09 Februari 2015

Disayang Allah SWT

Siapa sih yang gak kenal artis Laudia Cynthya Bella, artis yang baru baru ini menyatakan hijrahnya untuk memakai hijab. Alhamdulillah, semakin banyak figur publik yang mau menjalankan ajaran agamanya. Si teman SD saya itu (iya pernah satu SD 6 tahun, tanggal lahir sama, ngan beda jalan hidup we *ga penting* ), dalam suatu wawancara menjelaskan alasan dia mengambil keputusan seperti itu, 

"Allah SWT itu udah baik sama aku, aku punya list kepengen ini itu, Allah kasih, jadi aku ngerasa aku tuh disayaaaaaanh banget"

Begitu katanya. 

Lalu di tahun 2015 ini, saya, saya masih disini aja. Ketika ditanya keinginan yang saya pengen, just a simple words came out : "saya mau jadi orang yang lurus". Seperti biasa, kalimat yang saya ucapkan ini terlalu normatif, dan sulit dijabarkan dengan turunan yang sifatnya deskriptif. 

Lalu, saya coba mencari celah bahkan jalan untuk bisa menjadi orang yang lurus, walau pada akhirnya semua diserahkan lagi pada Yang Maha Berkehendak. Banyak poin yang sudah tercatat di pikiran, karena Allah lah, sebagian ada yang sudah dijalankan, tinggal menjadikannya tetap konsisten. Ada poin yang masih ingin dilakukan nanti ketika sekembalinya ke Indonesia. Walau entah bakal keumuran atau engga itu juga. Tapi Allah SWT mungkin pengennya kasih sekarang, kasih kesempatan sekarang, ga nunggu nanti. Walau rasanya diri ini belum pede tingkat dewa. Tapi ya Bismillah, mari kita coba. 

Lalu, benar apa yang Bela sampaikan. Allah SWT itu udah sayaaaaaang banget sama kita. Satu satu apa yang kita inginkan, kita usahakan, kita panjatkan doa, kita gantungkan diri ini hanya pada Nya, dan let Allah SWT decides the rest. 

Lalu kenapa harus bersedih hati dan kecewa atas satu doa yang belum diberi, sedangkan kenikmatan lain begitu banyak diterima? 


Alhamdulillah  Alhamdulillah 






24 November 2014

Refleksi musim gugur

Setiap akhir adalah adalah setiap awal
Setiap awal adalah masa sulit untuk bisa beradaptasi dan bertahan
Hingga akan ada akhir lagi yang indah

Saya mah selalu suka musim gugur, musim daun daun berubah jadi kuning, oranye, atau merah.
Menentramkan hati, menghangatkan mata.
Ada pengorbanan dan semangat mempertahankan diri dari sebatang pohon untuk ditiru.
Melepas daun daun dengan sukarela untuk sedikit tampil botak yang mungkin tidak cantik lagi dilihat, tapi dalam siklusnya dia kembali bersiap untuk kembali menjadi cantik dan segar saat tiba waktunya.

Sama saja seperti menjalankan hidup tho? 











19 November 2014

Bahagia yang menular

Bahagia yang menular itu ya, datengnya bisa dari mana aja. Dari senyuman orang lewat, dari ucapan terimakasih dari orang yang ga disangka-sangka, atau bahagia karna ada temen yang baagi bagi undangan nikah. 

Barakallah untuk, 
Ririd dan calonnya
Temen tidur dua malam di kasur sempit dan dingin pula
Temen kukulintingan ke taman atau tempat gahul d Jepang
Temen yang aneh, asik, asoy, solehah, tegas, cerdas, berani
Temen yang klop walau pertemuan kita cuman sebentar-sebentar

Barakallah untuk, 
Ditmen dan calonnya
Teteh Kharisma (unit di Masjid Salman) yang benar-benar kharismatik
Temen galak sama siapapun yang heurey sama dia
Yang suka tidur di kelas
Yang kalem tapi bohong
Yang terlihat pintar tapi emang iyah
Temen berbagi dorama rileks
Yang tegar, selalu positif, dan banyak mikir daripada ngomong

Sungguh andaikan benar pintu doraemon itu ada, saya bakal buka pintu ke Bandung atau ke Jogja. Sayang, adanya pintu oshire yang penuh sama tumpukan baju didalemnya. 

Doa saya, semoga kalian, dengan pasangan masing-masing akan menjadi keluarga yang selalu dapat berkah dari ALLAH SWT, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Apapun yang ada dihadapi setelah menikah, yakinlah selain ada pasangan akan ada Allah SWT yang selalu bersama. 


12 November 2014

Ikutan grup sesuatu itu...

Demi untuk meningkatkan semangat produtivitas, maka sejak tiga mingguan lalu saya gabung sama grup craft yang ada di medsos bukumuka. Ternyata oh ternyata, setelah memata-matai halaman para member, saya menemukan orang Indonesia yang begitu hebat. Kreatif. Saya bilang orang Indonesia lebih hebat hebat dan kreatif, kenapa? 

