Pertama, karena bahan baku craft yang bagus banyaknya barang import dan harganya mahal. Orang Indonesia memanfaatkan relasi yg ada di luar negeri jadi pemasok barang lalu membuat toko online dan menjadi sumber penghasilan tambahan.
Kedua, karena kebanyakan kain import itu agak mahal, maka saat membuat barang, para crafter menggunakan bahan dengan jumlah minimalis lalu dikombinasikan dengan bahan lokal yang murah. Jadinya, variasi bahan dalam satu model barang sangat banyak dan membuat si barang lebih catchy.
Ketiga, memanfaatkan barang barang yang mudah ditemukan di Indonesia untuk jadi barang yang punya nilai manfaat sama dengan barang-barang impor. Contohnya, kalau di Jepang, cetakan cetakan untuk bikin bros bunga, atau cetakan untuk bikin patchwork, lengkap ada. Sedang di Indonesia, alas gelas atau kardus bekas bisa jadi cetakan yang kaya dibuat pabrik, hehehe. Mangtaff lah.
Keempat, banyak buku panduan craft yang asalnya dari negara maju macem Korea, Jepang, Amerika. Lalu orang Indonesia, dengan keterbatasan finansial dan keingan kuat memanfaatkan media sosialnya untuk belajar otodidak. Hasilnya ga tanggung-tanggunh, pada jadi jago.
Lalu ya, setelah mengakui bahwa crafter Indonesia juga hebat, saya jadi minder terus pengen gali tanah buat cari jati diri (lagi). Yosh, ganbaru wa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar