10 Juli 2011

pesan yang dikirim

waktu masih kuliah ditanya "kapan lulus?"
sewaktu udah lulus ditanya "kapan kerja?"
kalau masih single ditanya "kapan nikah?"
sudah nikah ditanya "kapan mau punya anak?"
sudah hamil dan punya anak satu ditanya "kapan mau kasih adek lagi?"
sudah seperti itu, akan ada pertanyaan pertanyaan berikutnya yang jadi buntut untuk setiap kejadian.

saya sih selalu percaya, bahwa disetiap rencana Allah SWT itu pasti ada hikmahnya.
setahun tiga bulan nikah sama aa, belum juga ada tanda kehamilan. no problemo sih bagi saya, mungkin memang belum saatnya. kita masih berpikir positif sama Allah SWT, mungkin harus ada yang kami lakukan/pelajari/selesaikan dulu sebelum mendapat amanah anak itu. memang benar juga. walaupun kami belum punya keturunan, tapi kami banyak mengamati keluarga-keluarga yang sudah memiliki anak dan bagaiamana cara mereka dalam mendidik anak mereka masing2. tentu berbeda-beda, dan hasilnya pun berbeda juga. memang menarik sekali dan kami pun sedikit-sedikit mulai belajar.

apalagi jika melihat seorang kenalan yang menanti buah hati mereka selama 2 tahun, 4 tahun, 5 tahun, bahkan 10 tahun. apalah guna saya mengeluh. mereka pun telah diuji oleh Allah dengan penantian buah hati, betapa kuat dan sabarnya mereka. proses penantian itu diisi dengan ikhtiar sebanyak-banyaknya, mendekatkan diri pada Allah, mendekatkan diri pada sesama, memposisikan diri menjadi orang yang sedang dibutuhkan dalam suatu lingkungan. Subhanallah memang.

saya nonton dorama yang judulnya Umareru. sebenernya dorama ini berkisah tentang seorang wanita berumur 51 tahun yang baru saja ditinggal suaminya meninggal tetapi sang suami meninggalkan janin di dalam rahim si isteri. Seorang teman ibu berusis 51 tahun ini, sedang menanti kehadiran buah hati. Bertahun-tahun menikah dan segala macam daya upaya dilakukan namun tak kunjung datang juga yang dinanti. Mengetahui temannya hamil, iya shock dan sangat marah karena ketidakadilan yang dia hadapi. Sampai akhirnya si Ibu 51 tahun ini mengajak sang teman untuk ke dokter yang biasa merawatnya. Memang benar, bahwa kondisi sel telur si teman memang tidak bagus, dan kecil kemungkinan untuk mendapatkan bayi. Namun kemudian sang dokter bilang bahwa masih ada cara lain untuk mendapatkan anak, yakni dengan adopsi. Kontan si teman itu marah. Dia bilang dirinya datang ke dokter untuk terapi agar bisa punya anak, bukan untuk mengadopsi. Namun si dokter bertanya, "ANDA INGIN MELAHIRKAN ATAU MERAWAT ANAK?". Jleb!. Nancep ke dada si teman itu.

Saya sih masih berharap saya bisa melahirkan tentunya. Namun ketika menanti datangnya saat itu, memang ada sebuah pesan yang sedang dikirim oleh Allah SWT kepada saya. Apakah pesan itu akan tersampaikan dengan baik, akankah kami dapat membaca pesan itu? ya insya Allah, jika saatnya tiba, semua akan indah pada waktunya. :)

*berlaku untuk semua kondisi: nyari kerja, kuliah, jodoh, nikah, de el el*
pis lop en gahol

5 komentar:

  1. Kalu nina dulu, niatnya malah ingin 'menunda' sampai 2 taun menikah. Alasannya, karena takut kalau ngurus sendirian, takut repot, ga ada yang bisa dimintain tolong, blablabla. Eh, Allah berkehendak lain. Malah Dia berikan kemudahan yang sangat banyaaaak, dan 'membantah' semua ketakutan yang sebelumnya dirasain. TFS ya ndah..bikin semakin mensyukuri atas jalan yang sekarang :)

    BalasHapus
  2. jadi malu sama bunda meisya, iya saling menyemangati nin, saling mengingatkan, kadang kita teh suka lupa bersyukur,,yoshhh

    BalasHapus
  3. seperti biasa, salah satu tulisan tante yang bagus dan "menggugah"... hehe..
    Rasanya memang pertanyaan2 di awal tulisan ga ada habisnya ya? ^^

    wah, ternyata indah nonton dorama "umareru". Dorama yg cuma ayu liatin judulnya doank di internet :) ternyata pesan2nya bagus juga ya :)

    BalasHapus
  4. ah ayu bisa aja,,,menggugah mah sambel terasi pake lalap,,itu menggugah selera makan namanya yu...

    di indonesia ga bebas (baca: ga lancar) nonton streaming ya yu..

    BalasHapus
  5. tante indah kangen sambel terasi pake lalap nih kayaknya :)

    setuju sama pernyataan tante indah yg kedua... ga bebas streaming euy, tipi kabel mahal... nonton dipidi aja lah, hehe

    BalasHapus