Pertama, karena bahan baku craft yang bagus banyaknya barang import dan harganya mahal. Orang Indonesia memanfaatkan relasi yg ada di luar negeri jadi pemasok barang lalu  membuat toko online dan menjadi sumber penghasilan tambahan. 

Kedua, karena kebanyakan kain import itu agak mahal, maka saat membuat barang, para crafter menggunakan bahan dengan jumlah minimalis lalu dikombinasikan dengan bahan lokal yang murah. Jadinya, variasi bahan dalam satu model barang sangat banyak dan membuat si barang lebih catchy.

Ketiga, memanfaatkan barang barang yang mudah ditemukan di Indonesia untuk jadi barang yang punya nilai manfaat sama dengan barang-barang impor. Contohnya, kalau di Jepang, cetakan cetakan untuk bikin bros bunga, atau cetakan untuk bikin patchwork, lengkap ada. Sedang di Indonesia, alas gelas atau kardus bekas bisa jadi cetakan yang kaya dibuat pabrik, hehehe. Mangtaff lah. 

Keempat, banyak buku panduan craft yang asalnya dari negara maju macem Korea, Jepang, Amerika. Lalu orang Indonesia, dengan keterbatasan finansial dan keingan kuat memanfaatkan media sosialnya untuk belajar otodidak. Hasilnya ga tanggung-tanggunh, pada jadi jago. 

Lalu ya, setelah mengakui bahwa crafter Indonesia juga hebat, saya jadi minder terus pengen gali tanah buat cari jati diri (lagi). Yosh, ganbaru wa!

24 September 2014

Langit



Nyanyian September

Sesekali rasanya ingin nulis. Nulis apapun, ngacapruk, yang pasti apa yang saya tulis tidak pernah berbobot seperti para blogger lainnya. Hanya badan saya yang berbobot agak serius. *apasih* 

September  pun akan segera berakhir. Bulan ke sembilan di tahun 2014 sebentar lagi akan terlewati. Dipikir-pikir dan dirasa-rasa, sungguh waktu itu sangat sangat lewat dengan cepat. Alhamdulillah sudah sampai di titik ini dan berharap hari-hari ke depan selalu dikasih waktu yang penuh berkah. Ga ada status yang bertambah di diri ini, namun tetap ada yang terasa beda. Dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, menjalankan hari hari saat ini terasa lebih ringan (thanks to Allah SWT). Berbagai ujian dijalani, beribu hikmah dipetik, berjuta harapan terus digantungkan. Atau mungkin harapan tidak perlu terlalu tinggi digantung, namun kian didalami agar lebih syahdu dan terasa nikmatnya. 

Sesekali saya melakukan perjalanan, baik sendiri atau dengan orang lain, dekat ataupun jauh. Demi meningkatkan tingkat sensivitas terhadap diri, terhadap pencipta, terutama mengembalikan gairah hidup agar senantiasa lebih optimal dan bersyukur. 

Belajar untuk lebih banyak diam, mendengarkan, bahkan mengabaikan. Zaman dimana manusia mudah tersulut emosinya, lisannya, tulisannya, laku nya. Bahagia atau sedih atau gelisah atau takut dan perasaan lainnya sudah bukan lagi barang pribadi lagi yang bisa secara proporsional dibagi atau disimpan. Barang pribadi yang dimunculkan terkadang nikmatnya berkurang karena tidak terlalu peka terhadap orang luar yang berada di kondisi sebaliknya dan memunculkan duri duri kecil di diri manusia. Kadang terasa kadang tidak terasa. Cukuplah segalanya dikembalikan ke Pemilik Perasaan, Allah Subhanawata'ala. 

Berkali-kali saya berusaha bangun, akibat dijatuhkan oleh sisi lain diri ini. Yang merasa tak berguna lah, yang merasa sia-sia lah, yang berpikir "kok saya cuman....", dan segala bentuk kekufuran nikmat lainnya. Sungguh, pekerjaan membangkitkan diri bukanlah pekerjaan mudah ya. Kalau bahasa populer jaman sekarang mah harus bisa "move on". Walau langkah kecil, tapi saya ingin coba tapaki, entah didepan berliku, menanjak, menurun, atau ternyata jalan buntu? saya hanya ingin menjalani dengan tekun dan sabar. Belum ada kata terlambat kan?

Dan....ah sudahlah..
Jadi beneran ngacapruk euy! 
Saya harus nyelesain sesuatu terus mau ke supermarket, terus mau cuci piring, terus mau masak. Gak lupa ngeliat jemuran yang takut terbang karena anginnya lagi kenceng, kan takut kalau terbang trus nyangsang di pohon rumah tetangga. Bukan malunya, tapi susah ngambilnya. Hehehe.

Sip, oke!