ngambil kelas international cooperation sciences and technology bikin banyak merenung,,(belum mampu berpikir apalagi bertindak). simpel ajah sih, tidak seperti judul mata kuliahnya, kuliah di kelas ini kebanyakan (dan memang) berisi tentang lingkungan karena sensei yang mengajar berlatarbelakang lingkungan. dan selama kira 10-15 pertemuan pun diisi dengan persentasi lingkungan dari semua mahasiswa STEP (dan satu orang mahasiswa asing). masalah lingkungan?indonesia? banyak yang bisa diangkat,,,mau apa ajah tinggal pilih. sampah, hutan, air, biota laut, polusi, lumpur lapindo, dan masih banyak masalah yang bisa diangkat dari indonesia. berbeda dengan teman dari negara negara eropa. kesulitan mereka adalah ketika mereka sulit menemukan masalah lingkungan di negaranya. bahkan mereka bilang kalo mereka malu buat mengangkat topik mereka karena jika dibandingkan dengan negara berkembang (indonesia, filipin, thailand) masalah d negara mereka gak ada apa2nya.
waw, kita pun menang untuk urusan satu ini...
antara kagum, bingung, dan sedih. kagum sama negara maju, dan berkhayal kapan negaraku bisa kaya gitu. bingung sama apa yang harus kami lakukan. sedih karena kebingungan..hahaha,,tidak menyelesaikan masalah...
ya, mengikuti kelas tersebut, kadang jengkel sama temen yang memang negaranya sudah maju yang mengatakan bahwa solusi di negaranya lah yang terbaik. kadang juga menjadi penuh semangat, karena di negara maju pun banyak masalah (lagi2 masalah yang berlawanan dengan negara kita).
jepang. ya siapa sangka dengan semua kenyamanan yang ada di jepang ini ada juga masalah: masalah menurunnya angka kelahiran. udah hampir menjadi isu sehari-hari kalo jumlah orang tua di jepang ini lebih banyak dari pada jumlah anak2. bahkan temen saya bilang, dia baca dari suatu berita bahwa jumlah binatang piaraan lebih banyak daripada jumlah anak2. pemerintah jepang sangat serius untuk mengatasi hal ini, kalo ini terus berlangsung (kelangkaan anak2 dan bayi), tahun 2050 jepang hanya diisi sama orang tua dan menyebabkan perekonomian jepang menurun. pemerintah jepang sedang merancang anggaran untuk meningkatkan tingkat kelahiran. anggaran pendidikan dipotong dalam artian nominal beasiswa dari pemerintah jepang serta jumlah mahasiswa penerima beasiswa akan berkurang. pemotongan anggaran akan dialokasikan untuk tunjangan anak dan ibunya. tapi yang jadi masalah juga sumber anggaran tersebut. and so on....karena bakal panjang kalo diterusin.
cina. untuk mengatasi kelebihan tingkat kelahiran, menurut temen yang berasal dari cina, pemerintah cina membuat aturan satu keluarga hanya satu anak. wow!!pemerintah indonesia masih berperikemanusiaan, satu keluarga 2 orang anak.
sweden pun masalahnya begitu. berkurangnya angka kelahiran. yang artinya menyangkut keberlangsungan masa depan bangsa.
prancis, ceko. masalah penurunan kelahiran di negara mereka diatasi dengan dibukanya pintu untuk para imigran.
dan ketika filipin dan indonesia ditanya apa kami punya masalah yang sama tentang tingkat kelahiran, spontan saya dan teman dari filipin jawab: tentu tidak (titik). lalu temen saya dari filipin nyeletuk "Maybe it is because weather in our country,,," whaat??? "I couldnt see the relation between them", respon dari saya...dan kami berdua ngakak di kelas.
yah memang bukan masalah lingkungan saja yang diangkat d kelas. masing masing dari kami biasanya mengemukakan masalah masalah apa yang ada d negara kami. menarik. dan sekali lagi cukup untuk bikin merenung atas semua informasi yang didapat.. (baru bisa merenung dan harapan2 terbesit di dalam pikiran yang belum mampu diungkapkan apalagi direalisasikan)











