19 April 2009

..........................

Dan ketika kamu bersungguh-sungguh menginginkan sesuatu, maka seluruh jagad raya akan bersatu padu membantumu mewujudkannya

Yakinlah pada hatimu

Disanalah letak kekuatanmu

Kamu akan temukan sesuatu

Berjuanglah,

Karena awal ini adalah keberuntunganmu

Bertahanlah,

Karena yang kamu lihat tidaklah mustahil

Bersabarlah,

Kerja kerasmu adalah ujian terbesarmu untuk mendapatkannya

Semuanya hanya akan membawa mu pada satu tujuan,

Meraih mimpi

17 April 2009

“Nanobombs” shock cancer cells

“Nanobombs” shock cancer cells

April 16, 2009

In the realm of science fiction, the idea of tiny nanorobots that can enter the human body and seek out and destroy unwanted elements has been prevalent. This idea has been made a reality by a research team led by Bin Kang and Yaodong Dai at Nanjing University and the Georgia Institute of Technology [Kang, et al., Small (2009), doi: 10.1002/smll.200801820]. They have used what is called the photoacoustic effect of carbon nanotubes (CNTs) to make what are essentially nanogrenades that can target and destroy cancer cells.



Cancer cells are selectively destructed by the strong shock wave explosion of nanotubes inside cells.

Says Professor Dai, “Under the irradiation of a Q-switched millisecond pulsed laser, the acoustic wave generated in a nanotube solution is so strong that it can trigger a micro-explosion at the nanoscale. So we had a good idea: if the nanotube in solution can explode at the nanoscale like a bomb, why don't we try to use this nanobomb to kill cancer?”

“To make these weapons of minute destruction, they start with carbon nanotubes that are functionalized with folate acid, which causes them to be selectively absorbed into cancer cells which have an overabundance of folate receptor. Once inside the cancer cell, the nanotube grenade is “detonated” using a short millisecond pulse of energy from a 1054 nm laser. The nanotubes absorb very strongly in the near infrared range, while most biological species are transparent in this region (control studies showed cells without nanotubes are undamaged by the laser). The nanotubes absorb the laser energy, causing severe local heating and non-linear transfer of heat into the surrounding cell, a process that generates a shock wave that reaches upwards of 100 MPa in magnitude, and destroys the cell in a matter of milliseconds. Using this technique, they showed that 85% of cells with nanotube uptake were destroyed within 20 seconds, while 90% of cells without the nanotubes survived. Professor Dai claims that this photoacoustic method of cell destruction using carbon nanotubes is superior to previous photothermal methods because it uses hundreds of times less energy, and does not cause excessive heating, which could lead to damage of the surrounding tissue. Professor Dai says that the next step in this research will be to attempt this cancer treatment on mice. If that works they “will try bigger animals such as rabbits or dogs.” They warn that eventual human clinical treatments using this technique have “a long-long way to go”.

David Hecht

sumber: http://materialstoday.com/archive/2009/12-04/news05.html

14 April 2009

^_^ !!

oke, mungkin emang harus balik lagi kaya awal dulu, ternyata ide baru belum tentu lebih baik

prediksi ----> rancang eksperimen ----> eksperimen -----> nihil

belum tau yang paling bener, tapi tau mana yang belum bener

08 April 2009

pasca contreng

Pasca mencontreng..

Tumben hari ini cerah banget, padahal dari kemaren mendung terus.

Di ujung jari kelingking kiri saya udah tercelup tinta ungu, artinya saya udah medapatkan hak saya sebagai warga Negara untuk ikut serta dalam pesta demokrasi negeri kita ini. Walaupun sempet bimbang di beberapa menit mau milih, akhirnya saya menetapkan pilihan juga. Bukan saya ikut-ikutan untuk mencontreng, tapi saya hanya seorang warga yang menaruh harapan sama kekuasaan Allah agar dikasih pemimpin yang terbaik untuk negeri ini.

Sayang sekali, pendataan daftar pemilih tetap masih saja buruk. Di rumah saya ada 5 orang yang memiliki hak untuk memilih, undangan yang datang ternyata untuk 14 orang. Diantara 14 orang itu hanya 4 nama yang ada di rumah saya. Berarti kan ada 10 orang nama yang undangannya salah alamat (karena kita sekeluarga ga tau alamat orang itu) dan artinya mereka ga dapet hak pilih mereka, sayang sekali. Padahal hal itu sudah terjadi sejak pemilihan gubernur jawa barat dulu, berlanjut ke pemilihan waliokota, dan terulang lagi sampai pemilu legislatif saat ini. Jangan-jangan sampe nanti pemilu presiden lagi!!! Jadi apa yang mereka (baca : para petugas kecamatan) lakukan di kantor? Sampe setengah tahun berlalu tidak ada pe rapihan status kependudukan.

Siapapun pemenangnya, itu adalah pilihan rakyat. Jangan salahkan siapapu ketika pemimpin nanti berkelakuan buruk, karena itu mencerminkan kebanyakan penduduk negeri ini yang kelakuannya juga ga jauh beda (mungkin saya juga termasuk). Hanya Dia yang Maha Berkuasa. Wallahualam.


