 156 gr kertas akan menjadi toilet paper seberat 115 gr, hihihi,,lucu,,,(biasa ajah sih, cuman baru tau ajah).
dari recycle center kami dibawa ke pabrik pembuatan elevator. cuma satu bangunan ajah yang kami masukin, dimana aktivitas di dalem bangunan itu adalah proses pembentukan, pelapisan, pokonya tidak terkait dengan mesinlah, hanya bagian body nya ajah. saya perhatiin, di dalem ruangan gede itu kan banyak bagian2nya, dan tiap bagian palingan cuma diisi 1-2 orang. ternyata emang hampir semuanya pake sistem otomasi, jadi ga perlu banyak2 tangan manusia. (hal terjadi sama waktu saya berkunjung ke pabrik minyak).
dan terakhir itu kami diajak ke bagian pembuatan lokomotif, mesinnya kereta. keeeyyeeeennnnn... kebetulan lagi ada pengerjaan pembuatan lokomotif, jadi bisa liat tampang kereta sewaktu baru jadi bentuk kotak besi belum di cat, ada yang udah di cat tapi belum ada mesinnya dna masih dalam tahap pemasangan pipa2 dan listriknya, dan ada juga yang udah jadi lengkap dengan mesin yang terpasang tapi masih harus di uji coba dulu. saya sebenernya pengen tanya tentang biaya yang diperluin untuk bikin satu gerbong lokomotif, tapi kok ya chottooo,,karena takut tidak etis nanyain harga, jadinya ga jadi deh (pertanyaan ga penting sih tapi bikin penasaran). semua komponen, barang2, alat2 yang ada di dalem pabrik tersusun dan tersimpan sangat sangat rapih. sangat jepang sekali lah. (soalnya dulu saya pernah ke pabrik lokal di jakarta, dan waduh,,pabalatak pisan lah).
setelah ketiga tempat dikunjungi selesailah fieldtrip kami.
oiya Toshiba ternyata punya club rugby yang jadi nomor satu di Jepang, namanya apa ya,,Brave Lupus. sayang sekali ternyata di pabrik tadi gada lapangan rugby, kan lumayan kalo ada bisa nongton dulu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar