28 November 2011
NIkmatnya Sushi
Dalam sebulan ini, kampus saitama kedatangan 3 orang mahasiswa exchange. Mereka datangnya dari bandung, anak-anak unpad. Karna kami (saya, Aa, dan Bang Frengki - temen lab nya Rangga), sedikit kegirangan ada temen indonesia lagi, maka kami pengen ngajak mereka yang baru datang itu untuk sekedar ngobrol dan makan diluar. Setelah berunding (walaupun ada intervensi dari saya yang emang pengen makan sushi), maka diputuskan lah malam sabtu kemarin untuk makan sushi di restoran sunda, ya enggalah, ya di restoran sushi. Biasanya saya makan di restoran yang aga jauh, naek sepeda sih, tapi tetep jauh ditambah kali ini jumlah orang lebih banyak daripada jumlah sepeda. Maka kami memutuskan untuk makan di restoran sushi yang bisa dijangkau dengan bis. selama ini tiap kali saya pergi ke restoran sushi, saya percaya apa yang dikatakan orang, "ini boleh kok", "itu boleh kok", ya ya macem begitulah. Namun sebelum keberangkatan kami ke restoran saya telpon ke seorang teman lagi dan dia menjawab "oh, biasanya saya liat websitenya dulu baru berangkat kesana". Ah iya juga ya pikir saya, lihat website. Akhirnya saya buka website restoran sushi yang bersangkutan.
Saya cari halaman untuk alergen. Karena biasanya dari halaman itulah kita tau bahan makanan yang terkandung dalam suatu makanan. Namun, ternyata saya juga temukan halaman bahan dasar makanan di restoran itu yang lebih lengkap. kalo biasanya di halaman alergen hanya tertulis kandungan umum seperti : tepung, ikan daging ikan, gelatin, daging babi, daging sapi, apel, jeruk, kedelai, dll, di halaman yang lebih lengkap ini di tulis satu-satu bumbu2nya. Misalkan ada sushi udang, disana tertulis asal udangnya darimana, trus bahan bahan buat bikin sushinya pun ditulis satu-satu seperti garem, cuka, kandungan mirin, sake, shoyu, mayones dll. Dan lebih detail lagi dibagian bawahnya juga tertulis kandungan yang terdapat dalam shoyu, mayonese, tersebut. Wewww.. kaget sekali menemukuan ternyata ada kandungan di mayones yang membuat si sushi jadi ga bisa dimakan, atau ikan yang dikasih mirin sehingga sushi nya ga bisa dimakan. Kebanyakan sih menjadi tidak bisa dimakan karena ada alkoholnya. Baru tau dan percaya karena liatnya pake mata kepala sendiri. Kalo kita ke restoran kan ga bisa lihat bumbu yang digunakan apa saja, tapi dari internet bisa kita lihat semua. Setidaknya tindakan pencegahan udah kita lakukan. Sabtu kemarin adalah makan sushi paling riweuh, karena saya bawa2 13 lembar menu sushi lengkap dari website plus bahan bahan dasar sushinya. Karena ga sempet mengingat mana yang boleh dan tidak, jadi dibawa semua deh hasil print-an nya. Yang boleh yang mana? cek sendiri aja ya. riweuh memang, tapi insya Allah ada manfaatnya.
link sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
aku malah blm prnh ke kura sushi sekalipun, abisa penuh mulu :D...Mayonaise-nya ga bisa dimakan emang ada apanya In?
BalasHapusada wine vinegar mba.. apa itu bisa atau engga sebenernya sih ga tau, cuma karena ada kata wine nya ya kita bilang engga aja..gimana?
BalasHapuskanji yg pertama yaa itu yg wine vinegar? maklum ndak bisa baca kanji:D....aku pikir itu kanji fermented/distillation vinegar...berarti rata2 vinegar ndak bisa dimakan karena hmpr semua di fermented kan ya?
BalasHapus