05 April 2009

nano nano

Dulu waktu saya kecil saya kenal nama nano itu dari permen yang namanya nano-nano, dengan slogan manis asam asin rame rasanya. Dan baru ketika kuliah tingkat 1 akhir lah saya baru tau kalo di dunia ilmu juga terkenal dengan nama nano, lebih pangjangnya nanomaterial. Dikenalkan pada waktu itu oleh seorang senior anak 2003 yang presentasi tentang kelompok keahlian yang ada di fisika jaman lagi orientasi masuk himpunan. Nanometer merupakan sebuah satuan ukuran yang besarnya seper semilyar meter, 10-9 meter. Berarti nanomaterial adalah material material yang punya ukuran dalam orde nanometer, menurut para ahli disepakatai bahwa material yang dikategorikan ke dalam nanomateial adalah materi yang berukuran 1 – 100 nanometer (100 nm). Seinget saya waktu itu sang senior membandingkan ukuran nanometer dan meter adalah dengan membandingkan ukuran pasir pantai dengan bola basket. Apa sih menariknya dengan material ukuran nano? Sebenernya pembahasan tentang materi berukuran nanometer ini sudah banyak dibicarakan sejak tahun 1959an, ketika itu saintis dari Caltech bernama Richard Feyman sempet bilang dalam pembicaraannya yang berjudul “ There’s plenty of room at the bottom” ia berhipotesa bahwa atom dan molekul dapat dimanipulasi seperti building blocks. Hipotesanya tersebut kemudian dibuktikan oleh saintis dari IBM yang pada tahun 1989 memanipulasi 35 atom xenon menjadi berbentuk tulisan “IBM” kaya yang dibawah ini nih

Dari situ mulailah para saintis “bermain-main” dengan atom atom untuk merekayasa ukurannya dan bentuknya. Sampai saat ini diketahui bahwa dengan mereduksi ukuran dari suatu materi maka akan muncul sifat-sifat baru baik dari sifat kimia maupun sifat fisikanya dan itu merupakan hal yang sangat luar biasa sekali. Contoh saja computer, jaman dulu orang bangga dengan computer computer segede gaban, yang transistornya pun bermilyar banyaknya dan harus ditempatkan dalam suatu ruang tertentu. Tapi sekarang computer bagai barang ringan yang bisa digenggam oleh ukuran tangan manusia, bahkan kecepatannya pun lebih super dahsyat. Hal ini salah satunnya karena banyaknya jumlah electron yang terdapat dalam computer tersebut. Begini, dalam computer yang dulu misalkan sebuah transistor besar yang menempati ruang tertentu itu memiliki 1 elektron, ketika ada 1000 transitor maka akan ada 1000 elektron. Tetapi jika setiap ukuran transistor diperkecil dengan volume ruang yang ditempati transitor itu sama, maka akan terdapat lebih banyak transitor di ruang tersebut dan otomatis jumlah electron akan jauh lebih banyak, yang berakibat pada kecepatan transfer data. Adalagi dalam bidang kedokteran, sekarang ini. Gambar di bawah ini merupakan sebuah nanorobot biasa disingkat jadi nanobot. Mimpinya sih dengan robot berukuran nano ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia sambil membawa obat tertentu, dimana dengan nanobot tersebut obat akan langsung nyampe ke target

sel yang dituju (self repair). Karena konon katanya obat-obat untuk penyakit tertentu seperti kanker mengalami degradasi sebelum ia sampai ke target, atau si obat tersebut susah menembus membrane-membran yang melindungi target karena ukurannya yang besar.

Kalo di Amerika negerinya om gue (paman sam), penelitian nanoteknologi difokuskan untuk bidang militer, bikin senjata nano lah, bikin seragam yang mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan luka lah, (dasar!!) Pemerintah Amerika masih jamann Bill Clinton ga segen-segen ngeluarin kocek sebesar $422 Juta di tahun 2000 ke NNI (National Nanotechnology Initiative), dan di taun 2004, Bush gamau kalah ngeluarin dana $847 juta ke lembaga tersebut. Ga Cuma pemerintah yang berinvestasi untuk perkembangan teknologi nano, pihak industry pun pastinya ikut ambil bagian. Di negeri-negeri eropa dan sebagian Negara asia pun sama. Karena teknologi ini berpotensi ekonomi sangat besar dan menguntungkan. **I wonder when will Indonesia to be like them! Bahkan untuk riset dalam kampus aja yang jelas2 uangnya udah ada belum cair cair juga (curhat yang ini mah)**

ga Cuma info-info yang bagus yang pro sama nanoteknologi ini, masih juga ada perdebatan diantara para saintis sendiri tentang sebenarnya mau dibawa kemana sih teknologi nano ini? Bukankah sesuatu yang kecil pun ga bisa berdiri sendiri, mesti digabung menjadi sesuatu. Sekarang kita mencari bagaimana cara untuk mereduksi ukuran partikel, tapi ukuran partikel tersebut akan lebih bermanfaat jika terintegrasi dalam bentuk yang pastinya ukurannya akan lebih besar. Ternyata perjalanan ini masih panjang…………..Wallahualam.

sumber : Handbook Of Nanotechnology Business, Policy, And Intellectual Property Law.